
" Kak Sandy itu mantan pacar kakak gue sekaligus adik dari suami kakak gue..bisa dibilang kita ini sekarang keluarga besan.." ucap Mery.
Mery menceritakan semua tentang awal dia suka sama Sandy dan perjuangannya mendapatkan cinta Sandy.Sakti hanya diam tidak berkomentar mendengar cerita Mery.
" Kalian pada lapar nggak ? ayo makan dulu.." teriak Reni.
Mery dan Sakti berdiri lalu berjalan menghampiri Reni dan Tetra.Mereka berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil..
" Mau makan apa nie..? " ucap Reni.
" Terserah aja.." ucap Mery.
" Ya udah..kita mampir ke restoran nyokap gue aja..nggak jauh dari sini kok.." ucap Sakti.
" Wah gratis dong.." ucap Tetra.
" Tenang aja..gue yang traktir.." ucap Sakti.
Tetra melajukan mobilnya menuju restoran milik keluarga Sakti.Sesampainya direstoran mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam restoran.Mereka duduk didekat jendela sambil menikmati senja..
Sakti memanggil pelayan dan memesan makanan..
" Beneran ini restoran milik keluarga lo Sak.." ucap Reni terkejut.
" Iya..ini restoran peninggalan bokap gue dan sekarang dikelola sama nyokap gue.." ucap Sakti.
Tak berselang lama pesanan mereka datang.Mereka mulai makan dalam keheningan.Setelah setengah jam mereka selesai makan.
" Mer..lo pulangnya gue anterin aja ya.." ucap Sakti.
" Emm..nggak usah,gue bisa pulang sama Reni kok.." ucap Mery menolak.
" Nggak papa Mer..lagian Reni kan rumahnya nggak searah sama rumah lo dan gue masih ada urusan sama Reni.." ucap Tetra.
" Ya udah deh..kalau gitu kita balik sekarang,gue nggak mau kemaleman sampai rumah.." ucap Mery.
" Ok..kita duluan ya.." ucap Sakti lalu keluar dari restoran.
Sakti berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan restoran.Mery masuk kedalam mobil.Sakti melajukan mobilnya..
" Kok diem aja.." ucap Sakti memecah keheningan..
" Lagi nggak mood.." ucap Mery sambil menatap keluar jendela.
" Emangnya gue ada salah sama lo.." ucap Sakti.
" Bukan gitu Sak..gue lagi males ngomong aja.." ucap Mery.
__ADS_1
Setelah mengikuti pentunjuk dari Mery mereka akhirnya sampai dirumah Mery.Sakti keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil buat Mery.Mery keluar dari mobil..
" Makasih ya Sak..udah mau nganterin gue pulang.." ucap Mery.
" Ya udah gue pulang dulu..kayaknya ada yang lagi nungguin lo.." ucap Sakti sambil menatap kearah pintu.
Sandy sudah berdiri didepan pintu sambil manatap kearah Mery dan Sakti.
" Sekali lagi makasih udah mau mengantar gue pulang.." ucap Mery.
Sakti masuk kedalam mobil.Sakti melambaikan tangannya dan dibalas oleh Mery.Mery berjalan menuju pintu,Mery mendorong tubuh Sandy dan masuk kedalam rumah.
" Kamu dari mana aja ? " tanya Sandy marah.
" Habis dari rumah teman.." ucap Mery sambil terus berjalan.
Mery bahkan tak menatap Sandy.Mery berjalan menuju kamarnya.
Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )
Mery menaruh tas diatas ranjang dan masuk kedalam kamar mandi.Sandy masuk kedalam kamar Mery..
Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )
Sandy masuk kedalam kamar dan duduk ditepi ranjang.Sandy membuka tas Mery,Sandy menemukan tiket masuk ke pantai dan juga botol obat.Sandy melihat obat apa itu.Sandy terkejut saat membaca label dalam botol obat itu..
Sandy keluar dari kamar Mery dan duduk disofa sambil menonton Tv.Mery yang sudah selesai mandi dan berpakaian keluar dari kamar.Mery berjalan menuju dapur dan membuka lemari pendingin.Mery mengambil air mineral lalu dibawanya kekamar.
" Sayang..aku mau bicara sama kamu.." ucap Sandy.
Mery hanya diam dan berjalan menghampiri Sandy.Mery duduk agak jauh dari Sandy.Sandy merasa ada yang berbeda dari sikap Mery.Sandy berdiri dan duduk disamping Mery.Sandy menggenggam tangan Mery.
" Kamu marah sama aku..? " ucap Sandy.
" Kamu pikir aja sendiri.." ucap Mery ketus.
" Kasih tau aku apa salah aku sama kamu.." ucap Sandy.
" Aku nggak akan kasih tau kak Sandy biar kak Sandy sadar diri.." ucap Mery lalu berdiri.
Sandy menarik tangan Mery lalu memeluknya..
" Kamu salah paham sayang,aku dan Siska nggak ada hubungan apa apa,itu semua hanya masalalu.." ucap Sandy.
" Kalau kalian tidak ada hubungan apa apa terus kenapa kak Sandy nggak memberitahu kak Siska kalau aku ini pacar kak Sandy ? apa kak Sandy malu karena punya pacar jelek sedangkan kak Siska begitu cantik.." ucap Mery emosi lalu melepaskan pelukan Sandy.
" Bukannya aku nggak mau memberitahu dia,tapi saat aku mau memberitahu dia kamu keburu pergi.." ucap Sandy.
__ADS_1
" Terus kenapa kak Sandy nggak mengejar aku dan minta penjelasan aku..apalagi kak Sandy begitu tenang saat kak Siska merangkul lengan kak Sandy.." uca Mery.
Mery mencoba menahan air mata yang kini telah memenuhi kedua matanya.
" Sayang kamu salah paham hanya kamu yang aku cintai,Siska memang minta balikan sama aku tapi aku tolak karena aku sudah mempunyai kamu dan aku hanya milikmu.." ucap Sandy.
" Aku nggak yakin kak Sandy nggak ada rasa sama kak Siska,tapi dari segi penglihatan aku kak Sandy sangat nyaman saat bersama kak Siska.." ucap Mery.
" Kamu nggak percaya sama aku..terus gimana kamu menjelaskan sama aku saat kamu jalan sama teman kamu si Sakti itu..aku tau kalian habis dari pantaikan.." ucap Sandy yanv mulai kesal dengan tuduhan Mery.
" Sakti itu teman sepupunya Reni,kita baru kenal tadi,aku nggak ada hubungan apa apa sama Sakti.." ucap Mery.
" Tapi kenapa tadi dia mengantar kamu pulang ? " tanya Sandy penasaran.
" Itu karena kita satu arah dan Reni masih ada urusan sama Tetra,kak Sandy nggak usah mengalihkan pembicaraan kita.." ucap Mery.
" Apa aku nggak boleh curiga sama kamu sedangkan kamu selalu curiga sama aku.." ucap Sandy.
" Aku nggak curiga sama kak Sandy tapi itu kenyataannya.Udahlah kak aku nggak mau berdebat sama kak Sandy aku capek..lebih baik kak Sandy pulang..ini udah malam.." ucap Mery lalu berjalan menuju kamarnya.
Sandy mengacak acak rambutnya karena frustasi.Dia menyesali kenapa tadi dia nggak jujur didepan Siska kalau Mery itu pacarnya.Sandy menyusul Mery kedalam kamar..
Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )
Sandy masuk kedalam kamar dan mendekati Mery.Sandy duduk disamping Mery.
" Sayang aku mau bicara serius sama kamu.." ucap Sandy.
" Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi kak.." ucap Mery sambil membelakangi Sandy.
Saat ini Mery sedang menghapus air matanya.Sebelum Sandy masuk kedalam kamar Mery sedang menangis.
" Sayang..kamu kenapa nggak mau menatap aku,sebegitu bencikah kamu sama aku.." ucap Sandy.
Mery membalikan tubuhnya dan menatap Sandy.Sandy melihat kedua mata Mery merah.Sandy tau Mery habis menangis.Sandy memeluk tubuh Mery,Sandy mengurungkan niatnya untuk menanyakan perihal obat yang dia ditemukan didalam tas Mery.
" Maafin aku sayang,kamu jangan salah paham sama aku,Siska sudah tau kok kalau kamu itu pacar aku jadi kamu nggak perlu takut karena Siska nggak akan pernah mengantikan posisi kamu dihati aku.." ucap Sandy.
" Kak Sandy pasti bohong,Kak Sandy hanya ingin aku lengah dan kak Sandy bisa berhubungan dengan kak Siska.." ucap Mery lalu melepaskan pelukan Sandy.
🌟🌟🌟🌟
Untuk hari cukup sampai disini ya,aku udah update 3 bab..maaf kalau ceritaku terlalu fulgar atau nggak enak dibaca,aku cuma ingin menceritakan hal yang berbeda aja karakternya dari Dona dan Mira.Mery itu termasuk orang yang keras kepala dan juga rasa ingin taunya besar.Walau begitu hanya satu orang yang Mery cintai yaitu Sandy.
Aku tau banyak yang nggak suka dengan sifat Mery yang kelihatan murahan atau apa..aku memang sengaja bikin cerita seperti itu karakter Mery memang seperti itu tapi cintanya hanya untuk Sandy.Ikuti terus ceritanya masih banyak cerita seru lainnya.
Jangan lupa tinggalkan like dan comenstnya setelah membaca.Aku mau coba ikut lomba Vote tapi nggak tau caranya.Ada yang tau nggak caranya gimana..kasih tau aku dong..!!
__ADS_1
✨✨✨🤗🤗🤗🙏🙏🙏🤗🤗🤗✨✨✨