
Setahu Mery Jefri itu sangat mencintai Reni dan siap melakukan apa aja untuk Reni..sebelas dua belas sama Sandy yang rela melakukan apa aja untuk Mery.
" Dia itu udah nggak perhatian lagi sama gue dan anaknya,dia selalu sibuk bekerja..kalau gue minta temenin untuk sekedar refresing selalu aja ditolak,kalau pulang kerja adanya gomel melulu,pokoknya gue udah nggak srek aja sama sifatnya.." ucap Reni.
" Dia kerjakan juga buat lo dan anak kalian.." ucap Mery.
" Iya gue tahu,tapi sifatnya itu udah nggak kayak dulu lagi,gue merasa dia udah bosen sama gue karena gue udah nggak secantik dulu lagi.." ucap Reni.
" Siapa bilang lo udah nggak cantik,orang masih seksi gini.." goda Tetra.
" Itu menurut lo tapi nggak buat Jefri.." ucap Reni ketus.
" Matanya buta kali,orang secantik ini kok masih dibilang nggak cantik.." ucap Tetra.
" Lo belain gue karena lo sepupu gue..coba kalau bukan..! Lo pasti mikirnya juga kayak Jefri.." sindir Reni.
Mery dan Sakti tertawa melihat tingkah Tetra yang mulai gelapan dengan tudingan Reni..
" Kita jalan yuk..gue dan Mery lagi nggak mood ni.." ucap Reni.
" Memangnya mau kemana ? " tanya Tetra.
" Terserah yang penting kita senang senang.." ucap Reni.
" Nanti teman lo dicariin sama pacarnya..!! " sindir Sakti sambil menatap Mery.
" Nggak kok..cowok gue lagi sibuk.." ucap Mery.
" Nanti cowok lo marah lihat lo jalan sama kita.." ucap Sakti.
" Kita kan nggak ngapa ngapain kenapa juga harus marah.." ucap Mery.
" Woke..gimana kalau kita jalan jalan kepantai..asyik itu kayaknya.." ucap Tetra.
" Boleh juga ide lo.." ucap Sakti sambil menepuk bahu Tetra.
" Yuk kita jalan..nanti keburu sore.." ucap Reni.
Mereka pun keluar dari cafe..Saat didepan pintu cafe Mery berpapasan dengan Sandy.Mery melihat Sandy sedang jalan bersama wanita cantik..
" Kak Sandy.." ucap Mery terkejut.
" Lagi ngapain kamu disini ? " tanya Sandy.
" Kakak sendiri ngapain disini..? " ucap Mery sambil menatap tajam kearah wanita yang berdiri disamping Sandy.
" Aku masuk duluan ya San.." ucap wanita itu lalu berjalan masuk kecafe.
" Tadi aku kan bilang aku ada urusan dan urusan aku disini.." ucap Sandy.
" Wanita tadi siapa kak ? " tanya Mery penasaran.
" Temen aku.." ucap Sandy.
__ADS_1
" Itu siapanya Mery sih..tampangnya nggak bersahabat gitu.." ucap Sakti.
Reni menyengol tangan Sakti dan menyuruh Sakti untuk diem..
" Mer gue tunggu dimobil aja ya..nggak enak menganggu kalian.." ucap Reni.
" Kalau lo nggak jadi ikut juga nggak papa Mer.." ucap Tetra.
" Gue temenin Mery aja disini,perasaan gue nggak tenang deh.." ucap Sakti.
" Lo ngapain disini..!! Ayo pergi.." ucap Reni.
" Kenalin gue sakti.." ucap Sakti lalu mengulurkan tangannya.
" Dia siapa Mer ? " ucap Sandy dan tak menghiraukan uluran tangan Sakti.
" Wah gila..dia pikir tangan gue kotor kali ya ampe nggak mau menjabat tangan gue.." gerutu Sakti.
Sandy menatap tajam kearah Sakti.Keluar aura gelap dari tatapan mata Sandy.Reni merasa semakin tidak enak hati..
" Mer..kalau elo nggak jadi ikut nggak papa,kita akan pergi sendiri.." ucap Reni.
" Gue ikut kok Ren..tunggu gue dimobil aja,nggak akan lama kok.." ucap Mery.
" Ya udah..kita tunggu dimobil.." ucap Reni lalu berjalan menuju mobil.
" Ayo Sak.." ucap Tetra sambil menarik tangan Sakti.
" Gue mau temani Mery disini.." ucap Sakti sambil melepas tangan Tetra.
" Woke...tapi kalau ada apa apa panggil gue.." ucap Sakti sambil menatap tajam kearah Sandy.
Mereka berjalan menuju mobil.Mereka menunggu Mery didalam mobil.Mereka mengamati Mery yang tengah berbincang dengan Sandy.
" Beneran cuma teman..kok tadi nggak kak Sandy kenalin sama aku,apa kak Sandy malu punya pacar kayak aku.." ucap Mery ketus.
" Kamu ini kenapa sih,marah marah nggak jelas.Dia itu beneran cuma teman sekolah aku dulu..ni kita lagi mengadakan reunian disini.." ucap Sandy.
" Kok kak Sandy nggak bilang sama aku,kak Sandy juga nggak mengajak aku.." ucap Mery curiga.
" Aku nggak mengajak kamu karena aku pikir kamu nggak akan bisa beradaptasi sama teman teman aku karena mereka semua umurnya diatas kamu.." ucap Sandy.
Tiba tiba wanita tadi kembali keluar dan menghampiri Sandy dan Mery..
" Ayo San..udah pada ditungguin didalam.." ucap Wanita itu sambil merangkul lengan Sandy.
" Kamu duluan aja,aku nggak akan lama kok.." ucap Sandy sambil melepas tangan wanita itu.
" Dia siapa kamu sih San ? adik kamu ya ? " ucap Wanita itu sambil menatap Mery.
" Bukan.." ucap Sandy singkat.
" Kenapa kak..kakak ragu memberitahu kakak ini siapa aku.." ucap Mery yang mulai emosi.
__ADS_1
" Kamu ini siapanya Sandy ? " tanya Wanita itu.
" Kalau kakak sendiri siapanya kak Sandy ? " tanya Mery balik.
" Aku Siska..cinta pertama Sandy.." ucap Siska.
" Ooo..cinta pertama kak Sandy..kenalin aku Mery..." ucap Mery sambil mengulurkan tangannya.
" Kalau bukan adik Sandy terus apa hubungan kamu sama Sandy ? " tanya Siska penasaran.
" Kak Siska tanya aja langsung sama kak Sandy siapa aku.." ucap Mery sambil menatap Sandy.
" Sis kamu masuk duluan aja..bilangin sama yang lain aku nggak akan lama.." ucap Sandy.
" Kak Sandy masuk aja,kasian udah pada nungguin lagian teman teman aku sudah menunggu.." ucap Mery.
" Kamu ini kenapa sih marah marah tanpa sebab.." ucap Sandy sambil menarik tangan Mery.
" Oohh..gitu,jadi aku marah tanpa sebab ya..ok..kalau gitu met senang senang aku pergi dulu.." ucap Mery lalu pergi meninggalkan Sandy.
Mery berharap Sandy akan mengejarnya dan meminta penjelasan kenapa dia marah.Mery menengok kebelakang dan menatap Sandy.Sandy hanya diam ditempat dengan lengan yang digandeng oleh Siska..
" Semoga kamu bahagia kak.." teriak Mery lalu masuk kedalam mobil.
" Mer...kamu salah paham.." teriak Sandy.
Reni melajukan mobilnya meninggalkan cafe.Didalam mobil air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya mengalir juga..
" Sebenarnya dia siapa sih Mer ? kok lo jadi sedih gini.." ucap Sakti penasaran.
" Lo itu ya..sok jadi pahlawan kesiangan,tadi itu Sandy pacarnya Mery.." ucap Reni.
" Apa..!! Yang benar..kok udah tua gitu..!! " ucap Sakti terkejut.
" Betul itu !!.gue nggak salah denger kan..!! dia itu lebih pantes jadi abang nya Mery..kalau perlu jadi om nya Mery.." ucap Tetra yang nggak kalah terkejutnya seperti Sakti.
" Udah nggak usah bahas itu lagi,hari ini gue mau senang senang,emangnya dia doang yang bisa senang senang sama mantannya.." ucap Mery kesal lalu menghapus air matanya.
Sesampainya dipantai mereka bersenang senang.Mery ingin melupakan apa yang baru saja dilihatnya.Dia tidak mau menginggat wanita itu.Mery duduk ditepi pantai sambil menikmati ombak yang berderu deru..
" Boleh gue duduk disini..? " ucap Sakti.
" Duduk aja.." ucap Mery datar.
Sakti duduk disamping Mery.Sakti melihat Mery,wajah Mery terlihat kusut dengan kedua mata merah.
" Lo nggak papa kan Mer ? " ucap Sakti cemas.
" Hemm..nggak papa kok.." ucap Mery tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Sory gue nggak tau kalau tadi itu cowok lo,gue kira abang lo.." ucap Sakti.
" Nggak papa kok,siapapun saat melihat kak Sandy pasti berfikiran dia itu abang gue.Lagian kak Sandy mungkin juga bilang sama teman temannya kalau gue ini adiknya.." ucap Mery sambil melempar batu kepantai.
__ADS_1
" Kok lo bisa kenal Sandy Sandy itu.." ucap Sakti.
🌟🌟🌟🌟