Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 15..


__ADS_3

Sandy bersiap-siap mengantar Evan dan Carlos ke Jakarta. Carlos terlihat sangat senang karena dirinya akan segera bertemu dengan kedua orangtuanya. Carlos sudah mengendong tas ranselnya yang berisi semua pakaianya, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


" Emmm..Evan dimana ya? Kayaknya dia tadi udah keluar duluan, tapi kenapa dia nggak ada ya?" Guman Carlos dalam hati.


Carlos berjalan menuju dapur untuk mencari Evan, tapi ia sama sekali tidak menemukan Evan. Carlos merasa sangat khawatir, ia takut terjadi apa-apa dengan Evan, karena semalam Evan bercerita kalau dirinya tidak ingin pulang ke Jakarta sebelum bertemu dengan kakak cantiknya.


" Sayang, kamu sedang mencari siapa?" Tanya Meysa saat melihat Carlos sedang celingak-celinguk mencari Evan.


Carlos berjalan mendekati Oma nya, " Sedang mencari Evan Oma, apa Oma tadi melihat Evan?" Tanya Carlos.


" Bukannya tadi sama kamu di kamar sedang berkemas-kemas sayang?" Tanya Meysa balik.


" Emm..iya sih Oma, tapi setengah jam yang lalu Evan udah keluar dari kamar. Carlos udah cari kemana-mana tapi Evan tidak ada Oma." Ucap Carlos terlihat sangat khawatir.


" Ya udah, ayo kita cari sama-sama, mungkin aja abang kamu itu main di taman depan dengan Monic." Ucap Meysa lalu mengandeng tangan Carlos dan berjalan keluar.


Mereka mencari Evan di sekitar taman, tapi tetap saja tidak menemukan Evan. Meysa terlihat sangat panik, ia takut terjadia apa-apa dengan cucunya. Meysa membawa Carlos kembali masuk ke dalam rumah.


" Sandyyy..Meryyy.." Teriak Meysa keras.


" Oma, Evan kemana Oma." Tanya Carlos sambil menangis.


" Tenang sayang, Evan pasti baik-baik saja, nanti kita cari lagi sama-sama." Ucap Meysa sambil menenangkan Carlos. Padahal dirinya sendiri terlihat sangat panik.


" Sandyy..Meryy..kalian kemana sihh. Cepetan kesinii.." Teriak Meysa semakin keras.


Sandy dan Mery yang mendengar teriakan Meysa segera berlari keluar dari kamar dan menghampiri Meysa.


" Ada apa Ma? Kenapa Mama teriak-teriak." Tanya Mery penasaran.


" Iya Ma, sebenarnya ada apa sih Ma?" Tanya Sandy yang sama penasarannya seperti istrinya.

__ADS_1


" Evan ilang, Mama cari-cari kemana-mana tidak ada!" Seru Meysa.


" Nggak mungkin Ma Evan hilang, paling cuma main di depan rumah sama Monic." Ucap Sandy.


" Papa mencari Monic?" Tanya Monic dari arah belakang.


Mery duduk berjongkok di depan Monic, " Sayang, tadi kamu lihat bang Evan nggak?" Tanya Mery.


" Tadi bang Evan berjalan keluar rumah Ma. Saat Monic tanya mau kemana, katanya mau jalan-jalan. Saat Monic mau ikut, nggak dibolehin sama bang Evan." Ucap Monic dengan suara lucunya.


Mery menatap Sandy dan juga Mesya. Mereka terlihat sangat panik. Carlos sedari tadi tidak henti-hentinya menangis.


" Sandy, cepat sekarang kamu cari Evan, Mama takut terjadi apa-apa dengan Evan. Apa yang harus Mama katakan sama Dona dan Frans jika terjadi apa-apa dengan Evan. Mereka pasti marah." Ucap Meysa cemas.


Meysa merasa gagal menjaga cucu-cucunya. Frans dan Dona sudah menitipkan Evan kepadanya, tapi ia malah lalai menjaga amanah dari anak dan menantunya.


" Kita cari diseluruh rumah dulu Ma, siapa tau Evan sudah kembali." Ucap Sandy.


" Mama udah gagal menjaga Evan, apa yang harus Mama katakan sama kakak kamu." Ucap Meysa sambil menahan tangisannya.


Mery memeluk Mama nya dengan sangat erat, ia juga merasa bersalah karena tidak bisa menjaga amanah dari kakaknya.


Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, Sandy bergegas berlari menuju pintu utama. Sandy membuka pintu, kedua mata Sandy membulat seketika saat melihat keponakannya tidak sadarkan diri digendongan salah satu tetangganya.


" Pak Sandy, apa benar anak ini keponakan bapak?" Tanya Rusdi.


" Iya benar Pak, ada apa dengan keponakan saya, kenapa dia tidak sadarkan diri?" Tanya Sandy panik dan cemas.


" Sebenarnya tadi anak saya mendengar teriakan dari kebun pak Slamet, terus anak saya memanggil saya, saat saya datangi keponakan anda sudah pingsan, dan saya melihat di kakinya ada tanda gigitan ular. Tadi saya sudah melakukan pertolangan pertama, tapi sebaiknya sekarang anda bawa dia ke rumah sakit agar bisa di periksa lebih lanjut." Ucap Rusdi.


" Teriamakasih Pak Rusdi, sekarang juga saya akan membawa Evan ke rumah sakit. Tapi bapak bisa bantu saya untuk membawa Evan ke dalam mobil saya." Ucap Sandy. Rusdi menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Sandy berteriak memanggil keluarganya, mereka terlihat sangat panik, Carlos dan Monic tak henti-hentinya menangis.


" Mama kemana sayang?" Tanya Sandy menanyakan keberadaan Mama nya.


" Tadi katanya mau kepasar kak." Ucap Mery sambil mengendong Ricart.


" Sekarang aku mau ke rumah sakit sama Mama Meysa, kamu di rumah jagain Carlos, Monic dan Ricart. Nanti kalau Mama pulang kasih tau aja Evan ada di rumah sakit." Ucap Sandy dan Mery menganggukan kepalanya.


" Carlos ikut Om, Carlos mau menemani Evan. Izinkan Carlos ikut, Carlos janji nggak akan membuat masalah." Rengek Carlos sambil terus menangis.


Karena tidak ingin mengulur-ulur waktu, akhirnya Sandy mengajak Carlos. Mereka masuk kedalam mobil. Sandy melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Meysa kini sedang memangku Evan, air matanya terus mengalir. Meysa merasa sangat bersalah dengan apa yang dialami Evan.


Carlos terus menggenggam tangan Evan dan terus menerus menangis, ia takut kehilangan Evan. Ia tidak ingin kehilangan orang yang sangat ia sayang lagi.


" Van, jangan bikin aku takut kayak gini, bangun Van, bukannya kamu sudah berjanji sama aku kamu nggak akan pernah meninggalkan aku. Ayo Van bangun, Mama dan Papa sudah menunggu kita di rumah. Apa kamu nggak ingin ketemu sama Mama dan Papa." Ucap Carlos sambil terus menggenggam tangan Evan.


Sandy dan Meysa semakin sedih dan merasa bersalah mendengar ucapan Carlos. Mereka takut jika Evan benar-benar akan meninggalkan mereka. Sandy tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Dona dan Frans.


" Bertahanlah sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Bangulah, Mama dan Papa kamu sudah menunggumu di rumah." Guman Sandy dalam hati.


⭐⭐⭐⭐


Maaf nie, aku selingi dengan sedikit obrolan ya. Maaf juga jika setiap bab aku numpang Promosiin novel aku yang lain. Novel lanjutan dari novel ini " HARUSKAH AKU MENGALAH " kenapa novel yang season 2 nggak seramai yang disini ya.


Apa tidak ada nie yang mampir baca untuk season yang kedua. Aku minta dukungannya juga dong, untuk novel yang season 2..ramaikan juga seperti yang season 1 ini.


Kalau binggung caranya gimana, KLIK AJA PROFIL AKU. itu cara yang paling mudah 👍👍


Dan tak lupa, kasih like dan coments nya ya 🙏🙏🙏


💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2