
Davin mengantar Mery sampai kerumahnya..
" Makasih ya Vin kamu udah mau mengantar aku pulang dan makasih atas bantuan kamu hari ini.." ucap Mery.
" Sama sama Mer,tapi kalau aku boleh tau sebenarnya ada masalah apa kamu sama pak Sandy.Kok aku lihat pak Sandy sering didatengi cewek tadi.." ucap Davin yang masih duduk dimotornya.
" Emmm..nggak ada apa apa kok,sekali lagi makasih ya.." ucap Mery lalu berjalan meninggalkan Davin.
" Mer..kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku,aku akan selalu bantuin kamu.." teriak Davin sambil melihat Mery yang udah masuk kedalam rumah.
Mery berjalan menuju kamar.Hari ini adalah hari terberat untuk Mery karena Mery harus melihat kemesraan Sandy dan Siska.Mery merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
" Kak..semudah itu kamu melupakan semuanya.Sulit bagiku untuk melupakanmu kak,rasa cintaku begitu besar kepadamu.." ucap Mery sambil menatapnya bersama Sandy saat di Bali.
Satu bulan kemudian..
Mery mengambil cuti selama satu minggu dan berlibur kerumah Frans.Semenjak dari Bali Mery tidak pernah mengunjungi Dona dan juga keponakan yang sangat ia rindukan..Sekarang Evan sudah tumbuh menjadi anak yang yang tampan dan juga cerdas..
" Tante..sekarang Evan udah bisa menulis nama Evan,mama dan papa.." ucap Evan sambil menunjukan hasil tulisannya.
Walaupun tulisannya masih berantakan bentuk dan ukuran tulisannya namun tulisannya jelas dan bisa dibaca.
" Anak pintar.." ucap Mery sambil mengacak acak rambut Evan.
" Tante..jangan berantakin rambut Evan dong .." ucap Evan sambil cemberut.
Evan merapikan kembali rambutnya yang diacak acak oleh Mery..
" Idih..ni anak,masih kecil juga udah ngributin penampilan.." ejek Mery.
" Kata papa jadi laki laki itu harus rapi dan berwibawa.." ucap Evan.
" Iya tapi kamu kan masih kecil..umur juga belum genap 3 tahun.Tapi tante bangga sama kamu,kamu tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga tampan seperti papamu.." ucap Mery sambil tersenyum menatap Evan.
__ADS_1
Dona datang menghampiri Mery dan Evan.Mery sedang memainkan ponselnya sedang Evan sedang asyik menggambar.
" Katanya mau membantu Evan belajar kok malah sibuk sendiri.." ucap Dona lalu duduk disamping Evan.
" Mama..gambar Evan bagus nggak..? " tanya Evan sambil menunjukan hasil gambarnya.
" Bagus sayang,kalau mama boleh tau anak mama ini lagi menggambar siapa ? " tanya Dona penasaran.
Kevin menggambar sepasang pengantin,walau gambar Kevin tidak terlalu bagus tapi Dona tau kalau itu gambar sepasang pengantin.
" Ini gambar om Sandy dan tante Mery.Kata oma tante Mery dan om Sandy akan menikah.." ucap Evan.
Mery yang mendengar ucapan Evan tidak tau mengapa hatinya terasa begitu sakit.Mery belum memberitahu keluarganya kalau hubungan dia dan Sandy sudah berakhir.Tanpa sadar air mata menetes dikedua pipinya.
Dona yang melihat Mery menangis merasakan sesuatu pasti terjadi pada adik bungsunya ini.Dona menyuruh Evan untuk belajar bersama oma nya.Dona mencoba untuk bertanya kepada Mery tentang masalah yang sedang dia hadapi.
" Mer..cerita sama kakak,apa yang sebenarnya terjadi,kenapa kamu menangis setelah mendengar ucapan Evan tadi ? Seharusnya kamu bahagia karena mama ingin melihat kamu dan Sandy menikah.." ucap Dona.
" Aku..aku..dan kak Sandy udah putus kak.." ucap Mery lalu memeluk Dona.
" Kamu bercanda kan Mer..!! Bukannya kalian saling mencintai..kenapa tiba tiba kalian putus ? " ucap Dona terkejut lalu melepas pelukan Mery.
" Ini semua salah aku kak karena aku selalu menolak saat kak Sandy mengajak aku untuk menikah.Kak Sandy nggak sabar menunggu lagi,akhirnya dia mengakhiri hubungan kita.." ucap Mery disela tangisannya.
" Mer..kenapa kamu menolak lamaran Sandy bukannya kamu mencintainya..? " ucap Dona.
" Itu karena aku takut kak,aku takut setelah kita menikah kita nggak akan bahagia dan pernikahan akan berujung perceraian.." ucap Mery lalu menghapus air matanya.
" Mer..kamu jangan mendahului takdir,kita nggak tau apa yang akan terjadi dimasa depan,kita hanya bisa menjalaninya.Tapi kakak yakin Sandy itu orang yang baik dia juga sangat mencintaimu tidak mungkin Sandy akan menyakitimu.." ucap Dona sambil menggenggam tangan Mery.
" Aku menyesal kak nggak seharusnya aku menolak saat kak Sandy melamarku waktu itu,aku nggak tau harus bagaimana sekarang,hati aku sakit kak.." ucap Mery sambil meletakkan dagunya bertumpu pada kedua kakinya.
Mery sangat menyesali perbuatannya yang sudah menyakiti hati orang yang sangat dicintainya.
__ADS_1
" Kenapa kamu nggak bilang sama Sandy kalau sekarang kamu sudah siap menikah dengannya ? " ucap Dona.
" Itu nggak mungkin kak karena kak Sandy sekarang udah punya pacar baru.." ucap Mery sedih.
" Siapa ? Semudah itu kah Sandy mencari pengganti kamu.." ucap Dona terkejut.
" Namanya Kak Siska dia mantan pacar kak Sandy katanya cinta pertama kak Sandy.." ucap Mery.
" Tunggu..tunggu..maksud kamu Siska teman SMA Sandy..!! " ucap Dona terkejut.
" Hemm..." ucap Mery sambil menganggukan kepalanya.
" Bukahkan Siska itu sudah menikah ya..kok Sandy mau balik lagi sama Siska.." ucap Dona terkejut.
" Mana aku tau kak..mungkin kak Sandy masih mencintainya.Walau nggak dapat perawannya jandanya juga bisa.Ibarat kata " Ku tunggu jandamu.." mungkin cinta kak Sandy untuk kak Siska masih ada hingga kak Sandy mau menerima kak Siska lagi.." ucap Mery.
" Tapi Mer..terus bagaimana dengan kamu,apa kamu diam aja melihat Sandy kembali sama mantannya itu,apa kamu nggak sakit hati,apa kamu sudah tidak perduli lagi dengan hubungan kalian ? " ucap Dona sambil menatap Mery.
Dona nggak menyangka Sandy akan memperlakukan adiknya seperti ini dan semudah itu mencari pengganti adiknya.
" Aku nggak bisa berbuat apa apa kak..aku juga nggak mau memaksa kak Sandy untuk balik lagi sama aku,aku nggak ingin memaksa kak Sandy untuk menikah denganku.." ucap Mery.
Frans yang sedari tadi menguping pembicaraan Dona dan Mery merasa geram atas sikap Sandy.Frans nggak menyangka Sandy tega melakukan ini kepada Mery.Frans begitu percaya kepada Sandy kalau dia nggak akan pernah menyakiti Mery.
" Setelah kamu puas menikmati tubuhnya sekarang kamu mencampakannya..aku nggak menyangka kamu tega melakukan itu sama Mery.." ucap Frans geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
Frans berjalan menuju ruang kerjanya dan mengambil ponsel diatas meja.Frans menelfon Sandy.
Tutt..tutt..tutt..( ponsel Sandy berbunyi ).
Saat ini Sandy sedang berada didalam toilet.Siska yang berada diruang kerja Sandy melihat ponsel Sandy berbunyi,Siska mengambil ponsel Sandy dan menjawabnya..
" Hallo..." jawab Siska.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟