Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Kebahagiaan terindah..


__ADS_3

Dua bulan kemudian..


Seluruh keluarga Frans dan Dona sedang duduk di depan ruang operasi, mereka sedang tegang menunggu kabar dari Frans yang sejak tadi setia mendampingi Dona menjalani operasi cecar.


Awalnya dokter melarang Frans untuk masuk kedalam ruang operasi, tapi Frans bersikukuh untuk tetap mendampingi Dona, dia ingin menemani Dona dimasa sulitnya untuk melahirkan sang buah hati.


Akhirnya dokter mengizinkan Frans untuk masuk kedalam ruang operasi, tapi dengan syarat tidak menganggu jalannya proses operasi.


Mereka semakin gelisah, karena sudah berjam-jam berlalu namun tak ada seorang pun yang keluar dari ruang operasi.


Oeekk..oeekk..oeekk...


Suara tangisan bayi terdengar dari dalam ruang operasi. Meysa dan Mona saling berpelukan begitu juga dengan Mira dan Marcel, mereka semua bahagia karena keluarga baru mereka telah lahir.


Beberapa saat suara tangisan bayi itu mulai berhenti. Mereka dibuat penasaran mengenai bayi yang baru lahir itu.


Sesaat kemudian Frans keluar dari ruang operasi dengan didampingi oleh seorang perawat. Frans menggendong bayi mungil yang di selubung selimut tebal dan lembut, bayi itu tertidur pulas di gendongan Frans.


"Anak Frans cowok Ma, dia sangat tampan seperti Frans." ucap Frans senang.


Frans bahagia karena anaknya lahir dengan sehat dan sempurna. Mereka bahagia melihat bayi mungil yang begitu imut dan tampan.


"Kamu benar sayang, anak kamu ini memang begitu tampan, dia mirip seperti kamu waktu baru lahir dulu." ucap Mona sambil mengusap lembut pipi gembul bayi itu.


Setelah puas menggendong dan menciumi kedua pipi gembul putranya, Frans langsung menyerahkan putranya kepada perawat yang sejak tadi mendampinginya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


"Bagaimana keadaan Dona?" tanya Meysa cemas.


"Dona baik-baik aja kok Ma, sekarang dia sedang mendapatkan perawatan lebih lanjut, sebentar lagi dia akan dipindahkan ke kamar inap, jadi Mama nggak usah khawatir." ucap Frans.


"Mama senang cucu dan anak Mama dalam keadaan baik-baik saja." ucap Meysa.


Tak berselang lama Dona keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke kamar inap. Seluruh keluarga sudah memenuhi ruang kamar inap Dona. Sandy dan Mery juga berada di sana.


"Selamat ya sayang, anak kamu sudah lahir dengan sehat dan sempurna." ucap Meysa sambil memeluk Dona.


"Terimakasih Ma." ucap Dona.


"Mama senang anak kalian udah lahir dengan sehat dan sempurna, kamu juga sehat sayang." ucap Mona sambil memeluk Dona.

__ADS_1


"Terimakasih Ma." ucap Dona.


"Selamat ya Don, atas kelahiran anak kamu." ucap Sandy.


"Terimakasih ya San." ucap Dona.


Semua orang mengucapkan selamat kepada Dona dan Frans termasuk Mery, Mira dan Marcel.


Seorang perawat masuk dengan menggendong bayi mungil dan menyerahkannya kepada Dona untuk disusui. Tanpa sadar air mata Dona menetes membasahi kedua pipinya saat dia sedang menggendong putranya yang baru lahir.


"Anak Mama yang tampan, putra kesayangan Mama." ucap Dona lalu mengecup kening putranya.


"Jangan menangis sayang, kita harus menyambut kelahirannya dengan senyum bahagia." ucap Frans sambil menghapus air mata Dona.


"Ini air mata kebahagiaan, aku bahagia anak kita lahir dengan sehat dan sempurna." ucap Dona.


"Putra kita sangat tampan, terimakasih karena kamu telah berjuang untuk melahirkan anak kita." ucap Frans sambil mengecup kening Dona.


"Terimakasih juga karena kamu selama ini selalu setia menemani dan mendampingiku sampai anak kita lahir ke dunia." ucap Dona.


"Aku hanya ingin menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak kita." ucap Frans.


"Sekarang aku jadi punya saingan ini." ucap Frans sambil melihat putranya yang rakus menyusu pada ibunya.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Dona sambil mengerutkan dahi karena dia tidak paham dengan ucapan Frans.


"Apa kamu tidak melihat sayang, putra kita dengan rakusnya menghisap puntingmu." ucap Frans.


Semua orang yang berada di kamar inap Dona tertawa mendengar ucapan Frans terkecuali Sandy.


"Sayang, putra kamu ini sangat membutuhkan ASI ibunya untuk asupan gizinya, jadi wajar kalau putramu begitu rakus dalam menyusu." ucap Mona sambil tersenyum.


"Jadi mulai sekarang aku harus berbagi dengan putraku ini." ucap Frans sambil mengusap lembut pipi gembul putranya.


"Selama Dona menyusui kamu tidak boleh menyentuhnya karena itu tidak bagus untuk ASI-nya." ucap Meysa.


"Ya, aku harus berpuasa dong." ucap Frans.


"Sabar ya sayang." ucap Dona sambil mengusap lembut pipi Frans.

__ADS_1


Meysa mengambil cucu nya dari gendongan Dona yang sudah terlelap dalam gendongan Dona. Meysa meletakkan cucu nya dalam box bayi yang berada tak jauh dari ranjang Dona.


"Sayang, anak kamu ini mau kamu beri nama siapa?" tanya Meysa.


"Aku sudah mempersiapkan nama yang bagus untuk anak kita sayang. Evano yang artinya anugerah terindah dari Tuhan." ucap Dona sambil menatap Frans.


"Nama yang bagus sayang, jadi nama panjang anak kita adalah Evano Alberto." ucap Frans.


"Nama yang bagus, semoga anak kalian menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orangtua." ucap Meysa.


"Amin." ucap Dona dan Frans bersamaan.


Mira dan Marcel mendekati box bayi dan menatap bayi mungil yang kini tengah terlelap.


"Mir, sebentar lagi kamu juga akan merasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan saat ini." ucap Dona.


"Iya kak, aku sudah nggak sabar menanti kelahiran anak aku." ucap Mira lalu mengusap perutnya yang kini mulai membuncit.


"Kita harus bersabar menunggu empat bulan lagi sayang." ucap Marcel sambil mengecup kening Mira.


"Ya, aku akan sabar menunggu kak." ucap Mira.


"Aku akan selalu menemani dan mendampingimu." ucap Marcel sambil menggenggam erat tangan Mira.


"Terimakasih."ucap Mira senang.


Dona bahagia melihat adiknya begitu bahagia bersama suaminya, apa lagi Marcel sangat menyayangi dan mencintai Mira.


"Kamu bahagia sayang." ucap Frans.


"Ya, aku sangat bahagia, begitu banyak yang menyayangi putra kita." ucap Dona.


"Aku mencintaimu sayang." ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.


"Aku juga sangat mencintaimu." ucap Dona.


ยคยคยคยค


Halo para reader ku yang setia, untuk kisah Frans dan Dona udah berakhir bahagia, untuk bab selanjutnya author akan fokus menulis cerita tentang Mery dan Sandy walau begitu Dona dan Frans juga kadang akan aku munculin dalam ceritanya.

__ADS_1


๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2