Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 42..


__ADS_3

Evan merebahkan tubuhnya diatas ranjang, dia tengah memikirkan apa yang harus dia lakukan jika Nena benar-benar menerima perasaan Carlos. Apa dirinya akan sanggup melihat mereka yang selalu bersama-sama.


Tiba-tiba ponsel Evan berbunyi, Evan bangun dan turun dari ranjang, dia mengambil ponselnya dari atas meja.


"Nena, mau apa dia menelfon aku?"


Evan akhirnya mengangkat telfon dari Nena.


"Apa?" Sahut Evan.


"Idih ketus amat jadi cowok." Ledek Nena.


"Aku mau tidur, cepetan kamu mau bicara apa?" Ucap Evan sambil duduk di sofa.


"Maaf, kalau aku udah menganggu waktu kamu, aku cuma mau memberitahu kamu kalau aku udah mengabulkan permintaan kamu, sekarang aku dan Carlos sudah jadian. Apa sekarang kamu sudah puas?"


Evan meraup wajahnya dengan kasar. Ini adalah jawaban yang dia tunggu selama ini, tapi kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar kabar yang membahagiakan ini.


"Kalau gitu selamat ya, Carlos itu pria yang sangat baik, kamu nggak akan pernah menyesal sudah menerimannya," tubuh Evan seakan terasa lemas, hatinya hancur, sakit...itu yang dia rasakan saat ini.


"Na, boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?" Tanya Evan ragu.


"Tentu aja, kamu mau menanyakan apa, aku akan menjawabnya dengan jujur dan senang hati."


"Emmm..saat kamu menerima perasaan Carlos, apa kamu juga mencintainya?"


"Kenapa kamu ingin tau tentang semua itu? bukannya itu tidak ada hubungannya dengan kamu?" Tanya Nena penasaran.


"Katakan kalau kamu mencintaiku, Van. Katakan jika kamu tidak suka melihat aku bersama dengan Carlos, katakan kalau kamu cemburu, katakan, Van, katakan!" Guman Nena dalam hati.


"Ya, aku cuma ingin tau aja, aku berharap kamu juga bisa mencintai Carlos. Dia itu tulus mencintai kamu, dia akan mem--"


Belum sempat Evan melanjutkan ucapannya, Nena sudah mengakhiri telfon itu. Evan menghela nafas dengan kasar.


"Aaaarrhhhhh." Teriak Evan keras.


"Brengsekk!"


Evan mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Dia seakan tengah menyesali keputusannya untuk merelakan Nena untuk Carlos. Dia merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga.


»»»»»


Deo, Evan dan Clarisa tengah berjalan menuju kantin.


"Van, Carlos kemana sih?" Tanya Deo penasaran.

__ADS_1


"Kok malah nanya aku, bukannya dari tadi aku sama kamu." Sahut Evan kesal.


Clarisa melihat Carlos tengah duduk berdua di kantin.


"Itu Carlos!" Seru Clarisa sambil menunjuk kearah Nena dan Carlos.


"Wah..dasar ni anak, dicariin dari tadi, taunya malah mojok berdua sama Nena!" Seru Deo kesal sambil berjalan menghampiri Carlos dan Nena.


Evan dan Clarisa mengikuti Deo dari belakang.


"Wah..wah, keterlaluan ya kamu Los, dicariin dari tadi taunya malah mojok disini."


Deo duduk didepan Carlos. Evan dan Clarisa duduk terpisah. Evan memilih untuk duduk di bangku yang lain, dia tidak ingin melihat kemesraan Carlos dan Nena.


"Apaan sih kamu, datang-datang marah-marah." Ucap Carlos kesal.


"Tentu dong aku marah, kamu ngapain disini sama Nena?" Tanya Deo penasaran.


"Aku dan Nena udah jadian, jadi sekarang Nena ini cewek aku." Sahut Carlos sambil menggenggam tangan Nena.


"What! Kamu nggak sedang bercanda, kan!" Seru Deo terkejut.


"Ya nggak lah, buat apa aku bercanda, ya kan sayang?" Tanya Carlos sambil merangkul bahu Nena.


Nena menganggukan kepalanya sambil menatap Evan yang kini juga tengah menatapnya.


"Maaf, Deo, cinta itu kan nggak bisa di paksakan, aku tertarik sama Carlos, makanya aku menerima cinta Carlos." Ucap Nena sambil menyandarkan kepalanya di bahu Carlos.


"Sayang, suapin aku dong, aku lapar ni." Ucap Nena dengan suara manjanya.


Carlos dengan senang hati menyuapi Nena, bahkan Carlos mengusap lembut puncak kepala Nena.


"Dasar! Tapi ya mau gimana lagi, selamat ya untuk kalian, aku juga ikut senang sih, akhirnya anggota Most Wanted udah nggak ada lagi yang jomblo. Kamu sama Nena, Evan sama Clarisa dan aku-- tentunya sama pacar aku dong." Ucap Deo dengan senyuman di wajahnya.


Evan memalingkan wajahnya menatap kearah lain, dia tidak sanggup melihat kemesraan Carlos dan Nena.


"Kamu nggak apa-apa kan, Van?" Tanya Clarisa sambil menggenggam tangan Evan.


Evan melirik kearah Nena yang masih menatapnya. Evan menarik tangan Clarisa lalu mengecup tangan Clarisa. Clarisa terkejut dengan sikap Evan.


"Aku nggak apa-apa kok, makasih kamu udah perhatian sama aku." Ucap Evan dengan menepiskan senyumannya.


Nena membulatkan kedua matanya melihat Evan mengecup tangan Clarisa.


"Sial, niatnya aku yang ingin membuat Evan cemburu, tapi kenapa sekarang jadi aku yang merasa cemburu gini sih! Evan, dasar kamu cowok brengsek! aku membencimu, Van, aku membencimu!" Guman Nena dalam hati.

__ADS_1


Clarisa menyandarkan kepalanya ke bahu Evan, dia memainkan jemarinya di pipi Evan.


"Aku akan bantu kamu untuk menunjukan ke Nena jika kamu udah melepaskannya." Bisik Clarisa.


"Makasih ya Sa, kamu memang sahabat terbaik aku." Ucap Evan sambil mengecup kening Clarisa.


Clarisa memukul dada Evan sambil masih bersandar di bahu Evan.


"Ya nggak usah pakai kecup kening aku segala, apa kamu lupa kalau aku udah bertunangan? kalau sampai Kak Tino tau, bisa salah paham nanti." Seru Clarisa pelan.


Evan tertawa sambil mencubit pipi Clarisa.


"Maaf, habisnya aku terbawa suasana, kalau sikap kamu manja kayak gini, kesannya kita memang sedang pacaran." Ucap Evan sambil menahan tawanya.


Clarisa terlihat sangat bahagia, akhirnya dia bisa mengembalikan kembali senyuman Evan yang sudah lama tidak dia lihat. Karena sikap Clarisa kepada Evan, membuat Evan seakan melupakan masalah yang kini tengah dia hadapi. Rasa sakit di hatinya seakan lenyap.


Nena menahan sakit dihatinya melihat kemesraan Evan dan Clarisa.


"Van, apa kamu benar-benar tidak pernah mencintai ku? aku kira dengan aku menerima cinta Carlos kamu akan merasa cemburu dan marah, tapi kenapa kamu hanya bersikap biasa-biasa aja?" Guman Nena dalam hati.


"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Carlos sambil menggenggam tangan Nena.


"Emm...nggak ada apa-apa kok, aku udah kenyang nie, kita balik ke kelas yuk." Ajak Nena dengan suara khas manjanya.


Carlos menganggukan kepalanya.


"Sorry, aku duluan ya." Ucap Carlos sambil menepuk bahu Deo.


Carlos dan Nena menyapa Clarisa dan Evan, setelah itu mereka berjalan menuju kelas.


"Sa, apa yang aku lakukan sudah benar, kan? apa aku salah jika aku ingin membuat saudara aku bahagia? walau itu dengan memaksa Nena untuk menerima cinta Carlos. Apa itu semua termasuk penipuan? apa Carlos akan kecewa jika dia nanti dia tau jika aku yang meminta Nena untuk menerima cintanya?" Evan menjambak rambutnya dengan kasar.


"Carlos nggak akan pernah tau, kalau kamu dan Nena tidak ada yang buka mulut. Hati kamu baik, Van, kamu rela melepaskan Nena demi kebahagiaan Carlos. Aku akan selalu mendukungmu." Ucap Clarisa sambil menggenggam tangan Evan.


"Makasih ya, Sa." Ucap Evan dengan menepiskan senyumannya.


Deo berjalan mendekati Clarisa dan Evan.


"Aku udah nggak ada kesempatan untuk mendapatkan Nena." Ucap Deo sedih.


"Yang sabar, lagian masih banyak cewek yang mengantri hanya untuk menjadi pacar kamu." Ucap Evan sambil menepuk bahu Deo.


⭐⭐⭐⭐


Biasakan tekan tombol like setelah membaca, karya ini tidak akan berarti tanpa dukungan dari kalian semua. Terimakasih atas dukungannya selama ini, hingga NoVel "Bos Yang Angkuh" bisa sampai sejauh ini.

__ADS_1


Jangan lupa ramaikan juga yang season 2 ya..terimakasih.


∞∞∞∞


__ADS_2