Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 20..


__ADS_3

Acara akad nikah Gasta dan Sakti terlaksana dengan hikmat. Pesta pernikahannya dilaksanakan di aula hotel bintang 5. Sakti memang berasal dari keluarga berada, dia anak tunggal dari keluarga Wasmana.


Awalnya Gasta menolak acara pernikahannya diadakan secara mewah, tapi berhubung Sakti anak tunggal, dengan terpaksa Gasta mengikuti kemauan keluarga Sakti.


Bermacam-macam makanan tersaji apik dimeja prasmanan. Benar-benar mencerminkan keluarga kaya kalangan atas. Pesta memang tidak diadakan di outdoor atau dengan pelaminan mewah yang berada didepan sana sebagai pusat perhatian semua orang yang datang.


Sakti menolak pesta seperti itu, dia tidak ingin hanya diam dipelaminan dan menunggu para tamu undangan mendatanginya dan memberinya ucapan selamat sembari bersalaman dengannya dan juga istrinya.


Sakti lebih suka berbaur bersama tamu undangan dan bercakap-cakap sebentar bersama mereka kemudian beralih lagi menyapa tamu undangan yang lain. Menurutnya, dia tidak akan terlihat bodoh dengan melakukan itu dibanding hanya terus berdiri seperti orang dungu yang menunggu ucapan selamat.


Lagu-lagu romantis juga terus mengalun indah dan penyanyi yang mengiringi suasana pesta tersebut.


Setelah menyapa sebagian para tamu undangan, Gasta dan Sakti berjalan menghampiri Mery dan Sandy. Mery terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru dongker dengan lengan sebahu memperlihatkan kulit putihnya, dengan rambut panjang yang tergerai indah.


Semua tamu undangan terpana dengan kecantikan Mery, bahkan Sakti juga masih sangat menggangumi kecantikan Mery. Sandy tidak suka melihat istrinya menjadi sorotan para tamu undangan.


" Kenapa kamu harus berdandan secantik ini? lihatlah, sekarang semua mata para hidung belang kini tengah menatapmu." Ucap Sandy sambil menatap kesal kearah para tamu undangan yang menatap istrinya seakan siap untuk menerkamnya.


" Apa salahnya aku berdandan cantik, dengan begitu kak Sandy nggak akan malu jalan sama aku. Kak Sandy aja terlihat tampan seperti ini, terus kenapa aku harus kelihatan jelek." Goda Mery sambil pura-pura merapikan dasi suaminya.


Sakti dan Gasta hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah pasangan suami istri yang berasa seperti masih pacaran.


" Kalian kenapa malah asyik sendiri, hingga nggak menyadari kedatangan sang pemilik acara." Sindir Sakti.


Sakti dan Gasta kini tepat berdiri disamping Mery dan Sandy yang tengah asyik berpelukan. Mery mendorong tubuh suaminya pelan.


" Maaf Sak, Gasta, sebenarnya tadi kami mau menghampiri kalian, tapi kayaknya kalian tadi sedang asyik mengobrol jadi kita menunggu disini." Ucap Mery sambil menahan malu karena tengah kepergok bermesra-mesraan diacara pernikahan Sakti.


" Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga menjadi keluarga yang SAMAWA, sampai maut memisahkan kalian." Sambung Mery sambil mengulurkan tangannya, begitu juga dengan Sandy.


" Terimakasih Mer, San." Ucap Sakti dengan menjabat tangan Mery dan Sandy.


" Kamu sedang mencari siapa Ta? Kok aku lihat dari tadi mata kamu menatap kemana-mana?" Tanya Mery penasaran.

__ADS_1


" Kakak nggak datang sama Evan ya?" Tanya Gasta sambil melihat para tamu undangan satu persatu.


" Tadi katanya masih dalam perjalanan, maklum lah Evan kan di Jakarta, katanya jalanan macet banget. Kamu tunggu aja, nanti Evan juga bakalan datang." Ucap Mery. Gasta menganggukan kepalanya.


Sakti menyuruh sahabat-sahabatnya untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan. Sandy memang sudah merasa lapar, karena tadi dia belum sempat makan malam. Semua itu tentu saja karena ulah istrinya yang sudah tidak sabaran untuk segera menghadiri acara pernikahan Sakti dan Gasta.


Sesampainya disana acara belum dimulai, itu yang membuat Sandy semakin mengerutu kesal, apa lagi istrinya yang menjadi sorotan para mata kranjang.


»»»»


Evan yang sudah tidak sabaran ingin segera bertemu dengan kakak cantiknya sedari tadi mengerutu kesal karena jalanan yang sangat macet, hingga dirinya harus menunggu didalam mobil selama berjam-jam.


" Pa, kapan kita sampainya?" Tanya Evan kesal.


" Sabar dong Van, ini Papa juga sedang berusaha cari jalan lain." Ucap Frans sambil terus fokus kedepan.


" Kita udah terlambat Pa, pasti acaranya udah dimulai dari tadi." Ucap Evan sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kalau acaranya udah selesai, mereka pasti menunggu kamu sayang." Ucap Dona yang ikutan menenangkan Evan yang terlihat sangat gelisah dari tadi.


Frans melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena banyak kendaraan didepan mobilnya hingga membuatnya sulit untuk menyalip kendaraan yang berada didepannya. Dona mencoba menghubungi Mery untuk menanyakan situasi disana.


Mery mengambil ponselnya dari dalam tas yang sedari tadi berbunyi. Dia melihat siapa yang menelfonnya.


" Kak Dona."


Mery lalu menjawab telfon itu..


" Iya kak, ada apa?" Sahut Mery.


" Gimana situasi diacara pernikahan temen kamu itu? acaranya apa udah dimulai?" Tanya Dona sambil menatap Evan.


" Acaranya udah dimulai setengah jam yang lalu kak, kakak dimana sekarang? Kok belum juga datang?"

__ADS_1


" Kakak masih dijalan, ini jalanan macet, kayaknya tadi habis terjadi kecelakaan hingga jalanan menjadi macet. Tolong sampaikan sam teman kamu itu untuk tetap menunggu Evan ya, ini anak dari tadi uring-uringan nggak jelas." Ucap Dona sambil terus menatap Evan yang sedari tadi mencemberutkan bibirnya.


" Iya, kakak tenang aja, nanti akan aku sampaikan sama Gasta dan Sakti."


" Ya udah, kakak cuma mau memberitahu itu." Ucap Dona lalu mematikan telfonnya dan menaruh kembali ponselnya kedalam tas.


Dona memberitahu Evan kalau acaranya baru saja dimulai, jadi dia masih punya waktu untuk bertemu kakak cantiknya hingga acara pernikahan selesai. Evan terlihat sangat senang, meskipun terlambat, dirinya masih bisa mengucapkan selamat kepada Gasta dan juga Sakti.


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam dan sangat melelahkan karena mereka terjebak macet, akhirnya mereka sampai dihotel tempat diadakannya acara pernikahan Sakti dan Gasta. Mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju aula tempat diadakannya pesta pernikahan.


Dona mencari keberadaan Sandy dan Mery, sulit bagi mereka untuk menemukan Sandy dan Mery dari kerumunan para tamu undangan yang bahkan mencapai ribuan. Keluarga Sakti adalah orang terpandang, jadi mereka menyebar banyak undangan.


Setelah setangah jam berkeliling, mereka akhirnya menemukan Mery dan Sandy.


" Akhirnya kakak datang juga, aku sampai bosan menunggu." Ucap Mery.


" Bosen apanya, bohong dia Don, dia aja sedari tadi kerjaannya cuma makan terus, semua hidangan dia cicipi semua." Sindir Sandy.


" Ya nggak apa-apa kak, dari pada bengong nggak ada kerjaan, sebentar lagi acara juga udah mau selesai, jadi kita puas-puasin menikmati makanan disini." Ucap Mery sambil memasukan satu sendok es cream ke mulutnya.


" Dimana teman kamu yang punya acara ini?" Tanya Dona sambil melihat sekeliling.


" Itu mereka sedang menuju kemari..


⭐⭐⭐⭐


Hai para Readers sekalian, budidayakan klik tombol jempol ya setelah selesai membaca. Jangan lupa beri bintang 5 untuk novel ini. Jadikan novel favorit kalian juga ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan coment, cuma nulis Next, lanjut atau terus semangat kakak...itu juga nggak apa-apa. Semua itu bisa membuat aku semakin semangat untuk menulis kelanjutannya. Apa lagi kalau likenya nyampai angka 1000, ya paling nggak 500 lah, dan comentnya nyampai 100san, atau 50 an.


Terimakasih semua sudah mau mampir baca tulisan aku. Jangan lupa baca yang season 2 ya, itu bab nya juga udah banyak, udah mau nyampai 90 bab.


Makasih ya..


💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2