
Selepas dari restoran Sandy dan Mery ikut pulang kerumah bersama Mira dan Marcel,Mira memberitahu Meysa perihal Sandy dan Mery,Meysa sangat bahagia mendengarnya.
Benar prediksi Mira,setelah mendengar kabar kedekatan Mery dan Sandy..Meysa sudah bersemangat ingin menjodohkan mereka,tapi dengan tegas Sandy dan Mery menolak karena mereka tidak ingin buru buru menikah...
" Sayang..kenapa ? bukannya lebih baik langsung menikah dari pada pacaran ? " ucap Meysa.
" Iya Ma..tapi aku belum siap untuk menikah,jangan paksa aku dong Ma.." ucap Mery.
" Ya udah terserah kamu aja.." ucap Meysa.
" Makasih ya Ma..lagian Kak Sandy juga belum siap untuk menikah,kasih kami waktu untuk menikmati masa pendekatan kami,agar aku juga bisa lebih memahami kak Sandy.." ucap Mery sambil memeluk Meysa.
Marcel dan Mira hanya jadi pendengar yang setia karena Mery udah berpesan agar mereka tidak ikut campur dalam urusan pribadinya.
" Ya udah Ma..aku sama Kak Marcel mau istirahat dulu,dan Carlos juga udah tidur dari tadi.." ucap Mira.
" Ya sayang..." ucap Meysa.
Mira mengendong Carlos masuk kedalam kamar dan diikuti oleh Marcel.Mira merebahkan Carlos diatas ranjang..Mira duduk disofa bersama Marcel..
" Mery itu nggak kayak kamu ya sayang,Mery itu rasa penasarannya tinggi,dia ingin tau segala hal,aku cuma takut nanti Mery dan Sandy sampai melakukan hal hal yang nggak bisa mereka hindari.." ucap Marcel cemas.
" Maksud kamu apa Kak ? " tanya Mira penasaran.
" Mery dan Sandy kan sama sama dewasa,mereka pasti juga nggak akan cuma menjalani hubungan yang cuma pasif aja,kalau nggak mereka pasti akan cepat bosan.." ucap Marcel.
" Itu kan kamu sayang,aku yakin mereka nggak akan melakukan hal itu.." ucap Mira.
" Ya semoga aja..tapi aku nggak yakin sama mereka.." ucap Marcel.
" Udahlah kak,biarin mereka mengurus hubungan mereka sendiri..kalaupun itu terjadi Kak Sandy pasti juga akan bertanggungjawab.." ucap Mira lalu berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya disamping putranya.
Marcel mengikuti Mira dan merebahkan tubuhnya disamping putranya..Tak berselang lama merekapun terlelap.
Sebulan kemudian...
Hubungan Sandy dan Mery semakin hari semakin romantis,mereka tidak segan memamerkan kemesraan mereka didepan keluarganya.
Hari ini mereka berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pesta ulangtahun anak Mira dan Marcel yang ke satu tahun.Disana juga ada Frans dan Dona.Frans dan Dona juga senang mendengar kedekatan Sandy dan Mery.
Setelah acara selesai mereka mengobrol diruang keluarga,mereka senang akhirnya setelah sekian lama mereka bisa berkumpul lagi.
" San..bukannya dulu kamu menolak ya saat aku menjodohkan kamu sama Mery.." ucap Frans yang juga tidak percaya kalau mereka akhirnya bersama.
" Itukan dulu..!! " ucap Sandy Singkat.
Mery,Mira,Dona dan juga anak anak mereka sedang asyik membuka kado.
" Mama...Evan juga mau kado.." ucap Evan.
__ADS_1
Anak dona sekarang udah berumur 16 bulan,sejak umur satu tahun Evan sudah pandai berbicara.
" Sayang mau kado apa ? nanti biar tante belikan.." ucap Mery.
" Evan mau robot robotan kayak punya Carlos.." ucap Evan dengan suara lucunya.
" Baiklah...nanti akan tante berikan.." ucap Mery sambil memangku Evan.
" Kamu jangan sering memanjakan Evan.." ucap Dona.
" Nggak papa kak..lagian juga nggak sering.." ucap Mery lalu mencium pipi Evan.
Mery begitu dekat dengan keponakannya ini karena selama tiga bulan Mery ikut mengasuh Evan karena kondisi Dona yang waktu itu masih lemah pasca menjalani operasi cecar..
" Kapan kalian menikah ? " tanya Dona.
" Masih lama,aku Mery belum siap untuk menikah.." ucap Sandy.
" Mama juga udah membujuk Mery tapi dia masih bersikukuh belum mau menikah.." ucap Meysa sambil memangku Carlos.
" Mama..Evan mau makan kue.." ucap Evan.
" Sini sama om aja..Evan mau makan kue apa ? " ucap Sandy sambil mengendong Evan.
" Mau kue itu.." ucap Evan sambil menunjuk kue diatas meja.
" San..kamu udah pantes punya anak.." goda Dona.
" Ayo om..." rengek Evan.
Sandy berjalan menuju meja dan mengambilkan kue untuk Evan,Evan memakannya dengan sangat lahab..
" Kamu suka kue ya.." ucap Sandy.
Evan hanya menganggukan kepalanya karena sekarang mulutnya penuh dengan kue.
Frans senang melihat kedekatan antara Evan dan Sandy,sejak kelahiran Evan hubungan Sandy dan Frans mulai membaik..walau sulit buat Sandy untuk memanggil Frans kakak tapi Frans dan Mona tidak mempermasalahkannya yang terpenting untuk Mona kedua anaknya akur.
Mery berjalan menghampiri Evan dan Sandy..Mery ikut bercanda tawa dengan Evan dan Sandy.Saat Mery sedang asyik becanda dengan Evan tiba tiba Sandy memeluk Mery dar belakang dan mencium bahu Mery..
" Aku mencintaimu.." ucap Sandy.
" Aku juga sangat mencintaimu kak.." ucap Mery sambil mengusap lembut pipi Sandy.
" Om..tante..Evan mau makan kue lagi.." ucap Evan.
" Sayang kamu jangan terlalu banyak makan kue..nanti gigi kamu bisa sakit.." ucap Mery.
" Nggak..Evan kan rajin sikat gigi.." ucap Evan.
__ADS_1
Sandy menarik pipi Mery agar Mery menatap wajahnya..
Cuup...
Sandy mendaratkan ciuman dibibir mungil Mery..
" Mama...om Sandy mencium tante Mery..." teriak Evan..
Mery sontak langsung membungkam mulut Evan..
" Sayang..om Sandy mencium tante itu karena om Sandy sayang sama tante.." ucap Mery menjelaskan kepasa Evan.
" Kayak papa sayang sama mama.." ucap Evan.
" Iya..kayak papa sayang mama.." ucap Mery.
Dona berjalan mendekati Sandy dan Mery,Dona mengendong Evan..
" Mama..om Sandy sayang sama tante Mery kayak papa sayang sama mama.." ucap Evan.
" Iya sayang.." ucap Dona sambil mencium pipi Evan.
" Lain kali kalau mau bermesraan jangan didepan Evan karena Evan ini nggak kayak anak lain,dia mudah mengingat segala hal.." ucap Dona.
" Maaf kak.." ucap Mery.
" Sekarang Evan harus bobok siang.." ucap Dona lalu pergi meninggalkan Sandy dan Mery.
Mery dan Sandy berjalan keluar,mereka duduk dikursi taman..
" Dona pasti marah.." ucap Sandy.
" Enggak kok kak..kak Dona enggak marah,dia cuma memperingatkan kita agar lebih hati hati bila sedang bersama Evan.." ucap Mery.
" Maafin aku ya Mer.." ucap Sandy.
Mery menarik tengkuk Sandy dan langsung mencium bibir Sandy..
" Kenapa minta maaf,kamu kan nggak salah.." ucap Mery.
Sandy menarik pinggang Mery dan langsung melumat bibir Mery,Mery membalas ciuman Sandy,lidah mereka saling beradu,Sandy menghisap bibir Mery tanpa melewatkan seincipun..
Sandy mengakhiri ciumannya dan mereka saling mengatur nafas masing masing..Sandy memeluk tubuh Mery dan mendaratkan ciuman dileher Mery..tubuh Mery mengeliat..
" Ummm..kak...uhhh..." Mery *** rambut Sandy dan Sandy terus menjelajahi leher jenjang Mery..Setelah puas dengan leher Mery Sandy beralih mencium bibir Mery..Nafas mereka saling beradu..Mery mendorong tubuh Sandy...
" Cu..kup kak.." ucap Mery sambil mengatur nafasnya yang tersengal sengal..
Sandy memeluk tubuh Mery,mereka bisa merasakan detak jantung mereka yang berdetak kencang..
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟