Bos Yang Angkuh

Bos Yang Angkuh
Penganggu..


__ADS_3

Mery dan Sandy seketika mengakhiri pangutan mereka, mereka terkejut karena melihat Frans sedang berdiri sambil menatap mereka.


" Emmm..kak Frans, nga..pain disini!" Ucap Mery gugup.


" Dona mencarimu." Ucap Frans dengan santaunya. Ia bahkan tidak merasa canggung setelah melihat kejadian tadi di depannya.


" Menganggu saja." Gerutu Sandy.


Mery manatap Sandy yang kini sedang menatapnya sambil cemberut. Frans bisa melihat betapa Sandy tidak senang dengan kehadirannya.


" Kamu kenapa San, maaf aku nggak bermaksud untuk menganggu kamu kalau kamu masih kangen sama Mery kalian terusin saja di kamar jangan disini. Kalau nanti Mama melihat semua ini, bisa kena semprot kamu." Goda Frans dengan senyuman di wajahnya.


" Kak Frans ini bicara apa, aku mau ketemu sama kak Dona dulu." Ucap Mery malu-malu. Ia lalu berjalan meninggalkan Frans dan Sandy.


Frans duduk disamping Sandy, ia menepuk bahu Sandy dan tersenyum.


" Why...why!" Ucap Sandy kesal.


" Do not be angry, bukan maksud aku untuk menganggu kalian. Oya San, besok kita mau ke Bali kamu mau ikut nggak?" Tanya Frans mengalihkan pembicaraan. Ia tau Sandy masih merasa sangat kesal karena aktivitasnya terganggu.


" Dalam rangka apa?" Tanya Sandy datar.


" Cuma mau liburan aja, sekalian kita bisa kumpul-kumpul bareng. Semua pada ikut dan disana nanti kamu bisa bermesraan sampai puas sama Mery dan aku janji nggak akan ada gangguan lagi." Ucap Frans.


" Emmm..makasih ya atas bantuannya, kalau kemarin kamu nggak menelfon mungkin sampai sekarang Mery akan tetap marah sama aku." Ucap Sandy.


" It's ok, tapi kalau aku boleh tau apa yang udah kamu lakukan sama Mery sampai dia bisa semarah itu." Tanya Frans penasaran.


Sandy sebenarnya malu menceritakan semuanya kepada Frans, tapi Frans adalah orang yang telah membantunya selama ini.


" Aku..aku udah melakukan hal bodoh yang sudah menyakiti hati Mery, aku udah meragukan cinta Mery bahkan aku mempertanyakan soal kesucian Mery." Ucap Sandy sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Apaaa!" Teriak Frans terkejut.


" Aku tau, nggak seharusnya aku mempertanyakan itu sama Mery, aku udah menyesali semuanya." Ucap Sandy.


" San, jika kamu tulus mencintai Mery kamu harus menerima semua kekurangan maupun kelebihan Mery, nggak perduli dia masih suci atau tidak karena semua itu adalah masa lalu Mery dan kamu nggak berhak menghakimi Mery dengan mempertanyakan semua itu. Sekarang aku balik nanya sama kamu, seandainya Mery bertanya apa kamu masih perjaka atau tidak dan kamu menjawab kamu sudah tidak perjaka apa Mery juga akan meninggalkanmu..nggak San. Mery itu cinta mati sama kamu bahkan sebelum kamu menyadari perasaan kamu. Kalau Mery masih suci itu berarti keberuntungan kamu tapi kalau dia sudah nggak suci berarti kamu harus menerimanya jika kamu benar-benar mencintainya." Ucap Frans.


" Aku masih perjaka, bahkan saat pacaran sama Dona aku nggak pernah menyentuhnya." Ucap Sandy.


" Yakin kamu nggak pernah menyentuh Dona." Ucap Frans sambil menatap tajam kearah Sandy.


" Emmmm...iya..aku cuma..cuma.."


" Cuma apa hayo, katakan!" Desak Frans dengan penuh penekanan.


" Beneran kamu mau mendengarnya, nanti kamu sakit hati lagi." Goda Sandy.


" Aku nggak akan sakit hati karena itu hanya masa lalu Dona dan sekarang Dona adalah milikku selamanya, apalagi yang mendapatkan ke Virginannya kan aku." Ucap Frans bangga.


" Wah..wah..kamu bisa menahan diri juga ya, saat aku pacaran sama Dona aku nggak bisa menahan diri aku, kita sering melakukan hal-hal seperti pemanasan gitu walau ujung-ujungnya gatot juga." Ucap Frans sambil mengingat momen-momen saat masih berpacaran dengan Dona.


" Ya..mungkin saat itu Dona belum sepenuhnya percaya sama aku, tapi aku bahagia Dona bisa mendapatkan kamu. Aku lihat kamu sangat mencintai Dona." Ucap Sandy dengan senyuman di wajahnya.


" Dona adalah cinta pertama dan terakhir buat aku. Dona lah yang telah merubah hidup aku, dunia yang dulu begitu gelap dan sunyi kini berubah menjadi berwarna dan ceria semenjak kehadiran Dona." Ucap Frans.


Dona berjalan menghampiri Frans dan Sandy..


" Sayang, ini udah larut malam, mengobrolnya terusin besok saja. Ayo cepetan tidur!" Seru Dona.


" Iya sayang.." Ucap Frans lalu berdiri.


" Tunggu.." Ucap Sandy pelan.

__ADS_1


" Hemm.."


" Kamar Mery dimana?" Ucap Sandy pelan.


" Di lantai atas kamar paling pojok." Ucap Frans pelan lalu berjalan menghampiri Dona.


Dona dan Frans pergi ke kamar mereka sedangkan Sandy menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Mery. Sandy mengetuk pintu kamar Mery.


Tokk..tokk..tokk..


Mery yang tengah duduk disofa berdiri dan berjalan menuju pintu. Mery membuka pintu. Setelah pintu terbuka Sandy secepat kilat langsung masuk ke kamar Mery dan menutup pintu, tak lupa Sandy mengunci pintu itu.


" Kak Sandy! ngapain disini?" Tanya Mery terkejut.


" Aku ingin tidur disini,bolehkan..please!" Ucap Sandy memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


" Tapi kalau nanti ketahuan sama Mama atau kak Dona gimana?" Tanya Mery takut.


" Tenang aja nggak bakalan ketahuan, aku tadi udah minta bantuan sama kak Frans." Ucap Sandy.


" Apa! apa yang kak Sandy bilang sama kak Frans?" Tanya Mery terkejut.


Sandy menatap Mery lalu menarik pinggang Mery.


" Aku bilang sama kak Frans agar melarang siapapun agar tidak mencari kamu karena malam ini aku ingin menghabiskan waktu aku sama kamu, aku juga bilang kalau malam ini kita akan bersenang-senang." Bisik Sandy di telinga Mery.


Setelah mendengar ucapan Sandy sontak Mery langsung mendorong tubuh Sandy, jantung Mery berdetak sangat cepat, mukanya memerah karena malu.


" Kenapa kamu masih malu sayang? bukannya waktu itu kita sudah hampir melakukannya, jadi mari kita tuntaskan urusan kita yang sempat tertunda." Ucap Sandy dengan senyuman di wajahnya.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2