Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Aku merindukanmu


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Mama Dona dirawat, akhirnya Mama Dona sudah diperbolehkan pulang. Mira memesan taksi online.


" Ayo Ma kita pulang." ajak Dona sambil mendudukan Mamanya diatas kursi roda.


Mira dan Mery membawa tas dan barang- barang lainnya. Dona mendorong kursi roda Mamanya menuju loby rumah sakit, taksi pesanan Mira sudah menunggu. Dona menuntun Mamanya masuk kedalam taksi Dona, Mira dan meri masuk kedalam taksi.


" Pak ke Jalan Kenanga no 7." ucap Dona kepada supir taksi. Supir taksi menganggukan kepalanya lalu melajukan Taksinya.


Tak berselang lama mereka sampai di rumah. Dona membantu Mamanya keluar dari taksi dan menuntunnya masuk ke dalam rumah. Dona merebahkan Mamanya di atas ranjang.


" Mama istirahat ya, keadaan Mama belum pulih sepenuhnya." ucap Dona sambil menyelimuti tubuh Mamanya.


" Sayang apa kamu nggak kerja? apa kamu sudah memberi kabar kepada atasan kamu?"


" Ya ampun Ma, Dona lupa!" ucap Dona sambil menepuk dahinya. Dona mengambil ponsel dalam tas.


Dona mengaktifkan kembali ponselnya dan begitu banyak panggilan tak terjawab dari Frans dan Tari. Dona mencoba menghubungi Frans..


Tutt..tutt..tutt..


Frans mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfon.


" Dona.." Frans langsung mengangkat telfonnya.


" Halo sayang, kamu dimana? aku sangat khawatir sama kamu, kenapa ponsel kamu mati? kenapa kamu nggak memberi kabar ke aku sayang?" tanya Frans tiada henti. Dona merasa sangat bersalah karena telah membuat Frans khawatir.


" Maaf Pak, saya lupa mengaktifkan ponsel saya kembali. Sekarang saya lagi berada di Bandung Pak, di rumah orangtua saya."


" Ada apa dengan keluargamu?"


" Mama saya sedang sakit pak, tapi sekarang sudah mendingan."


" Kenapa kamu nggak memberitahu tau aku? aku kan bisa menemani kamu."


" Saya nggak mau merepotkan bapak, saya nggak memberitahu tau bapak karena saya nggak ingin bapak menjadi khawatir."


" Kamu kirimi alamat rumah kamu dan tunggu disana, aku akan temui kamu sekarang juga." ucap Frans lalu menutup telfon.


Setelah menerima pesan dari Dona tentang alamat rumah Dona. Frans segera keluar dari ruang kerjanya. Dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


" Sabar ya sayang tunggu aku."


Frans sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dona. Dia sangat merindukan Dona. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Frans sampai di rumah Dona. Frans turun dari mobil dan berjalan menuju rumah Dona. Dia mencoba mengetuk pintu rumah Dona.


Tok..tok..tok..


Mira yang tengah berada di dapur mendengar suara pintu di ketuk. Dia berjalan menuju pintu.


" Ya sebentar.." teriak Mira.


Mira membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu. Pria tampak asing untuk Mira.


" Maaf cari siapa ya?"


" Saya mencari Dona, Dona nya ada?"

__ADS_1


" Maaf anda siapa?" tanya Mira penasaran.


" Saya atasan Dona, tolong panggilkan Dona sekarang." ucap Frans.


Mira mempersilahkan Frans masuk dan menyuruhnya untuk duduk. Mira meminta izin untuk memanggil Dona.


Mira berjalan menuju kamar Mama nya. Dia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar.


" Kak..ada yang mencari kakak."


" Siapa?" tanya Dona sambil menyuapi Mama nya makan.


" Katanya atasan kakak."


" Pak Frans maksud kamu." ucap Dona terkejut.


" Siapa yang datang Don?" tanya Meysa.


" Atasan Dona Ma."


" Ya sudah kamu temui sana." ucap Meysa.


" Mir, kamu ngantiin kakak menyuapi Mama." ucap Dona sambil memberikan mangkuk berisi sup kepada Mira.


" Baik kak." ucap Mira sambil mengambil sup dari tangan Dona.


Dona keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu.


" Pak Frans! ngapain bapak kemari?" tanya Dona terkejut.


" Sayang, aku khawatir tau nggak sama kamu, kamu kenapa nggak memberi kabar ke aku, aku sangat merindukanmu sayang." ucap Frans sambil mempererat pelukannya.


" Maafin saya ya Pak, habis saya panik banget melihat keadaan Mama, saya sampai lupa untuk mengaktifkan kembali ponsel saya." ucap Dona sambil melepaskan pelukan Frans.


" Apa kamu nggak merindukan aku?"


" Saya merindukan bapak, tapi pikiran saya hanya tertuju kepada Mama saya, maafin saya ya Pak karena sudah bikin Bapak khawatir." ucap Dona sambil menundukkan kepalanya.


" Memangnya Mama kamu sakit apa sayang?"


" Mama terkena serangan jantung Pak, tapi sekarang sudah mulai membaik."


" Boleh aku bertemu sama Mama kamu?" tanya Frans sambil mendongakkan wajah Dona.


" Boleh..mari Pak saya antar untuk ketemu sama Mama saya." ucap Dona sambil berjalan menuju kamar.


Dona dan Frans masuk kedalam kamar.


" Siapa itu Don?" tanya Meysa.


" Kenalin Ma, ini Pak Frans atasan Dona."


" Halo tante, saya Frans atasan Dona." ucap Frans sambil menjabat tangan Mama nya Dona.


" Halo saya Mama nya Dona." ucap Meysa sambil menjabat tangan Frans.

__ADS_1


" Mari silahkan duduk." sambungnya.


" Terimakasih tante." ucap Frans sambil duduk dikursi di tepi ranjang.


" Bagaimana keadaan tante sekarang?" Sambung Frans lagi.


" Sudah agak mendingan, maaf ya nak Frans, kalau Dona lama bolos kerjanya."


" Nggak apa-apa kok tante, Dona sudah izin sama saya." ucap Frans sambil tersenyum menatap Dona.


" Tante titip Dona ya, Dona anaknya memang kayak gitu, jadi mohon di maklumi."


Dona terkejut mendengar ucapan Mama nya kepada Frans.


" Mama ini ngomong apa sih, Dona bisa menjaga diri Dona sendiri. Jangan merepotkan Pak Frans, Ma." seru Dona.


Dona merasa malu kepada Frans atas ucapan Mama nya.


" Iya tante, saya akan menjaga Dona, saya nggak akan membiarkan Dona terluka."


" Terimakasih ya nak Frans."


Frans menganggukkan kepalanya sembari menatap Dona yang kini juga tengah menatapnya.


" Berhubung ini sudah malam bagaimana kalau nak Frans menginap disini saja." tawar Meysa.


" Kalau itu nggak merepotkan tante."


" Nggak kok nak Frans. Dona tolong anterin nak Frans ke kamarnya." pinta Meysa.


Dona menganggukkan kepalanya, lalu berjalan keluar.


" Saya permisi dulu tante." ucap Frans lalu berdiri dan mengikuti Dona keluar dari kamar.


" Bapak nggak apa-apa tidur disini, rumah saya jelek lo Pak." tanya Dona sambil berjalan menuju kamar.


Dona membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar. Frans mengikuti Dona dari belakang.


" Untuk sementara Pak Frans bisa tidur disini." ucap Dona sambil membersihkan tempat tidur.


Frans menutup pintu kamar dan berjalan menghampiri Dona. Frans memeluknya dari belakang.


" Aku bisa tidur dimana saja asal bersama kamu sayang." Bisik Frans di telinga Dona.


Dona terkejut saat Frans tiba-tiba memeluknya dari belakang.


" Bapak ngapain, lepasin nggak!" seru Dona terkejut.


" Aku nggak akan lepasin kamu, ini hukuman buat kamu karena kamu sudah bikin aku kayak orang gila mencari kamu kemana-mana." ucap Frans sambil mempererat pelukannya.


" Sayang aku sangat merindukanmu, apa kamu nggak merindukan aku?" sambung Frans lagi.


" Saya, saya juga merindukan Pak Frans. " Ucap Dona pelan.


Saat ini Dona merasa sangat gugup. Ini pertama kalinya Frans memeluknya seperti ini. Pelukan dengan penuh perasaan dan kehangatan.

__ADS_1


¤¤¤¤


__ADS_2