
Dona dan Frans sedang menikmati honeymoon mereka.
"Sayang suasana disini sangat romantis." ucap Dona sambil memandangi keindahan kota dari balik jendela kamar.
"Disini memang sangat romantis sayang, hotel ini kan hotel terbaik di kota ini." ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona dari belakang.
"Sayang aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu." Ucap Frans di telinga Dona.
"Kamu ini ya, kita kan setiap hari bertemu." ucap Dona sambil menghadap kearah Frans.
"Iya, tapi walau begitu aku masih sangat merindukanmu." Ucap Frans lalu mendaratkan ciuman kebibir Dona.
Dona menikmati setiap sentuhan-sentuhan lembut yang suaminya berikan pada bibirnya.
Terdengar suara ketukan pintu.
Tok..tok..tok..
"Siapa sih menganggu aja." gerutu Frans.
"Mungkin Marcel sayang." ucap Dona.
"Kamu tunggu disini biar aku aja yang buka pintu." ucap Frans sambil berjalan menuju pintu.
Frans membuka pintu.
"Malam Frans." sapa Selin saat pintu terbuka sepenuhnya.
"Selin! ngapain kamu disini?" tanya Frans terkejut.
"Aku mau mengundang kamu makan malam." sahut Selin.
"Maaf aku nggak bisa Sel, aku lagi sibuk." tolak Frans.
__ADS_1
"Ayo lah Frans, kita kan sudah lama tidak bertemu." bujuk Selin sambil memegang tangan Frans.
"Lepasin Sel!" teriak Frans sambil melepas tangan Selin.
"Kenapa kamu seperti ini sama aku Frans? aku cuma mau mengajak kamu makan malam, udah lama kita nggak ketemu. Aku merindukanmu Frans, apa kamu nggak merindukan aku?" tanya Selin yang mulai kesal karena Frans selalu menolaknya.
"Apa kamu udah nggak waras, aku udah menikah dan kamu juga udah menikah, mana mungkin aku akan merindukan kamu." Seru Frans yang mulai emosi.
Frans tidak menyangka Selin akan datang ke kamarnya hanya untuk mengatakan hal konyol seperti itu.
Dona mendengar ada keributan diluar.
"Sayang siapa yang datang?" tanya Dona sambil berjalan menuju pintu.
"Hai Don." sapa Selin.
"Ngapain Selin kesini, apa dia ingin menggoda suamiku lagi?" guman Dona dalam hati.
"Aku udah bilang kan Sel, aku nggak bisa." tolak Frans.
"Maaf ya Sel, kita lagi sibuk, bukannya ini malam pengantin kamu sama Edward, tapi kenapa kamu malah menganggu malam indah aku sama Frans." sindir Dona.
"Aku cuma ingin mengajak kalian makan malam, itu pun juga atas persetujuan Edward." ucap Selin.
"Tapi maaf kami nggak bisa, sekarang kita lagi honeymoon kami ingin menghabiskan waktu berdua aja." ucap Dona sambil memeluk Frans dari belakang.
Selin tidak suka melihat Dona memeluk Frans didepan matanya. Hati Selin terasa begitu sakit.
"Maaf jika aku menganggu, aku permisi." ucap Selin kesal dan meninggalkan Frans dan Dona.
"Sayang, aku nggak menyangka kamu seberani itu." ucap Frans kagum.
"Habis aku emosi, bukannya menghabiskan waktu sama suaminya tapi malah menganggu suami orang." ucap Dona kesal sambil berjalan masuk.
__ADS_1
"Sayang, udah jangan perduliin Selin, ini kan malam indah kita." ucap Frans sambil memeluk Dona dari belakang.
"Aku sebel, aku jadi nggak mood." ucap Dona sambil melepas pelukan Frans.
"Kenapa sih kamu nggak bisa tegas sama Selin? atau jangan-jangan kamu sudah mulai tertarik sama dia?" tanya Dona curiga.
"Ya nggak mungkin dong sayang, mana mungkin aku tertarik sama Selin, sedangkan istri aku saja begitu cantik dan menggoda." goda Frans.
"Menurut aku Selin itu lebih cantik dari aku, mana mungkin kamu nggak ada perasaan apapun padanya." Ucap Dona cemberut.
"Jangan pernah ragukan cintaku karena aku hanya mencintaimu." ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.
"Tapi aku takut, aku takut Selin akan merebut mu dari aku. Selin begitu gigih dalam mendekatimu, bahkan dia tidak memperdulikan perasaan suaminya." ucap Dona cemas.
Dona berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Sayang, hanya kamu yang aku cintai, kamu harus percaya itu. Soal Selin kamu nggak usah memikirkannya, kalau dia sampai melakukan hal yang melebihi batas maka aku juga nggak akan tinggal diam. Aku nggak mau melihatmu sakit hati." ucap Frans sambil berjalan menuju ranjang.
Frans merebahkan tubuhnya di samping Dona.
"Aku juga mencintaimu, aku percaya sama kamu." ucap Dona sambil memeluk erat tubuh Frans.
"Ayo sekarang kita tidur, kamu pasti capek." ucap Frans sambil terus memeluk tubuh Dona.
"Sayang aku nggak mau kamu menemui Selin lagi." ucap Dona.
"Aku nggak akan menemuinya lagi, kalau dia muncul dihadapan aku, aku akan menghindarinya." ucap Frans.
"Janji.." Ucap Dona sambil menatap kedua mata Frans.
"Janji, aku hanya milikmu, selamanya hanya milikmu."ucap Frans.
¤¤¤¤
__ADS_1