
Frans dan Dona masuk ke dalam ruangan kerja Frans. Frans duduk di kursi kerjanya. Ia membuka dan membaca berkas-berkas yang diberikan Tari.
" Apa-apaan ini?" Teriak Frans.
" Ada apa?" Tanya Dona terkejut.
" Sepertinya ada yang mau main-main sama aku, mereka pikir mereka bisa mengelabuhi aku walau aku nggak ada di kantor." Ucap Frans dengan emosi.
Dona semakin binggung melihat tingkah Frans, akhirnya Dona menelfon Tari.
Tutt..tutt..tutt
" Hallo Don." Sahut Tari.
" Tar, kamu bisa keruangan Frans sekarang?" Ucap Dona. Dona begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di kantor selama mereka pergi ke Paris.
" Ok, aku kesana sekarang." Ucap Tari lalu menutup telfon.
Tari berjalan menuju ruangan Frans. Ia mengetuk pintu ruangan Frans.
Tokk..tokk..tokk..
" Masuk." Sahut Dona.
Tari membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Frans. Ia berjalan menghampiri Dona.
" Ada apa Don?" Bisik Tari di telinga Dona.
" Ayo duduk dulu." Ucap Dona sambil duduk di sofa. Tari disamping Dona.
" Gini Tar, aku mau tanya, sebenarnya ada masalah apa di kantor selama kita tinggal ke Paris waktu itu?" Tanya Dona.
" Emmm..kemarin habis dari bandara Kevin pergi ke kantor, katanya ada barang yang mau diambil, sesampainya di kantor Kevin mendengar percakapan Erwin dan Bagas, mereka membicarakan soal pembagian uang hasil pengelapan, karena Kevin merasa curiga akhirnya Kevin pergi keruangan Bagas dan menyalin data di komputer. Setelah sampai di rumah Kevin membaca dan mempelajari file itu, ternyata ada yang berbeda dengan file yang dikerjakan Kevin, makanya Kevin menyuruhku untuk bilang sama kamu kalau pagi ini ada meeting penting." Ucap Tari menjelaskan.
" Bisa-bisanya mereka melakukan itu. Untung saja Kevin langsung mengetahuinya, kalau tidak maka Kevin akan menjadi tersangka utamanya, karena file itu Kevin yang mengerjakan." Sambung Tari lagi.
" Tar, sekarang kamu kumpulkan semua karyawan di,ruang meeting." Ucap Frans.
" Baik pak." Ucap Tari sambil berdiri. Ia berjalan keluar dari ruangan Frans. Dona berjalan mendekati Frans.
" Sayang, kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Dona cemas.
__ADS_1
" Aku nggak apa-apa sayang, untung aku punya karyawan cerdas seperti Kevin. Kalau nggak, mungkin dua orang itu sudah mengambil banyak keuntungan dari perusahaan aku ini." Ucap Frans. Ia merasa sangat geram.
" Sayang, nanti waktu di ruang meeting kamu harus bisa menahan emosi. Aku mau kita selesaiin ini dengan cara baik-baik." Ucap Dona sambil menggenggam tangan Frans.
" Baiklah, tapi yang jelas aku harus memberi mereka pelajaran terlebih dahulu, agar mereka jera dan tidak melakukan di perusahaan lain." Ucap Frans dengan penuh emosi.
" Ayo kita keruang meeting sekarang." Sambung Frans lagi. Ia berjalan keluar dari ruangannya.
Dona membawa berkas-berkas yang dikasih Kevin dan berjalan mengikuti Frans. Frans dan Dona masuk ke dalam ruang meeting dan semua karyawan sudah menunggu didalam.
" Selamat pagi pak." Sapa semua karyawan.
" Pagi." Sapa Frans datar. Frans berdiri menatap semua karyawannya.
" Kalian pasti binggung kenapa pagi-pagi saya mengadakan meeting." Ucap Frans.
" Iya pak." Ucap semua karyawan kecuali Dona, Tari dan Kevin.
" Kalian sudah lama bekerja sama saya dan saya sudah percaya sama kalian semua, tapi hari ini saya mendengar kabar yang tidak mengenakan di telinga saya. Saya tidak percaya kalian melakukan ini di perusahaan saya." Ucap Frans,
Semua karyawan terlihat binggung, mereka saling bertanya satu sama lain tentang masalah apa yang terjadi di perusahaan, tapi tak ada satu pun karyawan yang tau tentang masalah itu.
" Baiklah, sekarang saya mau bertanya, siapa diantara kalian semua yang bernama Erwin dan Bagas?" Tanya Frans sambil melihat kearah semua karyawannya.
" Saya pak." Ucap Erwin dan Bagas bersamaan.
" Coba kalian kemari." Ucap Frans. Erwin dan Bagas maju kedepan mendekati Frans.
PLAAK..PLAAK..( terdengar suara tamparan diseluruh ruangan).
Frans menampar wajah Erwin dan Bagas.Semua karyawan menatap kearah Frans, Erwin dan Bagas. Mereka masih binggung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" Coba jelaskan kepada saya, apa maksud semua ini?" Ucap Frans sambil melempar berkas-berkas keatas meja.
Erwin dan Bagas mengambil berkas itu dan membacanya. Raut wajah Erwin dan Bagas seketika berubah, wajah mereka menjadi pucat, keluar keringat bercucuran dari wajah mereka, tangan mereka gemetar saat meletakan berkas diatas meja.
" Maafkan saya pak, ampuni saya." Ucap Erwin dan Bagas sambil berlutut didepan Frans.
" Saya nggak menyangka kalian tega melakukan ini di perusahaan saya, apa masih kurang cukup gaji yang saya berikan? apa masih kurang baik saya memperlakukan kalian? sampai kalian melakukan ini kepada saya?" Tanya Frans.
" Maaf kan kami pak, kami khilaf." Ucap Erwin.
__ADS_1
" Sekarang kalian tinggal pilih, kalian mengundurkan diri secara baik-baik dan tanpa pesangon atau kalian saya pecat dan saya laporkan ke kantor polisi." Tanya Frans emosi.
" Ampuni saya pak, jangan pecat saya, gimana nanti nasib keluarga saya." Pinta Bagas sambil mengatubkan kedua telapak tangannya.
" Itu adalah urusan kamu, kamu sudah berbuat harus berani bertanggungjawab." Ucap Frans. Bagas menunduk malu dan menangis.
" Bagas, kalau saya boleh tau apa kamu sudah mempunyai anak?" Tanya Dona.
" Saya mempunyai dua orang anak, yang satu masih berumur satu tahun." Ucap Bagas sambil masih menunduk malu. Dona menarik tangan Frans dan berjalan keluar dari ruang meeting.
" Ada apa sayang?" Tanya Frans terkejut.
" Apa aku boleh minta tolong sama kamu?" Tanya Dona serius.
" Kamu mau minta tolong apa?" Tanya Frans binggung.
" Kamu boleh memecat mereka, tapi tolong beri mereka pesangon. Aku nggak tega melihat nasib keluarga dan anak-anak mereka nanti." Ucap Dona memohon.
" Sayang, hati kamu terlalu baik, tapi itu sudah konsekuensi bagi mereka yang berani korupsi di perusahaan aku." Ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.
" Tapi sekali ini saja aku mohon, apa kamu nggak kasian sama keluarga mereka? istri dan anak-anak mereka tidak salah apa-apa." Ucap Dona sambil memohon kepada Frans.
Frans tidak bisa menolak permintaan gadis yang sangat di cintainya.
" Baiklah sayang, aku akan memberikan mereka pesangon." Ucap Frans. Dona tersenyum, ia sangat bangga kepada Frans yang kini mempunyai hati yang baik.
" Ya udah ayo kita masuk." Sambung Frans sambil kembali masuk keruangan meeting.
" Baik, karena hari ini saya sedang baik hati, saya tidak akan melaporkan kalian kekantor polisi, tapi kalian lebih baik mengundurkan diri dan urus pesangon kalian pada bagian keuangan." Ucap Frans.
" Terimakasih pak." Ucap Bagas sambil menjabat tangan Frans.
" Terimaksih pak." Ucap Erwin sambil menjabat tangan Frans.
" Baik, ini peringatan untuk kalian semua, jangan pernah mengulangi perbuatan seperti ini lagi, karena lain kali saya tidak akan berbaik hati seperti hari ini." Ucap Frans tegas.
" Baik pak." Sahut semua karyawan.
" Ok..meeting hari ini cukup sampai disini." Ucap Frans lalu berjalan keluar dan diikuti Dona dibelakangnya.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1