Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Bonus Chapter 10..


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di depan rumah Reni. Mery melihat Reni sedang berbicara dengan seseorang yang tak asing untuknya, begitu pun dengan Sandy. Seketika raut wajah Sandy berubah.


" Kak, aku nggak tau kalau ada Sakti disini." Ucap Mery sambil menatap raut wajah suaminya yang seketika berubah.


" Kamu nggak lagi membohongi aku kan?" Tanya Sandy dingin.


" Nggak kak, kalau aku tau ada Sakti disini aku nggak akan datang kesini." Ucap Mery.


Sandy menatap lekat kedua mata istrinya yang sendu, yang selalu membuatnya nyaman.


" Aku percaya, lebih baik sekarang kita turun." Ucap Sandy lalu membuka pintu mobil.


" Tapi kak--"


" Aku nggak apa-apa, lagian nggak ada yang perlu aku takutkan. Kamu udah menjadi istri aku, ibu dari kedua anakku. Aku akan belajar untuk menghilangkan sifat pencemburu ku." Ucap Sandy lalu keluar dari mobil.


Mery terlihat sangat bahagia, terukir jelas sebuah senyuman di wajahnya. Mery membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil. Sandy menggenggam tangan istrinya lalu berjalan menghampiri Reni, Sakti dan Tetra.


Sudah 6 tahun Mery tidak bertemu dengan sahabatnya Sakti dan Tetra. Begitu pun dengan Sandy, meskipun dirinya mengatakan akan menghilangkan sifat pencemburuannya tapi ia tetap waspada jika berhadapan dengan Sakti. Pria itu masih merasa jika Sakti adalah saingannya, meskipun pria itu tau tidak ada hubungan apa-apa antara Mery dan Sakti.


Mereka hanyalah sahabat karib, karena Sakti lah Mery sanggup menjalani masalah yang ia hadapi saat Sandy mencoba untuk menjauh darinya. Dukungan dari Sakti dan sahabat-sahabatnya ini lah yang membuatnya tetap bertahan hingga saat ini.


" Hai, Sak, Tetra. Apa kabar kalian?" Sapa Mery.


" Hai Mer, kabar kita baik kok." Ucap Tetra.


Sandy dan Sakti saling bertatap, entah mengapa Sakti merasa ada yang aneh dengan tatapan suami sahabatnya ini.


" Ada apa dengan Sandy? kenapa dia menatapku seperti itu? apa dia masih cemburu sama aku? dasar! udah sekian lama masih juga pencemburu, aku jadi kasian sama Mery harus hidup dengan pria seperti ini?" Guman Sakti dalam hati.

__ADS_1


Mery dan Reni tau jika saat ini sedang ada perang dingin antara Sandy dan Sakti. Mery menyengol lengan Reni agar membantunya terlepas dari suasana yang sangat menegangkan ini.


" Emm..hai kak Sandy, apa kabar nie? Bagaimana kabar Ricart dan Monic? Kenapa mereka berdua tidak di ajak Kak?" Tanya Reni mencoba mengalihkan tatapan Sandy.


" Baik, mereka masih sangat kecil, jadi aku nggak mengajaknya." Ucap Sandy datar.


" Ohh..gitu, oya kak, maaf ya kalau kalian jadi ketemu lagi disini. Aku nggak bermaksud apa-apa kok." Ucap Reni.


" Sak, lebih baik kita tunggu di mobil aja." Ajak Tetra dan mendapat anggukan dari Sakti.


Tetra dan Sakti berjalan menuju mobil, Sandy menggenggam tangan istrinya. Reni hanya tersenyum milihat tingkah suami sahabatnya yang tidak berubah bahkan setelah mereka menikah.


" Suami kamu lucu Mer." Bisiknya di telinga Mery.


" Lucu apanya, nyebelin baru aku percaya." Ucap Mery pelan.


" Kenapa ada Sakti disini?" Tanya Sandy.


Reni tau masalah ini akan berbuntut panjang untuk sahabatnya. Apa lagi jika mengingat sifat Sandy yang sangat pencemburu. Wanita itu merasa sangat bersalah karena telah membuat masalah baru untuk sahabatnya. Andai wanita itu tau jika sahabatnya setuju untuk menemaninya, maka ia tidak akan meminta bantuan sepupunya. Tapi mau apa dikata, nasi sudah menjadi bubur. Wanita itu hanya bisa membantu sahabatnya dengan memberi pengertian kepada suami sahabatnya itu.


" Kak Sandy jangan marah sama Mery ya, karena Mery benar-benar tidak tau kalau ada mereka disini. Lagian itu semua udah berlalu kak, sekarang Sakti juga udah bisa move on dari Mery. Buktinya dia udah punya pasangan." Ucap Reni.


" Kamu jangan mencoba untuk membohongi aku ya." Ucap Sandy tidak percaya.


" Kak Sandy itu jangan pernah menyepelekan orang lain, aku nggak suka kak. Kata-kata kakak tadi seakan menganggap rendah Sakti." Ucap Mery tidak suka mendengar kata-kata Sandy.


" Kalau kak Sandy nggak percaya, sekarang kak Sandy lihat kearah sana." Ucap Reni sambil menunjuk kearah mobil Sakti.


Mery dan Sandy menatap kearah mobil Sakti. Mata mereka membulat seketika saat melihat Sakti tengah di peluk oleh gadis yang terlihat masih sangat muda.

__ADS_1


" Beneran itu pacar Sakti! Lebih pantas jadi adiknya." Ucap Sandy terkejut.


Mery yang mendengar ucapan suaminya langsung mencubit lengan suaminya. Sandy meringis menahan sakit. Pria itu tidak tau kenapa istrinya tiba-tiba mencubitnya dengan sangat kuat.


" Apa kakak nggak ngaca, sebelum mengatai Sakti kayak gitu." Ucap Mery sambil mencemberutkan bibirnya.


" Maksud kamu?" Tanya Sandy sambil mengeryitkan dahi.


" Apa kakak nggak nyadar kalau kakak nggak jauh beda kayak Sakti. Bukannya kakak juga menikah dengan wanita yang pantas menjadi adik kakak? Bukankah umur kita juga terpaut sangat jauh." Sindir Mery.


Sandy hanya menyengir kuda sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Pria itu lupa jika dirinya tidak jauh beda dengan Sakti, karena dirinya dan istrinya terpaut 6 tahun.


" Tapi kan wajah aku nggak jauh beda dengan kamu sayang, jadi nggak akan ada orang yang tau kalau umur kita terpaut 6 tahun. Mereka akan mengira kalau umur kita hanya selisih 1-2 tahun aja." Ucap Sandy sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Betul kata suami kamu Mer, wajah kalian nggak jauh beda. Kak Sandy terlihat masih muda." Ucap Reni.


" Tu kan sayang, aku kan masih muda, masih ganteng, jadi kamu nggak akan malu punya suami kayak aku." Ucap Sandy lalu melingkarkan lengannya ke pinggang Mery.


" Walau pun kak Sandy udah tua sekalipun, aku akan tetap mencintai kak Sandy." Ucap Mery lalu mencium kilas bibir Sandy.


" Udah-udah, kalau mau mesra-mesraan jangan di depan aku dong? Kamu nggak kasian sama aku yang jomblo ini." Sindir Reni sambil memayunkan bibirnya.


" Mau aku carikan jodoh." Goda Sandy dan langsung mendapatkan tabokan dilengannya.


" Sakit sayang, kamu ini kenapa sih!" Seru Sandy sambil mengusap lengannya.


" Memangnya ini jangan Siti Nurbaya pakai acara jodoh-jodohan segala." Ucap Mery.


Untuk mengalihkan pembicaraan, Reni mengajak Mery dan Sandy untuk segera berangkat ke Bogor karena waktu sudah mulai siang. Reni mengandeng tangan gadis kecilnya. Mereka berjalan menuju mobil. Reni dan anaknya ikut bersama dengan Sandy dan Mery, sedangkan Tetra ikut mobil Sakti dan kekasihnya.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐


__ADS_2