Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Break..


__ADS_3

Mery tertidur dalam dekapan Sandy.Sandy membelai lembut rambut Mery dan mencium kening Mery.Sandy menatap wajah Mery yang tertidur lelap dalam dekapannya..


" Aku nggak tau jalan pikiran kamu sayang,kenapa kamu meminum obat itu..kita udah pacaran hampir satu tahun tapi kamu masih tetap tidak mau menikah,apa yang harus aku lakukan lagi.." ucap Sandy pelan.


Ke esokan harinya..


Mery membuka matanya secara perlahan.Mery merasakan berat dibagian perutnya.Setelah kedua mata Mery sudah terbuka sepenuhnya Mery melihat tangan kekar sedang memeluknya.Mery menatap membalikan tubuhnya dan menatap wajah yang kini tengah tertidur pulas disampingnya..


Mery membelai lembut pipi Sandy.Mery mengecup hidung Sandy yang sontak membuat sipemilik membuka matanya..


" Emmmm..pagi sayang.." ucap Sandy sambil mempererat pelukannya.


" Kok Sandy tidur disini,bukannya semalam aku suruh pulang.." ucap Mery.


" Aku nggak tega meninggalkan kamu sendirian,apalagi setelah membuatmu menangis.." ucap Sandy lalu mengecup kening Mery.


" Ohh...itu,aku udah melupakannya kak,aku percaya sama kak Sandy.." ucap Mery.


" Makasih sayang karena kamu sudah mau percaya sama aku.." ucap Sandy.


" Lepasin kak..aku mau mandi.." ucap Mery sambil melepaskan pelukan Sandy.


" Aku ikut ya.." ucap Sandy sambil menyenderkan tubuhnya.


" Enggak boleh.." ucap Mery.


Mery turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.Sandy turun dari ranjang dan mengambil ponselnya dari atas meja.Sandy membuka pesan dari Siska..


Siska..

__ADS_1


" San..kamu dimana ? aku cari dirumah kamu kok nggak ada.." ( 20.00 ).


" San..kamu dirumah nggak ? aku bawakan sarapan ni buat kamu,makanan kesukaan kamu.." ( 07.00 ).


" Kok nggak dibalas sih,kalau gitu aku akan kekantor kamu.." ( 07.30 ).


Sandy keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.Sandy ingin membuat sarapan untuk Mery.Sandy membuat Sandwich untuk Mery tak lupa Sandy juga membuat susu hangat.


Mery keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur.Mery melihat Sandy yang sedang membuat sarapan.


" Kak Sandy nggak mandi dulu.." ucap Mery sambil duduk disamping Sandy.


" Nanti aja..ayo kita sarapan dulu.." ucap Sandy sambil meletakan Sandwich dan segelas susu didepan Mery.


" Makasih kak..aku jadi nggak enak ni.." ucap Mery sambil memakan Sandwich buatan Sandy.


" Kalau kita udah menikah aku akan bikinin kamu sarapan setiap hari.." ucap Sandy.


" Apa kamu bahagia ? " ucap Sandy.


" Kok kakak nanya aku.." ucap Mery sambil mengunyah makanan.


" Karena yang akan menikah denganku hanya kamu.." ucap Sandy.


" Ya..aku bahagia kalau aku dapat suami kayak kak Sandy.." ucap Mery.


" Kalau begitu ayo kita menikah..kamu mau menunggu apa lagi,kita udah bersama hampir satu tahun bahkan kita udah melakukan hubungan selayaknya suami istri,aku ingin secepatnya menikah denganmu.Aku ingin hubungan kita sah dimata hukum dan agama.." ucap Sandy sambil menggenggam tangan Mery.


" Kak..aku kan udah bilang sama kak Sandy untuk saat ini aku belum siap untuk menikah.." ucap Mery lalu melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Kenapa ? apa kamu nggak percaya sama aku ? aku akan bikin kamu bahagia,aku sangat mencintaimu Mer.." ucap Sandy.


" Aku nggak yakin sama diri aku sendiri..aku takut kak,aku takut setelah menikah kita nggak akan bahagia.Aku nggak mau nanti pernikahan kita hancur seperti pernikahan sahabat aku.." ucap Mery pelan.


" Maksud kamu apa sayang? Apa kamu nggak mencintai aku lagi ? kamu nggak percaya sama aku,kamu bisa lihat pernikahan kakak kakak kamu,mereka bahagia setelah menikah,kenapa kamu sama kan hubungan kita dengan sahabat kamu,yang akan menjalani kan kita bukan sahabat kamu.." ucap Sandy binggung dengan ucapan Mery.


" Bukan begitu kak..aku.."


" Apa itu hanya alasan kamu aja untuk menolak lamaran aku? Jadi ini alasan kamu nggak mau mengandung anak aku,jadi ini alasan kamu meminum obat pencengah kehamilan itu karena kamu nggak mau serius sama aku,karena kamu nggak mau menikah denganku..!! " ucap Sandy yang mulai emosi.


" Dari mana kak Sandy tau soal obat itu ? " tanya Mery terkejut.


" Aku melihatnya obat itu ada didalam tas kamu..aku nggak menyangka kamu tega melakukan ini sama aku padahal aku berharap kamu akan hamil setelah kita melakukan itu dengan begitu kita akan segera menikah,tapi aku yang terlalu bodoh mengharapkan itu semua dari kamu,sekarang aku semakin mengerti kamu sudah nggak mencintai aku lagi,apa kamu sudah bosan sama aku dan ingin mencari laki laki lain..!! " ucap Sandy curiga.


" Kak bukan itu maksud aku,aku cuma nggak mau hamil diluar nikah..aku nggak bermaksud untuk menyakiti hati kamu.." ucap Mery.


" Sudahlah Mer..aku udah capek meladeni keras kepala kamu,kamu masih muda jadi kamu belum memikirkan soal pernikahan,tapi kamu nggak memikirkan soal aku,kamu egois Mer..aku nggak menyangka kamu akan bersikap seperti ini.." ucap Sandy.


" Maksud kak Sandy apa ? aku sayang sama kak Sandy apa itu nggak cukup buat kak Sandy.." ucap Mery.


" Kalau kamu memang sayang sama aku maka kamu nggak akan menolak saat aku ajak nikah,bahkan kamu nggak akan meminum obat itu..kamu beda dengan saudara saudara kamu,Mira aja yang nggak begitu kenal dengan Marcel saat dilamar Marcel Mira langsung menerimanya,tapi kamu..kita udah bersama hampir satu tahun bahkan kita udah melakukan hubungan itu tapi kamu tetap tidak mau menerima lamaran aku.Aku nggak tau apa jalan pikiran kamu saat ini,yang aku tahu kamu nggak ada niatan untuk serius sama aku..." ucap Sandy lalu berdiri.


" Kak Sandy mau kemana ? " tanya Mery.


" Maaf Mer..untuk saat ini kita break aja dulu,kita saling instropeksi diri.." ucap Sandy lalu berjalan keluar meninggalkan Mery.


Air mata Mery mengalir deras membasahi kedua pipinya.Bukan akhir seperti ini yang Mery inginkan.Mery nggak menyangka Sandy tega mengucapkan kata itu.." Break " kata yang nggak pernah terbayang oleh Mery.


Mery berlari keluar mengejar Sandy tapi Sandy sudah meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


" Ahhhhhhh..kak jangan tinggalin aku.." teriak Mery disela tangisannya.


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2