Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Melarang


__ADS_3

Sudah satu bulan Sandy merenungkan kata kata Mery,Sandy tetap belum bisa merasakan rasa yang sama seperti saat pertama kali dia jatuh cinta sama Dona..


Sandy menyenderkan tubuhnya dikursi kerjanya,kedua tangannya memijat kepalanya yang terasa pusing,Sandy pusing memikirkan perubahan sikap Mery dan juga tentang perasaannya sendiri.


" Udah waktunya pulang..lebih baik aku pulang sekarang,badan aku rasanya capek semua.." ucap Sandy lalu berdiri dan mengambil tas kerjannya.


Sandy keluar dari ruanganya,saat melewati ruang kerja Mery,Sandy tidak melihat Mery..


" Apa dia udah pulang ? " guman Sandy lalu terus berjalan.


Sesampainya diloby Sandy melihat Mery diluar sedang berbicang dengan sesorang,Sandy merasa sangat penasaran..


" Siapa laki laki itu ? kayaknya aku pernah liat,tapi dimana ya..?? Sandy terus berfikir menginggat ingat siapa laki laki yang sedang bersama dengan Mery..


" Aku ingat..bukannya dia Davin yang bekerja dibagian marketing..ada hubungan apa dia sama Mery ?


Sandy terus berguman sambil terus mengawasi Mery..


" Aku duluan ya Mer..sampai ketemu besok.." ucap Davin lalu naik keatas motor dan melaju pergi.


" Mana ya taksinya kok lama banget.." guman Mery.


Sandy berjalan menghampiri Mery,Sandy masih penasaran apa hubungan Mery sama Davin.


" Belum dapat taksi.." tanya Sandy yang sontak membuat Mery terkejut karena tiba tiba Sandy berada disampingnya.


" Belum.." ucap Mery singkat.


" Mau aku antar pulang ? " ucap Sandy.


" Nggak..terimakasih.." ucap Mery.


" Kamu kenapa sih Mer..kenapa sikap kamu berubah ? " tanya Sandy.


" Taksi..." teriak Mery sambil melambaikan tangannya.


Taksi pun berhenti..


" Aku duluan...." ucap Mery lalu masuk kedalam taksi..


Taksi pun melaju menjauh...


" Kamu kenapa sih Mer..walau aku belum tau gimana perasaan aku sama kamu tapi kamu nggak perlu berubah sikap kayak gitu.."


" Kenapa sih aku selalu seperti ini...ahhhhhh siallllllll.." teriak Sandy marah.


Sandy masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya..


Ceklek..( suara pintu terbuka dan tertutup )


" Ma..aku pulang..." teriak Mery sambil masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Mery berjalan menuju kamarnya..


Ceklek ( suara pintu terbuka dan tertutup )


Mery menaruh tas diatas meja dan berjalan menuju kamar mandi,setelah selesai mandi dan berapakaian Mery keluar dari kamar dan menghampiri Meysa yang lagi asyik nonton Tv..


" Mama lagi liat apa sih Ma..kok tegang gitu.." ucap Mery sambil duduk disamping Meysa.


" Biasa sayang sinetron kesukaan mama..kamu udah makan belum ? " tanya Meysa.


" Aku nggak lapar Ma.." ucap Mery sambil menyandarkan tubuhnya kekursi.


" Kamu kenapa ? Lagi ada masalah..!! Cerita sama mama,siapa tau mama bisa kasih solusi.." ucap Meysa.


" Gini Ma..kan aku punya teman,teman aku itu jatuh cinta sama seseorang sejak dia masih duduk dibangku SMA..dan sampai sekarang teman aku itu masih mencintai laki laki itu tapi laki laki itu tidak mencintai teman aku,dan saat teman aku ingin melupakan laki laki itu tiba tiba laki laki itu melarang dia untuk melupakannya katanya dia sayang sama teman aku,dan saat teman aku bertanya apa dia mencintanya laki laki itu bilang tidak tau,katanya dia tidak merasakan sesuatu saat bersamanya.."


" Sekarang aku tanya sama mama,apa yang harus teman aku lakukan ? " ucap Mery.


" Laki laki itu berarti tidak peka,kalau dia memang suka berarti dia juga cinta tapi laki laki itu belum menyadarinya..kalau menurut mama sih suruh aja teman kamu itu jalan sama cowok lain dan liat perubahan sikap cowok itu,kalau dia tidak suka melihat teman kamu jalan sama cowok lain berarti dia cemburu.." ucap Meysa.


" Tapi Ma..kalau cowok itu cemburu tapi tetap tidak mau mengutarakan perasaannya terus gimana ? " tanya Mery.


" Ya terusin aja jalan sama cowok lain lama kelamaan cowok itu juga bakal mengutarakan perasaannya.." ucap Meysa.


" Wah..wah...aku kagum sama mama,mama bisa tau trik kayak gitu.." sanjung Mery.


" Mama cuma lihat disinetron sinetron.." ucap Meysa.


Keesokan harinya


Mery dan Davin sedang asyik mengobrol di pantry tiba tiba Sandy muncul..Sandy menatap tajam kearah Davin..


" Pagi Pak.." sapa Davin dan Mery bersamaan.


" Pagi..kalian ngga ada kerjaan sampai punya waktu mengobrol disini.." sindir Sandy.


" Maaf Pak..saya tadi cuma mau ambil minum dan tidak sengaja ketemu Mery.." ucap Davin.


" Sekarang kembali bekerja.." ucap Sandy.


" Baik pak.." ucap Davin lalu keluar dari pantry.


Mery mengikuti Davin dari belakang tapi tiba tiba Sandy menarik tangan Mery.


" Kamu mau kemana ? " tanya Sandy.


" Maaf Pak..saya mau kembali bekerja.." ucap Mery sambil melepaskan tangan Mery.


" Tunggu aku mau bicara sama kamu.." ucap Sandy.


" Bapak mau bicara apa ? kalau tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,maaf saya tidak ada waktu..permisi.." ucap Mery lalu keluar dari pantry..

__ADS_1


Sandy mengacak ngacak rambutnya..Mery sekarang udah berani mengacuhkannya..Sandy kembali keruang kerjanya..Sandy menelfon Mery..


Kriiiiingggg..


" Hallo..." jawab Mery.


" Keruangan ku sekarang.." ucap Sandy lalu mematikan telfon.


Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )


" Masuk..." ucap Sandy.


Ceklek ( suara pintu terbuka dan tertutup )


Mery masuk kedalam ruangan Sandy,Mery berjalan menuju meja kerja Sandy..


" Ada yang bisa saya bantu Pak ? " tanya Mery.


Sandy berdiri dan mendekati Mery..Sandy menatap Mery dengan sorot mata yang tajam.


" Kalau nggak ada yang bisa saya bantu,saya permisi.." ucap Mery lalu membalikan tubuhnya.


" Tunggu.." ucap Sandy sambil memegang tangan Mery.


" Ada yang bisa saya bantu.." ucap Mery.


" Apa hubungan kamu sama Davin ? " tanya Sandy.


" Maaf..saya nggak bisa menceritakan urusan pribadi saya.." ucap Mery.


Sandy yang sudah dipenuhi rasa penasaran semakin tidak bisa menahan emosi..


" Sampai kapan Mer..kamu akan seperti ini? apa kamu bahagia jika menjauh dari aku ? " ucap Sandy marah.


" Maaf Pak..saya nggak paham dengan maksud bapak.." ucap Mery.


" Aku nggak suka kamu dekat dekat sama Davin.." ucap Sandy.


" Kenapa ? apa hak bapak melarang saya untuk dekat sama Davin,saya bebas dekat sama siapa aja,jadi bapak nggak bisa melarang saya.." ucap Mery.


" Aku..aku..itu..karena kamu udah aku anggap seperti adik aku sendiri jadi aku nggak suka kamu dekat sama Davin.." ucap Sandy gugup.


Dalam hati Mery.." Apa sulitnya sih kak mengakui perasaan kakak,aku tau kak Sandy cemburu tapi kak Sandy nggak mau mengakuinya..mau sampai kapan kak Sandy akan terus seperti ini,lama lama aku bisa jenuh kak terus menunggu.."


" Kamu harus dengerin aku,Davin itu nggak pantas untuk kamu,jauhi dia.." ucap Sandy.


" Dari mana bapak tau Davin nggak pantas buat saya ? yang ngejalanin itu saya jadi saya tau mana yang baik dan buruk buat saya,saya nggak akan menjauhi Davin hanya gara gara larang bapak karena bapak bukan siapa siapa saya,jadi bapak nggak berhak melarang saya..permisi !! " ucap Mery lalu melangkah pergi.


Ceklek ( suara pintu terbuka dan tertutup )


" Ahhhhhrrrrrrrrgghh...ada apa sih denganku,kenapa juga aku melarang Mery dekat dekat dengan Davin,itu juga bukan urusan aku...terserah..aku nggak perduli.." teriak Sandy emosi..

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


__ADS_2