Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Cuplikan season 2..


__ADS_3

Hai para readers yang belum membaca yang season 2, ini akan saya kasih cuplikan sedikit untuk yang season 2..semoga setelah kalian membaca cuplikan ini, kalian akan menyempatkan mampir untuk membaca yang season 2, dan semoga juga yang season 2 bisa seramai dan sesukses seperti yang season 1..terimakasih..


[ Musibah...]


Karin mengajak Carla untuk menghadiri acara reuni SMA yang di adakan di sebuah cafe. Awalnya Carla menolak karena Carla sama sekali bukan alumni dari SMA Karin. Tapi Karin terus memaksa Carla hingga Carla akhirnya menyetujuinya karena Carla tidak mau terus-terusan mendengar rengekan Karin yang membuat kepalanya pening.


"Nanti aku jemput ya." Seru Karin. Carla menghela nafas panjang sembari menganggukan kepalanya.


Seperti biasa Carlos selalu menjemput Carla dan mengantarnya pulang, tapi sebelum pulang ke rumah seperti biasa Carlos mengajak Carla untuk makan siang.


"Kenapa muka kamu di tekuk gitu ? Apa kamu lagi ada masalah ? Kalau ada yang menganggu kamu di kampus kamu bisa minta tolong sama abang aku." Ujar Carlos sembari menatap Carla yang sedari tadi cemberut.


"Aku nggak ada masalah apa-apa. Aku cuma ingin pulang, badan aku capek." Ucap Carla. Carla secepat mungkin menghabiskan makanan yang tadi ia pesan. Carla mengambil jus jeruk dari atas meja lalu menyeruputnya.


"Ya sudah ayo kita pulang. Aku juga harus segera kembali ke rumah sakit." Sahut Carlos. Mereka berjalan keluar dari restoran.


Dalam perjalanan pulang Carla hanya diam. Dia bahkan tidak menghiraukan apa pun yang di katakan Carlos. Carlos hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Carla hanya cuek dan tidak mengubrisnya sama sekali. Sesampainya di rumah Carla, Carlos langsung pamit pulang karena ada pasien yang harus segera dia operasi.


19.30 WIB


Carla sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara reuni sekolah Karin. Carla berpamitan kepada Reina. Karin sudah menunggu di depan rumah Carla.


"Astaga Carla! Malam ini kamu terlihat cantik banget..." Puji Karin. Carla mengenakan dress berwarna merah marun dengan panjang sedikit di bawah lutut dan sepatu higs hell hitam dengan hak setinggi 5 cm. Carla juga memakai sedikit make up agar mukanya terlihat lebih cerah. Apa lagi dengan rambut yang tergerai indah.


"Pasti nanti akan banyak cowok yang terpesona sama kamu." Sambung Karin lagi.


"Kita mau berangkat sekarang atau aku masuk lagi nih!" Seru Carla sembari tersenyum. Carla senang Karin memujinya.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Karin melajukan mobilnya menuju cafe. Sesampainya di cafe, mereka langsung masuk ke dalam cafe. Karin menyapa semua teman-teman lamanya. Karin juga mengenalkan Carla kepada teman-temannya.


Semua teman-teman Karin menyambut hangat kedatangan Carla. Bukan hanya teman cewek Karin tapi juga teman cowok Karin.

__ADS_1


"Rin..teman lo cantik juga. Dia sudah punya pacar belum ? " Tanya Ferdi.


"Lo jangan macam-macam sama teman gue ya." Ancam Karin. Ferdi terkenal playboy dan suka mempermainkan wanita. Dulu Karin bahkan hampir termakan rayuan Ferdi.


Karin mengajak Carla untuk duduk dan menikmati acara. Carla merasa sangat bosan kerena hanya Karin yang dia kenal di acara itu.


"Kamu kenapa La ? kamu nggak suka ya aku ajak kesini ? " Tanya Karin. Karin merasa bersalah karena telah memaksa Carla untuk menemaninya ke acara reuni sekolahnya.


"Aku nggak apa-apa kok Rin. Nyantai saja lagi. Lebih baik kita menikmati acaranya." Sahut Carla sembari menepiskan senyumnya. Carla tidak ingin membuat Karin merasa bersalah, dia berusaha untuk menikmati acara.


Carla meminta izin sama Karin untuk pergi ke toilet. Karin ingin mengantar Carla tapi Carla menolaknya. Carla berdiri dan berjalan menuju toilet.


Di dalam toilet Carla hanya mencuci tangan dan berdiri sambil menatap wajahnya. Walau pun sedang berada di tempat yang ramai dan suasana yang menyenangkan Carla tetap merasa sepi. Karena suasana hati Carla yang tengah galau. Carla sangat merindukan Evan.


Semenjak Carla meminta Evan untuk tidak muncul di hadapannya lagi, Evan selalu menghindar saat berpapasan dengan Carla. Carla menghela nafas panjang lalu berjalan keluar dari toilet.


"Hai La.." Sapa seseorang. Carla menengok ke belakang dan terkejut melihat sosok yang ia kenal.


"Deo! Ngapain kamu disini?" Tanya Carla terkejut. Deo adalah teman kuliah Carla saat Carla menempuh gelar S1, cowok yang cintanya di tolak sama Carla secara terang-terangan.


"Kamu mau ngapain lepasin nggak?" Teriak Carla. Carla benar-benar merasa takut. Deo adalah orang yang sangat berbahaya.


"Aku nggak akan melepaskan kamu. Sudah 3 tahun kita nggak ketemu, ternyata kamu semakin cantik." Ujar Deo sembari mengusap pipi Carla. Carla menepis tangan Deo.


"Kamu nggak usah sok jual mahal. Saat itu aku diam saja saat kamu menolakku tapi kali ini aku akan mendapatkan kamu!" Seru Deo sembari menatap Carla dengan senyum liciknya. Deo menarik tangan Carla.


"Kamu mau ngapain? Lepasin tangan aku! Deo kamu sudah gila, hah!" Teriak Carla.


Deo tidak mengubris omongan Carla dan terus menarik tangan Carla. Usut punya usut ternyata cafe itu adalah milik Deo. Deo membawa masuk Carla ke sebuah kamar. Deo mengunci kamar itu dan berjalan mendekati Carla.


"Jangan mendekat..pergi!" Teriak Carla.

__ADS_1


"Kenapa sayang? apa kamu takut! ( terus berjalan mendekat ).


"Kenapa kamu seperti ini, berhenti aku bilang!" Teriak Carla semakin keras.


"Ini semua karena kamu sayang, kamu membuat aku tergila-gila." Ucap Deo dengan senyuman liciknya.


"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu." Ucap Carla dan tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.


"Jangan menangis sayang karena aku tidak akan terpengaruh sama air mata kamu." Ucap Deo. Deo terus berjalan mendekati Carla


Carla begitu takut, seluruh tubuhnya gemetar. Dia tidak menyangka kalau penolakannya selama ini akan mengantarkannya dalam masalah seperti ini.


"Tolong..tolong..aku mohon tolong aku!" Teriak Carla semakin keras.


"Berteriaklah karena tidak akan ada seorang pun yang akan menolongmu." Ujar Deo sembari menyungingkan senyuman.


BRAAKK


Terdengar suara pintu di dobrak. Carla menatap kearah pintu itu. Ia melihat seseorang tengah berdiri di depan pintu.


"Tolong aku.." Ucap Carla di sela tangisannya. Deo terkejut karena ada orang yang berani masuk ke dalam kamarnya dan menganggunya.


"Kamu..mau sok jadi pahlawan. Kamu pikir aku takut sama kamu." Seru Deo. Sebelum Deo berjalan mendekat sebuah pukulan sudah mendarat ke wajahnya.


BUGGG


Deo jatuh tersungkur. Deo berdiri dan berlari keluar kamar.


"Aku akan bikin perhitungan sama kamu!" Teriak Deo lalu pergi meninggalkan Carla.


Carla berlari dan langsung memeluk laki-laki yang telah menolongnya. Carla menangis dalam dekapan laki-laki itu.

__ADS_1


"Makasih karena sudah mau menolongku. Kalau nggak ada kamu aku nggak tau apa yang akan terjadi sama aku." Ucap Carla di sela tangisannya.


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2