Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 38..


__ADS_3

"Sa.."


Evan menarik tangan Clarisa dan mendudukannya disampingnya.


"Udah dong marahannya, aku janji, aku akan menjadi Evan yang dulu lagi,"


Evan menggenggam tangan Clarisa.


"Tapi jangan diemin aku kayak gini." Sambungnya.


Clarisa menghela nafas panjang, dia sebenarnya tidak tega melihat Evan seputus asa ini. Claris merasa ada yang berbeda dari sikap Evan. Dia terlihat lebih murung.


"Ada apa Van? apa kamu sedang ada masalah?"


Evan menarik Clarisa kedalam pelukannya.


"Apa yang harus aku lakukan, Sa? aku binggung, aku nggak tau kenapa semuanya menjadi seperti ini?"


"Maksud kamu apa? aku nggak mengerti dengan kata-kata kamu?"


Evan melepaskan pelukannya lalu menundukan wajahnya.


"Carlos..Carlos ternyata menyukai Nena, malam minggu kemarin dia menyatakan cintanya kepada Nena didepan mata aku. Aku nggak tau, Sa, aku benar-benar nggak tau kalau ternyata Carlos juga menyukai Nena. Andai aku tau sejak awal, aku nggak akan menyukai Nena sedalam ini."


Clarisa hanya diam, dia binggung harus bersikap seperti apa. Apa dia harus bahagia, akhirnya Evan bisa lepas dari Nena? atau dia harus bersedih melihat orang yang dia sayangi menderita. Clarisa menghela nafas berat.


"Van, mungkin Nena bukan jodoh kamu, kenapa kamu harus menangisinya." Ucap Clarisa sambil menepuk bahu Evan.


"Sa, kok kamu tega bilang kayak gitu sama aku. Kamu tau kan aku nggak pernah secinta ini sama seorang gadis, atau jangan-jangan kamu suka melihat aku menderita?"


"Van! kamu ini keterlaluan ya, apa sebegitu burukkah aku di mata kamu?" Teriak Clarisa yang mulai kesal.


Evan menjatuhkan keningnya ke bahu Clarisa.


"Van, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu? apa aku harus membujuk Nena untuk menolak Carlos? atau aku harus meminta Carlos untuk melupakan Nena? katakan, apa yang harus aku lakukan?"


"Aku akan menyerah, Sa. Aku akan merelakan Nena untuk Carlos. Ini pertama kalinya aku melihat Carlos mau membuka hatinya untuk seorang gadis."


Evan mendongakan wajahnya dan menatap kedua mata indah Clarisa.


"Kamu mau kan membantuku." Sambungnya.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu?"


"Aku akan katakan nanti, aku juga nggak tau apa yang akan di lakukan Nena. Aku cuma ingin kamu ada saat aku butuh bantuanmu."


Clarisa menganggukan kepalanya.


"Makasih ya, Sa. Kamu memang sahabat terbaik aku." Ucap Evan dengan senyuman diwajahnya.


"Tapi kamu sahabat terburuk yang pernah aku punya." Goda Clarisa.


"Kok gitu!" Ucap Evan sambil mengeryitkan dahinya.


"Karena kamu udah berani menolak gadis secantik aku hanya demi orang yang baru kamu kenal." Ucap Clarisa sambil mencemberutkan bibirnya.


"Itu lagi, nggak ada masalah lain apa yang bisa dibahas," Evan menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.


"Emm..Sa, bagimana hubungan kamu dengan Tino?" Tanya Evan penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan itu?"


Evan hanya tersenyum sambil menatap wajah cantik Clarisa.


"Tino ternyata orang yang sangat baik, selama ini aku sudah salah menilainya."


"Apa kamu sudah mulai mencintainya?"


Clarisa menggelengkan kepalanya, Evan menghela nafas lega.


"Tapi aku akan berusaha untuk mencintainya, aku ingin membuka hati aku untuknya. Memang tidak akan mudah, tapi aku sudah bertekad. Selama ini dia sudah sabar menghadapi sikap buruk aku kepadanya, walau dia tau aku mencintai kamu, tapi dia tetap menunggu aku. Aku nggak akan pernah bisa menemukan pris sebaik Tino, jadi aku tidak akan pernah menyia-yiakan kesempatan ini."


"O..gitu ya. Kalau begitu aku ikut bahagia, Sa. Semoga hubungan kalian akan sampai ke jenjang pernikahan."


Clarisa menjitak kening Evan. Evan mengeryitkan dahi sambil menahan sakit di keningnya.


"Umur aku aja baru 16 tahun, aku juga nggak mau langsung menikah. Aku masih ingin kuliah dan mengejar cita-cita aku."


"Bukankah orang yang sudah bertunangan itu tujuannya untuk menikah ya?" Tanya Evan sambil mengeryitkan dahi.


"Iya sih, tapi aku udah bilang sama Kak Tino, kalau aku nggak mau buru-buru menikah, dan dia menyetujui itu."


Evan menganggukan kepalanya, dia mencemberutkan bibirnya sambil menggerakan kedua kakinya.


"Emm...sorry ya Van, aku harus pulang sekarang, Kak Tino udah menunggu aku didepan."


Clarisa berdiri dan berjalan meninggalkan Evan sendirian. Evan hanya mampu melihat kepergian Clarisa.


"Semoga kamu bahagia, Sa. Maafkan aku jika aku selama ini udah mengecewakan kamu."


»»»»»


Nena menunggu Evan didepan sekolah. Dia ingin meminta penjelasan Evan tentang sikapnya selama ini kepadanya. Dia ingin tau, bagaimana perasaannya Evan selama ini.


"Van, kamu dan Clarisa udah baikan ya, aku lihat tadi kamu sedang duduk berdua dengan Clarisa." Tanya Deo penasaran.


"Ya gitu deh, dia udah nggak marah lagi sama aku."


"Ya syukur deh, sekarang nggak aku nggak akan lagi mendengar rengekan-rengekan kamu." Sindir Carlos.


"Sialan kamu!" Seru Evan sambil melemparkan tasnya kearah Carlos.


Dengan sigap Carlos langsung menangkap tas itu. Carlos melihat Nena sedang menatap kearahnya.


"Aku pergi dulu."


Carlos melemparkan tas Evan kearah Evan lalu melangkahkan kakinya menghampiri Nena.


"Hai, lagi ngapian kamu disini?" Tanya Carlos.


"Aku mau bicara sama Evan." Sahut Nena dingin.


"Wah..kok gitu, aku cemburu lo ini. Kenapa kamu mencari abang aku." Goda Carlos.


"Kamu nggak perlu tau, dan ini juga nggak ada hubungannya sama kamu."


"Wah..galak amat jadi cewek, terus apa jawaban kamu soal pernyataan aku."


Carlos menatap lekat wajah Nena sambil melipat kedua lengannya di dada.

__ADS_1


"Kan aku udah bilang aku nggak bisa."


"Kenapa? apa alasan kamu menolakku?"


"Aku nggak mau pacaran."


"Yakin, cuma itu alasan kamu?" Tanya Carlos sambil memicingkan kedua matanya.


Deo dan Evan berjalan menghampiri Carlos dan Nena.


"Wuihh..ada apa ini, apa ada hal yang tidak aku ketahui?" Tanya Deo penasaran.


"Carlos menyatakan cintanya kepada Nena." Sahut Evan sambil menatap Nena.


"Wow...emazing, kabar baru ternyata. Terus apa tanggapan kamu, Na? waktu itu kamu menolak aku dengan alasan kamu nggak mau pacaran, sekarang giliran Carlos yang menyatakan cintanya ke kamu, sekarang aku juga ingin tau apa jawaban kamu." Ucap Deo sambil melipat kedua lengannya di dada.


Evan tidak tega melihat Nena yang terpojok karena pertanyaan Deo dan Carlos. Akhirnya dia memutuskan untuk menghindar, dia tidak ingin mendengar jawaban Nena.


"Sorry, aku harus pergi, aku tadi ada janji sama Clarisa." Ucap Evan sambil menepuk bahu Carlos dan Deo.


"Clarisa..Clarisa! apa hebatnya sih si Clarisa itu, hingga Evan selalu perduli sama Clarisa? sebenarnya apa hubungan Clarisa dengan Evan? bukannya mereka hanya sahabat?" Guman Nena dalam hati.


Carlos memanfaatkan situasi ini untuk memanas-manasi Nena.


"Wah..baru juga baikan, udah mau langsung kencan aja!" Seru Carlos sambil melihat kearah Nena.


Evan tau jika Nena kini sedang menatapnya.


"Ya gitu deh, lagian aku juga kangen banget sama Clarisa." Ucap Evan dengan senyuman yang di paksakan.


"Kangen sama apanya itu." Goda Deo dengan menaikan kedua alisnya naik turun.


"Ciuman mautnya lah, masak kamu nggak tau, Evan dan Clarisa itu kalau lagi berciuman, Wuuihh..bikin orang iri." Ucap Carlos dengan expresi yang dibuat-buat.


"Serius kamu, kok aku nggak tau, wah..Evan, ternyata kamu.." Ucap Deo sambil menepuk bahu Evan.


"Aiiss...kalian ini ya, ingin tau aja urusan orang, aku pergi dulu." Ucap Evan kesal.


Evan pergi menuju mobilnya, Nena hanya mampu menatap kepergian Evan.


"Na, mau aku antar pulang?" Tawar Carlos.


"Nggak!"


Nena pergi menjauh meninggalkan Carlos dan Deo. Dia tidak akan menyerah untuk meminta penjelasan dari Evan.


Carlos merangkul pundak Deo dan berjalan menuju parkiran.


"Maafkan aku Na, maaf. Tapi ini yang terbaik, aku nggak akan mengejarmu lagi. Aku harus menjauh darimu, karena bagiku kebahagiaan Carlos adalah segala-galanya. Semoga kamu mau memaafkan aku."


Evan terus melajukan mobilnya melewati Nena yang sedang menunggu taksi di pinggir jalan.


⭐⭐⭐⭐


Biasakan klik tombol jempol setelah selesai membaca ya. Like dan Coment kalian adalah suatu kebangaan tersendiri untuk aku. Itu artinya kalian semua menghargai cerita aku yang jelek ini.


Jangan lupa juga kasih bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai novel favotit kalian semua.


Jangan lupa mampir juga ke Season yang kedua ya, judulnya..Haruskah Aku Mengalah..Caranya klik aja profil aku biar lebih mudah mencarinya.

__ADS_1


Tolong ramaikan juga ya, terimakasih..


😘😘😘😘


__ADS_2