Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Intropeksi diri..


__ADS_3

Sudah sebulan sejak kejadian malam itu Sandy dan Mery tidak saling bertegur sapa..Sandy ingin sekali menyapa Mery tapi Sandy masih ragu..Mery hanya fokus sama pekerjaannya,dia tidak akan menyapa Sandy sebelum Sandy menyapanya dulu dan meminta maaf..hati Mery begitu sakit karena orang yang sangat ia cintai meragukan dirinya..


" Kenapa kamu melamun Mer ? " tanya Davin yang kini tengah berdiri didepan Mery.


" Ahhh..kamu Vin..aku nggak lagi melamun kok.." ucap Mery.


" Kamu lagi ada masalah ya Mer..aku bersedia kok mendengar cerita kamu.." ucap Davin sambil duduk didepan Mery.


Dalam hati Mery.." Maaf Vin..aku ingin sekali cerita sama kamu tapi aku nggak bisa karena ini masalah pribadi aku dengan kak Sandy.."


" Kenapa kamu hanya diam aja Mer..? " ucap Davin.


" Aku nggak papa kok Vin,makasih kamu sudah mengkhawatirkan aku.." ucap Mery.


" Kamu yakin nggak mau cerita sama aku.." ucap Davin curiga.


" Iya Vin..ayo kita balik kerja lagi nanti ketahuan bos kita bisa kena masalah lagi..." ucap Mery lalu berdiri dan keluar dari kantin.


" Aku tau Mer..kamu pasti lagi ada masalah sama pak Sandy.." ucap Davin.


Mery berjalan keruangannya sambil memainkan ponselnya,tiba tiba Mery menabrak seseorang..


Bruukk..( Mery pun terjatuh )


Mery mengambil ponselnya dan berdiri..


" Maaf.." ucap Mery sambil membersihkan roknya yang kotor.


Mery menatap wajah orang yang ia tubruk..Mery terkejut karena yang ia tubruk adalah Sandy..


" Kamu nggak papa ? " tanya Sandy.


" Nggak papa..maaf pak tadi saya nggak lihat jalan.." ucap Mery.


" Apa kamu.."


" Maaf pak..saya harus kembali berkerja.." ucap Mery lalu melangkah pergi meninggalkan Sandy.


" Apa kamu masih marah sama aku Mer ? bahkan kamu nggak mau menatap ku.." ucap Sandy.

__ADS_1


Mery merasa dirinya udah nggak sanggup menahan rasa sakitnya,dia ingin menenangkan dirinya,Mery berniat untuk mengambil cuti..karena selama ia berkerja ia tidak pernah mengambil cuti..Mery berjalan menuju ruang kerja Sandy..


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Masuk.." ucap Sandy.


Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )


Mery masuk kedalam ruangan Sandy,Mery berjalan menuju meja kerja Sandy..


" Ini semua berkas berkas yang perlu bapak tanda tangani,saya sudah memeriksa semua laporan ini..ini semua laporan yang ada sama saya.." ucap Mery.


Sandy memeriksa semua laporan yang diberikan oleh Mery..


" Ini laporan untuk minggu depan kenapa kamu serahkan sama saya sekarang.." ucap Sandy.


" Maaf pak karena saya ingin mengambil cuti selama satu minggu jadi saya serahkan laporan itu sekarang.." ucap Mery.


Sandy terkejut mendengar ucapan Mery,.Sandypun berdiri dan mendekati Mery..


" Apa kamu sakit ? " ucap Sandy sambil menyentuh dahi Mery.


" Terus kenapa kamu tiba tiba mengambil cuti ? atau mama kamu yang sakit.." ucap Sandy cemas.


" Maaf pak..saya kalau sudah tidak ada apa apa lagi..saya permisi.." ucap Mery lalu melangkah pergi.


Sandy mengejar Mery dan menarik tangan Mery,Sandy memeluk tubuh Mery..


" Kamu kenapa menjauh dari aku? aku sangat tersiksa karena kamu menjauh dari aku,aku sangat merindukanmu sayang.." ucap Sandy.


" Maaf pak..lepasin.." ucap Mery sambil melepas pelukan Sandy.


" Pak...pak...pak..persetan dengan semua itu..kalau aku ada salah aku minta maaf..jangan kamu acuhkan aku seperti ini..." teriak Sandy.


Mery tak ingin menatap Sandy karena kini matanya sudah mulai berkaca kaca,Mery menahan airmatanya,Mery tidak ingin terlihat lemah dimata Sandy,..


" Maaf pak..saya harus segera pulang..mama saya sudah menunggu.." ucap Mery sambil membuka pintu ( ceklek ).


Saat Mery ingin menutup pintu tiba tiba tangan Sandy menghalangi dan tangan Sandy terjepit oleh pintu..

__ADS_1


" Awww..." teriak Sandy.


Mery yang mendengar teriakan Sandy langsung membuka pintu dan menarik tangan Sandy.Mery melihat jemari Sandy memerah..


" Maaf..aku nggak sengaja kak..apa ini terasa sakit.." ucap Mery cemas dan langsung meniup niup jemari Sandy.


Sandy langsung memeluk tubuh Mery dengan sangat erat..


" Aku masih bisa menahan rasa sakit ini tapi aku nggak bisa menahan rasa rindu ini.." ucap Sandy.


Mery melepaskan pelukan Sandy dan menghapus airmata yang tadi mengalir deras dikedua pipinya..


" Maaf pak..sekali lagi saya minta maaf..jika masih terasa sakit saya akan mengantar bapak kerumah sakit.." ucap Mery.


" Sayang..ada apa denganmu..aku minta maaf jika aku punya salah sama kamu.." ucap Sandy.


" Nggak ada yang perlu dimaafkan.." ucap Mery.


" Terus kenapa kamu masih bertingkah seperti ini? apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi ? " ucap Sandy.


" Selain kakak meragukan kesucian aku sekarang kak Sandy juga meragukan cinta aku..seharusnya kak Sandy bisa menyadari apa kesalahan kak Sandy hingga aku bersikap seperti ini,sekarang aku mengerti semuanya kak..ternyata selama ini kak Sandy nggak tulus mencintai aku.." ucap Mery tanpa sadar airmata menetes dikedua matanya.


" Maksud kamu apa sayang ? aku sangat mencintai kamu,cinta aku tulus.." ucap Sandy.


" Kalau cinta kak Sandy tulus,kak Sandy nggak akan pernah meragukan cintaku dan juga kesucian aku.." ucap Mery.


" Sayang..aku tau aku salah..aku minta maaf.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


" Nggak aku yakin kalau cinta kak Sandy tulus,maaf kak kayaknya kita harus memikirkan ulang tentang hubungan kita,kita harus memberi waktu masing masing untuk saling instropeksi diri.." ucap Mery lalu melangkah keluar..


" Ahhhhhh siallll..bodoh...bodoh....." teriak Sandy frustasi.


Sandy berjalan menuju meja kerjanya dan mengobrak abrik meja kerjanya..


" Apa salah aku Mer..hingga kamu tega melakukan ini sama aku,apa aku salah jika aku ingin tau tentang dirimu masih suci atau nggak,aku akan tetap menerima kamu walau kamu sudah nggak suci lagi,aku mencintaimu Mer..jangan tinggalin aku.." teriak Sandy yang kini terkulai lemas dilantai.


Mery yang masih berada diluar ruangan Sandy mendengar semua ucapan Sandy,airmata menetes membasahi kedua pipi Mery..


" Maafin aku kak..aku cuma ingin kak Sandy merenungkan apa kesalahan kakak,kakak begitu tega meragukan kesucian aku..aku jadi ragu akan cinta kakak sama aku,jika kakak tulus mencintai aku maka kak Sandy nggak akan pernah meragukan aku..cinta ku hanya untukmu kak..bahkan kesucian aku hanya akan aku berikan kepadamu,karena hanya kamu yang aku inginkan didunia..tapi kak Sandy tak menyadari itu..." ucap Mery lalu melangkah pergi.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2