Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Dua hari menjelang pernikahan.


Dona berniat untuk memanggil Frans untuk sarapan. Dia berjalan menaiki tangga dan menuju kamar Frans.


Dona membuka pintu dan masuk kedalam kamar, dia melihat Frans sedang duduk melamun ditepi ranjang, dia berjalan menghampiri Frans.


"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Dona sambil duduk di samping Frans.


"Emm..nggak ada kok sayang." sahut Frans sambil menepiskan senyumannya.


"Jangan bohong sama aku, aku tau kamu lagi memikirkan sesuatu." ucap Dona.


"Kamu tau aja, sebenarnya aku kangen sama Mama aku, sudah berbagai cara aku lakukan untuk mencari Mama, tapi nggak pernah ketemu. Sebentar lagi kita akan menikah, aku berharap saat kita menikah Mama akan ada di samping aku menemaniku." Frans sambil menyenderkan kepalanya di pundak Dona.


"Mungkinkah Mama juga merindukan aku seperti halnya aku merindukannya?" sambungnya lagi.


Dona membelai rambut Frans dengan lembut.


"Aku yakin dimana pun Mama kamu berada, Mama kamu pasti juga sangat merindukanmu, pasti suatu saat kamu akan bertemu dengan Mama kamu." ucap Dona sambil menggenggam tangan Frans.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mau menghiburku, aku bersyukur bisa mengenalmu dan memilikimu dalam hidupku." ucap Frans sambil mencium kening Dona.


"Sayang, bagaimana dengan undangannya, sudah beres semua?" tanya Frans.


"Sudah, semua sudah aku kirim."


"Termasuk undangan buat Sandy?" tanya Frans sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya, kemarin Mira balik ke Bandung jadi sekalian aku titipin ke dia." sahut Dona.


Dona menyentuh kedua pipi Frans.


"Kenapa? apa kamu masih cemburu sama Sandy?" tanyanya


"Enggak, buat apa aku cemburu, karena kamu hanya milikku dan sebentar lagi kamu akan jadi istri sah aku, aku nggak akan membiarkan Sandy mendekatimu lagi." sahut Frans mencoba mengelak.


"Jangan mikir macam-macam, Sandy hanya masa lalu aku." ucap Dona sambil menggenggam tangan Frans.

__ADS_1


"Aku percaya sama kamu kok sayang." ucap Frans sambil mengecup tangan Dona.


"Ya udah, ayo kita turun untuk sarapan, Mama dan adik-adik aku sudah menunggu dibawah." ajak Dona. Dona berdiri dan berjalan keluar dari kamar.


"Tunggu aku sayang." ucap Frans sambil mengikuti Dona dari belakang.


Dona dan Frans berjalan menuju meja makan. Frans menarik salah satu kursi dan mendudukinya. Dona mengambilkan sarapan untuk Frans dan menaruhnya didepan Frans.


" Makasih sayang." ucap Frans.


"Oya, apa semua persiapan pernikahan kalian sudah beres?" tanya Meysa.


"Sudah tante, semuanya sudah beres." sahut Frans.


"Iya Ma, Mama nggak usah khawatir, Mama istirahat aja. Dona nggak mau Mama sampai sakit lagi." ucap Dona.


"Tenang aja sayang, Mama sudah sehat kok, jadi nggak usah terlalu mengkhawatirkan Mama." ucap Meysa.


"Oya Mir, gimana dengan undangan yang kakak titipkan ke kamu?" tanya Dona.


"Tenang kak, sudah aku anterin kok, kak Sandy sendiri yang menerimanya." sahut Mira.


Frans menatap wajah Dona dan tersenyum.


ยปยปยปยป


Bandung...


"Kamu lagi baca apa sayang?" Tanya Mona ( mama Sandy ).


"Oh...ini Ma, undangan pernikahan dari Dona." sahut Sandy lalu meletakan undangan itu keatas meja.


"Dona..Dona mantan kamu?" tanya Mona terkejut.


Sandy menganggukkan kepalanya.


"Sayang, kamu nggak apa-apakan, kalau kamu nggak ingin menghadirinya, maka jangan

__ADS_1


datang jika itu hanya akan menyakiti hati kamu, Mama tau kamu masih mencintai Dona, tapi kamu harus berusaha untuk merelakannya." ucap Mona sambil menepuk pundak Sandy.


"Enggak Ma, Sandy akan tetap datang, Sandy nggak ingin mengecewakan Dona."


"Kalau itu kemauan kamu Mama akan mendukungmu." ucap Mona.


"Makasih ya Ma." ucap Sandy lalu memeluk Mama nya.


"Ngomong-ngomong Dona mau menikah sama siapa sayang?" tanya Mona lalu melepaskan pelukannya.


"Sama atasannya Ma."


"Ooo gitu, apa yang membuat Dona lebih memilih dia dari pada kamu sayang?" tanya Mona penasaran.


"Sandy nggak tau Ma, mungkin sudah jodohnya Dona, bagi Dona Sandy hanyalah masa lalu, walau sebegitu gigihnya Sandy mengejar Dona, dia nggak akan berpaling ke Sandy Ma, karena Sandy sudah menyakiti hati Dona walau itu bukan kesalahan Sandy." sahut Sandy sambil menundukkan wajahnya.


"Yang sabar ya sayang." ucap Mona sambil memeluk Sandy.


"Frans sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Dona. Selain cantik, dia juga baik hati, dulu banyak yang ingin menjadi pacarnya, tapi akhirnya hanya Sandy yang bisa meluluhkan hatinya, tapi sekarang hati Dona hanya untuk Frans." ucap Sandy sambil melepas pelukan Mama nya.


"Siapa itu Frans?" tanya Mona penasaran.


"Calon suami Dona Ma."


Mona merasa tidak asing dengan nama itu.


"Siapa nama panjangnya? siapa orangtuanya?" tanya Mona penuh selidik.


"Kenapa Mama menanyakan semua itu? apa Mama mengenal Frans?" tanya Sandy heran.


"Nggak, Mama cuma penasaran aja." sahut Mona sambil menyembunyikan kegelisahannya.


"Sayang, apa benar nama Frans adalah Frans Alberto, sedangkan nama orangtuanya David dan Demona?" tanya Mona.


"Kok Mama bisa tau, itu memang nama Frans dan nama orangtuanya." sahut Sandy sambil mengernyitkan dahi.


Mona terkejut saat mendengar jawaban Sandy, kepalanya menjadi pusing dan tiba-tiba.

__ADS_1


Bruukk...


Maaf baru bisa up lagi..semoga masih tetap stia dengan Bos Yang Angkuh๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


__ADS_2