
Setelah dari bioskop, Nena mengajak Carlos ke Ancol. Kini mereka tengah duduk dibangku pinggir pantai sambil menikmati deru ombak didepan sana seperti lantunan lagu yang romantis.
"Sayang, kenapa kamu mengajak aku kesini?" Tanya Carlos sambil menatap deru ombak didepan matanya.
"Karena disini suasananya romantis, bagus untuk menghabiskan waktu berdua bersama dengan kamu." Sahut Nena dengan senyuman diwajahnya.
"Kalau mau cari tempat romantis itu nggak disini sayang, disini itu dingin, nanti kalau kamu sakit gimana? aku, kan, nggak mau pacar aku yang cantik ini sampai jatuh sakit." Ucap Carlos sambil mengecup punggung tangan Nena.
Nena menarik tangan Carlos lalu dia lingkarkan dilehernya, Nena menyandarkan kepalanya ke bahu Carlos.
"Kamu bisa memelukku disaat aku kedinginan, dengan begitu aku nggak akan merasa kedinginan karena pelukanmu sudah menghangatkan tubuhku." Ucap Nena sambil mengusap lembut lengan Carlos.
"Kenapa hari ini sikap kamu aneh banget sih? tapi aku senang sih, dengan begitu aku bisa terus bermesraan denganmu." Ucap Carlos sambil mengecup puncak kepala Nena.
Carlos memeluk erat tubuh Nena, mereka menikmati suasana malam yang romantis. Nena seharian ini bersikap manja kepada Carlos.
"Sayang, pulang yuk, udah malam ini, udaranya juga semakin dingin." Ajak Carlos sambil melepaskan pelukannya.
Nena menggelengkan kepalanya. Dia berdiri dan berpindah duduk didepan Carlos, Nena melingkarkan lengan Carlos ke perutnya. Dia memegang erat kedua lengan Carlos.
"Sebentar lagi ya, aku masih ingin disini bersama dengan kamu." Ucap Nena sambil menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Carlos.
"Sayang, aku semakin curiga deh dengan sikap kamu, sekarang katakan sama aku, apa maksud dari semua sikap kamu ini?"
Carlos melepaskan pelukannya, dia menyuruh Nena untuk duduk disampingnya.
"Sekarang katakan sama aku, ada apa ini?"
Nena menundukan wajahnya, dia tidak berani menatap wajah Carlos.
"Ada apa? apa kamu sedang ada masalah? atau aku dengan tidak sengaja menyakiti hati kamu?"
Carlos mendongakan wajah Nena agar menatapnya.
"Ceritakan sama aku, apa kamu nggak percaya sama aku, hingga kamu nggak mau menceritakan masalah kamu sama aku?"
Nena menggelengkan kepalanya.
"Terus apa dong masalahnya?" Tanya Carlos yang semakin penasaran karena Nena tetap diam membisu.
Carlos mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi. Dia berdiri dan berteriak sekeras-kerasnya. Nena tidak bisa lagi menbendung air mata yang sedari tadi memenuhi kedua matanya.
"Apa kamu menyesal berhubungan denganku? apa karena itu?" Seru Carlos emosi.
Nena menggelengkan kepalanya. Dia berdiri sambil menatap kedua mata Carlos.
"Maafin aku, tapi aku merasa nggak pantas untuk menerima semua kasih sayang dan perhatian kamu." Ucap Nena sambil menundukan kepalanya.
"Maksud kamu apa?"
__ADS_1
"A---aku ingin kita putus." Ucap Nena tanpa berani menatap wajah Carlos.
"Apa! kamu sedang bercanda, kan, sayang?" Tanya Carlos sambil mencengkeram kedua bahu Nena.
"Aku serius, aku mau kita putus." Ucap Nena pelan.
"Nggak! aku nggak mau, aku nggak akan melepaskan kamu," Carlos memeluk tubuh Nena.
"Aku minta maaf, jika aku ada salah sama kamu, aku janji aku akan lebih memperhatikan dan menyayangi kamu, tapi aku mohon, jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu Na, aku nggak mau kehilangan kamu."
Nena menangis dalam dekapan Carlos.
"Aku juga sangat mencintai kamu, tapi aku nggak mau menyakiti kamu lebih dalam lagi. Gimana reaksi kamu, saat kamu tau kalau aku menerima cinta kamu hanya untuk memenuhi ambisiku untuk membalas dendam sama Evan? kamu pasti juga akan langsung mengakhiri hubungan ini. Sebelum semua itu terjadi, maka aku harus segera mengakhiri hubungan yang di mulia dari kebohongan ini. Tapi kamu harus ingat, Los, aku sangat mencintai kamu. Maafin aku." Guman Nena dalam hati.
Carlos melepaskan pelukannya, dia menghapus air mata Nena.
"Aku mohon sama kamu, beri aku kesempatan untuk membuktikan cinta aku sama kamu. Aku janji, aku nggak akan meminta kamu untuk menuruti permintaan aku, aku yang akan memenuhi semua kemauan kamu." Ucap Carlos sambil menggenggam tangan Nena.
"Jangan seperti itu, aku nggak pantas untuk mendapatkan semua ini. Aku--"
Carlos menutup mulut Nena dengan jari telunjuknya.
"Kamu pantas mendapatkan semua ini, karena hanya kamu yang aku cintai. Apa kamu lupa dengan ucapan aku tadi, jiwa dan ragaku hanya milik kamu. Hanya kamu yang boleh memilikinya. Aku nggak mau kehilangan kamu, aku mohon, jangan tinggalkan aku."
Nena mengambil nafas dan membuangnya secara perlahan. Dia binggung dengan apa yang harus dia lakukan, dia tidak bisa memungkiri jika dirinya juga sangat mencintai Carlos, tapi hubungan ini di mulai dari kebohongan.
"Please, beri aku satu kesempatan." Pinta Carlos sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Maafin aku." Ucap Nena lalu mencium kilas bibir Carlos.
"Sayang, apa ini artinya kamu mau memberi aku satu kesempatan lagi?" Tanya Carlos sambil menyentuh bibirnya.
Nena menganggukan kepalanya sambil menepiskan senyumannya.
"Aku akan beri kamu satu kesempatan, tapi kamu harus memenuhi semua permintaan aku." Ucap Nena sambil melipat kedua lengan di dadanya.
"Apa pun akan aku lakukan demi kamu sayang?" Ucap Carlos sambil mengecup kening Nena.
"Ayo kita pulang, tapi kamu harus mengendong aku sampai mobil, gimana, mau nggak?" Tantang Nena.
"Itu mah kecil,"
Carlos berjongkok didepan Nena.
"Ayo naik ke punggung aku." Pinta Carlos.
"Serius!" Seru Nena memastikan.
"Serius, udah cepetan."
__ADS_1
Nena naik punggung Carlos, Carlos berdiri sambil mengendong Nena di punggungnya.
"Sayang, dada kamu ternyata besar juga ya, rasanya gimana gitu saat menempel di punggung aku." Goda Carlos.
"Udah nggak usah bawel, bukannya kamu suka sama yang montok-montok kayak gini." Seru Nena sambil mempererat pelukannya.
"Ya iya sih, bisa buat--"
Nena mencubit pinggang Carlos.
"Awww! Sakit tau!" Seru Carlos.
"Makanya jangan mikir yang macam-macam deh, mesum aja itu pikiran kamu! udah cepetan, dingin tau!" Seru Nena.
"Kalau kamu kedinginan, kamu bisa memelukku dengan sangat erat, maka tubuh kamu akan jadi hangat."
"Itu ma mau kamu, dasar mesum!"
Carlos dan Nena tertawa lepas. Carlos menurunkan Nena disamping mobilnya. Dia mengatur nafasnya yang memburu.
"Aku berat ya, maaf ya, sini aku obati rasa lelah kamu."
Cupp..
Nena mengecup pipi kiri Carlos.
Cupp..
Kini Nena beralih mengecup pipi kanan Carlos.
Cupp..
Yang terakhir, Nena mengecup bibir Carlos.
Carlos tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala Nena.
"Dasar! tapi makasih ya, rasa lelah ku seketika hilang." Ucap Carlos sambil mengecup kening Nena.
Carlos dan Nena masuk kedalam mobil. Carlos melajukan mobilnya menuju rumah Nena.
"Makasih ya, sayang. Hari ini aku bahagia banget bisa menghabiskan waktu bersama kamu." Ucap Nena sambil menatap wajah Carlos.
"Kalau kamu bahagia, tapi kenapa tadi kamu tiba-tiba minta putus?" Tanya Carlos penasaran.
"Itu karena aku merasa nggak pantas untuk kamu, aku--"
"Udah nggak usah dibahas lagi, mulai dari sekarang jangan meminta itu dari aku lagi, karena aku nggak akan pernah mutusin kamu. Selamanya kamu hanya milik aku, kalau sampai kamu mengucapkan kata itu lagi, aku nggak akan pernah memaafkan kamu, aku nggak mau bertemu dengan kamu lagi." Ancam Carlos dengan nada serius.
"Maaf."
__ADS_1
Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Nena saat ini.
⭐⭐⭐⭐