Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 11..


__ADS_3

Sesampainya di Bogor, Reni mengajak sahabat-sahabatnya masuk ke dalam rumahnya. Mama nya Reni sangat terkejut saat melihat anak dan cucu nya datang ke rumahnya.


" Mama senang kamu datang, Mama sangat merindukan kamu dan cucu Mama yang cantik ini." Ucap Mama Reni lalu memeluk tubuh cucu nya.


" Apa kabar sayang? Kamu kangen nggak sama Oma?" Sambungnya.


" Aina kangen banget sama Oma. Oma apa kabar?" Tanya Aina.


" Kabar Oma baik sayang." Ucap Mama Reni dengan senyuman di wajahnya.


Reni yang di bantu oleh Mery dan pacar nya Sakti sedang membuat minuman di dapur. Mery dan Reni menatap wajah kekasih Sakti yang terlihat masih sangat muda. Rasa penasaran menyelimuti keduanya.


" Emm..kamu udah lama pacaran sama Sakti?" Tanya Mery penuh selidik.


" Belum Kak, aku dan kak Sakti baru 3 bulan pacaran." Jawab Gadis itu.


" Kita belum kenalan nie, nama aku Reni dan dia Mery." Ucap Reni.


" Aku Gasta kak, salam kenal." Ucap Gasta dengan senyuman di wajahnya.


" Muka kamu masih sangat imut, kalau boleh tau berapa usia kamu?" Tanya Mery penasaran.


" Aku malu kak, aku pasti masih terlihat kekanak-kanakan ya." Ucap Gasta malu.


" Enggak kok, kamu cantik dan imut." Sanjung Mery.


" Makasih kak, usia aku 20 tahun kak. Aku kerja di restoran kak Sakti." Ucap Gasta.


" Kok kerja, kamu nggak kuliah ya?" Tanya Mery terkejut.


Mery merasa iba melihat gadis yang masih sangat muda harus bekerja. Dulu waktu dirinya masih seusia Gasta, ia hanya bisa bersenang-senang dengan teman-temannya. Apa lagi Kakak nya selalu memberinya uang jajan yang lebih.


" Sebenarnya aku juga ingin kuliah kak, tapi ya mau gimana lagi, nggak ada uang. Ibu dan Ayah aku nggak punya uang untuk membayar uang kuliah aku. Makanya aku bekerja untuk membantu kedua orang tua aku." Ucap Gasta dengan menepiskan senyuman.


Mery dan Reni sangat kagum dengan gadis yang kini tengah mengaduk-aduk minuman. Mereka tidak menyangka kehidupan gadis ini tidak seperti yang mereka bayangkan. Jika di lihat dari postur tubuh dan kecantikannya, Gasta terlihat seperti seorang nona muda dari pengusaha kaya.


" Bagaimana kamu bisa kenal Sakti?" Tanya Reni penasaran.


" Kita ketemu saat ada acara ulang tahun restoran yang ke 6 tahun. Tepatnya satu tahun yang lalu, saat itu Kak Sakti membantu aku saat aku sedang dalam masalah." Gadis itu menarik kursi lalu ia duduki.


" Saat itu ada salah satu pelanggan restoran yang hendak melecehkan aku. Aku benar-benar sangat takut. Apa lagi saat itu pria jahat itu membawaku ke dalam gudang. Aku menjerit sekeras-kerasnya, tapi tak ada seorangpun yang datang menolong aku. Saat itu aku udah pasrah, tubuhku yang lemah sudah tak berdaya. Aku hanya bisa berdo'a semoga akan ada malaikat yang akan menolong aku. Di saat aku mulai tak punya harapan lagi tiba-tiba Kak Sakti datang menolong aku." Air mata gadis itu tanpa sadar sudah mengalir membasahi kedua pipinya.


" Dan semenjak saat itu aku sudah berjanji akan membalas kebaikan kak Sakti. Dari hari ke hari kita semakin dekat. Tepatnya 4 bulan yang lalu kak Sakti menyatakan cintanya. Awalnya aku ragu menerima cinta kak Sakti karena kita jauh berbeda. Aku hanya orang miskin dan bekerja sebagai pelayan di restorannya. Aku merasa nggak pantas untuk kak Sakti. Tapi kak Sakti tidak pernah pantang menyerah. Dia juga bilang ke aku kalau dirinya tidak peduli dengan kondisi keluarga aku, bagi dia yang terpenting aku sayang sama dia dan dia sayang sama aku. Kak Sakti juga bilang harta itu mudah di cari tapi kalau cinta dan kasih sayang itu sangat sulit. Dan semenjak saat itu aku menerima cinta kak Sakti karena kegigihannya." Sambung Gasta lalu menghapus air matanya.

__ADS_1


Mery dan Reni kagum dengan kegigihan Sakti untuk mendapatkan cinta gadis mungil itu. Mery jadi teringat akan kegigihan Sakti untuk bisa mendapatkan cintanya, bahkan dia mau menikahinya yang sudah tidak suci lagi jika Sandy ternyata benar-benar meninggalkannya.


" Kak Sakti pernah cerita sama aku, kalau dia pernah mencintai seseorang dengan segenap hatinya, bahkan dia sangat sulit untuk melupakan gadis itu. Kak Sakti bahkan rela menikahinya jika gadis itu ditinggalkan oleh kekasihnya. Kalau aku jadi gadis itu, aku nggak akan pernah menolak pria baik seperti kak Sakti. Kalau aku ketemu sama gadis itu, aku akan bilang sama dia kalau sekarang kak Sakti udah bahagia." Ucap Gasta.


Mery dan Reni saling menatap, mereka tau siapa yang di maksud oleh Gasta.


" Apa Gasta tau kalau gadis yang ia maksud itu aku? Setelah dia tau kalau gadis itu aku, apa dia akan membenciku dan menyalahkan aku karena telah menyakiti Sakti?" Gumannya Mery dalam hati.


" Apa Sakti juga cerita sama kamu siapa gadis itu?" Tanya Reni penasaran. Gasta menggelengkan kepalanya.


" Setiap aku membicarakan dan menanyakan perihal gadis itu, kak Sakti selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan. Jadi aku nggak lagi menanyakan siapa gadis itu." Ucap Gasta.


Mery menghela nafas lega. Setelah selesai membuat minuman mereka berjalan menuju ruang tamu. Mery meletakkan camilan diatas meja, Reni dan Gasta meletakkan minuman diatas meja.


" Kalian lama banget ngapain aja di dapur?" Tanya Sandy.


" Biasa kak, grumpi dulu, kalau cewek-cewek pada gumpul bawanya pengen grumpi." Ucap Mery.


" Kalian pada ngrumpiin siapa?" Tanya Sakti penasaran.


" Ngomongin kamu Kak." Ucap Gasta lalu duduk di samping Sakti.


" Tadi kak Mery dan kak Reni tanya bagaimana kita bisa bertemu." Sambung Gasta.


" Apa Gasta juga menceritakan soal apa yang aku ceritakan padanya kepada Mery ya?" Guman Sakti dalam hati.


" Ehh..silahkan diminum, jangan cuma di pelototin aja, maaf cuma ada ini." Ucap Reni mencoba mengalihkan pembicaraan.


Sakti terus menatap Mery yang sedari tadi menundukan kepalanya.


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Sandy cemas.


" Aku nggak apa-apa kok kak, aku cuma kangen sama Ricart dan Monic." Ucap Mery pelan.


Sandy memeluk Mery, " Sebentar lagi kita pulang, aku juga sangat merindukan mereka."


Setelah berbincang-bincang, Reni membujuk Mama nya untuk tinggal bersama nya. Awalnya Mama nya menolak karena Mama nya tidak ingin meninggalkan rumahnya yang penuh dengan kenangannya saat masih bersama dengan suami dan juga anaknya. Tapi Reni tidak pantang menyerah dan terus membujuk Mama nya, akhirnya Mama nya setuju untuk ikut dirinya ke Jakarta.


Reni membantu Mama nya untuk berkemas-kemas di dalam kamar. Reni melihat foto-fotonya saat masih remaja, saar Papa nya masih bersamanya.


Sakti meminta izin untuk berbicara dengan Mery berdua, awalnya Sandy menolak, tapi Mery meminta Sandy untuk mengizinkannya.


" Lo mau bicara apa Sak?" Tanya Mery penasaran.

__ADS_1


" Gue tau tadi Gasta sudah menceritakan semuanya. Gue cuma mau minta maaf, lo tenang aja, Gasta tidak tau jika gadis yang gue maksud itu lo." Ucap Sakti.


" Seharusnya aku yang minta maaf karena aku sudah menyakiti hati kamu. Aku tau kamu sangat kecewa sama aku, tapi aku berterimakasih sama kamu karena kamu tidak memberitahu ke Gasta kalau gadis yang sudah menyakiti hati kamu itu aku." Mery menggenggam tangan Sakti.


" Sak, selamanya kita akan tetap berteman. Jadi aku minta maaf jika selama ini gue nggak bisa menjadi sahabat yang baik buat lo. Gue hanya bisa mendo'akan semoga lo dan Gasta bahagia." Sambung Mery lagi.


" Makasih ya Mer, lo memang sahabat terbaik gue. Gue nggak akan pernah menyesal karena pernah mencintai lo. Gue juga udah mengikhlaskan lo buat Sandy, semoga lo juga bahagia Mer." Ucap Sakti dengan senyuman di wajahnya.


⭐⭐⭐⭐


Obrolan lagi ya..


Readers : Thor..


Author : Apa! 😒😒


Readers : Up lagi donk Thor 😊


Author : Ini aku udah up 2 bab tiap hari. Apa masih kurang? 😒😒


Readers : Lagi donk Thor, seru nie ceritanya. 😍


Author : Kencengi dulu donk like dan comentnya. Jangan cuma saat aku minta seperti ini baru pada mau like, kalau bisa ya tiap aku up banyakin like dan comentnya. 😒😒


Readers : Udah aku like Thor..


Author : Masa 😒😒


Readers : Iya Thor.


Author : Tapi buktinya like nya cuma dikit, nggak nyampe 500 like.😒😒


Readers : Masa Thor 😔😔


Author : Coba check aja. Masa aku bohong 😒😒


Readers : Terus gimana dong Thor, apa nggak bisa up lagi.😔😔


Author : Bisa, kencengi lagi like dan comentsnya. Aku lihat dulu, kalau nanti banyak like dan comentsnya, aku bakalan up lagi.😏😏


Readers : Asiapp..aku bakalan minta yang lain untuk like yang banyak. 😊😊


Author : Aku tunggu, jangan cuma janji. 😏😏

__ADS_1


💞💞💞💞💞


__ADS_2