Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Cinta tak bisa dipaksakan


__ADS_3

Dona, Frans dan Marcel sedang makan siang disebuah restoran.


"Kalian mau pulang kapan? " tanya Marcel.


"Kita mau honeymoon dulu, kalau kamu mau pulang sekarang juga nggak apa-apa." jawab Frans sambil memasukan makanan kemulutnya.


"Aku malas pulang sendiri." ucap Marcel.


"Tapi apa kamu nggak bosan disini sendirian? nggak ada yang bisa diajak jalan." tanya Frans.


"Kan masih ada kalian." ucap Marcel.


"Siapa juga yang mau jalan sama kamu, aku kan mau menghabiskan waktu aku sama istri aku." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.


"Sayang, jangan gitu dong, kasian kan Marcel." ucap Dona.


"Tapi benerkan sayang, kita kan lagi honeymoon, masa kita juga harus menemani Marcel." ucap Frans sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya kita temani dia waktu makan gini aja, kan lebih enak makan bareng-bareng gini." ucap Dona.


"Terserah kamu, asal Marcel nggak menganggu honeymoon kita." ucap Frans kesal.


"Tenang aja Frans, aku nggak akan menganggu waktu kalian kok." ucap Marcel.


"Rencananya kalian hari ini mau kemana?" tanya Marcel.


"Aku mau dikamar aja, aku mau bikin anak sama Dona." ucap Frans.


"Sayang, apaan sih! masa hal kayak gitu kamu omongin sama Marcel." ucap Dona kesal.


"Ya nggak apa-apa kan sayang, dengan begitu Marcel nggak akan menganggu kita." ucap Frans.


"Tapi aku nggak mau dikamar aja, aku mau jalan-jalan ke tempat-tempat yang bagus, kepantai mungkin." ucap Dona.


"Siap sayang, aku akan menemani istriku tersayang." ucap Frans.


"Sayang, ada Selin." ucap Dona sambil melihat kearah Selin.


Selin dan Edward sedang berjalan kearah mereka.


"Hai semua." sapa Selin.


"Hai Sel, ngapain kamu kesini? " tanya Marcel.


"Aku mau makan siang disini, ini kan restaurant Edward." jawab Selin sambil mengandeng lengan suaminya.


"Ooo, maaf aku nggak tau kalau ini restaurant suamimu." ucap Marcel.


"Kalian nggak usah sungkan, nikmati aja makanannya, aku yang traktir." ucap Edward.

__ADS_1


"Eeee...nggak usah,,kita nggak mau merepotkan kamu." ucap Dona.


"Nggak merepotkan kok, aku malah senang bisa mentraktir teman-teman istri aku." ucap Edward.


"Kalau gitu terimakasih." ucap Marcel.


"Kamu kok diam aja Frans? " tanya Selin.


"Ah..nggak apa-apa." jawab Frans sambil melirik Dona.


"Ya udah, selamat menikmati makan siang kalian, aku pergi dulu." ucap Selin.


Selin dan Edward duduk tak jauh dari meja Frans.


"Cel, kita pergi dulu ya." ucap Dona sambil berdiri.


"Kita mau kemana sayang? " tanya Frans.


"Kita jalan-jalan aja." ucap Dona sambil berjalan keluar.


"Tunggu aku sayang." teriak Frans sambil mengejar Dona.


"Sayang tunggu." ucap Frans sambil menarik tangan Dona.


"Kamu marah sama aku, kali ini apa lagi kesalahan aku?" tanya Frans binggung.


"Kamu nggak salah, aku cuma lagi sebel aja, kenapa sih kita harus selalu ketemu sama Selin?" ucap Dona kesal.


"Selin itu ya, udah punya suami kaya masih juga menganggu kamu." ucap Dona kesal.


"Udah jangan marah-marah terus, kitakan mau jalan-jalan." ucap Frans.


" Kita jalan aja ya sambil menikmati keindahan kota." ucap Dona.


"Ya udah kita jalan, nanti kalau kamu sudah capek bilang ya." ucap Frans.


"Kalau aku capek kan ada kamu." Goda Dona.


"Siap bos." ucap Frans.


Dona dan Frans berjalan kaki sambil menikmati keindahan kota.


"Frans dan Dona pergi, aku mau ngapain nie." ucap Marcel.


Selin menghampiri meja Marcel...


"Boleh aku duduk sini? " tanya Selin.


"Duduk aja." ucap Marcel.

__ADS_1


"Kok kamu nggak ikut Frans dan Dona?" tanya Selin sambil duduk didepan Marcel.


"Aku nggak mau menganggu mereka, nggak kayak kamu." ucap Marcel.


"Memangnya aku ngapain? " tanya Selin.


"Nggak usah aku omongin kamu pasti juga tau jawabannya." ucap Marcel.


"Tapikan aku nggak punya niat apa-apa, aku cuma mau mengajak mereka makan malam, itupun juga nggak sendiri aku sama Edward juga." ucap Selin.


"Tapi waktunya nggak tepat, kamu tau kan Frans dan Dona itu belum lama menikah, jadi mereka butuh waktu berdua, apa kamu dan Edward nggak butuh waktu untuk menghabiskan waktu berdua aja? " tanya Marcel.


"Aku nggak butuh hal kayak gitu." ucap Selin.


"Kenapa? apa karena kamu nggak tulus mencintai Edward? " tanya Marcel.


"Aku memang nggak bisa mencintai Edward, kamu tau kan aku hanya cinta sama Frans." ucap Selin.


"Tapi sekarang Frans sudah menikah, dia bahagia dengan Dona." ucap Marcel.


"Aku tau, aku nggak akan merebut Frans, aku cuma ingin dekat dengannya." ucap Selin.


"Sel, aku udah ceritain semuanya ke Frans." ucap Marcel.


"Soal apa? " tanya Selin.


"Soal hubungan kita, soal malam itu diapartemen." jawab Marcel.


"Apa! Gila kamu ya!" teriak Selin terkejut.


"Frans harus tau semuanya." ucap Marcel.


"Terus gimana reaksi Frans? " tanya Selin.


"Dia nggak perduli, itu urusan kamu katanya." ucap Marcel.


"Apa Edward tau soal itu?" tanya Marcel.


"Ya, tapi dia nggak tau kalau itu kamu." ucap Selin.


"Seharusnya kamu bersyukur mendapatkan suami kayak Edward yang mau menerima kamu apa adanya, bukannya malah mengharapkan orang yang nggak bisa jadi milikmu." ucap Marcel.


"Tapi cinta itu nggak bisa dipaksain." ucap Selin.


"Kalau kamu tau itu, kenapa kamu paksain cinta kamu ke Frans? padahal kamu tau Frans nggak pernah sekalipun mencintai kamu." ucap Marcel.


"Udah lah Cel, aku kesini nggak untuk mendengar ceramah kamu." ucap Selin sambil berdiri dan meninggalkan Marcel.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini Sel? aku kasian sama Edward, jelas-jelas sifat Selin kayak gitu, bisa-bisanya Edward cinta mati sama Selin." ucap Marcel sambil menatap kepergian Selin.

__ADS_1


"Ah mendingan aku jalan jalan..buat apa aku ngurusin urusan orang lain." ucap Marcel sambil berjalan keluar restaurant.


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2