
Frans dan Dona keluar dari kamar dan menuruni tangga. Mereka berjalan menuju dapur.
"Ma, Mama Mona mana Ma?" Tanya Dona sambil berjalan menuju westafel.
"Mona tadi pergi sama Sandy." Sahut Meysa.
Meysa baru saja selesai mencuci piring, dia meletakkan piring kedalam rak.
"Ada apa sayang? apa ada yang penting?" Sambung Meysa lagi.
"Nggak kok Ma." Ucap Dona sambil menaruh piring dan gelas kotor di westafel.
Meysa duduk di kursi meja makan.
"Frans mana sayang?" Tanya Meysa.
"Itu." Ucap Dona, dia melihat kebelakang sambil menujuk kearah Frans.
"Siang Ma." Sapa Frans sambil mencium tangan Meysa.
Meysa menatap wajah Frans yang sedari terlihat senyum-senyum sambil melirik Dona.
"Wah..raut muka kamu kayaknya lagi bahagia banget, ada apa ini?" Goda Meysa.
"Biasa Ma..habis dapet sesuatu." Ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona.
"Apaan sih! Jangan dengerin dia Ma." Ucap Dona.
Dia sangat malu karena Frans memeluknya didepan Mama nya.
"Kenapa harus malu sayang, kitakan sudah sah, jadi ya wajar dong." Ucap Frans sambil mempererat pelukannya.
"Nggak usah malu, Mama dulu juga kayak kalian, pokoknya dunia serasa milik berdua." Ucap Meysa sembari tersenyum
"Mama aja juga bilang kayak gitu kan, dunia serasa milik kita berdua." Ucap Frans sambil mengecup bahu Dona dengan sangat lembut.
"Oya..kalian mau kemana ini, kok udah pada rapi?" Tanya Meysa.
"Tadi niatnya mau mengantar Mama Mona belanja, tapi Mama udah pergi duluan." Ucap Dona sambil melepas pelukan Frans.
"Tadi itu Mona mau menunggu kalian, tapi karena kalian lama banget dan kebetulan ada Sandy jadi Mona minta dianterin sama Sandy." Ucap Meysa.
"Ngomong-ngomong kalian nggak ada rencana untuk bulan madu." Sambung Meysa lagi.
"Ada dong Ma, tapi nggak sekarang, mungkin dua minggu lagi." Ucap Frans sambil menarik salah satu kursi dan mendudukinya.
"Kalian mau pergi kemana?" Tanya Meysa.
"Belum tau Ma, kalau Frans sih terserah Dona aja. Kamu mau bulan madu kamana sayang?" Tanya Frans sambil menarik tangan Dona dan mendudukkan Dona di pangkuannya.
"Jangan gini dong, malu tau dilihat Mama." Ucap Dona sambil berdiri dan duduk di samping Frans.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita bulan madu ke Paris, sambil mengenang masa-masa saat aku melamar kamu dulu." Ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona lalu mengecupnya.
Dona menganggukkan kepalanya, dia merasa sangat senang, akhirnya dia bisa pergi ke Paris lagi.
"Sayang aku pergi dulu ya, sebenarnya hari ini aku ada pertemuan dengan Marcel." Ucap Frans lalu berdiri.
"Iya, hati-hati dijalan ya." Ucap Dona sambil mencium tangan Frans.
"Mama Frans pergi dulu ya, titip Dona." Ucap Frans sambil mencium tangan Meysa.
"Hati-hati ya Frans, tenang aja Mama akan menjaga Dona." Ucap Meysa.
"Aku pergi dulu." Ucap Frans sambil mencium kening Dona.
Frans berjalan meninggalkan dapur, didepan pintu Frans berpapasan sama Mona dan Sandy.
"Ma..." Sapa Frans sambil mencium tangan Mona.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Mona.
"Frans mau ketemuan sama Marcel Ma, ada
urusan mendadak." Ucap Frans sambil melirik kearah Sandy.
"Dona mana sayang?" Tanya Mona.
"Dona didalam Ma, tolong jagain Dona ya Ma, kayaknya Dona kecapekan." Ucap Frans sambil melirik Sandy.
"Kamu sih, nggak membiarkan Dona untuk beristirahat sebentar aja." Goda Mona.
"Ya mau gimana lagi Ma, ini kan pertama kalinya buat Frans, apalagi Dona begitu menggoda, jebol deh pertahanan aku." Ucap Frans.
Sandy yang merasa hatinya mulai memanas mencoba untuk masuk kedalam..
"Ma aku masuk dulu, minggir." Ucap Sandy sambil mendorong tubuh Frans.
"Hai adikku, pelan-pelan dong." Ucap Frans dengan senyuman kemenangan.
"Sayang, kamu jangan begitu dong sama adikmu." Ucap Mona.
Dia tau saat ini Sandy sedang sakit hati karena mendengar ucapan Frans.
"Memangnya ada yang salah dengan kata-kata Frans Ma?" tanya Frans sembari menyunggingkan senyuman.
"Nggak ada yang salah, tapi kamu harus mengerti dengan keadaan adik kamu, kamu harus bisa menjaga kata-kata kamu agar tidak menyinggung perasaan adik kamu." Ucap Mona sambil menepuk bahu Frans.
Dia ingin agar Frans bisa lebih menjaga perasaan Sandy. Frans hanya menganggukkan kepalanya.
"Frans pergi dulu ya Ma, kasian Marcel udah menunggu." Ucap Frans sambil mencium tangan Mona.
Frans berjalan keluar menuju mobilnya. Mona masuk kedalam dan berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Sandy membuka kulkas dan mengambil botol minuman dari dalam kulkas, dia menuangkan minuman kedalam gelas dan meminumnya.
"Wajah kamu berseri Don, kamu bahagia ya dengan pernikahan kamu?" tanya Sandy sambil duduk didepan Dona.
Dia menatap wajah Dona dengan mata yang sendu, dia masih belum percaya wanita yang dia cintai kini telah menjadi milik Frans seutuhnya.
"Ya aku bahagia." Ucap Dona.
Dia sama sekali tidak tersenyum karena dia tau inti dari ucapan Sandy tadi.
"Selamat ya Don, maaf aku baru memberi selamat sekarang sama kamu." Ucap Sandy sambil mengulurkan tangannya.
"Terimakasih, aku doakan semoga kamu juga akan cepat menikah." Ucap Dona sambil menjabat tangan Sandy.
"Ma aku mau keluar dulu." Ucap Sandy sambil menatap Dona.
Sandy berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya.
"Tunggu San, ada yang mau aku bicarakan sama kamu." Ucap Dona sambil menarik tangan Sandy.
"Ma..bisa tinggalkan kami berdua aja, ada yang mau Dona bicarakan sama Sandy." Ucap Dona sambil menatap Meysa dan Mona.
Mereka menganggukkan kepalanya, Mona dan Meysa berjalan meninggalkan Dona dan Sandy.
"Duduk San." Ucap Dona sambil melepaskan tangan Sandy.
"Kamu mau bicara apa lagi Don?" Tanya Sandy sambil duduk disebelah Dona.
"San..aku minta maaf jika aku sudah menyakiti hati kamu." Ucap Dona sambil menatap kedua mata Sandy yang terlihat sayu.
"Kamu nggak salah kok Don, jangan meminta maaf sama aku." Ucap Sandy.
"Aku beneran minta maaf San, kita harus segera mengakhiri masalah ini, aku nggak mau ada pertengkaran antara kamu dan Frans, Frans adalah kakakmu dan sekarang dia udah jadi suami aku, aku harap kamu juga menghormatinya." Ucap Dona.
Dona tidak tau harus bicara apa sama Sandy karena bagi Dona Sandy adalah sahabat yang baik. Dia juga pernah mengisi hari hari Dona dengan kebahagiaan.
"Aku memang menganggap Frans sebagai kakak aku, tapi aku nggak menganggap Frans sebagai suami kamu." Ucap Sandy.
Sampai kapanpun ia tidak akan pernah menerima Frans sebagai kakaknya karena Frans telah merebut wanita yang sangat ia cintai.
"Kenapa kamu keras kepala San, mau sampai kapan kamu seperti ini." Ucap Dona sedih.
"Maaf Don, aku nggak bisa meneruskan pembicaraan ini, aku takut nggak bisa mengendalikan diri aku dan malah akan menyakiti kamu." Ucap Sandy sambil berdiri meninggalkan Dona.
"San, aku doakan semoga kamu cepat menemukan pengganti aku." Teriak Dona.
Sandy terus berjalan meninggalkan Dona. Hati Sandy benar-benar terasa amat sakit.
"Maaf Don, aku nggak bisa, selamanya hanya kamu wanita satu-satunya dalam hidup aku." guman Sandy dalam hati.
¤¤¤¤
__ADS_1