Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 31..


__ADS_3

Evan dan Carlos menghabiskan waktu liburnya dengan pergi jalan-jalan bersama dengan Clarisa. Clarisa sengaja mengajak Evan jalan-jalan karena dia merasa bosan di rumah. Niatnya hanya ingin berdua dengan Evan, tapi ternyata si panganggu juga ikut.


Carlos memang sengaja ikut dengan Evan karena Evan bilang dia akan jalan-jalan ke mall. Carlos memang ada sesuatu yang ingin dia beli, jadi sekalian dia ikut dengan Evan.


Sesampainya di mall Carlos sengaja berpisah dari Evan dan Clarisa, dia juga tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara mereka berdua. Carlos bisa melihat dengan jelas jika Clarisa tertarik sama Evan, tapi dia juga tidak mau ikut campur urusan percintaan Evan. Mikirin diri sendiri yang masih jomblo aja udah pusing, apa lagi jika dirinya memikirkan urusan percintaan Evan yang sering bergonta-ganti pacar.


Kini Carlos sedang berada disebuah toko sepatu disalah satu mall itu. Dia sedang memilih sepatu olah raga, karena dia suka sekali jogging.


"Bagusan yang mana ya, susah milihnya, mana bagus-bagus semua." Ucapnya sambil melihat koleksi sepatu terbaru di toko itu.


"Mau aku bantuin pilih?"


Carlos membalikan tubuhnya menatap kebelakang. Dia terlihat sangat terkejut saat melihat sosok yang kini tengah berdiri dihadapannya.


"Hai."


"Hai." Balas Carlos.


"Aku lihat tadi kamu kayak kebinggungan, mau aku bantuin?"


Carlos tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan si primadona kelas di mall itu.


Nena melihat koleksi sepatu terbaru di toko itu. Dia mengambil sepasang sepatu yang berwarna abu-abu dengan kombinasi biru muda.


"Berapa ukuran sepatu kamu?"


"41." Jawab Carlos sambil berdiri disamping Nena.


"Kayaknya ini pas di kaki kamu, kamu coba dulu aja."


Nena memberikan sepatu yang dia ambil kepada Carlos. Carlos menerima sepatu itu, dia duduk disalah satu bangku dan mencoba sepatu yang dipilih oleh Nena.


"Pas, cocok di kaki kamu." Ucap Nena dengan senyuman di wajahnya.


"Pilihan kamu bagus juga, makasih ya, kalau nggak ada kamu, mungkin aku nggak jadi beli sepatu." Carlos melepaskan sepatu itu lalu memanggil pelayan.


Carlos menyuruh pelayan itu untuk membungkus sepatu itu. Dia juga menyuruh pelayan itu untuk mencarikan sepatu yang sama dengan ukuran 38. Tentu saja Carlos membeli sepatu itu untuk Nena, sepatu couple ceritanya.


Setelah menunggu 15 menit, pelayan itu memberikan 2 paperbag kepada Carlos.


"Ini untuk kamu." Carlos memberikan salah satu paperbag itu kepada Nena.


"Apa ini?" Nena menerima paperbag itu lalu membukanya.


"Sepatu, ini kan sepatu yang sama seperti yang aku pilihkan untuk kamu." Carlos menganggukan kepalanya.


"Itu sebagai ucapan terimakasih aku karena kamu sudah membantuku memilih sepatu."

__ADS_1


Nena mengelengkan kepalanya dan mengembalikan paperbag itu kepada Carlos.


"Aku nggak bisa menerimanya, aku ikhlas membantu kamu." Tolak Nena.


Carlos mendudukan tubuh Nena disalah satu bangku lalu melepas sepatu yang Nena pakai.


"Hai, apa yang kamu lakukan!" Seru Nena terkejut.


Carlos membuka paperbag itu dan mengeluarkan sepatu itu lalu dia pakaikan ke kaki Nena.


"Pas, cocok di kaki kamu, cantik." Puji Carlos dengan senyuman di wajahnya.


Nena hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.


"Aku ingin kamu memakai sepatu itu terus, anggap saja itu sebagai hadiah pertemanan kita." Ucap Carlos sambil menepiskan senyumannya.


"Dasar, kamu ini suka sekali memaksa ya, tapi terimakasih ya, sepatunya bagus dan nyaman dipakai. Tapi--" Nena mengeryitkan dahinya sambil menatap Carlos.


"Bagaimana kamu bisa tau ukuran sepatu aku, ini sepatu bisa pas dan nyaman di kaki aku." Tanya Nena penasaran.


"Aku cuma asal nebak aja, dan kebetulan tebakan aku itu benar. Aku cuma melihat dari ukuran tubuh kamu dan tinggi badan kamu, dan aku cuma menyimpulkan kalau ukuran sepatu kamu itu 38." Sahut Carlos sambil menyengir kuda dan memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Wah..hebat kamu." Puji Nena.


Carlos mengajak Nena untuk makan siang disalah satu restoran di mall itu. Awalnya Nena menolak, tapi Carlos tidak mau tau dan terus memaksa Nena, dengan berat hati akhirnya Nena mengiyakan ajakan Carlos.


"Kepiting saus tiram, kayak nya enak itu." Ucap Nena sambil melihat salah satu meja yang tak jauh dari duduknya.


"Kamu yakin, apa nggak lebih baik kamu makan steak atau spageti." Tawar Carlos.


"Nggak, aku mau coba yang seperti itu." Nena tetap bersikukuh.


Carlos menghela nafas panjang, dia memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman.


"Apa kamu pernah makan kepiting?" Nena menggelengkan kepalanya.


"Makanya aku ingin sekali memakan itu."


"Kamu punya alergi makanan seafood nggak?" Carlos hanya ingin memastikan jika Nena tidak mempunyai alergi terhadap makanan seafood.


"Kayaknya sih enggak, tapi aku nggak tau juga. Aku belum pernah makan makanan seafood."


Carlos mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dia hanya bisa berdo'a semoga Nena tidak mempunyai alergi terhadap makanan seafood.


Tak berselang lama makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Nena sudah tidak sabar ingin menyantap kepiting saus tiram yang begitu menggugah selera makanannya.


Carlos juga mulai menyantap steak yang dia pesan. Baru satu gigitan Nena memakan dan menghisap kepiting saus tiram itu, tiba-tiba Nena merasakan ada yang aneh dari tubuhnya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak dan dia sulit bernafas.

__ADS_1


"Na, kamu tidak apa-apa?" Tanya Carlos cemas.


"Tolong aku, dada aku sesak, aku nggak bisa nafas." Nena memegang dadanya yang terasa sesak.


Carlos yang terlihat sangat panik segera membopong tubuh Nena, karena ukuran tubuh Nena yang mungil hingga mempermudahkan Carlos untuk membopongnya.


"Dimana mobil kamu?" Tanya Carlos.


Dengan nafas yang terasa berat, Nena menunjuk kearah mobil ferari berwarna merah. Carlos mengambil kunci mobil dari dalam tas Nena. Carlos memasukan Nena kedalam mobil, dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari baseman.


Carlos terlihat sangat panik, dia takut terjadi apa-apa dengan Nena. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Kini mereka sudah berada disebuah rumah sakit. Setelah melakukan pemeriksaan, Carlos membantu Nena turun dari bankar lalu mendudukan tubuh Nena di kursi depan meja dokter.


"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Carlos cemas.


Nena memang sudah kelihatan baik-baik saja, dia sudah bisa bernafas dengan lancar.


"Nona ini sekarang dalam keadaan baik-baik saja, untung anda segera membawanya ke rumah sakit, jika terlambat sedikit aja, keadaannya akan semakin memburuk." Sahut Dokter itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan teman saya dok?"


"Dia mempunyai alergi terhadap makanan laut, ya sejenis makanan seafood. Jika dia mengkonsumsi makanan sejenis itu, selain tubuhnya merasakan gatal ada juga gejala yang sangat berbahaya, yaitu sesak nafas hingga membuat dada terasa sesak dan kesulitan untuk bernafas." Jelas Dokter itu.


Carlos mengucapkan terimakasih, dia pamit undur diri. Carlos membantu Nena berjalan keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Maaf ya, aku sudah merepotkan kamu." Ucap Nena sambil merangkul pundak Carlos. Kini Carlos sedang memapah tubuh Nena menuju mobil.


Carlos hanya diam dan membantu Nena masuk kedalam mobil.


"Dimana rumah kamu, aku akan mengantar kamu pulang." Ucap Carlos dingin.


Nena hanya diam dan menundukan wajahnya. Dia menyadari kesalahannya, seandainya dia tadi mendengarkan ucapan Carlos, maka semua ini tidak akan terjadi.


"Kamu marah sama aku ya, aku kan udah minta maaf." Nena menatap Carlos dengan kedua mata yang mulai mengenang.


Carlos mengambil nafas dan membuangnya dengan kasar. Entah mengapa Carlos tidak tega melihat Nena menangis. Carlos menghapus air mata yang telah lolos membasahi kedua pipi Nena. Dia memeluk Nena dengan sangat erat.


"Aku nggak marah sama kamu, aku hanya menyesali sikap keras kepala kamu. Aku tadi benar-benar takut jika sampai terjadi apa-apa sama kamu." Carlos melepaskan pelukannya.


"Maafin aku, dan makasih sudah menolong aku."


"Lain kali jangan diulangi lagi." Ucap Carlos sambil mengusap lembut puncak kepala Nena.


Setelah Nena memberitahukan alamat rumahnya, Carlos melajukan mobil menuju rumah Nena.


⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2