
Karena Frans begitu sibuk dengan urusan kantor. Frans dan Dona baru sempat untuk Feeting baju. Dona mencoba kebaya berwarna putih dan dipadukan dengan bawahan bercorak bathik dengan warna coklat berpaduan dengan warna gold.
"Sayang kamu sangat cantik memakai itu, aku jadi nggak sabar utuk segera menikahi kamu." puji Frans sambil tersenyum menatap Dona dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Beneran aku cocok memakai ini?" tanya Dona sambil melihat penampilannya.
"Beneran, kamu sangat cocok memakai kebaya itu, kamu pengantin tercantik yang pernah aku lihat." goda Frans.
"Jangan gombal deh." ucap Dona dengan senyuman di wajahnya.
"Kamu juga cocok sayang memakai jas itu, kamu kelihatan makin tampan." puji Dona sambil melihat penampilan Frans.
"Iya lah, siapa dulu, Frans gitu." ucap Frans sambil bergaya didepan cermin.
"Kalau ini sudah selesai kita cari makan dulu ya, aku lapar." ajak Dona.
"Ok..sayang."
Dona dan Frans pun menganti pakaian mereka. Setelah selesai berganti pakaian mereka memberikan baju itu kepada pelayan toko.
"Tolong nanti diantar ke alamat ini." ucap Frans sambil memberikan kartu namanya.
"Baik pak." sahut pelayan toko itu.
"Ayo sayang kita pergi." ucap Frans sambil mengandeng tangan Dona.
Frans dan Dona keluar dari toko dan berjalan menuju mobilnya. Mereka masuk kedalam mobil.
"Kita mau makan dimana?" tanya Frans sambil melajukan mobilnya.
"Makan di restoran dekat sini aja."
»»»»
Di rumah Frans..
Sandy mengetuk pintu rumah Frans.
"Tunggu sebentar." ucap Mira sambil berjalan menuju pintu.
Mira membuka pintu.
"Kak Sandy!" teriak Mira terkejut.
"Halo Mir." sapa Sandy.
"Ada perlu apa kakak kemari?" tanya Mira penasaran.
__ADS_1
"Frans dan Dona ada di rumah nggak?" tanya Sandy.
"Ayo masuk dulu kak, tante." ucap Mira mempersilahkan Sandy dan Mona masuk.
Sandy dan Mama nya masuk kedalam rumah.
"Silahkan duduk kak, tante." ucap Mira mempersilahkan mereka duduk.
Sandy dan Mona pun duduk di sofa.
"Frans dan Dona ada dirumah nggak Mir?" tanya Sandy lagi.
"Mereka nggak di rumah kak, mereka lagi feeting baju." sahut Mira.
Meysa berjalan menuju ruang tamu.
"Siapa yang datang sayang?" tanya Meysa.
"Ini Ma, kak Sandy dan Mama nya." sahut Mira.
Meysa terkejut melihat Mona, Meysa langsung menghampiri Mona dan memeluknya.
"Apa kabar Mon, lama kita nggak ketemu." ucap Meysa.
"Kabar aku baik Mey, bagaimana kabar kamu?" tanya Mona sambil membalas pelukan Meysa.
"Kabar aku baik, kamu kemana aja? " tanya Meysa sambil melepas pelukannya.
"Maaf ya Mey, aku berhenti kerja tanpa mengabari kamu, waktu aku mencari kamu di kantor katanya kamu sudah berhenti." ucap Mona.
"Ya, tidak lama setelah kamu berhenti kerja aku juga berhenti, karena aku nggak kuat kalau harus tetap bekerja waktu aku hamil, apa lagi kehamilan aku waktu itu sangat lemah." ucap Meysa.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu ada disini?" tanya Mona.
"Oh, sebentar lagi anak aku akan menikah, jadi aku tinggal disini untuk sementara waktu." sahut Meysa sambil duduk di samping Mira.
"Apakah anak kamu bernama Dona?" tanya Mona.
"Ya anak aku bernama Dona, kok kamu bisa tau?" tanya Meysa heran.
"Sayang, jadi Mamanya Dona adalah Meysa, kenapa kamu nggak cerita sama Mama?" tanya Mona kepada Sandy.
"Maaf Ma, Sandy pikir Mama nggak kenal sama Mamanya Dona, makanya Sandy nggak pernah memberi tau Mama." sahut Sandy.
"Mon, apa kamu Mama nya Sandy?" tanya Meysa penasaran.
Mona menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Jadi waktu itu Dona berpacaran sama anak kamu, andai saja Dona masih berhubungan dengan Sandy, mungkin kita akan menjadi besan." ucap Meysa.
"Walau Sandy tidak jadi menikah dengan Dona, kita tetap akan menjadi besan kok." ucap Mona.
"Maksud kamu apa Mon?" tanya Meysa bingung.
"Maksud aku, Dona tetap akan menjadi menantuku." sahut Mona.
"Maksud kamu! tapi Dona akan menikah dengan Frans bukan dengan Sandy." ucap Meysa bingung.
"Aku tau, makanya aku bilang Dona tetap akan menjadi menantuku." ucap Mona.
"Mon, jangan membuat aku semakin tambah bingung." ucap Meysa.
"Mey, aku datang kesini untuk bertemu dengan anak aku yang selama ini aku cari-cari." jelas Mona.
"Tapi setahu aku yang tinggal disini cuma Frans. Mon, apa maksud kamu Frans itu adalah anak kamu yang hilang?" tanya Meysa terkejut.
"Iya Mey, aku dengar nama suami Dona adalah Frans Alberto dan dia adalah anak David, maka dari itu aku ingin memastikannya sendiri." sahut Mona.
"Kalau itu benar, aku bahagia banget, karena kita akan menjadi besan." ucap Meysa senang.
"Tapi Mey, sebenarnya aku takut ketemu dengan Frans, mungkin Frans tidak mau bertemu denganku, atau bahkan Frans sangat membenciku." ucap Mona cemas.
"Nggak Mon, kamu jangan berfikiran buruk, selama ini Frans sangat merindukanmu. Frans pernah bilang sama aku kalau dia sangat merindukan Mama nya, dia ingin sekali bertemu dengan Mama nya." ucap Meysa.
"Kamu nggak bohong kan Mey?" tanya Mona terkejut.
"Aku nggak bohong Mon." sahut Meysa.
"Benar kata Mama, tante, kak Frans waktu itu sampai menangis karena sangat merindukan tante." ucap Mira ikut menjelaskan.
"Mey, aku sudah nggak sabar ingin segera bertemu dengan Frans dan ingin segera memeluknya, aku sangat merindukannya." ucap Mona sambil meneteskan air mata.
"Mama jangan menangis." ucap Sandy sambil menghapus air mata Mama nya.
Tiba tiba pintu terbuka, Dona dan Frans masuk kedalam rumah.
"Ma, Dona pulang." teriak Dona.
Dona dan Frans berjalan menuju ruang tamu.
"Siapa yang datang Ma, kok ada mobil diluar?" tanya Dona penasaran.
Dona dan Frans melihat Sandy sedang duduk di ruang tamu.
"Sandy!" teriak Dona dan Frans bersamaan.
__ADS_1
¤¤¤¤
Untuk hari ini cukup sampai disini dulu ya..semoga masih setia dengan Bos Yang Angkuh..jangan lupq like dan Comenst nya ya..😘😘💋💋