
Mery menatap wajah Sandy yang kini tidur disebelahnya.
Dalam hati Mery.." Akhirnya aku menyerahkan kesucian ku kepada kak Sandy.Aku nggak akan pernah menyesalinya karena aku sangat mencintai kak Sandy.."
Sandy membuka matanya dan mengecup kening Mery.
" Apa kamu menyesal sayang..
Mery tersenyum dan mengelengkan kepalanya..
" Terimakasih karena kamu telah percaya padaku,aku janji aku akan bertanggungjawab.Aku mencintaimu..
" Aku juga mencintai kak Sandy dengan sepenuh hatiku..
" Tidurlah.." Ucap Sandy lalu menarik selimut.
Sandy memeluk tubuh Mery dan mengecup kening Mery.
" Aku mencintaimu sayang..jangan pernah meninggalkan aku..selamanya kamu hanya milikku.." ucap Sandy pelan.
Keesokan harinya..
Mery mulai membuka matanya secara perlahan..Mery mencari sosok yang semalam tidur disampingnya..Mery menyandarkan tubuhnya dan kembali menginggat kejadian semalam.Mery membuka selimut dan melihat bercak darah diranjangnya..
" Pada akhirnya aku menyerahkan kesucian aku kepada kak Sandy.." ucap Mery pelan.
Mery mencoba turun dari ranjang,saat mau turun dari ranjang.
" Awww..kenapa rasanya masih perih ya..gimana ini,aku nggak bisa jalan kayak biasanya,gimana kalau nanti semua pada curiga sama aku..bisa mati aku.." gerutu Mery.
Mery berjalan menuju kamar mandi dengan pelan pelan..setelah selesai mandi dan berapakaian Mery mencoba berjalan seperti biasanya..Mery mondar mandir dikamar..
__ADS_1
Ceklek..( suara pintu terbuka )
Mery terkejut karena tiba tiba pintu kamarnya terbuka,Mery menatap kearah pintu dan melihat siapa yang telah masuk kedalam kamarnya..
" Kak Sandyyy..." teriak Mery terkejut.
" Kamu lagi ngapain mondar mandir begitu.." ucap Sandy sambil masuk kedalam kamar.
" Ini semua gara gara kak Sandy..gimana kalau semua orang curiga sama aku saat melihat cara aku berjalan.." ucap Mery sambil cemberut.
" Nggak ada yang salah dengan cara berjalan kamu.." goda Sandy.
" Kakkkk..aku serius ini.." ucap Mery kesal.
" Kalau kamu malu dengan cara jalan kamu,apa perlu aku gendong..bilang aja kaki kamu sakit dan nggak bisa berjalan.." ucap Sandy sambil duduk disofa.
" Ya nggak mungkin kak..nanti malah pada semakin curiga.." ucap Mery cemas.
" Nggak usah khawatir..biarkan mereka tau toh aku juga akan bertanggung jawab atas perbuatan aku..
" Tapi aku belum siap untuk menikah kak..dan aku juga nggak mau kalau mama sampai tau..
" Kenapa kamu nggak mau menikah ? " tanya Sandy penasaran.
" Karena aku masih ingin merasakan kebebasan dan tidak terikat oleh pernikahan..lagian umur aku baru 23 tahun..
" Terus kapan kamu akan siap menikah..apa kamu lupa kalau umur aku sekarang udah hampir 30 tahun..aku nggak bisa menunggu lama sayang..
" O iya ya aku lupa kalau kak Sandy ini udah tua.." goda Mery.
Sandy manatap tajam kearah Mery dan langsung memeluk erat tubuh Mery..
__ADS_1
" Walau umur aku udah tua tapi stamina aku masih kuat,buktinya aku bisa bikin kamu lemas tak berdaya.." bisik Sandy ditelinga Mery.
Mendengar ucapan Sandy,Mery memberikan tabokan pada tangan Sandy dan membuat Sandy meringis menahan sakit..
Mery duduk disofa sambil memoyongkan bibirnya.
" Maaf..itu juga nggak akan lama kok,lama kelamaan rasa sakitnya juga akan hilang..
" Kok kak Sandy bisa tau,kak Sandy pasti udah berpengalamannya.." Ucap Mery curiga.
" Pengalaman dari mana coba.Kan aku udah bilang itu juga yang pertama buat aku.Ya aku cuma baca aja dari buku.." Ucap Sandy memberi alasan.
" Dasar mesum,pasti kak Sandy suka membaca buku konten dewasa ya.." Goda Mery.
" Ya kadang kadang,buat pengetahuan aja.." Ucap Sandy sambil menaikan kedua alisnya.
" Serius kak.." Ucap Mery terkejut.
Niatnya Mery hanya ingin mengoda Sandy tapi Mery nggak menyangka ternyata dugaannya ternyata benar.
Sandy hanya menanggapi ucapan Mery dengan tersenyum.
" Kak..benaran itu serius.." Tanya Mery lagi.
" Kamu itu ya..mau aja aku bohongi.Mana mungkin aku baca gituan,nggak penting banget.Kayak nggak ada kerjaan lain aja.." Ucap Sandy lalu menyentil kening Mery.
Mery meringis menahan sakit pada keningnya.
" Dasar pembohong..
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1