
Mery duduk termenung diteras belakang rumah memandangi langit malam yang indah,keindahan malam tidak seindah dengan keadaan hatinya saat ini,Mery begitu merindukan sosok yang sangat dicintainya,Rasa cinta Mery begitu dalam terhadap Sandy walau sesakit apapun hatinya saat ini tidak dapat mengurangi rasa cintanya terhadap Sandy.
" Lagi ngapain kamu sendirian disini..? " ucap Sandy yang tiba tiba muncul disamping Mery.
" Kak...Sandyyyyyy...." teriak Mery terkejut.
" Lagi ngelamunin apa hingga tak sadar akan kedatanganku.." ucap Sandy sambil duduk disamping Mery.
" Kapan kak Sandy datang kemari? bukannya kak Sandy lagi ada di Bandung..!! " ucap Mery nggak percaya sosok yang sangat ia rindukan kini berada didepan matanya.
Ingin sekali Mery memeluk Sandy melepas semua rasa rindu yang selama ini ia simpan tapi ia gengsi untuk menunjukannya.
" Ngapain kak Sandy disini..!! " ucap Mery ketus.
" Ini kan rumah kakak aku jadi ya terserah aku dong mau kemari kapan aja.." ucap Sandy sambil menopang dagunya dan menatap wajah Mery.
Dalam hati Sandy.." aku kemari karena aku sangat merindukanmu Mer..sebulan lebih kamu menjauh dari aku,selalu menghindar dari aku,aku tau aku udah menyakiti perasaan kamu dan aku menyesal Mer..kalau aku bisa memutar waktu aku nggak akan pernah mengucapkan pertanyaan itu kepada kamu karena aku nggak mau kehilangan kamu.."
" Maaf kak..aku mau masuk dulu..aku udah ngantuk.." ucap Mery sambil berdiri lalu melangkah pergi.
" Tunggu Mer.." ucap Sandy sambil menarik tangan Mery.
Sandy menarik tangan Mery hingga Mery terjatuh dalam pangkuan Sandy.Mery menatap tajam kedua mata Sandy yang sangat ingin dilihatnya..Jantung Mery berdetak kencang..mukanya memerah..
" Emmm..kak..lepasin.." ucap Mery sambil mencoba berdiri tapi Sandy langsung memeluk Mery dengan sangat erat.
" Jangan seperti ini..aku tau aku salah,nggak seharusnya aku mempertanyakan semua itu sama kamu,seharusnya aku tidak meragukan kamu,aku menyesal sayang..aku mohon maafin aku..aku sangat merindukanmu,rasanya aku ingin mati karena terlalu merindukanmu.." ucap Sandy.
" Kak ...lepasin..aku..aku..nggak bisa nafas.." ucap Mery gugup.
" Maaf..aku terlalu erat ya memelukmu.." ucap Sandy lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Mery berdiri dari pangkuan Sandy dan duduk kembali disamping Sandy.Saat ini jantung Mery seakan mau loncat keluar..
" Sayang..kamu bisa hukum aku apa aja..kamu mau pukul atau tampar aku silahkan aku akan menerimanya tapi jangan tinggalkan aku..aku sangat mencintaimu.." ucap Sandy sambil menggenggam erat tangan Mery.
" Kak Sandy nggak tulus mencintaiku.." ucap Mery sambil menundukan kepalanya.
Mery nggak sanggup menatap wajah Sandy karena saat ini Mery sedang menahan airmata yang telah memenuhi kedua matanya.Ingin sekali Mery meluapkan semua emosinya..
" Nggak sayang..aku tulus mencintaimu,aku sangat mencintaimu.." ucap Sandy.
" Kalau kak Sandy memang tulus mencintaiku maka kak Sandy nggak akan pernah meragukan kesucian aku.." ucap Mery.
" Aku tau sayang..itu adalah kesalahan terbesar aku..aku minta maaf..aku bener bener menyesal.." ucap Sandy sambil menggenggam erat tangan Mery.
" Apa kak Sandy lupa dengan kata kata aku dulu..kak Sandy adalah cinta pertama aku,dari dulu sampai sekarang hanya kak Sandy yang aku cintai tapi kenapa kak Sandy bisa menuduh aku kalau aku pernah melakukan hal kayak gitu dengan laki laki lain..apa kak Sandy pikir aku akan menyerahkan tubuh aku kepada sembarang orang..sakit kak..sakit banget hati aku saat kakak mempertanyankan itu.." ucap Mery..
Airmata yang sedari tadi ditahannya kini mengalir deras membasahi kedua pipinya..emosi yang selama ini ia pendam meluap sudah.
" Mudah saja untuk memaafkan kak Sandy tapi rasa sakit ini bagaimana cara menghilangkannya..aku sangat mencintaimu kak..tapi rasa sakit ini masih ada dihati aku.." ucap Mery disela tangisannya.
" Kamu mau meluapkan kekesalan kamu..ayo pukul aku sayang..tampar aku..puaskan kemarahan kamu.." ucap Sandy sambil menarik kedua tangan Mery dan menamparkan tangan Mery kepipinya.
" Apa yang kak Sandy lakukan..lepas.." teriak Mery sambil menarik tangannya.
" Aku nggak tau sayang harus berbuat apa lagi..jika itu bisa membuatmu kembali lagi sama aku maka aku rela,kalau kamu ingin meninggalkan aku maka bunuh aku sekarang agar aku tidak menderita lagi.." ucap Sandy sambil menundukan kepalanya dipangkuan Mery.
Mery bisa mendengar kalau saat ini Sandy sedang menangis dipangkuannya,ingin sekali Mery membelai rambut laki laki yang kini tengah menyesali perbuatannya.
" Kak..jangan seperti ini.." ucap Mery.
" Maafin aku sayang..aku mohon maafin aku.." ucap Sandy sambil terus menengelamkan kepalanya dipangkuan Mery.
__ADS_1
" Bangun kak..aku mohon.." ucap Mery sambil mencoba mengangkat bahu Sandy.
" Maafin aku..kalau nggak aku akan terus seperti ini sampai kamu mau memaafkan aku.." ucap Sandy.
Ini pertama kalinya bagi Mery melihat sosok yang sangat dicintainya menangis,sosok yang begitu kuat dan nggak punya hati bisa menangis hanya untuk dirinya..
" Bangun kak..aku udah maafin kak Sandy,jangan seperti ini..apa kak Sandy nggak malu menangis didepan aku.." goda Mery.
Sandypun bangun dari pangkuan Mery,Sandy menatap Mery dengan senyuman manis diwajahnya,Sandy langsung memeluk tubuh Mery..
" Makasih sayang...walaupun aku harus menangis didepan kamu aku nggak akan merasa malu karena kamu adalah orang yang sangat berharga buat aku,kamu harus tau sisi lemah aku..bukan hanya sisi kuat aku aja.." ucap Sandy.
" Kak Sandy jelek kalau sedang menangis..nggak cool lagi..masak cowok kok cengeng.." sindir Mery.
" Jangan mengejekku ya..walau aku menangis bukan berarti aku cengeng tapi karena aku sangat mencintaimu dan aku menangis hanya untukmu..." ucap Sandy lalu mengecup kening Mery.
" Kak Sandy jangan pernah meragukan cintaku aku lagi,asal kak Sandy tau..aku ini masih suci..cuma kak Sandy yang pernah menyentuhku..bahkan ciuman pertamaku juga kak Sandy yang mengambilnya dengan paksa.." ucap Mery.
" Apa..!! kapan aku mencium mu dengan paksa..!! " ucap Sandy mengelak.
" Apa kak Sandy lupa dimalam itu saat kak Sandy mengantar aku pulang dan aku menyatakan perasaan aku..kak Sandy menciumku dengan paksa.." ucap Mery sambil menatap wajah Sandy.
" Apa seperti ini aku memaksa untuk mencium mu.." ucap Sandy.
Sandy langsung menarik pinggang Mery dan mendaratkan ciuman kebibir mungil Mery,entah mengapa Mery sontak langsung memejamkan matanya dan membalas ciuman Sandy,Mery merangkul tengkuk Sandy untuk memperdalam ciumannya..ciuman yang semula lembut beralih menjadi lumatan lumatan panas dan ajang saling hisap menghisap satu sama lain,lidah mereka saling beradu..
Rasa rindu yang selama ini mereka pendam,sudah mereka salurkan lewat ciuman panas mereka..
" Ehemmm..ehemmm..."
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1