Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Pernikahan Selin


__ADS_3

Frans, Marcel dan Dona sedang asyik menikmati suasana nan megah pernikahan Selin dan Edward.


"Sayang pernikahan ini sangat mewah dan berkelas." ucap Dona terkagum-kagum.


"Jelas mewah dan berkelas, orang yang menikah anaknya pengusaha terkemuka disini." ucap Frans sambil melihat kearah pelaminan.


"Aku nggak menyangka Selin akan menikah dengan anak setajir Edward." ucap Marcel.


"Kamu kenapa Cel? kamu menyesal tidak bisa menikahi Selin?" Goda Frans.


"Nggak! aku nggak menyesal, walau aku nggak menikah dengan Selin tapi aku lah orang pertama yang mendapatkan kesuciannya." Ucap Marcel dengan senyuman diwajahnya.


Dona dan Frans membulatkan kedua matanya, mereka terkejut mendengar pengakuan Marcel yang sama sekali tidak mereka duga.


"Maksud kamu apa Cel?" Tanya Frans sambil mengeryitkan dahi.


"Kamu ingat nggak waktu acara wisuda kampus, waktu itu Selin mabuk berat, dia terus memanggil-manggil nama kamu, dia bersikeras ingin bertemu sama kamu, jadi aku membawanya keapartemen kita. Aku menyuruhnya menunggumu, tapi kamu tak kunjung datang, waktu aku tidur aku nggak menyangka Selin ada dikamar aku, dia mengodaku dengan memanggil-manggil nama kamu,


...Aku sudah bilang sama Selin kalau aku ini Marcel bukan Frans, tapi dia tetap nggak mau mendengarkan aku, dia berusaha menggoda aku, kamu tau kan aku ini juga laki-laki normal, kucing aja kalau dikasih ikan langsung tergiur untuk memakannya, apalagi aku yang disuguhkan dengan kemolekan tubuh Selin, aku nggak bisa menahan diri aku, apalagi dengan sikap agresif Selin yang sangat mengoda, akhirnya malam itu aku merengut kesucian Selin." Jelas Marcel.


Frans dan Dona menggelengkan kepala melihat Marcel yang dengan santainya menceritakan semua itu.


"Terus sekarang kamu lepas tanggungjawab gitu!" Tanya Dona dengan sorot mata yang tajam.


"Bukannya aku nggak mau bertanggungjawab, tapi Selin yang nggak mau, dia nggak mau menikah sama aku, dia nggak mau sakit hati kalau menjadi istri aku." Sahut Marcel sambil melihat Selin yang sedang bersanding dengan Edward di pelaminan.


"Jelas Selin nggak mau menikah sama kamu, dia itu sudah mengenal kamu dengan baik, kamu itu terkenal rajanya playboy kampus, sering gonta-ganti pacar, mungkin Selin takut setelah dia menikah sama kamu nanti malah kamu selingkuhin lagi." Sindir Frans.


"Tapi walau begitu, seharusnya Marcel tetap harus bertanggungjawab dong sayang, masa mau enaknya doang." Ucap Dona kesal.


"Kenapa kamu jadi yang kesal, Selin aja nggak perduli, apa lagi itu semua sudah berlalu dan sekarang Selin sudah bahagia dengan suaminya, tajir lagi, bakalan hidup enak itu Selin." Ucap Frans.


"Apa Edward tau kalau Selin sudah nggak Virgin lagi?" Tanya Dona penasaran.


"Mungkin Edward sudah tau, karena setahu aku Selin itu jujur dan dia tidak suka menjalin suatu hubungan yang berlandaskan kebohongan." Sahut Frans.


"Edward juga sangat mencintai Selin, jadi dia tidak perduli dengan kondisi Selin, cinta itu buta." Marcel ikut berkomentar.


"Ya cinta itu buta, kayak cinta aku sama istri aku yang cantik ini." Ucap Frans sambil memeluk Dona dari belakang.


"Jangan gitu dong Frans, aku ini masih jomblo jangan bikin aku iri dong." Ucap Marcel.


"Makanya cepetan cari istri, biar ada yang dipeluk kayak aku gini." Sindir Frans sambil mempererat pelukannya.


"Pacar aja nggak ada gimana mau menikah." Ucap Marcel sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yang sabar ya Cel, aku do'akan semoga cepet dapet jodoh." Ucap Dona.


"Sebenarnya aku lagi mengincar seseorang, tapi aku sedikit merasa takut." Ucap Marcel.


"Siapa gebetan kamu? siapa tau aku bisa membantu." Ucap Frans sambil melepaskan pelukannya.


"Kamu kenapa sih, antusias gitu ingin membantu Marcel?" Tanya Dona heran.


"Kan kalau Marcel menikah kita juga ikut bahagiakan sayang." Sahut Frans sambil mencolek hidung mancung Dona.

__ADS_1


"Tentu kamu bisa membantu aku, karena orang itu sangat dekat denganmu." Ucap Marcel.


"Siapa? apa suami aku ini punya banyak teman cewek? kok aku nggak tau?" Tanya Dona penasaran.


"Bukan gitu Don, maksud aku orang itu sangat dekat dengan keluarga kamu." Jelas Marcel.


"Siapa sih? jangan bikin aku penasaran!" Tanya Frans.


"Dia adalah Mira, adik kamu Don, aku terpesona saat melihatnya pertama kali dirumah kamu, sejak saat itu wajah Mira selalu membayangi pikiranku." Sahut Marcel dengan senyuman di wajahnya.


"Apaa!" Teriak Frans dan Dona bersamaan.


"Aku nggak salah denger kan Cel, kamu suka sama adik aku?" Tanya Dona dengan exspresi keterkejutannya.


"Ya Don, aku sangat menyukai adik kamu." Sahut Marcel.


"Kamu nggak sedang sakit atau mabuk kan Cel?" Ucap Frans memastikan.


"Aku serius Frans, aku ingin menikahi Mira, maka dari itu aku ingin meminta bantuan kalian." Pinta Marcel.


"Aku nggak setuju! aku nggak mau adik aku terluka karena sifat kamu itu." Tolak Dona langsung.


"Aku sudah berubah Don, aku sudah tidak lagi mempermainkan hati wanita, aku sudah tobat." Ucap Marcel berusaha meyakinkan Dona.


"Aku nggak percaya! siapa tau kamu hanya tobat sementara, terus setelah kamu menikah penyakit kamu itu bisa kambuh lagi." Ucap Dona.


"Itu nggak akan terjadi Don, aku benar-benar tulus mencintai Mira." Ucap Marcel.


"Sayang, aku percaya kalau Marcel itu sudah berubah, buktinya sudah dua tahun ini dia jomblo, orang itu bisa berubah sayang, kamu percaya deh sama aku." Ucap Frans mencoba meyakinkan istrinya.


"Aku tau, tapi aku hanya ingin meminta restumu dan aku ingin kamu membantu aku untuk bicara sama Mira." Pinta Marcel.


"Tapi aku nggak janji akan bisa membantumu atau tidak, karena sebenarnya aku masih ragu sama kamu." Ucap Dona.


"Aku bisa buktikan sama kamu kalau aku sudah berubah." Ucap Marcel.


"Kita bicarakan ini nanti aja, sekarang kita harus memberi selamat kepada Selin dan Edward." Ucap Frans.


"Baiklah." Ucap Marcel.


Marcel, Frans dan Dona berjalan menaiki pelaminan.


"Kalian akhirnya datang juga." Ucap Selin senang.


"Selamat ya Sel, semoga kamu bahagia dengan pernikahan ini." Ucap Frans sambil menjabat tangan Selin.


"Terimakasih sudah datang." Ucap Selin sambil memeluk Frans.


"Iya sama-sama." ucap Frans sambil melepas pelukan Selin.


Frans tau kalau wanita disampingnya kini sedang menatap tajam kearahnya.


"Selamat ya Ward, akhirnya kamu bisa menikahi Selin." Ucap Frans sambil menjabat tangan Edward.


"Terimakasih." Ucap Edward sambil menjabat tangan Frans.

__ADS_1


"Selamat ya Selin atas pernikahan kamu." Ucap Dona sambil menjabat tangan Selin.


"Terimakasih." Ucap Selin sambil menjabat tangan Dona.


Dona menjabat tangan Edward.


"Terimakasih sudah datang." Ucap Edward sambil menjabat tangan Dona.


"Selamat atas pernikahan kalian." Ucap Marcel sambil menjabat tangan Selin dan Edward.


"Terimakasih sudah datang." Ucap Selin dan Edward bersamaan.


Mereka turun dari pelaminan. Selin turun dari pelaminan.


"Frans tunggu." Teriak Selin.


"Ada apa Sel?" Tanya Frans.


"Kalian menginap dimana?" Tanya Selin.


"Kami belum tau." Sahut Frans.


"Kalian menginap dihotel milik keluarga Edward aja." Usul Selin.


"Nggak usah nanti merepotkan kamu dan Edward." Tolak Frans.


"Frans aku mohon jangan menolak, anggap aja ini sebagai hadiah dari aku karena kalian sudah mau datang kesini." Pinta Selin.


"Tapi aku nggak enak sama Edward." Ucap Frans.


"Aku sudah bilang kok sama Edward dan dia setuju." Ucap Selin.


"Ok, terimaksih." Ucap Marcel.


"Kalian taukan hotelnya." Tanya Selin.


"Ya, aku tau kok." Ucap Marcel.


"Ya udah, aku kembali kesana dulu, sampai ketemu lagi nanti dihotel." Ucap Selin lalu kembali berjalan naik kepelaminan.


"Kamu ini gimana sih Cel main setuju aja." Ucap Dona kesal.


"Kalau aku nggak setuju apa kamu mau seharian dengerin suara Selin?" Tanya Marcel.


"Betul kata Marcel, Selin nggak akan diam sebelum kita menuruti keinginannya." Ucap Frans.


"Tapi sayang kita kesini kan sekalian mau honeymoon, masa harus diganggu sama Selin." Ucap Dona kesal.


"Dia nggak mungkin mengganggu kita sayang, karena dia sendirikan juga mau honeymoon." Ucap Frans.


"Udah debatnya nanti aja, cepetan kita ke hotel aku udah capek ini." Ucap Marcel.


"Ya udah ayo." Ucap Frans.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2