Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Kekhawatiran Frans..


__ADS_3

Dona sudah pulih dan sudah diizinkan pulang. Meysa dan Mona selalu menemani Dona.


"Sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Meysa.


"Dona udah sehat kok Ma, badan Dona udah enakkan, Mama nggak usah cemas lagi." ucap Dona.


"Mama akan tinggal disini menemanimu sampai anak kamu lahir." ucap Meysa.


"Terus bagaimana dengan Mery dan Mira Ma?" tanya Dona cemas.


"Mereka kan udah lulus kuliah dan sebulan lagi Mira akan menikah dengan Marcel, jadi Mama akan menyuruh mereka untuk tinggal disini, bolehkan?" ucap Meysa.


"Tentu aja boleh Ma, Dona senang jika semua keluarga Dona bisa berkumpul. Frans pasti senang mendengarnya." ucap Dona.


"Apa kamu nggak apa-apa dengan keberadaan Sandy disini?" tanya Meysa.


"Nggak apa-apa kok Ma, Sandy juga udah janji nggak akan merusak hubungan Dons sama Frans lagi, katanya dia udah ikhlas." ucap Dona.


"Mama senang mendengarnya, sebenarnya Sandy itu anak yang baik." ucap Meysa.


"Iya Ma, semoga Sandy bisa mendapatkan wanita yang tulus mencintainya." ucap Dona.


Frans masuk kedalam kamar.


"Lagi pada ngomongin aku ya." ucap Frans sambil berjalan menghampiri Dona.


"Ihhh PD banget, siapa juga yang ngomongin kamu." ucap Dona dengan senyuman di wajahnya.


"Kita lagi membicarakan soal Mama yang akan tinggal disini menemani Dona, Mama juga akan mengajak Meri dan Mira, bolehkan?" tanya Meysa.


"Tentu dong Ma, Frans senang ada yang menemani Dona di rumah, jadi Frans nggak perlu khawatir lagi dan bisa fokus bekerja." ucap Frans.


"Oya Ma, soal pernikahan Mira lebih baik diadakan disini aja, karena Dona nggak mungkin bisa pergi jauh." ucap Frans.


"Kalau itu nggak merepotkan kamu Mama setuju aja, Mama juga nggak bisa meninggalkan Dona." ucap Meysa.


"Baiklah Ma, Frans akan mengurus semuanya." ucap Frans.


"Terimakasih ya sayang." ucap Meysa.


"Sama-sama Ma, Mira kan adik Frans juga, jadi Mama nggak usah sungkan." ucap Frans.


"Ya udah sayang, kamu istirahat dulu, Mama juga mau istirahat." ucap Meysa lalu berdiri.


Meysa keluar dari kamar Dona.


"Sekarang ayo kita tidur." ucap Frans sambil merebahkan tubuh Dona.


Frans tidur di samping Dona sambil memeluknya.

__ADS_1


"Sayang maafin aku ya, karena kondisi aku yang sangat lemah aku nggak bisa melakukan kewajiban aku sebagai istri kamu." ucap Dona.


"Nggak apa-apa kok sayang, demi calon anak kita aku sanggup menahannya, aku nggak mau kamu dan anak kita sampai kenapa-napa." ucap Frans.


"Terimakasih sayang." ucap Dona sambil mengusap lembut lengan Frans.


"Ya udah, sekarang kita tidur." ucap Frans sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Dona.


Keesokan harinya...


Frans bangun pagi-pagi sekali, setelah selesai mandi Frans berniat membuatkan sarapan untuk Dona. Frans keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Frans terkejut melihat Mona dan Meysa sudah ada di dapur.


"Pagi Ma." sapa Frans.


"Pagi sayang, tumben jam segini udah bangun." ucap Mona.


"Iya Ma, Frans ingin membuatkan sarapan untuk Dona." ucap Frans.


"Kamu nggak usah repot-repot, Mama udah buatin Dona sup." ucap Meysa.


"Makasih ya Ma, maaf udah merepotkan Mama." ucap Frans.


"Nggak merepotkan kok, Mama senang melakukannya." ucap Meysa.


"Ya udah ini kamu bawa keatas." ucap Mona sambil memberikan nampan yang berisi sup dan susu hangat.


Frans berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamar. Frans meletakan nampan di atas meja, Frans berjalan menuju ranjang.


"Sayang ayo bangun." ucap Frans sambil mengecup kening Dona.


Dengan perlahan Dona mulai membuka matanya..


"Sayang kamu udah bangun." ucap Dona sambil menyenderkan tubuhnya.


"Ayo sekarang kamu mandi habis itu sarapan." ucap Frans.


"Tapi badan aku lemas sayang." ucap Dona.


"Ya udah aku bantuin kamu mandi." ucap Frans sambil membopong tubuh Dona kedalam kamar mandi.


Frans membuka semua baju Dona, dia merasakan ada yang bergejolak dalam dirinya, tapi dia mencoba menahannya, dia tidak mau melakukannya karena dia takut akan menyakiti calon anaknya.


"Sayang jika kamu sulit untuk melakukannya biar aku sendiri aja, aku nggak mau membuatmu menderita karena menahannya." ucap Dona.


"Aku nggak apa-apa kok sayang, aku masih bisa menahannya." ucap Frans sambil menyalakan shower.


Frans mengosok seluruh tubuh Dona dengan sabun, dia mencoba menahan gejolak dalam dirinya, walau sesekali Frans menelan ludah saat menggosok bagian-bagian sensitif Dona. Setelah selesai mandi, Frans membopong tubuh Dona dan mendudukkannya di tepi ranjang. Setelah selesai berpakaian Frans menyuapi Dona.


"Sayang maafkan aku karena udah merepotkan kamu." ucap Dona sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


"Sayang aku ini suami kamu, aku akan melakukan apa pun demi membahagiakan kamu, aku juga akan menjaga kamu dan calon anak kita." ucap Frans sambil mencium kening Dona.


Tiba-tiba perut Dona merasa mual.


"Sayang ada apa?" tanya Frans cemas ketika melihat wajah Dona yang mulai pucat.


"Perut aku mual, aku ingin ke kamar mandi." ucap Dona sambil menahan mual di perutnya.


Frans membopong tubuh Dona dan membawanya kedalam kamar mandi.


Hoekk...hoekkk...


"Sayang, pasti rasanya sangat sakit ya." ucap Frans sambil memijit-mijit tengkuk Dona.


Dona membersihkan mulutnya dengan air dan mengusapnya dengan handuk.


"Ayo kita keluar." ucap Dona.


"Baiklah." ucap Frans sambil memapah tubuh Dona.


Frans merebahkan tubuh Dona diatas ranjang.


"Sayang apa yang kamu rasakan sekarang? apa terasa sakit?" tanya Frans cemas.


"Aku nggak apa-apa kok sayang, itu hal biasa yang dialami bila lagi hamil muda, biasanya ini akan berkurang saat memasuki bulan ke empat kehamilan." ucap Dona.


"Tapi aku nggak tega sayang, apalagi melihatmu seperti ini, sungguh berat perjuangan mu sayang." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


"Sayang aku beneran nggak apa-apa jadi kamu nggak usah khawatir." ucap Dona.


Frans tidak tega meninggalkan Dona, dia bingung harus bagaimana, disisi lain dia harus menghadiri meeting yang sangat penting dan disisi lainnya dia tidak tega meninggalkan Dona.


"Sayang aku nggak tega meninggalkan kamu." ucap Frans.


"Aku nggak apa-apa sayang, lebih baik sekarang kamu turun sarapan terus berangkat kerja." ucap Dona.


"Baiklah sayang, nanti kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya, aku akan bilang sama Mama untuk menjaga kamu selama aku di kantor." ucap Frans.


"Iya sayang, udah sana keluar nanti kamu kesiangan lagi." ucap Dona.


"Ya udah aku berangkat kerja dulu." ucap Frans sambil mencium kening Dona.


"Hati-hati dijalan ya sayang, jangan ngebut ingat ada keluargamu yang sedang menunggumu di rumah." ucap Dona sambil mencium tangan Frans.


"Siap sayang, aku berangkat dulu." ucap Frans. Frans berjalan keluar dari kamar.


"Anak Mama nggak boleh nakal ya, anak Mama sehat-sehat didalam ya, Mama akan menjaga kamu sampai kamu terlahir ke dunia." ucap Dona sambil mengusap-usap perutnya yang masih rata.


¤¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2