Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Merindukan..


__ADS_3

Selama cuti Mery memutuskan untuk tinggal dirumah Dona,Meysa juga ikut ke Jakarta bersama Mery karena Mery tidak tega meninggalkan mamanya sendirian..awalnya Meysa curiga kenapa tiba tiba Mery mengambil cuti panjang dan mengajaknya menginap dirumah Dona tapi Mery memberinya alasan kalau dia sangat merindukan Evan keponakannya,Meysa akhirnya setuju ikut ke Jakarta.


Sesampainya di Jakarta Mery dan Meysa disambut gembira oleh Frans dan Dona,mereka senang keluarganya bisa berkumpul bersama..


" Mer..kakak senang kamu mau menginap disini.." ucap Dona.


" Maaf ya kak kalau aku merepotkan kakak.." ucap Mery.


" Kamu nggak merepotkan kakak kok,kita udah lama tidak berkumpul seperti ini..iya kan Ma..." ucap Dona.


" Betul sayang..." ucap Meysa sambil memangku Evan.


" Oma mau menginap disini.." ucap Evan.


" Iya sayang..oma akan menginap disini menemani cucu oma yang ganteng ini.." ucap Meysa sambil mencium pipi gembul Evan.


" Kak Frans mana kak ? " tanya Mery.


" Diruang kerjanya,memangnya ada apa kamu mencari Frans..? " ucap Dona.


" Ada yang mau aku bicarakan sama kak Frans,boleh aku menemui kak Frans ? " tanya Mery.


" Boleh.." ucap Dona.


Dona menatap Mery,Dona melihat Mery begitu gelisah,Mery seperti menyembunyikan sesuatu darinya..


Mery menaiki tangga dan melangkah menuju ruang kerja Frans..


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Masuk.." ucap Frans.


Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )


Mery masuk kedalam ruang kerja Frans dan menghampiri Frans yang sedang sibuk dengan laptopnya.


" Ada apa Mer ? " tanya Frans.


" Maaf kak..kalau aku menganggu pekerjaan kak Frans,aku mau minta tolong sama kak Frans.." ucap Mery gugup.


" Duduklah...kamu minta bantuan apa dari aku.." ucap Frans.


" Aku...aku boleh nggak kerja ditempat kakak,aku ingin tinggal di Jakarta.." ucap Mery.


" Bukannya pekerjaan kamu sekarang udah bagus,dan kamu kan kerja sama Sandy..apa terjadi sesuatu ? " tanya Frans curiga.


" Eng...nggak ada apa apa kok,aku cuma mau mencari suasana baru.." ucap Mery gugup.


" Apa kamu udah membicarakan ini sama Sandy,kamu bisa aja kerja diperusahaan aku tapi kamu harus membicarakan ini sama Sandy karena aku nggak mau Sandy salah paham sama aku karena aku sudah mengambil sekretarisnya.." ucap Frans.


" Baiklah..aku akan bicarakan ini sama kak Sandy.." ucap Mery lalu berdiri.


" Mer..bukannya aku ingin ikut campur soal urusan pribadi kalian tapi kalau kamu ada masalah sama Sandy lebih baik kamu bicarakan bail baik sama Sandy jangan kamu menghindarinya,kalau kamu menghindarinya maka masalah tidak akan pernah selesai dan akan terus ada kesalahpahaman.." ucap Frans.


" Baik kak..makasih atas sarannya.." ucap Mery lalu berjalan keluar.


Dona melihat Mery keluar dari ruangan Frans dengan wajah murung,Dona mengajak Mery duduk diteras belakang..

__ADS_1


" Mer..jujur sama kakak,sebenarnya kamu ada masalah apa.." ucap Dona curiga.


" Nggak ada kok kak.." ucap Mery.


" Apa kamu nggak percaya sama kakak,hingga kamu nggak ingin menceritakan masalah kamu sama kakak.." ucap Dona.


Mery menatap Donq dengan mata berkaca kaca,Mery sudah nggak sanggup menahan beban dalam dirinya.Mery memeluk Dona.


" Kak Sandy jahat kak..aku benci sama kak Sandy..." ucap Mery disela tangisannya.


" Apa yang sudah Sandy lakukan sama kamu Mer,bicara sama kakak.." ucap Dona terkejut.


" Kak Sandy nggak tulus mencintai aku,kak Sandy nggak mempercayaiku,dia meragukan aku kak.." ucap Mery.


" Mer..kakak nggak tau apa yang terjadi antara kamu dan Sandy tapi kakak yakin Sandy itu tulus mencintai kamu.." ucap Dona.


" Kalau kak Sandy tulus mencintai aku dia nggak akan pernah meragukan aku.." ucap Mery.


" Mer..apa perlu kakak bicara sama Sandy ? " ucap Dona.


" Nggak kak..aku akan selesaikan sendiri masalah aku.." ucap Mery.


" Kakak nggak suka kalau kamu lari dari masalah,lebih baik kalian segera selesaikan masalah kalian,ambil keputusan yang benar benar kamu yakini,pikirkan dengan pikiran jernih jangan pakai emosi.." ucap Dona.


Tanpa sepengetahuan Mery Frans menelfon Sandy,Frans ingin agar masalah Sandy dan Mery cepat selesai.


Tutt..tutt..tutt..( ponsel Sandy berbunyi )


" Hallo..." jawab Sandy.


" Ini bukan urusan kamu,jadi kamu nggak usah ikut campur.." ucap Sandy.


" Baiklah..kalau kamu tetap seperti ini maka jangan salahkan aku kalau aku mengambulkan permintaan Mery.." ucap Frans.


" Maksud kamu apa? apa yang Mery katakan ? " tanya Sandy penasaran.


" Tadi Mery meminta bantuan sama aku,dia ingin bekerja diperusahaan aku..aku nggak tau ada masalah apa diantara kalian tapi aku harap kalian akan segera menyelesaikannya.." ucap Frans.


" Apa..!!! aku nggak akan biarkan Mery pergi dari aku.." ucap Sandy.


" Kalau begitu jemput Mery,selesaikan masalah kalian,tapi kalau sampai kamu menyakiti Mery aku akan ikut campur dalam urusan kalian.." ucap Frans.


" Aku akan kesana sekarang tapi jangan kasih tau Mery..." ucap Sandy.


" Baiklah.." ucap Frans lalu menutup telfonnya.


Frans keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menghampiri Meysa dan Evan..Frans mengendong Evan..


" Mama mana sayang ? " tanya Frans sambil mencium pipi gembul Evan.


" Mama sama tente Mery.." ucap Evan.


" Ma..aku berencana ingin mengajak kalian semua berlibur ke Bali..gimana mama setuju nggak ? " tanya Frans.


" Kalau mama sih terserah kalian aja..tapi gimana dengan perusahaan kamu.." ucap Meysa.


" Tenang aja Ma..semuanya udah aku urus.." ucap Frans.

__ADS_1


Mery dan Dona kembali keruang keluarga..Mery duduk disamping Meysa.Meysa melihat mata Mery yang sembab..


" Kamu kenapa sayang ? kamu habis menangis ya.." ucap Meysa.


" Nggak ko Ma..aku nggak papa.." ucap Mery.


" Oya sayang..aku berencana mengajak kalian semua berlibur ke Bali,gimana kamu setuju nggak.." ucap Frans.


" Wah asyik itu sayang..aku setuju banget.." ucap Dona senang.


" Baiklah kita akan berangkat besok..kamu juga ikut kan Mer.." ucap Frans.


" Ya kak..aku ingin melepas semua beban dalam hidup aku,aku ingin refresing.." ucap Mery.


" Ya udah sekarang kita makan siang dulu..aku lapar nie.." ucap Frans.


" Maaf sayang...aku lupa memasak untuk makan siang.." ucap Dona.


" Ya udah sekarang kita makan diluar aja.." ucap Frans.


Mereka pun bersiap siap untuk makan diluar,setelah siap mereka masuk kedalam mobil.Frans melajukan mobilnya..


" Anak mama mau makan apa ? " tanya Dona.


" Evan mau makan pizza Ma.." ucap Evan.


" Ok...sekarang kita beli pizza..." ucap Frans.


Fran memakirkan mobilnya didepan restoran..mereka turun dari mobil dan masuk kedalam retoran.Mereka pun memesan berbagai menu..


" Anak mama harus makan yang banyak biar cepat besar.." ucap Dona sambil menyuapi Evan pizza.


" Kamu juga harus makan sayang.." ucap Frans sambil menyuapi Dona potongan pizza.


" Makasih sayang.." ucap Dona sambil memakan mengunyah pizza itu.


Mery tersenyum melihat keromantisan Frans dan Dona,Mery sangat merindukan Sandy..


Tling..( ponsel Mery berbunyi )


Mery mengambil ponsel dari dalam tas dan membaca pesan dari Sandy..


" Sayang..aku merindukanmu jangan pernah tinggalin aku..aku minta maaf.."


" Dari siapa Mer ? " tanya Dona.


" Kak Sandy.." ucap Mery.


" Coba kamu telfon siapa tau penting.." ucap Meysa.


" Nggak penting kok Ma..kak Sandy cuma menanyakan aku udah makan atau belum.." ucap Mery berbohong.


" Sandy begitu perhatian sama kamu ya..mama berharap kalian akan segera menikah.." ucap Meysa.


Dalam hati Mery.." Maafin aku Ma..karena aku udah bohongi mama..aku nggak tau apa hubungan aku sama kak Sandy akan berlanjut atau nggak..aku akan kasih tau mama jika udah saatnya.."


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2