Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Melamar


__ADS_3

Dengan perasaan yang begitu sangat gugup, Frans berdiri di depan Dona. Lelaki itu mengambil nafas lalu membuangnya perlahan.


" Sayang, kau seperti bintang dalam hidupku, hidupku biasanya kosong dan gelap lalu suatu hari dengan sebuah kerlip cahaya kau datang dalam hidupku, kemudian satu demi satu kau menyalakan cahaya dalam hidupku begitupun dalam hatiku, ada begitu banyak momen yang bersinar semua itu terjadi karenamu, seperti bintang-bintang yang muncul keluar dari langit malam. Saat kau pergi beberapa hari..aku sangat kangen padamu, aku melihat ponselku secara terus menerus dan berharap kamu akan memberiku kabar, tapi semua hanya angan. Aku merasa kosong dan hampa, lalu kemudian aku menyadari bahwa aku nggak tahan saat berada jauh darimu. Dulu aku benar-benar menghabiskan banyak waktu sendirian, tapi kemudian disuatu titik aku jadi terbiasa denganmu. Terimakasih sudah menjadi cahaya dalam hidupku yang amat sangat gelap.


Dona ini ( Frans mengambil sebuah cincin berlian dari dalam sakunya)..terakhir kali ku pikirkan aku mengatakannya dengan cara aneh dan dalam situasi yang aneh juga..tapi hari ini aku ingin melakukannya dengan benar. Dona terimakasih untuk semuanya hingga saat ini karena kamu sudah begitu sabar menghadapiku. Aku ingin melihat suatu hari nanti kita memiliki sebuah keluarga dan hidup bahagia selamanya. Kalau denganmu Dona..aku yakin semua itu akan terwujud. Jangan merasa tertekan karena kau nggak perlu menjawabnya sekarang, tapi kalau suatu hari..kau memutuskan bahwa kau harus punya pendamping..aku harap orang itu adalah aku..Would you marry me? ( Frans memakaikan cincin dijari manis Dona).


" Ini..ini begitu mendadak, aku nggak tau harus berkata apa, aku sangat tersentuh. Bagi ku kamu adalah segala-galanya, aku nggak bisa menjalani hidup ini tanpamu, aku nggak akan berfikir ulang. Ya...aku mau..aku mau menikah denganmu," ucap Dona sambil memeluk tubuh Frans.


Terlihat jelas kebahagiaan terpancar dari wajah Dona dan Frans. Gadis itu tidak menyangka lelaki yang sangat ia cintai akan melamarnya secepat ini, di tempat yang sangat romantis pula. Dalam angan gadis itu pun ia tidak pernah membayangkan akan di lamar di tempat seromantis ini. Apa lagi di Paris, di kota yang nggak akan pernah bisa ia datangi jika sang pujaan hati tidak membawanya kesini.


" Terimakasih sayang, aku akan selalu membahagiakanmu, aku mencintaimu sayang." Ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona dengan sangat erat.


" Aku nggak menyangka kamu akan memberikan begitu banyak kejutan hari ini..di hari ulang tahunku aku mendapatkan begitu banyak kebahagian, kau memberikan kado terindah dalam hidupku." Ucap Dona lalu melepas pelukannya.


" Sayang kamu lah kado teridah yang diberikan Tuhan untukku, jika kau tak hadir dalam hidupku mungkin hidup ku masih terasa gelap dan kosong, kau itu cahaya didalam hidupku. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan menemani hari-hariku dan memberikan aku kebahagiaan." Ucap Frans lalu mencium kening Dona.


Frans dan Dona mendengar bunyi mengelegar di langit..


DUARR

__ADS_1


DUARR


DUARR


" Kamu lihat itu, kembang api nya indah banget." Seru Dona sambil menatap kearah cahaya kembang api. Gadis itu sangat kagum melihat kemerlip cahaya yang terpancar dari letupan kembang api.


" Kamu suka sayang," Ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona dari belakang.


Dona membalikan tubuhnya, " Jangan bilang ini semua juga kamu yang--"


Dona belum sempat melanjutkan kata-katanya Frans tiba-tiba mencium bibirnya. Frans meluapkan semua kebahagiaannya. Dona melingkarkan kedua lengannya ke leher Frans. Gadis itu menikmati setiap pangutan yang Frans berikan pada bibirnya.


Dona membalas ciuman Frans, kini lidah mereka saling beradu hingga menciptakan sensasi yang tak dapat Dona gambarkan. Ia hanya bisa menikmatinya. Frans mengakhiri pangutannya, ia menyandarkan keningnya ke bahu Dona, ia mulai mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan.


" Sayang ini juga hadiah buat kamu."


" Berapa banyak lagi kamu akan memberikan kejutan buat aku? " Tanya Dona sambil melingkarkan tangannya keleher Frans.


" Kenapa sayang? aku akan selalu memberimu kejutan, tapi untuk hari ini sudah cukup..ini yang terakhir," Ucap Frans sambil memandangi wajah Dona.

__ADS_1


Wajah Dona bersemu merah, jantungnya berdetak kencang deg..deg..deg..tatapan Frans sungguh membuatnya menjadi salah tingkah. Dona pun menengelamkan wajahnya ke dada bidang Frans. Gadis itu tidak ingin lelaki di depannya ini melihat wajahnya yang sedang tersipu malu. Bahkan raut wajah Dona memerah bak kepiting rebus.


»»»»»


Tari dan Kevin sedang menikmati keindahan malam kota Paris. Mereka juga sedang menikmati kebersamaan mereka di kota Paris.


" Sayang malam ini indah banget ya..banyak bintang-bintang bertaburan di langit. Aku bahagia banget bisa berada disini bersama kamu." Ucap Kevin sambil memeluk Tari dari belakang.


" Aku juga bahagia sayang, dulu aku punya impian. Aku ingin datang ke tempat ini dengan orang yang sangat spesial buat aku dan sekarang semua impian ku telah terwujud. Sekarang aku berada disini denganmu, orang yang sangat spesial buat ku." Ucap Tari sambil mengusap lembut lengan kekar lelaki yang kini tengah memeluknya dengan sangat erat.


" Aku mencintaimu sayang," Ucap Kevin lalu mengecup tengkuk Tari. Tubuh Tari menegang, ini pertama kalinya ada seseorang yang mengecup temgkuknya. Jantung Tari berdetak lebih cepat dari biasanya.


" A--aku juga mencintaimu." Ucap Tari dengan terbata-bata. Dirinya telihat sangat gugup.


Kevin merasakan tubuh Tari yang gemetar. Lelaki itu membalikan tubuh Tari. Ia mendaratkan ciuman di bibir gadis itu, tanpa menunggu lama gadis itu pun membalas setiap pangutan yang di berikan pada bibirnya.


" Sayang aku nggak ingin semua ini cepat berakhir, aku ingin tetap seperti ini, memelukmu, menciummu. Jangan pernah tinggalkan aku," Ucap Kevin setelah mengakhiri pangutannya. Itu pun dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Aku nggak akan pernah meninggalkanmu, bagiku kamu adalah separuh jiwaku, hidupku tak akan berarti tanpa kehadiranmu. Kota Paris akan menjadi saksi bisu penyatuan cinta kita." Ucap Tari sambil menatap kedua bola mata Kevin.

__ADS_1


" Terimakasih sayang karena telah mencintaiku." Sambung Tari lagi. Tari mencium bibir Kevin dan melanjutkan kegiatan yang tadi sempat terhenti. Mereka seakan enggan untuk mengakhirinya. Karena malam ini mereka seakan di buat melayang dengan perasaan mereka masing-masing.


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2