
Mery nggak ingin membuat suasana menjadi semakin panas..Mery akhirnya memutuskan untuk pulang..
" Maaf tante..ini udah semakin malam,aku pamit pulang dulu.." ucap Mery.
" Jangan pulang dulu.." ucap Mona sambil menarik tangan Mery.
" Tapi ini udah malam tante,takut nanti mama khawatir.." ucap Mery.
" Kamu tenang aja,biar nanti tante yang bilang sama mama kamu,kamu pasti belum makan kan.." ucap Mona.
Mery hanya bisa tersenyum lalu menganggukan kepalanya,sebenarnya Mery malu mengakui kalau dia belum makan tapi apa mau dikata kalau perutnya juga udah kelaparan.
" Ayo makan malam dulu nanti pulangnya biar diantar sama Sandy.." ucap Mona lalu menarik tangan Mery menuju meja makan.
Mery dan Mona duduk dimeja makan,begitu banyak makanan yang terhidang dimeja makan,seperti akan ada acara besar..
" Habis ada pesta ya tante.." tanya Mery karena melihat begitu banyak makanan dimeja.
" Sebenarnya hari ini adalah ulang tahun Sandy tapi dia tidak mau merayakannya karena itu tante sengaja memasak makanan kesukaannya tapi dia malah sibuk dengan pekerjaannya.." jawab Mona sedih.
Mery menatap wajah Mona,Mery melihat Mona meneteskan airmata..Mery tidak tega melihat Mona menangis.
" Tante jangan bersedih..aku akan kasih pelajaran sama orang yang nggak punya hati itu.." ucap Mery lalu berdiri terus berjalan menaiki tangga.
Mery berjalan menuju ruang kerja Sandy,saat ini Mery sudah nggak sanggup lagi menahan amarahnya..
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )
Ceklek..( suara pintu terbuka )
" Ada apa ? kenapa kamu belum pulang ? " tanya Sandy.
Mery menarik tangan Sandy dan melangkah pergi..
" Mer..lepasin.." ucap Sandy lalu menghempaskan tangan Mery.
" Apa yang kamu lakukan ? " tanya Sandy binggung dengan sikap Mery.
" Apa kakak nggak bisa menghargai jerih payah tante..tante memasak itu semua untuk kak Sandy,kenapa kak Sandy nggak bisa menghargainya.." teriak Mery.
" Itu karena aku lagi sibuk,aku nggak punya waktu untuk pesta seperti itu.." ucap Sandy.
" Kak..dengan kakak meluangkan waktu sedikit aja maka tante udah merasa senang..jangan pernah membuat orangtua kita bersedih kalau kakak nggak mau menyesal nanti.." ucap Mery.
__ADS_1
" Maksud kamu apa ? " tanya Sandy sambil mengerutkan dahi,Sandy tidak paham dengan ucapan Mery.
" Kita tidak tau sampai berapa umur kita didunia ini,selama kita masih bisa bersama dengan orang yang kita sayangi maka kita harus memanfaatkan waktu yang sangat berharga itu,bila kita sudah tidak bisa bersama dengan orang kita sayangi lagi dan kita belum bisa membahagiakan orang itu maka kita akan menyesal dikemudian hari.." ucap Mery lalu pergi meninggalkan Sandy.
Sandy hanya diam mendengar ucapan Mery,dia merasa bersalah kepada mamanya...selama ini mamanya selalu perhatian sama Sandy tapi Sandy nggak punya waktu sedikitpun untuk mamanya.
" Tante nggak usah sedih lagi..sekarang tante makan biar aku yang temani tante.." ucap Mery sambil mengambilkan makanan untuk Mona.
" Makasih ya sayang.." ucap Mona.
" Sama sama tante..tante udah aku anggap seperti mama aku sendiri.." ucap Mery sambil duduk dimeja makan.
" Kamu juga harus makan sayang .." ucap Mona.
" Baik tante.." ucap Mery sambil mengambil makanan.
Saat mereka sedang asyik bercengkerama sambil menikmati hidangan tiba tiba Sandy duduk disamping Mona.
" Aku lapar Ma.." ucap Sandy lalu duduk disamping Mona.
" Bukannya kamu lagi sibuk sayang ? " tanya Mona terkejut.
Mery menatap Sandy lalu tersenyum,Sandy menatap Mery yang kini sedang tersenyum menatapnya.
" Aku tau kok..mana mungkin kamu mau mendengarkan kata kata aku.." sindir Mery.
Mona bisa melihat betapa Mery sangat perduli kepada Sandy.
" Sayang..nanti tolong antarkan Mery pulang ya..kasian dia pulang sendirian apalagi ini udah malam.." ucap Mona.
" Baik Ma.." ucap Sandy sambil mengunyah makanan.
" Beneran ni kakak mau mengantar aku pulang,ikhlas atau terpaksa ni.." goda Mery.
" Kalau kamu nggak mau juga nggak papa..bukan aku juga yang rugi.." ucap Sandy sambil melirik Mery.
" Eee..kok gitu,aku mau kok.." ucap Mery bersemangat.
Setelah selesai makan,Mery berpamitan pada Mona..
" Aku tunggu dimobil.." ucap Sandy lalu melangkah keluar.
" Tante..aku pamit pulang dulu ya.." ucap Mery lalu mencium tangan Mona.
__ADS_1
" Hati hati ya sayang dan terimakasih karena tadi kamu sudah membujuk orang yang nggak punya hati itu.." ucap Mona sambil tersenyum.
" Maaf tante..aku nggak bermaksud untuk mengatai kak Sandy kok.." ucap Mery gugup.
" Nggak papa kok sayang..dia memang pantas mendapatkan julukan itu.." ucap Mona.
" Tapi jangan bilang bilang sama kak Sandy ya tante.." ucap Mery malu.
" Iya..tenang aja.." ucap Mona.
Mery berjalan keluar dan masuk kedalam mobil..
" Lama banget..!! ngapain aja sih didalam.." ucap Sandy kesal lalu melajukan mobilnya.
" Kamu nggak perlu tau,ini urusan cewek.." ucap Mery ketus.
" Makasih karena kamu udah mau mengantar berkasnya kerumah aku,itu adalah berkas yang sangat penting,kalau berkas itu tidak aku selesaikan malam ini juga maka perusahaan akan dalam masalah.." ucap Sandy.
Mery tidak tau kalau berkas itu seberharga itu,dia mengira itu hanya berkas kerja sama biasa.
" Sama sama kak..eeee maksud aku Pak.." ucap Mery gugup.
" Kalau diluar kantor kamu nggak usah panggil aku Pak.." ucap Sandy.
" Kak..boleh aku tanya sesuatu.." ucap Mery.
" Kamu mau nanya apa ? " tanya Sandy.
" Kenapa sekarang kakak berubah,dulu kakak nggak seperti ini,kakak selalu bersikap baik sama semua orang dan juga kenapa kakak sangat membenci aku.." ucap Mery.
" Kamu nggak perlu tau..dan siapa yang bilang kalau aku membenci kamu ? " ucap Sandy.
" Kalau kakak nggak membenci aku terus kenapa kakak selalu menghindariku.." ucap Mery penasaran.
" Kan aku udah bilang kamu nggak perlu tau.." ucap Sandy ketus.
Mery tidak akan diam sebelum Sandy memberikan alasan kenapa dia menghindarinya selama ini..
" Aku perlu tau kak karena ini ada hubungannya dengan ku.." ucap Mery.
" Nggak.." ucap Sandy singkat.
" Apa ini ada hubungannya dengan kak Dona ? " ucap Mery.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟