Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 43...


__ADS_3

Deo, Evan dan Carlos kini tengah berada disebuah cafe. Deo sengaja mengajak mereka untuk merayakan ulangtahunnya. Biasanya hanya anggota Most Wanted yang selalu merayakan ulang tahun Deo. Tapi tahun ini berbeda, kini semua anggota Most Wanted membawa pasangan mereka masing-masing.


Evan dan Clarisa terkecuali ya, karena mereka hanya sahabat 😁😁


Evan dan Carlos sangat terkejut, karena Deo membawa Sasa, pacar barunya. Sasa adalah gadis yang pendiam, dia selalu menyendiri dan tidak pernah bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Sasa berasal dari keluarga yang sederhana.


Evan dan Carlos merasa sangat penasaran, bagaimana seorang Deo bisa tertarik dengan gadis seperti Sasa. Sasa, memang gadis yang cantik dan memiliki postur tubuh yang menarik, mungkin itu yang membuat Deo terpikat.


"Nggak usah terkejut, aku dan Sasa udah jadian satu bulan yang lalu." Ucap Deo mencoba menjelaskan kepada para sahabatnya.


Deo merangkul pundak Sasa. Sasa hanya tersenyum sambil tersipu malu.


"Nggak usah malu didepan mereka ya, sayang." Ucap Deo sambil menggenggam tangan Sasa. Sasa hanya menganggukan kepalanya.


Evan dan Carlos hanya menganggukan kepalanya menanggapi penjelasan Deo. Ya, walau itu masih sulit untuk mereka percayai.


"Kalian silahkan pesan apa saja yang kalian mau, semua aku yang bayarin." Ucap Deo sambil bergaya sok cool.


"Beres, ya kan, sayang." Ucap Nena sambil merangkul lengan Carlos.


"Kamu mau pesan apa sayang? asal jangan makanan sejenis seafood." Ucap Carlos sambil melihat buku menu.


"Makasih ya sayang, kamu perhatian banget sama aku, aku makin jatuh cinta deh sama kamu." Ucap Nena dengan gaya manjanya.


Cuup..


Carlos mengecup kilas bibir Nena. Kedua mata Nena membulat seketika, bukan hanya Nena, tapi semuanya terkejut melihat sikap Carlos.


"Sama-sama sayang, aku juga makin jatuh cinta sama kamu." Ucap Carlos sambil menggenggam tangan Nena.


Evan mengepalkan kedua tangannya, darahnya seakan mendidih. Clarisa menggenggam tangan Evan dan menggelengkan kepalanya. Evan menghela nafas dengan kasar.


"Gila kamu! kamu berani mencium Nena di depan umum kayak gini!" Seru Deo sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa nggak berani, Nena kan cewek aku, ya terserah aku dong, Nena aja nggak keberatan, ya kan, sayang?" Nena menganggukan kepalanya sambil menatap Evan.


Evan sengaja mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia mencoba menenangkan hatinya yang terus bergejolak menahan rasa sakit.


"Betul kata Carlos, kenapa harus malu, aku sama Evan juga pernah melakukan itu." Ucap Clarisa sambil tersenyum menatap Evan.


"Ya..aku ingat, direstoran waktu itu kan? aku aja sampai terperangah tidak percaya, kamu berani melakukan itu." Ucap Carlos sambil mengingat kejadian waktu direstoran, saat Clarisa meminta Evan untuk menemaninya menemui Tino.


"Sekarang aku juga berani mencium Clarisa didepan kalian semua. Kalian mau lihat?" Ucap Evan sambil menatap kearah Nena.

__ADS_1


"Buktikan sekarang, aku mau lihat." Tantang Deo.


Clarisa mengertakan gigi sambil menatap Evan.


"Van, apa yang kamu lakukan." Bisik Clarisa ditelinga Evan.


"Please, bantu aku sekali ini saja, aku ingin Nena semakin percaya kalau kita ada hubungan." Bisik Evan.


"Kalian lagi ngomongin apaan sih? pakai acara bisik-bisik segala!" Seru Carlos.


"Mereka pasti malu sayang, atau jangan-jangan mereka hanya berpura-pura didepan kita." Sindir Nena dengan senyuman sinisnya.


"Van, tunjukin sama mereka kalau kita juga bisa melakukan apa yang Carlos lakukan sama Nena." Ucap Clarisa.


Clarisa melingkarkan kedua lengannya di leher Evan, bahkan dia juga memejamkan kedua matanya. Evan binggung harus berbuat apa, semua mata menatap kearah mereka.


"Waduh, gimana ini, aku harus apa? mana Clarisa malah bersikap seperti ini. Tapi aku harus melakukannya, aku akan buktikan kepada Nena kalau aku baik-baik aja saat melihat dia dan Carlos bermesraan." Guman Evan dalam hati.


Evan menarik tengkuk Clarisa dan mendaratkan ciuman di bibir Clarisa, mengeksplor setiap sudut bibir Clarisa. Ciuman yang seakan menuntut dan tak mau berhenti.


Nena membulatkan kedua matanya melihat adengan didepan matanya, hatinya semakin hancur berkeping-keping. Tanpa dia sadari air mata menetes dari kedua sudut matanya. Nena buru-buru menghapus air matanya itu, dia tidak ingin Carlos maupun yang lain mengetahui kesedihannya.


Evan mengakhiri ciumannya, Evan maupun Clarisa mengatur nafas mereka yang tak beraturan. Evan menjatuhkan keningnya kebahu Clarisa.


Deo dan Carlos sampai tak mampu berkata-kata, mereka hanya terperangah sambil menggelengkan kepalanya. Nena memejamkan kedua matanya, dadanya terasa sesak, hatinya terasa teramat sakit melihat Evan dan Clarisa berciuman sangat panas didepannya.


"Daebak..sulit di percaya, kalian yang berciuman, tapi jantung aku yang berdebar-debar tidak karuan." Ucap Deo sambil mengusap-usap dadanya.


"M--maaf, aku permisi ke toilet sebentar." Ucap Clarisa lalu berdiri.


"Mau aku anterin?" Tawar Evan sambil menarik tangan Clarisa.


"Nggak usah, aku bisa sendiri." Tolak Clarisa.


Evan menatap kepergian Clarisa dengan rasa bersalah.


"Maafin aku, Sa. Aku nggak bisa mengendalikan diri aku. Aku tau, kamu pasti kecewa sama aku." Guman Evan dalam hati.


Clarisa masuk kedalam salah satu toilet lalu menguncinya. Dia mendudukan tubuhnya diatas closed, dia menyentuh bibirnya yang baru saja di nikmati oleh Evan. Air mata Clarisa yang dia tahan sedari tadi akhirnya mengalir deras.


"Van, kenapa kamu lakukan ini sama aku? susah payah aku menghilangkan perasaan ini, tapi sekarang sikap kamu membuat perasaan itu kembali tumbuh dalam hati ini," Clarisa menyandarkan tubuhnya kedinding.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? kak Tino, apa yang harus aku katakan kepadanya? maafin aku kak, maafin aku." Clarisa menghapus air matanya.

__ADS_1


Clarisa keluar dari dalam toilet lalu mencuci mukanya. Untung Clarisa selalu membawa bedak didalam tasnya. Clarisa memoleskan sedikit bedak ke wajahnya, agar tidak akan yang tau kalau dia habis menangis.


Clarisa terkejut saat melihat Nena masuk kedalam toilet.


"Semua udah pada nungguin kamu!" Seru Nena.


"Ini juga udah selesai kok, nggak usah pakai acara di jemput juga kali." Ucap Clarisa ketus.


Nena menarik tangan Clarisa.


"Apa-apaan sih kamu, lepasin nggak!" Teriak Clarisa.


"Aku cuma ingin tau satu hal, apa kamu dan Evan benar-benar pacaran?" Tanya Nena dengan nada keras.


"Apa kamu nggak bisa lihat? apa mata kamu buta, hah! jelas-jelas tadi kita ciuman lama banget didepan kalian semua, apa itu belum bisa menyakinkan kamu?" Clarisa menghempaskan tangan Nena.


"Aku kasih tau sama kamu ya, Evan itu cinta pertama aku, dan dia juga sangat mencintai aku, aku nggak akan tinggal diam jika ada yang mengusik hubungan aku sama Evan. Itu juga berlaku buat kamu, aku tau kamu menyukai Evan, tapi mulai sekarang buang jauh-jauh perasaan kamu itu. Seharusnya kamu itu bersyukur memiliki Carlos, dia itu pria yang sangat baik dan juga sangat mencintai kamu." Ucap Clarisa sambil menepuk bahu Nena.


Clarisa keluar dari toilet dan meninggalkan Nena yang masih diam mematung.


"Benar kata Clarisa, aku harus secepat mungkin melupakan Evan. Aku harus mulai membuka hati aku untuk Carlos, dia selama ini sudah begitu baik dan perhatian sama aku. Aku nggak boleh menyakiti pria sebaik Carlos."


Nena mencuci muka dan tangannya, setelah itu dia keluar dari toilet. Nena menatap kearah Carlos yang tengah tersenyum menatapnya.


"Aku akan mencoba untuk mencintaimu, kamu berhak mendapatkannya."


Nena berjalan menghampiri teman-temannya, dia duduk disamping Carlos.


"Kok lama banget, aku udah kangen tau." Ucap Carlos sambil mengecup tangan Nena.


"Maaf." Ucap Nena dengan senyuman diwajahnya.


"Jangan tersenyum seperti itu, nanti jantung aku bisa copot." Goda Carlos.


Nena mencubit perut Carlos sambil memicingkan kedua matanya. Carlos mengeryitkan dahinya menahan sakit diperutnya.


Deo hanya menggelengkan kepalanya melihat kemesraan Carlos dan Nena yang lagi kasmaran.


⭐⭐⭐⭐


Biasakan klik tombol jempol setelah selesai membaca ya, tanpa dukungan dari kalian semua, karya aku ini tak akan ada artinya.


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini, jangan lupa ramaikan juga season yang kedua ya judulnya " Haruskah Aku Mengalah"

__ADS_1


∞∞∞∞


__ADS_2