
Semenjak menerima hasil lab yang memberitahukan bahwa Mery dan Sandy dalam keadaan sehat dan subur. Mery dan Sandy memutuskan untuk ikut program kehamilan.
Udah hampir 6 bulan Mery dan Sandy mengikuti program kehamilan. Reni selalu mendampingi dan memberi dukungan kepada Mery.
Mery merasa sedang tidak enak badan, bandan nya terasa begitu lemas. Sandy menyuruh Mery agar istirahat di rumah dan untuk sementara tidak bekerja dulu.
Sandy sangat mengkhawatirkan Mery. Dia membawa Mery ke rumah sakit. Reni memeriksa Mery dengan seksama.
" Bagaimana?" Tanya Sandy cemas.
Reni menatap Mery dan Sandy dan tersirat senyuman di bibir Reni.
" Selamat ya." Ucap Reni sambil memberikan hasil USG kepada Sandy.
" Ini maksudnya apa? Selamat untuk apa?" Tanya Sandy bingung.
" Mery hamil, kamu akan menjadi ayah. Sekarang usia kandungan Mery udah 8 minggu." sahut Reni.
" Serius, akhirnya kamu hamil sayang, aku akan menjadi ayah." Ucap Sandy senang dan memeluk Mery.
" Iya kak, tidak sia-sia usaha kita selama ini." Ucap Mery senang dan tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.
" Makasih sayang." Ucap Sandy lalu mengecup kening Mery.
" Seharusnya aku yang berterimakasih kak, karena kak Sandy udah sabar menunggu dan selalu mendukung aku."
__ADS_1
" Mama pasti senang mendengar kabar gembira ini sayang."
" Ini aku kasih kamu resep vitamin dan obat penguat kandungan. Sekali lagi selamat ya untuk kalian. Jangan lupa check up sebulan sekali." ucap Reni sambil memberikan resep kepada Sandy.
" Terimakasih ya, Ren, kalau gitu gue balik dulu." pamit Mery
" Sama-sama, kalau lo butuh sesuatu telfon gue."
" Siap dok." Ucap Mery sambil seakan memberi hormat kepada Reni.
Sandy dan Mery keluar dari ruangan Reni. Mereka berjalan menelusuri koridor rumah sakit menuju loby rumah sakit.
Sandy mengandeng tangan Mery sampai masuk kedalam mobil. Dia melajukan mobilnya.
Mona memeluk Mery dan memberikan kecupan lembut di kening Mery. Mery sangat bahagia memiliki mertua sebaik Mona.
Sandy melarang Mery untuk bekerja karena Sandy tak ingin terjadi apa apa sama Mery dan juga calon anaknya.
Mery menuruti kemauan Sandy. Saat ini Mery hanya duduk manis dirumah dan selalu dilayani oleh Sandy dab Mona.
Mery menjadi bak ratu yang setiap waktu selalu dilayani 24 jam. Sandy akan melakukan apa pun agar Mery tetap sehat dan baik-baik saja.
Sandy bahkan rela pulang ke rumah saat jam makan siang hanya untuk melihat kondisi Mery. Padahal Mery sudah memberi tahu Sandy kalau dia baik-baik saja, tapi Sandy tidak percaya sebelum melihatnya sendiri.
" Makasih ya kak, karena kak Sandy udah begitu peduli dan perhatian sama aku."
__ADS_1
" Apa pun akan aku lakukan demi kebahagiaan kamu sayang. Aku juga nggak mau sampai terjadi apa-apa sama kamu dan juga calon anak kita. Aku akan selalu memastikan kalian baik-baik aja."
" Aku bersyukur mempunyai suami yang siaga seperti kak Sandy." Ucap Mery senang.
" Lebih baik sekarang kamu tidur." Ucap Sandy sambil merebahkan tubuh Mery dan menyelimutinya dengan selimut.
" Kak Sandy nggak tidur?"
" Aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan malam ini juga." sahut Sandy sambil mengecup kening Mery.
" Maaf ya kak, aku udah nggak bisa bantuin kakak lagi di kantor, kakak pasti capek banget." Ucap Mery sedih.
" Nggak apa-apa sayang, semua masih bisa di tangani kok. Kamu nggak usah mikirin masalah kantor, lebih baik kamu jaga kesehatan kamu agar kamu dan anak kita sehat." Ucap Sandy sambil mengusap lembut puncak kepala Mery.
" Iya kak, aku akan selalu menjaga kandungan aku. Aku tau kak Sandy sudah nggak sabar melihat anak kita lahir."
" Sekarang lebih baik kamu tidur, aku mau ke ruang kerja aku dulu, met istirahat ya sayang." Ucap Sandy lalu mengecup kening Mery.
" Kak Sandy jangan tidur larut malam, kak Sandy juga harus menjaga kesehatan kak Sandy."
" Ok..aku keluar dulu ya." Ucap Sandy lalu berdiri dan berjalan keluar kamar.
" Terimakasih Ya Allah, Engkau telah memberiku suami yang baik dan perhatian seperti kak Sandy." Ucap Mery sambil menatap Sandy sampai keluar dari kamar.
¤¤¤¤
__ADS_1