Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 5


__ADS_3

Dona menunggu Evan dan Carlos di depan pintu gerbang sekolah mereka. Tak berselang lama terdengar suara bel yang menandakan waktunya untuk pulang. Evan dan Carlos keluar dari kelas.


" Van, kenapa kamu masih mau bergaul dengan anak yatim piatu ini?" Tanya Reza sambil menghadang jalan Evan dan Carlos.


" Dia bukan anak yatim piatu, dia mempunyai Mama dan Papa. Carlos adalah adik aku dan kamu harus ingat itu!" Seru Evan tidak terima jika Carlos di bully oleh teman-temannya.


" Tapi kenyataannya dia memang anak yatim piatu. Aku tidak mau berteman dengan anak yatim piatu, iya kan teman-teman." Teriak Reza kepada teman-temannya.


" Ya..aku nggak mau berteman dengan Carlos!" Seru salah satu teman Reza.


Evan merasa sangat geram, ia mengepalkan tangannya dan menarik kerah baju Reza.


" Untuk kali ini aku akan melepaskan kamu, karena aku masih menganggap kamu teman aku, tapi nggak akan ada lain waktu. Jika aku mendengar kamu mengatai adik aku anak yatim piatu lagi, aku nggak akan pernah tinggal diam." Ancam Evan lalu melepaskan kerah baju Reza.


" Van, lebih baik kita pergi sekarang, Mama pasti sudah menunggu kita di depan." Ucap Carlos lalu menarik tangan Evan.


Tak berselang lama Evan dan Carlos keluar dari pintu gerbang. Evan masih terus mengerutu kesal, tapi Carlos hanya diam, dia tidak perduli dengan ucapan teman-temannya. Mereka lalu masuk ke dalam mobil.


" Gimana sekolah kalian?" Tanya Dona sambil menatap kedua anaknya.


" Baik kok Ma." Sahut Carlos dengan senyuman di wajahnya.


" Carlos bohong Ma, tadi teman-teman pada membully Carlos dan mengatainya anak yatim piatu. Padahal Carlos kan masih punya Mama dan Papa, ya kan Ma?" Tanya Evan.


Dona menganggukan kepalanya, ia tidak menyadari jika kedua matanya kini mulai mengenang mendengar ucapan anaknya.


" Siapa yang bilang kayak gitu sayang?"


" Reza dan teman-temannya Ma." Ucap Evan.


" Bukannya Reza itu teman baik kamu?"


" Sekarang udah nggak lagi Ma, siapa pun yang menyakiti adik aku, maka dia bukan lagi teman aku." Ucap Evan kesal.


Carlos merasa sangat bahagia karena sekarang Evan membela dirinya.


" Makasih." Ucap Carlos dengan senyuman di wajahnya.


" Untuk apa?" Tanya Evan penasaran.


" Untuk semuanya, makasih karena kamu mau menjadi teman aku di sekolah, makasih karena kamu mau membelaku saat teman-teman memperlakukan aku dengan buruk." Ucap Carlos. Evan memeluk Carlos dengan sangat erat.


" Mulai hari ini aku nggak akan membiarkan siapa pun menyakiti kamu. Aku akan menjagamu, kamu sekarang adalah adik aku. Sebagai seorang abang, aku harus bisa melindungi adik aku. Ya kan Ma?" Ucap Evan sambil menatap Dona.


Dona mengganggukan kepalanya. Wanita itu sangat bahagia melihat anaknya kini sudah bisa berfikiran dewasa. Kekhawatiranya selama ini sudah lenyap bak di telan bumi.


" Kalian mau ikut Mama nggak?"


" Memangnya kita mau kemana Ma?" Tanya Evan.


" Mama ingin mengunjungi sahabat Mama."


Evan dan Carlos saling menatap, " Tapi kita kan belum ganti baju Ma." Ucap Carlos.


" Iya Ma, bukankah Mama sering bilang, kita harus ganti baju dulu kalau mau main?" Evan ikut menimpali.

__ADS_1


Dona seakan termakan dengan ucapannya sendiri, " Kalau gitu kita mampir beli baju dulu, setelah itu baru kita ke rumah teman Mama, gimana? Kalian mau nggak?" Tanya Dona. Evan dan Carlos menganggukan kepalanya.


»»»»»


Setelah selesai membeli pakaian dan berganti pakaian, Dona melajukan mobilnya menuju rumah Tari. Rumah Tari letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Frans. Hanya setengah jam perjalanan jika dari kantor Frans.


Kini Dona dan kedua anaknya sudah berdiri di depan rumah Tari. Ia mengetuk pintu rumah Tari.


Tokk..tokk..tokk..


Tari yang baru saja menidurkan anaknya, mendengar suara pintu di ketuk. Ia berjalan keluar dari kamar anaknya dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Tari membuka pintu rumah. Ia sangat terkejut melihat sosok yang kini tengah berdiri di depan rumahnya.


" Dona!" Seru Tari terkejut.


Sudah hampir 1 tahun lebih mereka tidak bertemu. Terakhir mereka bertemu saat kabar meninggalnya Mira dan Marcel. Tari langsung memeluk sahabatnya itu.


" Apa kabar Tar?" Tanya Dona sambil membalas pelukkan sahabatnya.


" Baik."


Tari menyuruh Dona dan kedua anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menyuruh mereka untuk duduk.


" Kalian mau minum apa?" Tawar Tari.


" Apa aja yang kamu punya keluarin semua." Ucap Dona dengan nada bercanda. Sudah lama Tari tidak mendengar candaan dari sahabatnya ini.


" Kalau si cowok-cowok ganteng ini mau minum apa sayang?" Tanya Tari sambil mengusap lembut puncak kepala Evan dan Carlos.


" Sirup boleh nggak Mah?" Tanya Carlos kepada Dona.


Carlos malu bertanya kepada si pemilik rumah, ia hanya menundukan kepalanya. Evan yang melihat tingkah adiknya hanya menghela nafas panjang.


" Tante, kita boleh nggak minta minum es sirup?" Tanya Evan.


" Boleh dong sayang." Ucap Tari sambil mengusap lembut puncak kepala Evan.


" Ya udah, tante bikinin minum dulu ya." Sambung Tari.


Tari lalu berjalan menuju dapur dan diikuti oleh Dona.


" Anak kamu mana Tar?" Tanya Dona sambil membantu Tari membuat minuman untuk kedua anaknya.


" Keysa baru aja tidur." Ucap Tari. Tari menarik kursi lalu mendudukan tubuhnya.


" Gimana keadaan Carlos setelah ditinggal kedua orang tuanya?" Tanya Tari lalu menarik tangan Dona agar duduk disampingnya.


" Ya seperti yang kamu lihat sekarang, dia sekarang menjadi anak yang pendiam." Ucap Dona lalu menghela nafas panjang.


" Evan sempat cemburu kepada Carlos, dia merasa dirinya tersisihkan. Aku dan Frans sampai binggung harus berbuat apa. Carlos tidak mau pisah dari aku sedangkan Evan juga masih sangat membutuhkan aku." Sambung Dona lagi.


Tari bisa merasakan apa yang kini sedang dirasakan sahabatnya. Ia mencoba untuk memberikan dukungan untuk sahabatnya agar tetap tegar. Ia yakin sahabatnya ini bisa melewati semua masalahnya. Apa lagi ia mempunyai suami yang baik dan sangat pengertian seperti Frans.


Tari mengingat kembali bagaimana perjuangan Frans untuk mendapatkan cinta sahabatnya ini. Dia bahkan rela menjadi budak cinta demi sahabatnya ini. Hingga kesan Bos yang angkuh dan sombong sudah lenyap dari dalam dirinya.


Setelah selesai berbincang-bincang mereka kembali ke ruang tamu. Evan dan Carlos meminum es sirup buatan Mama nya.

__ADS_1


" Oya Tar, kinerja Kevin sekarang semakin bagus dan memuaskan. Suami aku sangat puas dengan hasil kerja suami kamu." Sanjung Dona sambil memasukan keripik kentang ke dalam mulutnya.


" Kevin memang seperti itu, ia sangat menghormati suami kamu dan ia berjanji akan mengabdikan hidupnya untuk perusahaan. Berkat suami kamu sekarang hidup keluarga aku menjadi lebih baik. Aku nggak lagi harus memikirkan uang untuk membeli susu, apa lagi sekarang semua serba mahal." Ucap Tari.


Tari mengingat semua kabaikan Frans untuk keluarganya. Bahkan pernikahannya pun semua di tanggung oleh Frans, apa lagi setelah itu Frans langsung mengangkat Kevin menjadi asisten pribadinya.


" Itu semua juga karena kinerja suami kamu yang sangat bagus dan menguntungkan untuk perusahaan. Apa lagi kesetiaan suami kamu yang tidak bisa digantikan dengan apa pun." Ucap Dona sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


»»»»»


Frans dan Kevin baru saja menyelesaikan masalah urusan di perusahaan Marcel. Frans sangat berterimakasih kepada Kevin. Kalau Kevin tidak memberitahunya tentang masalah di perusahaan Marcel, mungkin sekarang perusahaan Marcel akan hancur.


Dirinya tidak sanggup jika harus mengurus dua perusahaan sekaligus. Maka ia mempercayakan perusahaan Marcel kepada sahabat Marcel. Tapi ternyata sahabat Marcel itu bermain curang. Ia mulai menggelapkan uang perusahaan.


Untung saat itu Kevin yang di utus Frans untuk mengecek perkembangan perusahaan Marcel langsung mengetahui ada yang tidak beres dengan laporan keuangan di perusahaan Marcel. Ini kedua kalinya Kevin menyelamatkan Frans dari ambang kehancuran.


Dulu sewaktu Frans dan Dona belum menikah, Kevin juga menyelamatkan perusahaan Frans dari penggelapan dana perusahaan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Saat itu Frans sangat beruntung memiliki karyawan yang sangat jujur seperti Kevin.


" Kamu memang asisten yang sangat bisa aku andalkan." Ucap Frans sambil menepuk bahu Kevin.


" Terimakasih Bos, saya akan melakukan yang terbaik untuk kedua perusahaan Bos. Saya tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan Bos. Apa lagi Bos sudah banyak membantu keluarga saya." Ucap Kevin sambil membungkukkan badannya.


Kevin sangat menghormati Frans sebagai Bos nya. Apa lagi Bos nya ini sudah sangat membantu keluarganya.


" Sebelum kita kembali ke kantor, kita makan dulu. Kamu pasti laparkan?" Ucap Frans. Kevin menganggukan kepalanya.


Mereka masuk ke dalam mobil, Frans melajukan mobilnya menuju restoran.


»»»»»


Setelah lelah berkerja Frans bersiap-siap untuk pulang, tak terasa sudah pukul 22.00 WIB. Ia berjalan keluar dari ruang kerjanya. Entah mengapa lelaki itu sangat merindukan istrinya dan juga kedua anaknya.


Frans pulang kerumah dan di sambut hangat oleh senyuman manis istrinya. Frans mengecup kening istrinya.


" Dimana anak-anak?" Tanya Frans sambil mencari keberadaan kedua malaikat kecilnya.


" Mereka sudah tidur." Ucap Dona lalu mengambil tas kerja suaminya dan membawanya.


" Nggak seperti biasanya Carlos mau kamu tinggal." Ucap Frans penasaran.


" Sekarang Evan dan Carlos tidak akan tidur sama kita lagi." Ucap Dona dengan senyuman di wajahnya.


" Kok bisa!" Ucap Frans terkejut.


Dona berjalan masuk ke dalam rumah, Frans terus mencerca istrinya dengan berbagai pertanyaan yang masih membuatnya penasaran. Sangat sulit untuk membujuk Carlos agar mau tidur terpisah dari istrinya. Berbagai macam cara sudah mereka lakukan tapi semuanya sia-sia.


" Ma, katakan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Carlos mau tidur terpisah dari Mama?" Tanya Frans sambil terus mengekori kemanapun istrinya pergi.


" Nanti Mama kasih tau, tapi sekarang Papa mandi dulu, biar Mama siapkan makan malam." Ucap Dona lalu mengecup pipi suaminya.


Frans menuruti ucapan istrinya dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Sesuai janjinya setelah makan malam Dona menceritakan bagaimana Carlos mau tidur tanpa ia temani.


" Sekarang Mama ceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Frans sambil duduk disamping istrinya.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2