
Sandy nggak menyangka Siska akan berbicara seperti itu kepada Evan.Sandy lupa kalau Siska ini orangnya keras kepala.
" Evan sayang..Evan kan masih kecil nggak usah mikirin hal gituan OK..sekarang mama Evan dimana,kok Evan cuma main sendirian ? " tanya Sandy.
" Mama lagi didapur om..katanya mau masak bukan makan siang sama oma.." ucap Evan.
Dalam hati Sandy.." Ais siaall..ada tante Meysa juga disini,ternyata aku salah langkah.Gimana kalau nanti tante Meysa jadi benci sama aku..".
Dona yang sudah selesai memasak berjalan menghampiri Evan.
" Kapan kamu datang San ? " tanya Dona dari arah belakang.
" Baru aja Don.." ucap Sandy.
Dona menatap wanita yang ada disebelah Sandy.Dona tau kalau itu Siska karena dulu Dona pernah melihat foto Siska didompet Sandy.
" Ngapain kamu kesini bawa cewek kamu,kamu mau bikin Mery tambah sakit hati lagi.." ucap Dona ketus.
" Hai..kenalin aku Siska pacar Sandy.." ucap Siska sambil mengulurkan tangannya.
" Aku udah tau,kamu mantan pacar Sandy dulu kan..ayo sayang kita makan siang dulu.." ucap Dona sambil mengendong Evan.
" Sial aku dicuekin.." ucap Siska dalam hati.
" San..aku peringatin sama kamu ya,jangan pernah menganggu Mery lagi.Aku nggak menyangka kamu orangnya seperti itu.." ucap Dona lalu pergi meninggalkan Sandy.
" Kenapa jadi begini sih.." guman Sandy.
" Kamu tunggu disini aku mau menemui tante Meysa dulu.." ucap Sandy.
" Enggak aku mau ikut,aku mau kenal semua keluarga kamu.." ucap Siska ngotot.
" Ais terserah lah tapi aku peringatkan sama kamu jangan bicara macam macam..kalau enggak aku akan usir kamu dari sini.." ancam Sandy.
" It's Ok..." ucap Siska.
Sandy dan Siska berjalan menuju meja makan.Disana sudah ada Meysa,Dona,Evan dan juga Mery.Sandy menatap wajah Mery yang enggan menatapnya.
" Lo Sandy..kamu juga disini..!! " ucap Meysa terkejut.
" Emmm iya tan,tadi baru datang..Sandy kangen sama Evan tan.." ucap Sandy lalu duduk dikursi meja makan.
Siska duduk disamping Sandy.Siska menatap Mery yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya dan tak menganggap kehadiran Siska dan Sandy.
" Dia ini siapa San ? " tanya Meysa sambil menatap Siska.
" Dia Siska teman Sandy tante.." ucap Sandy.
" Hallo tante.." ucap Siska lalu berdiri dan mencium tangan Meysa.
" Bohong Ma..dia ini pacar baru Sandy.." ucap Dona ketus.
__ADS_1
" Benar itu San,tapi bukannya kamu dan Mery masih berhubungan..mama benar benar nggak ngerti,sebenarnya ada apa ini ? " ucap Meysa terkejut.
Mery yang matanya udah mulai berkaca kaca ingin segera pergi dari ruang makan.
" Maaf Ma..aku harus pergi sekarang.Teman aku udah menunggu diluar.." ucap Mery lalu berdiri.
" Tunggu sayang,jelasin dulu sama mama apa yang sebenarnya terjadi.." ucap Meysa.
" Udah jelaskan Ma..aku dan kak Sandy udah putus dan nggak ada hubungan apa apa lagi.Mama juga bisa melihat sendiri sekarang kak Sandy udah bahagia dengan pacar barunya.Maaf Ma aku harus segera pergi kasian Sakti udah menunggu diluar.." ucap Mery lalu berjalan meninggalkan meja makan.
" Apa..!! Sakti disini..!! " ucap Sandy dalam hati.
" Tunggu Mer..." ucap Dona lalu menyusul Mery.
Ceklek..( suara pintu terbuka )
" Maaf Sak..kamu pasti sudah menunggu lama.." ucap Mery.
" Nggak juga kok Mer..memangnya kita mau kemana ni ? " tanya Sakti.
" Mer..tunggu kalian jangan pergi dulu.." ucap Dona.
" Siang kak.." sapa Sakti.
" Siang..kamu temannya Mery ? " tanya Dona.
" Emmm iya kak.." ucap Sakti.
" Mer..ajak teman kamu masuk dulu.Kenalin sama mama karena kakak nggak mau kamu pergi sama orang yang mama nggak tau siapa orangnya.." ucap Dona.
Sakti masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang tamu.Mery berjalan menghampiri Meysa sedangkan Dona duduk menemani Sakti..
" Kamu kerja dimana Sak ? " tanya Dona.
" Saya cuma bantuin mama mengurus restoran kak.." ucap Sakti gugup.
" Nggak usah gugup,aku nggak akan bertanya yang macam macam kok.." ucap Dona.
Mery dan Meysa berjalan menuju ruang tamu.Sakti berdiri dan mencium tangan Meysa.
" Siang tante.." sapa Sakti.
" Siang..kamu ini siapanya Mery ? " tanya Meysa sambil duduk disamping Dona.
" Ma..aku kan udah bilang Sakti ini teman Mery Ma.." ucap Mery kesal.
Mery nggak menyangka keluarganya akan mengiterogasi Sakti seperti ini.Padahal niatnya Mery hanya ingin menghindar dari Sandy dan Sakti hanya alasan saja untuk dia keluar dari rumah.Mery merasa bersalah kepada Sakti karena telah membuatnya terpojok seperti ini.
" Saya Sakti tante..teman Mery.." ucap Sakti tenang.
Sakti mencoba menenangkan dirinya yang sangat gugup.Cuma mau ngajak jalan udah diinterogasi kayak mau lamaran aja.
__ADS_1
" Bener cuma teman..!! " ucap Meysa curiga.
" Kalau boleh jujur saya suka sama Mery tan..." ucap Sakti memberanikan diri.
" Sak..lo apa apain sih.." ucap Mery terkejut.
Sandy yang menguping pembicaraan mereka merasa kesal karena dengan terang terangan Sakti bicara sama Meysa kalau dia suka sama Mery.Sandy emosi dan mengepalkan kedua tangannya.
" Kalian mau kemana ? " tanya Meysa.
" Kita cuma mau cari referensi soal menu menu baru buat restoran mama tan.." ucap Sakti.
" Tante akan ijinin kalian keluar tapi pulangnya jangan malam malam.." ucap Meysa.
" Makasih tan.." ucap Sakti.
" Dan soal lamaran kamu tadi tante belum merestuinya.." ucap Meysa.
" Ma..lamaran apaan sih,orang Sakti nggak bilang apa apa kok.." ucap Mery kesal.
" Bukannya tadi Sakti bilang kalau dia suka sama kamu,itu mama anggap sebagai lamaran.." ucap Meysa.
" Mama ini keterlaluan,Sakti itu cuma teman aku Ma..lamaran apaan coba.Udahlah..kita pergi aja Sak,gue takut ntar mama gue nanya yang macam macam sama lo.." ucap Mery.
" Kami pergi dulu ya tan.." ucap Sakti sambil mencium tangan Meysa dan Dona.
" Ma..aku pergi dulu.." ucap Mery sambil mencium tangan Meysa dan Dona.
" Sak..aku titip Mery.Tolong jagain dia.." ucap Dona.
" Baik kak..kakak nggak usah khawatir.." ucap Sakti.
" Udah ayok..." ucap Mery sambil menarik tangan Sakti dan berjalan keluar.
Mery dan Sakti masuk kedalam mobil.Sakti melajukan mobilnya..
" Mer..keluarga lo asyik juga ya..terutama mama lo,lucu.." ucap Sakti senang.
Sakti senang bisa mengenal keluarga Mery.Bagi Sakti ini awal yang baik untuk mendekati Mery.
" Lo tadi apa apaan coba pakai bilang sama mama gue kalau lo suka sama gue.Mama jadi salah paham kan.." ucap Mery kesal.
" Gue emang beneran suka sama lo Mer sejak pertama kali kita bertemu.Gue udah tertarik sama lo.." ucap Sakti.
" Lo taukan gue udah punya pacar.." ucap Mery.
" Itu dulu,gue tau lo udah putus sama Sandy.." ucap Sakti.
" Terus dengan gue putus dari kak Sandy lo bisa menggantikan posisi dia gitu..! Nggak semudah itu Sak gue nglupain kak Sandy.Lo juga tau kan gue suka sama kak Sandy sejak gue masih duduk dibangku 1 SMA.Kalau dihitung hitung udah 8 tahun lebih gue suka sama kak Sandy..Lo tau kan gimana perasaan gue.Gue harap lo bisa buang jauh jauh perasaan lo sama gue karena lo tau gue nggak akan bisa membalas perasaan lo.Gue nggak mau pertemanan kita hancur Sak hanya gara gara cinta.." ucap Mery.
" Gue nggak bisa janji,tapi lo tenang aja gue nggak akan maksa lo kok..kita tetap teman dan biarkan gue mencintai lo walau lo nggak suka sama gue.." ucap Sakti.
__ADS_1
" Terserah lo Sak..gue udah pusing mikirin kak Sandy yang datang datang bawa pacarnya kerumah.Lo jangan tambahin masalah buat gue.." ucap Mery.
🌟🌟🌟🌟