
" Jadi lo mendengar semuanya.." Tanya Mery cemas.
Mery menatap mata Sakti yang kini tengah menatapnya..
" Sejak kalian mulai membicarakan Sandy..
Mery merasa sangat malu karena Sakti mengetahui rahasia terbesarnya.
Dalam hati Mery.." sial..gimana ini,gue malu banget sama Sakti,dasar mulut Reni nggak bisa dijaga.."
" Lo..
" Gue nggak akan berkomentar apa apa karena itu urusan pribadi lo.." Ucap Sakti memotong ucapan Mery sambil menyeruput jus didepannya.
" Elo pasti menganggap gue wanita murahan..
" Nggak juga karena gue tau lo dan Sandy saling mencintai,gue nggak menyangka aja lo bakal berbuat sejauh ini hanya untuk mendapatkan Sandy,untung Sandy mau bertanggungjawab dan menikahi lo kalau nggak lo akan menyesal seumur hidup lo..
" Gue tau,tapi gue nggak menyesal udah menyerahkan semuanya ke kak Sandy...
" Kalau Sandy nggak mau tanggungjawab kan ada lo Sak..lagian Mery juga nggak hamil..." Goda Reni sambil menaikan kedua alisnya.
" Gue sih oke oke aja tapi Mery nya yang nggak mau.." Sindir Sakti sambil menatap Mery.
" Kalian ini pada ngomongin apaan sih..udah gue mau makan dulu.." Ucap Mery sambil menikmati makanan yang tadi dibawa Sandy.
" Emmm..enak banget ni makanan.." Ucap Mery sambil menguyah makanan..
" Makasih,asal lo tau itu makanan gue yang masak sendiri khusus buat lo...
" Wah so sweett.." Ucap Reni sambil tersenyum kearah Mery.
" Apaan sih lo..gue makan lagi ya.." Ucap Mery lalu memasukan satu suapan lagi kemulutnya.
Mery nggak menyangka Sakti bisa memasak seenak ini.Sambil mengunyah makanan Mery mengacungkan jempolnya..
Sakti tersenyum senang karena Mery menyukai masakannya.
" Ini makanan benar benar enak,gue nggak menyangka lo pandai memasak.." Puji Mery sambil memasukan satu suapan lagi kemulutnya.
" Lo baru nyadar kalau gue pandai memasak.Kalau lo mau jadi istri gue,gue bakalan masakan makanan yang enak tiap hari..
" He he..lo itu ya bercanda melulu.." Ucap Mery sambil mengalihkan pandangannya.
Mery nggak mau menatap mata Sakti yang kini tengah fokus menatapnya.
__ADS_1
" Wey..lo tu ya,masak calon istri orang lo lamar.." Goda Reni.
" Siapa tau Mery berubah pikiran dan mau menikah sama gue,namanya juga usaha..
" Udah udah..Ren..kita mau kemana nie,nggak enak kalau kita disini terus takut menganggu Sakti..
" Gue nggak merasa terganggu kok,gue senang kalian disini..
" Iya Mer,kita disini aja..gue malas kemana mana..
" Tapi gue mau ngajak lo belanja nie,ada sesuatu yang mau gue beli..
Reni merasa Mery sedang memberi alasan untuk menghindari Sakti karena dari tadi Mery tak berani menatap wajah Sakti.
" Ya udah ayo,gue juga harus beli susu buat anak gue.." Ucap Reni sambil berdiri.
" Gue pergi dulu ya Sak..makasih atas makanannya.Makanan lo benar benar enak,lain kali gue akan ajak Kak Sandy buat makan disini.." Ucap Mery lalu tersenyum kepada Sakti.
" Ok gue tunggu..
" Lo mau ngapain lagi,udah ayo.." Ucap Reni yang mulai kesal dari tadi menunggu Mery nggak juga beranjak dari duduknya.
" Tunggu bentar.." Ucap Mery sambil mengikat membenarkan tali dilehernya.
" Baiklah..
" Udah ayo..kita pergi dulu ya Sak.." Ucap Reni lalu menarik tangan Mery dan berjalan keluar.
Sandy menatap kepergian Mery hingga tak telihat lagi batang hidungnya.
" Andai gue bisa kenal lo dari dulu Mer..
✓✓✓✓
Sandy sangat gelisah memikirkan Mery,Sandy merasa nggak tenang membiarkan Mery bersama Sakti.Sandy memutuskan untuk bicara sama Mona..
Sandy keluar dari kamar dan menemui Mona yang sedang asyik menyirami bunga didepan rumah.
" Ma..aku mau nanya suatu ni ?
" Kamu mau nanya apa sayang.." Ucap Mona sambil terus menyirami bunga bunga kesayangannya.
" Ma..boleh nggak aku ketemu sama Mery sekali aja..
__ADS_1
" Memangnya ada apa kamu mau ketemu sama Mery,bukannya kalian dilarang untuk bertemu sebelum hari pernikahan kalian ? " Ucap Mona sambil menatap Sandy.
" Aku kangen aja sama Mery Ma..
" Sabar sayang..setelah kalian menikah kalian akan bersama terus.Jadi bersabarlah..kamu bantuin mama aja menyiram ni bunga bunga.." Ucap Mona sambil menyerahkan selang air kepada Sandy.
" Emmm..maaf Ma aku masih ada urusan,aku pergi dulu ya Ma.." Ucap Sandy sambil mencium tangan Mona.
Sandy berlari menuju mobil dan masuk kedalam mobil..Sandy melajukan mobilnya..
" Dasar..tu anak dari dulu selalu menghindar kalau disuruh menyiram bunga..
Dalam perjalanan Sandy selalu memikirkan Mery.Sandy memutuskan untuk menemui Mery.Sandy pergi kerestoran Sakti.
Sesampainya direstoran,Sandy keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran.Sandy melihat Sakti sedang duduk dipojokan sambil memainkan ponselnya.Sandy berjalan menghampiri Sakti..
Sakti terkejut melihat kedatangan Sandy..
" Mery mana ?..
" Udah pergi..
" Ada yang mau aku bicarakan sama kamu..
" Ada perlu apa ya? Kayaknya kita nggak ada sesuatu yang perlu dibicarakan.." Ucap Sakti lalu memasukan ponselnya kedalam saku.
" Aku peringatkan sama kamu ya,jangan pernah kamu temui Mery lagi.Kamu tau kan sebentar lagi Mery akan menikah denganku..
" Apa kamu nggak percaya sama Mery? Sebegitu takutnya kamu akan kehilangan Mery..seharusnya kamu percaya sama cinta Mery kepadamu.Aku kasian sama Mery karena dia harus menikah dengan orang yang super protektif kayak kamu.Kalau aku jadi Mery aku akan percaya sama dia dan yakin kalau hanya aku yang dia cintai bukan malah cemburu nggak jelas kayak kamu.Udah mau menikah tapi masih aja mencurigai calon istri sendiri..
" Itu karena aku nggak percaya sama kamu..
" Aku memang menyukai Mery sejak pertama kali aku mengenalnya.Tapi aku bukan orang yang suka merebut milik orang lain.Kamu tenang aja,aku nggak suka merusak hubungan orang lain.Aku memang menyukai Mery dengan sepenuh hati aku tapi dengan melihat Mery bahagia itu udah membuatku senang..
Sandy merasa malu akan sikapnya yang udah kekanak kanakan.Sakti lebih muda darinya tapi pemikirannya lebih dewasa dari pada dirinya.
" Maaf..aku nggak bermaksud untuk mencurigai kamu.." Ucap Sandy sambil mengulurkan tangannya.
" Aku mengerti kenapa kamu bersikap kayak gini.Tapi aku mohon sama kamu jangan terlalu mengekang Mery kalau kamu nggak mau kehilangan Mery.Mery itu orangnya asyik,dia pasti juga bisa menempatkan diri,jadi kamu juga harus mempercayai Mery.Dia itu sangat mencintai kamu jadi dia nggak mungkin meninggalkan maupun mengkhianati kamu.." Ucap Sakti lalu menjabat tangan Sakti.
" Ok..kalau gitu aku pergi dulu.Oya jangan lupa datang kepernikahan kami..
" Baiklah..
Sandy berjalan keluar restoran dan masuk kedalam mobil..
__ADS_1
" Ais sial..kenapa aku harus mempermalukan diriku sendiri didepan Sakti..
🌟🌟🌟🌟