
Sudah satu bulan sejak Mery dan Sandy berpisah,sejak saat itu juga Siska sering datang kekantor Sandy.Mesti Sandy sudah sering melarangnya tapi Siska tetap datang kekantor Sandy.
Mery merasa terganggu dengan kedatangan Siska setiap hari dengan membawakan Sandy bekal makan siang..
Kring..kring..
" Hallo.." jawab Mery.
" Ada tamu buat pak Sandy.." ucap Cacha.
" Siapa ? " tanya Mery.
" Biasa ibu Siska.." ucap Cacha pelan.
" Suruh tunggu dulu,aku akan memberitahu pak Sandy dulu.." ucap Mery.
Mery mematikan telfonnya dan menghubungi Sandy.
Kring..kring..
" Hemmm.." jawab Sandy.
" Ada tamu buat bapak.." ucap Mery.
" Siapa ? " tanya Sandy.
" Ibu Siska.." ucap Mery.
" Suruh dia masuk.." ucap Sandy.
" Baik pak.." ucap Mery kesal.
Dalam hati Mery.." Ternyata kamu udah melupakan semuanya ya kak,dengan mudah kamu membuka hati kamu untuk orang lain.."
Mery mengambil nafas panjang dan membuangnya dengan kasar..
" Aku harus kuat,aku nggak boleh lemah.." ucap Mery menyemati diri sendiri.
Mery menghubungi Cacha dan menyuruh Siska untuk masuk.Siska tersenyum sinis saat melewati ruangan Mery.
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )
" Masuk.." ucap Sandy.
Ceklek ( suara pintu terbuka )
Siska masuk keruangan Sandy dan berjalan menuju meja kerja Sandy.
__ADS_1
" Buat apa kamu kemari lagi,aku kan udah melarang kamu untuk datang kesini.Apa kamu tidak paham dengan kata kata aku..? " ucap Sandy sambil menatap Siska.
Siska tidak mengubris omongan Sandy.Siska membuka tempat bekal makan siang untuk Sandy dan menaruhnya didepan Sandy.
" Aku bawakan makanan kesukaan kamu.." ucap Siska sambil menyentuh bahu Sandy.
" Aku nggak lapar mendingan kamu bawa pulang balik dan jangan pernah kamu datang kesini lagi.." ucap Sandy lalu menyingkirkan tempat makan yang ada didepannya.
" San..tolong hargai usaha aku dong,aku capek capek masakin buat kamu,kenapa kamu nggak mau memakannya.." ucap Siska.
" Aku nggak menyuruhmu untuk memasakan makanan ini buat aku jadi mending kamu sekarang keluar dari ruangan aku.." ucap Sandy lalu kembali memeriksa berkas berkas diatas mejanya.
" Aku nggak akan pulang sampai kamu mau memakannya.." ancam Siska.
" Terserah..aku nggak perduli,mau kamu disini sampai besok aku juga nggak perduli.." ucap Sandy lalu berdiri dan berjalan menuju pintu.
Ceklek ( suara pintu terbuka dan tertutup )
Sandy melihat ruangan Mery yang kosong.Sandy berjalan menuju kantin.Sandy melihat Mery yang sedang makan siang bersama Davin dan Cacha.
Sandy duduk dimeja yang tak jauh dari meja Mery.Siska yang mengikuti Sandy ikut duduk disamping Sandy sambil membawa bekal makan siangnya.
" Sedang apa kamu disini ? " ucap Sandy terkejut.
" Aku mau lihat kamu makan bekal yang aku bawa.." ucap Siska lalu meletakan tempat makan didepan Sandy.
" Mer..bukannya itu pak Sandy,kenapa dia makan bersama wanita lain ? dan siapa wanita itu ? " tanya Davin penasaran.
" Bukannya itu ibu Siska yang tiap hari datang membawakan pak Sandy bekal makan siang ? " ucap Cacha.
" Kok kamu diam aja Mer melihat pak Sandy sedang duduk berdua dengan wanita lain ? " tanya Davin binggung.
" Itu bukan urusan aku,aku juga nggak bisa melarang pak Sandy untuk makan bareng siapa aja..aku udah kenyang,aku balik keruangan aku dulu.." ucap Mery lalu berdiri.
Mery berjalan melewati meja Sandy dan Siska.Siska menarik tangan Mery agar ikut gabung bersama mereka.
" Hai Mer..kamu bersama kita yuk.." ucap Siska.
" Maaf bu..saya masih ada banyak kerjaan,lain kali aja.." ucap Mery menolak.
" Kalau nggak mau nggak usah dipaksa Sis..nanti malah menganggu makan siang kita lagi.." ucap Sandy sambil mengunyah makanan.
" Tapi San..diakan sekretaris kamu,jadi nggak papa kan gabung sama kita.." ucap Siska.
Siska sengaja berpura pura didepan Mery hanya untuk memanas manasi Mery.
" Betul apa kata pak Sandy saya takutnya malah menganggu makan siang romantis kalian,dan saya juga nggak mau menjadi orang yang tak dianggap disini..saya permisi dulu silahkan lanjutkan makan siang romantis kalian.." ucap Mery dengan mata yang mulai berkaca kaca.
__ADS_1
Davin yang melihat Mery sedang dalam kesulitan menghampiri Mery.
" Mer..ayo kita balik kerja lagi,cepat selesaikan pekerjaan kamu,katanya tadi kamu mau nonton sama aku.." ucap Davin sambil tersenyum.
Dalam hati Mery.." Ada apa dengan Davin ? kapan aku bilang mau menonton bersamanya..apa dia berniat membantuku untuk keluar dari kecanggungan ini.."
" Ayo..aku udah nggak sabar ingin nonton sama kamu.." ucap Mery.
" Maaf pak..kami permisi dulu.." ucap Davin sambil menarik tangan Mery lalu berjalan keluar dari kantin.
Setelah kepergian Mery dan Davin,Sandy membanting sendoknya kelantai.Sandy tidak terima Mery dekat sama Davin.Sandy berdiri dan pergi meninggalkan Siska sendiri.
" Aku nggak akan pernah menyerah San..kamu harus menjadi milikku.." ucap Siska.
Didalam ruangan Sandy meluapkan emosinya dengan mengacak acak meja kerjanya.
" Ais siaaall..niatnya bikin Mery cemburu tapi kenapa malah aku yang sakit hati.." ucap Sandy kesal.
✨
✨
✨
✨
Sepulang kerja Sandy melihat Mery sedang mengobrol dengan Davin diluar.Sandy tidak suka melihat Mery berduaan dengan Davin.Sandy berjalan mendekati Mery dan Davin.Davin melihat Sandy yang sedang berjalan kearahnya.Davin menggenggam tangan Mery yang sontak membuat Mery terkejut.
Davin menaikan alisnya dan memberi isyarat kepada Mery kalau Sandy sedang berjalan kearahnya.
" Kenapa kalian masih disini ? bukanya jam kerja udah berakhir dari tadi ? " ucap Sandy yang kini telah berdiri disamping Mery.
Sandy melihat Davin yang sedang menggenggam tangan Mery.Mery melepaskan genggaman tangan Davin..
" Kita baru aja mau pergi,kita tadi baru mendiskusikan film apa yang mau kita tonton..iya kan Vin.." ucap Mery.
" Betul itu pak..maaf pak kami pulang duluan.." ucap Davin sambil naik keatas motornya.
" Ayo Mer..nanti keburu kemaleman lagi.." ucap Davin.
" Saya pergi dulu ya pak..permisi.." ucap Mery lalu naik keatas motor.
Davin melajukan motornya dan meninggalkan Sandy yang kini sedang terbakar api cemburu..
" Ahhhhhhrrrrggg..brengs*k..!!! " teriak Sandy emosi.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1