
" Kak.."
" Hemm.."
" Kaakkk.."
" Apaan sih..!! " ucap Frans kesal.
" Kok kakak jadi kesal sama aku sih.." ucap Sandy binggung.
Frans hanya diam tidak menjawab.
" Apa salah aku coba..dasar aneh.." ucap Sandy kesal.
" Siapa suruh kamu jadi cinta pertamanya Dona.." ucap Frans sambil cemberut.
" Kok nyalahin aku..!! kan yang pertama kali kenal Dona aku duluan.Coba kalau kakak yang kenal Dona duluan,pasti kakak yang bakal jadi cinta pertamanya Dona.." ucap Sandy heran dengan pemikirian Frans.
" Sekarang Dona istri aku panggil dia kakak ipar.." ucap Frans yang mulai tenang.
Frans nggak seharusnya kesal sama Sandy karena semua juga bukan salah Sandy.Takdirlah yang terlambat mempertemukan mereka.
" Ogah..enakan panggil Dona,lebih nyaman.." ucap Sandy.
" Aku kan kakak kamu..Dona istri aku.." ucap Frans.
" Terus...tapi Dona kan mantan aku.." goda Sandy sambil tersenyum.
Sandy senang melihat expresi Frans saat cemburu.Mukanya benar benar lucu apalagi kalau lagi cemberut,bibirnya bisa dikuncir kayaknya😁😁.
" Mulai lagi...mau ngajak ribut nie.." ucap Frans yang mulai terpancing oleh Sandy.
" Tadi siapa yang mengungkit ungkit masa lalu.Makanya jangan mengungkit masa lalu kalau tidak mau sakit hati.Masa lalu itu gunanya untuk dilupakan bukan untuk dikenang.." sindir Sandy.
" Udahlah..tadi kamu mau bicara apa sama aku.." ucap Frans lelah berdebat dengan Sandy.Nanti ujung ujungnya dia juga yang sakit hati.
" Kak...aku mau minta saran dong.Gimana caranya membuktikan sama Mery kalau aku serius dan masih sayang sama dia.." ucap Sandy.
" Kamu lamar aja Mery lagi.." ucap Frans sambil duduk disofa.
" Tapi kan aku udah melamarnya beberapa kali dan selalu ditolaknya.." ucap Sandy.
" Ya lamar dia dengan cara yang romantis dong,pake bunga dan juga cincin..bukan asal ngomong nikah doang.." ucap Frans.
Sandy baru sadar kalau selama ini dia hanya asal ngomong aja sama Mery dan nggak melihat situsasi dan kondisi.
" Apa itu akan membuat Mery percaya lagi sama aku ? " tanya Sandy.
" Coba aja dulu..kalau masih ditolak ya itu berarti udah jadi nasib kamu jadi perjaka tua..eee salah ding kamu kan udah nggak perjaka lagi.." sindir Frans.
__ADS_1
" Siapa yang udah nggak perjaka lagi ? " tanya Dona yang tiba tiba muncul dibelakang Sandy.
" Kak Frans...." jawab Sandy gugup.
" Jawaban kamu aneh San...Sandy sayang yang udah nggak perjaka lagi.." ucap Frans.
" Beneran itu San..diem diem ternyata kamu mesum juga ya.." ucap Dona sambil meletakan dua cangkir kopi diatas meja.
Frans mengambil cangkir kopi dari atas meja dan langsung menyeruput kopi itu.
" Emm..mantap,kopi buatanmu memang paling TOP sayang.." puji Frans.
" Aku masih penasaran,siapa wanita yang udah mengambil keperjakaan kamu.." ucap Dona penasaran.
" Mery.." ucap Frans keceplosan.
" Apaaa...!!!! " teriak Dona terkejut.
" Uuppss..maaf keceplosan.." ucap Frans sambil tersenyum kearah Sandy.
" San..apa yang udah kamu lakukan ke Mery ? " tanya Dona takut.
Dona nggak pernah membayangkan Mery akan melewati batas dalam berpacaran.Walau dulu dia juga hampir melewati batas.
" Udahlah sayang itu urusan mereka,dulu kita juga kayak gitu.." goda Frans.
" Tapikan ini masalahnya beda sayang,kita kan akhirnya menikah dan kita juga nggak sampai melakukan hal kayak gitu tapi ini Mery dan Sandy mereka kan udah putus.Terus gimana sekarang nasib Mery.." ucap Dona cemas.
" Buktinya kamu udah mencampakan Mery sekarang.Aku kecewa sama kamu San.." ucap Dona kesal.
" Kita udah baikan kok,kita udah mutusin untuk balikan karena kita sadar kalau kita masih saling mencintai.." ucap Sandy.
" Kamu serius,kamu nggak bohongkan..? " ucap Dona.
" Beneran..kalau nggak percaya tanya aja sama Mery.." ucap Sandy sambil duduk disofa dan menyeruput kopi buatan Dona.
" Kalau kamu udah melakukan itu terus kenapa kamu tega mutusin Mery,apa kamu memang berniat untuk mencampakan Mery ? Habis manis sepah dibuang gitu.." ucap Dona sedikit emosi.
" Aku nggak ada niat untuk mencampakan Mery,aku cuma ingin Mery menyadari kalau selama ini dia udah egois dan mentingin dirinya sendiri.Aku udah berkali kali memintanya untuk menikah denganku tapi dia selalu menolak.Terus salah aku apa coba..aku kan cuma ingin menjadikan hubungan aku sama Mery Sah dimata hukum dan agama,apalagi kita udah melakukan hubungan itu.." ucap Sandy lalu menghembuskan nafas lelah.
" San..kemarin Mery cerita sama aku kalau dia mengakui kesalahannya.Dia tidak seharusnya menolak lamaran kamu,dia sangat menyesalinya.Dia juga bilang sama aku kalau seandainya kamu mau melamarnya lagi pasti dia akan menerimanya tapi saat itu kamu sudah berhubungan dengan Siska,Mery semakin sakit hati.." ucap Dona lalu duduk disamping Frans.
" Aku juga udah nyaranin Sandy untuk melamar Mery lagi tapi secara resmi dan romantis nggak asal lamar aja.." ucap Frans sambil menyandarkan kepalanya kebahu Dona.
Dona mengusap pipi Frans dan mengecup lembut bibir Frans.
" Aku mencintaimu sayang..aku beruntung mempunyai istri yang sangat perhatian seperti kamu.." ucap Frans.
" I Love You too.." ucap Dona.
__ADS_1
" Don..asal kamu tau,tadi suami kamu masih cemburu sama aku tau nggak,dia ingat masa lalu kita terus sakit hati sendiri.." sindir Sandy.
" Bohong sayang..bohong..jangan dengerin ucapan Sandy.Dia nggak suka melihat kemesraan kita makanya dia bilang kayak gitu.." ucap Frans menyangkal.
" Serius San .." ucap Dona tidak percaya.
" Buat apa aku bohong..katanya dia nggak terima kalau aku ini cinta pertama kamu.." ucap Sandy sambil tersenyum kearah Frans.
Sontak Frans langsung melempar bantal sofa kearah muka Sandy.
" Awas kamu ya.." ucap Frans lalu berdiri dan merangkul leher Sandy.
" Kak..lepasin,aku nggak bisa nafas nie.." ucap Sandy..
" Bilang maaf nggak.." ucap Frans sambil mengelitik tubuh Sandy.
" Ahhh..kak,geli tau..hentikan.." teriak Sandy sambil tertawa dan menahan Geli ditubuhnya.
" Bilang maaf dulu..." ucap Frans sambil terus mengelitiki Sandy.
Dona tersenyum melihat tingkah kakak beradik yang kekanak kanakan ini.Dona bahagia karena bisa mengenal mereka dan bisa jadi bagian dari keluarga ini.
" Don..tolong..bilangin sama suami kamu untuk berhenti,aku udah nggak kuat ini,bisa bisa aku kencing dicelana lagi karena kebanyakan tertawa.." ucap Sandy sambil terus tertawa.
" Aku mau lihat apa kamu bisa kencing dicelana.." goda Dona.
" Ais..kalian ini dasar..ok..ok..ok..maaf..maafin aku kak,aku salah.." ucap Sandy menyerah.
Frans melepaskan rangkulannya dan menghentikan gelitikannya.Sandy terkulai lemas karena terus menerus tertawa.
" Kak Sandy..kamu kenapa kok lemas gitu ? " tanya Mery yang tiba tiba muncul.
" Sayang..tolongin aku,aku udah nggak kuat badan aku lemas.." ucap Sandy dengan suara lelah.
Mery mendekati Sandy dan duduk disamping Sandy.
" Kak Sandy sakit.." ucap Mery cemas.
" Kasih aku vitamin sayang biar aku nggak lema lagi.." ucap Sandy.
" Vitamin apa ? memangnya kak Sandy sakit apa ? " tanya Mery yang semakin mencemaskan Sandy.
Dona dan Frans hanya tersenyum melihat kekhawatiran Mery kepada Sandy.Dona bisa melihat betapa Mery sangat mencintai Sandy.
Sandy menarik tengkuk Mery dan langsung mencium bibirnya..
" Ini vitamin aku.." ucap Sandy sambil tersenyum.
" Ihhhh....dasar mesuummmm..!!! " teriak Mery sambil menghantamkan bantal sofa ketubuh Sandy.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟