
Hari ini Sandy berniat untuk melamar Mery secara resmi.Sandy dan Mona berangkat menuju rumah Mery.Sandy sudah menghubungi Frans dan mereka akan langsung berangkat menuju rumah Mery.
Sesampainya dirumah Mery,Sandy melihat ada mobil Frans dan juga Marcel.Sandy dan Mona turun dari mobil.
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )
" Biar aku aja Ma..itu pasti Sandy dan mama.." ucap Dona lalu berjalan menuju pintu depan.
Ceklek..( suara pintu terbuka )
" Hallo Ma.." sapa Dona sambil mencium tangan Mona.
" Ayo masuk Ma..San..udah pada ditungguin didalam.." ucap Dona lalu berjalan masuk dan diikuti Sandy dan Mona.
Sandy tidak menyangka semua keluarga akan berkumpul.Sandy merasa semakin gugup.
" Mari mari silahkan duduk.." ucap Meysa sambil mempersilahkan Sandy dan Mona duduk..
" Mery mana nie..? " tanya Mona sambil duduk disofa.
" Biasa lagi dandan didalam kamar,sayang tolong panggilkan adik kamu,bilang Sandy udah datang.." ucap Meysa.
" Baik Ma.." ucap Dona lalu berjalan pergi menuju kamar Mery.
Frans dan Marcel ikut gabung duduk diruang tamu.Sandy semakin terlihat sangat gugup.
" Kamu kenapa San ? Gelisah gitu.." sindir Marcel.
" Tante..kedatangan Sandy kesini,Sandy ingin melamar Mery,Sandy ingin menjalin hubungan yang lebih serius sama Mery bukan hanya sekedar pacaran,kami udah manjalin hubungan putus nyambung,Sandy ingin menjadikan Mery sebagai pendamping hidup Sandy tante.." ucap Sandy sedikit gugup hingga keluar keringat dingin.
" Kalau tante sih setuju aja,tante tau kamu itu anak yang baik..tapi semua keputusan ada ditangan Mery.." ucap Meysa.
Mira datang dengan membawa minuman yang dibantu oleh Dona.Mery keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu.
" Ni mempelai wanitanya baru keluar.." goda Frans.
" Apaan sih kak.." ucap Mery malu lalu duduk disamping Meysa.
" Gimana sayang,kamu mau menerima lamaran Sandy ? " tanya Meysa.
Mery menatap Sandy lalu menganggukan kepalanya.
" Akhirnya nikah juga kamu..aku pikir kamu bakalan jadi perjaka tua.." goda Marcel.
__ADS_1
Sandy hanya tersenyum mendengar ledekan dari Marcel.Sandy tidak memperdulikan apapun karena saat ini Sandy sangat bahagia karena akhirnya dia dan Mery akan menikah.
" Sekarang tinggal kita menentukan tanggal pernikahan mereka,lebih cepat lebih baik.." ucap Mona.
" Kalau aku setuju aja kapan mereka siap.." ucap Meysa.
" Gimana kalau bulan depan aja ? " usul Mira.
" Apa nggak terlalu kecepetan..? " ucap Mery.
" Lebih cepat lebih baik,aku ingin secepatnya menikahi kamu.." ucap Sandy.
" Ye..yang udah nggak sabar pengen kawin.." celetuk Marcel yang sontak membuat semua orang tertawa.
Sandy terlihat sangat malu begitu juga dengan Mery.
" Kata kata kamu itu ya,mesum melulu.." ucap Dona.
" Kok mesum sih..bukannya kawin itu sama juga artinya kayak nikah,cuma beda penulisan dan pengucapan doang,kalian aja yang pikirannya mesum.." ucap Marcel.
" Udah udah..terus jadinya kapan nie? " ucap Meysa.
" Dua bulan lagi aja Ma..Mery dan kak Sandy juga harus mempersiapkan semuanya,apalagi sekarang dikantor lagi banyak kerjaan.." ucap Mery.
" Gimana San..kamu setuju usul Mery ? " tanya Meysa.
" Baik..keputusan sudah diambil,kalian akan menikah dua bulan lagi..mama senang akhirnya kamu akan menikah sayang.." ucap Meysa sambil memeluk Mery.
" Maafin Mery ya Ma karena udah bikin mama sedih selama ini.." ucap Mery.
" Udah udah..dihari bahagia kini kok malah sedih sedihan.." ucap Mira lalu memeluk Meysa.
Setelah selesai berbincang bincang Mery dan Sandy duduk diteras belakang rumah.
" Kamu bahagia nggak sayang ? " ucap Sandy sambil memeluk Mery dari belakang.
" Jelas bahagialah kak,aku bahagia karena sebentar lagi kita akan menikah dan hidup bersama.." ucap Mery sambil mengusap lembut tangan Sandy yang kini berada diatas perutnya.
" Aku janji akan selalu membuatmu bahagia sayang.." ucap Sandy.
✨
✨
__ADS_1
✨
Meysa dan Mona sedang menyiapkan makan siang.
" Akhirnya kita akan menjadi besan untuk kedua kalinya.." ucap Meysa.
" Iya Mey..aku senang akhirnya Sandy dan Mery menikah..aku sempet kaget saat mendengar kalau mereka putus hubungan,tapi akhirnya mereka kembali bersatu.." ucap Mona.
Dona dan Mira ikut bergabung bersama Mona dan Meysa..
" Mama tenang aja,nggak akan ada gangguan apa apa sampai mereka menikah,Dona bisa melihat betapa mereka saling mencintai.Walau mereka sempat terpisah tapi mereka tidak bisa membohongi diri mereka sendiri kalau mereka masih saling mencintai.." ucap Dona.
🌟🌟🌟🌟
Maaf jika author jarang UP karena author lagi kurang Fit,ini aja aku paksain buat UP..maaf ya kalau cerita aku kali ini agak belepotan dan kurang menarik,ini aku paksain buat nulis walau sebenarnya ni kepala lagi nggak bisa buat mikir,mana nggak bisa dapet inspirasi lagi..sekali maaf jika aku belum bisa UP..terimakasih atas dukungannya selama ini..
Ini aku kasih visual tokoh Sandy,Mery dan Sakti..
Sandy
Mery
Sakti
Aku kasih bonus visual tokoh Mira dan Marcel..
Ni foto Mira kayak Mery ya coz mereka kembar cuma warna rambut aja yang beda..😁😁😁
Marcell
Salam sayang..
😘😘😘😘
__ADS_1
Author..
🌟🌟🌟🌟