
Frans terkejut mendengar suara wanita yang kini telah menjawab telfonya.Frans melihat layar ponselnya..
" Benar ini nomor Sandy tapi kenapa yang menjawab suara cewek ya.." ucap Frans dalam hati.
" Maaf..Sandy nya sedang ditoilet kalau ada urusan yang sangat penting mendingan telfon lagi nanti.." ucap Siska.
" Maaf saya sedang bicara dengan siapa ya ? " tanya Frans penasaran.
" Emmm..saya Siska pacarnya Sandy.." ucap Siska.
" Ooo...jadi kamu cewek yang sudah merebut Sandy dari adik aku.." ucap Frans yang mulai emosi setelah mengetahui siapa yang sedang berbicara dengannya.
" Maaf ya..saya tidak merebut Sandy dari siapapun karena Sandy bukan milik siapa siapa..kalau nggak ada urusan yang penting saya matikan telfonnya.." ucap Siska.
" Apa kamu nggak tau kalau Sandy itu sedang berhubungan dengan Mery ? " tanya Frans emosi.
" Saya tau tapi mereka sekarang sudah putus,sekarang Sandy bukan milik siapa siapa lagi.." ucap Siska.
" Apa hoby kamu menghancurkan hubungan orang lain ? " tanya Frans.
" Maaf ya..bukan salah saya Sandy putus dengan Mery,Sandy sendiri yang meminta saya untuk menjadi pacarnya.." ucap Siska.
Siska ingin menjadikan Sandy miliknya.Siska ingin membuat Mery menjauh dari Sandy.Siska merasa kalau orang yang sedang berbicara dengannya itu sangat dekat dengan Mery.
" Tolong bilangin sama Mery untuk tidak menganggu Sandy lagi karena sekarang Sandy sudah menjadi milik saya.." ucap Siska.
" Tolong bilangin sama Sandy untuk datang kerumah saya,bilang saja kakaknya ingin bicaranya dengannya.." ucap Frans lalu mematikan telfon.
" Ais..sialan,jadi Sandy benar benar sudah mencampakan Mery.." ucap Frans emosi.
✨
✨
✨
✨
Sandy keluar dari toilet dan berjalan menuju meja kerjanya.
" Tadi aku dengar ponsel aku berbunyi,siapa yang menelfon ? " tanya Sandy lalu mengambil ponselnya dari atas meja.
" Frans..dia tadi bilang katanya dia menyuruh kamu untuk datang kerumahnya.." ucap Siska.
__ADS_1
" Kenapa kamu mengangkat telfon aku tanpa seizin aku,hah.." ucap Sandy marah.
" Memangnya dia siapa kamu sih hingga kamu semarah ini sama aku.." ucap Siska penasaran.
" Dia kakak aku,kakak ipar Mery.Tadi kamu bicara apa saja sama kakak aku ? " tanya Sandy.
" Dia tanya siapa aku ya aku jawab aja kalau aku ini pacar kamu.." ucap Siska sambil memanyunkan bibirnya.
" Gila kamu ya..kita ini nggak pacaran ya ingat itu.Siaaaallll...pasti Frans salah paham dan marah besar sama aku.." teriak Sandy sambil mengacak acak rambutnya karena frustasi.
" San..aku itu tulus mencintai kamu,aku ingin kita balik seperti dulu lagi.." ucap Siska lalu berdiri dan merangkul lengan Sandy.
" Lepasin Sis..kamu sudah mengacaukan semuanya.." ucap Sandy sambil melepaskan tangan Siska.
" Aku akan bantu kamu untuk melupakan Mery,aku janji aku nggak akan mengkhianati kamu lagi,ayo kita mulai dari awal.." ucap Siska.
" Aku nggak bisa Sis..aku sudah nggak mencintai kamu lagi,kamu hanya masalalu aku yang pahit.Dulu aku memang sangat mencintai kamu tapi setelah kamu mencampakan aku dan lebih memilih Aldo semenjak itu aku sudah membuang jauh jauh rasa cinta aku.." ucap Sandy.
" San..aku benar benar menyesal San.." ucap Siska sambil menggenggam tangan Sandy.
" Udah nggak ada gunanya kamu menyesal.Setelah kamu bercerai dari Aldo kamu mencari aku dan ingin kembali lagi sama aku..!! jangan bermimpi..!! aku nggak mau menerima bekas Aldo.." ucap Sandy ketus.
Siska nggak menyangka Sandy tega mengucapkan kata kata yang begitu menyakitkan.Tapi Siska mencoba menahan hinaan Sandy untuk bisa merebut hati Sandy kembali.
" Karena kamu sudah mengacaukan semuanya kamu harus membantuku untuk bersandiwara didepan keluarga aku.." ucap Sandy.
" Maksud kamu apa San ? Sandiwara soal apa ?.." tanya Siska terkejut.
" Kamu harus berpura pura menjadi pacar aku agar keluarga aku percaya kalau aku dan Mery sudah berpisah.." ucap Sandy.
" Dengan senang hati aku akan melakukannya,jadi pacar kamu sungguhan pun aku mau.." ucap Siska senang.
" Ini hanya pura pura,aku juga ingin melihat seberapa besar Mery mencintai aku..besok kamu ikut aku ke Jakarta untuk menemui kakak aku.." ucap Sandy.
" Baik sayang.." ucap Siska lalu memeluk Sandy.
" Sis..kamu jangan melebihi batas ya.." teriak Sandy sambil melepas pelukan Siska.
" Bukannya sepasang kekasih itu harus romantis ya.Kalau kita nggak romantis gimana kakak kamu akan percaya kalau kita ini pacaran.." ucap Siska.
" Tapi sandiwaranya didepan kakak aku aja bukan sekarang.." ucap Sandy.
" Ok...kalau gitu aku balik dulu untuk siap siap.." ucap Siska lalu berjalan keluar dari ruangan Sandy.
__ADS_1
" Ais...siallll,kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini sih,Frans pasti marah besar sama aku.." ucap Sandy kesal.
Ke esokan harinya...
Sandy dan Siska sudah berangkat menuju Jakarta.Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan mereka sampai dirumah Frans..
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk ).
" Ya...sebentar.." teriak Mery sambil berjalan menuju pintu.
Ceklek..( suara pintu terbuka )
Mery terkejut melihat sosok yang ada didepan kedua matanya.Sandy yang berdiri didepan pintu dengan Siska yang kini sedang merangkul lengan Sandy.
" Kak Frans ada Mer.." ucap Sandy.
" Kak Frans belum pulang.." ucap Mery lalu berjalan meninggalkan Sandy dan Siska masuk kedalam..
" Ada tamu kok nggak dipersilahkan masuk malah ditinggal pergi,nggak sopan banget sih.." sindir Siska.
Mery tidak menghiraukan ucapan Siska dan terus menaiki tangga dan masuk kedalam kamar.Mery menyenderkan tubuhnya dipintu.Air matanya mengalir deras,dia nggak menyangka akan melihat pemandangan yang sangat menyakiti hatinya.Mery nggak menyangka Sandy akan datang kesini dengan Siska pacar barunya.
Sandy dan Siska masuk kedalam rumah dan melihat Evan sedang menonton Tv sendirian.
" Hallo jagoan..kok sendirian,mama kamu kemana ? " tanya Sandy sambil duduk disamping Evan.
" Om Sandy.." teriak Evan lalu memeluk Sandy.
" Om kangen banget sama kamu.." ucap Sandy sambil mengecup kening Evan.
" Evan juga kangen sama om.kok om nggak pernah main kesini ? " tanya Evan.
" Maafin om sayang..om sibuk banget.." ucap Sandy.
" Oya om..tante Mery juga disini lo om.." ucap Evan.
" Iya om tau..tadi om udah ketemu sama tante Mery.." ucap Sandy.
" Om tau nggak..kemaren tante Mery menangis om saat Evan bilang kalau tante Mery dan om Sandy akan menikah.." ucap Evan.
" Sayang..om Sandy nggak akan menikah sama tante Mery tapi om Sandy akan menikah sama tante..." ucap Siska.
" Sis..kamu bisa diem nggak..!! " ucap Sandy sedikit emosi.
__ADS_1
" Benar itu om..apa om Sandy nggak akan menikah dengan tante Mery ? " tanya Evan.