
Frans mendengar suara dering ponselnya, dia mengambil ponselnya dari atas meja, lalu melihat siapa yang menelfonnya.
"Marcel! ada apa dia menelfinku."
Frans menjawab telfon dari Marcel.
"Ya, ada apa?" Sahut Frans.
"Kamu dimana sekarang?" Tanya Marcel.
"Di kantor, ada apa?"
"Ok." Ucap Marcel lalu menutup telfon.
"Ada apa ya dengan Marcel?" Tanyanya penasaran.
Frans kembali memeriksa berkas-berkas diatas mejanya, selama Frans cuti, kerjaannya jadi menumpuk. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.
Tokk..tokk..tokk..
"Masuk." Sahut Frans dari dalam.
Tari membuka pintu ruangan Frans.
"Pak ada pak Marcel diluar."
"Suruh dia masuk."
"Baik pak." ucap Tari lalu berjalan keluar.
"Silahkan masuk pak, pak Frans sudah menunggu didalam." Ucap Tari mempersilahkan Marcel masuk.
"Terimakasih ya." ucap Marcel sambil berjalan keruangan Frans.
Marcel membuka pintu.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Frans sambil masih fokus dengan berkas-berkasnya.
"Kamu jadi cari sekretaris baru nggak?" tanya Marcel sambil duduk didepan Frans.
"Nggak jadi, karena aku sudah punya sekretaris baru."
"Siapa?" tanya Marcel penasaran.
"Yang tadi kamu lihat."
"Maksud kamu Tari."
Frans menganggukan kepalanya.
"Padahal aku udah ada calon buat kamu." Ucap Marcel sambil menyandarkan tubuhnya kepunggung kursi.
"Siapa?" tanya Frans penasaran.
"Kamu kenal kok."
"Udah deh jangan bikin aku penasaran." ucap
Frans kesal.
"Tunggu aku panggilin dulu." ucap Marcel sambil berjalan keluar.
Marcel membuka pintu.
"Ayo masuk." Pinta Marcel pada seseorang.
"Frans lihat siapa yang aku bawa." Ucap Marcel sambil menatap Frans.
__ADS_1
"Selin!" teriak Frans terkejut.
"Hai Frans, aku kangen sama kamu." ucap Selin sambil memeluk Frans.
"Selin lepasin." ucap Frans sambil melepas pelukan Selin.
"Maksudnya apa ini Cel?" tanya Frans kesal.
"Aku nggak bermaksud apa-apa kok, Selin datang menemui aku katanya dia butuh pekerjaan makanya aku tawarin dia untuk jadi sekretaris kamu."
"Tapi kamu tau kan gimana Dona, dia pasti akan marah sama aku." Ucap Frans cemas.
"Siapa itu Dona?" tanya Selin penasaran.
"Dona itu istri aku, apa Marcel nggak cerita sama kamu kalau aku sudah menikah?"
"Sory Frans aku belum sempat cerita sama Selin karena dia ngebet banget ingin ketemu sama kamu."
"Aku nggak percaya kalau kamu sudah menikah! bukannya kamu tidak percaya sama yang namanya pernikahan, dan kamu juga nggak bisa jatuh cinta?" Ucap Selin sambil mengeryitkan dahinya.
"Aku udah berubah Sel, aku bukan Frans yang dulu lagi, sekarang aku sangat mencintai istri aku."
"Kalau kamu akhirnya mau menikah, kenapa dulu kamu menolak aku? kenapa kamu nggak mau menerima cinta aku?" tanya Selin sambil melipat kedua lengannya di dada.
"Itu karena dulu aku belum percaya sama yang namanya cinta, tapi setelah aku bertemu Dona semuanya berubah."
"Itu nggak adil, aku nggak terima." Ucap Selin kesal.
"Sel, kamu tau kan kalau selama ini Marcel sangat mencintai kamu, tapi kenapa kamu malah mengejar-ngejar aku? kamu itu seharusnya bisa melihat ketulusan cintanya Marcel." Ucap Frans sambil menatap Marcel.
"Itukan dulu Frans, sekarang aku sudah nggak tertarik lagi." Ucap Marcel sambil mencemberutkan bibirnya.
"Aku itu cintanya sama kamu bukan sama Marcel. Hanya kamu yang aku mau." bisik Selin ditelinga Frans.
Tiba-tiba pintu terbuka dari luar.
"Sayang! apa yang sedang kamu lakuin!" teriak Dona.
Frans terkejut melihat Dona berada di dalam ruangannya.
"Sayang, ini nggak seperti yang kamu lihat."
Frans mendorong tubuh Selin.
"Aku nggak butuh penjelasan kamu, semuanya udah jelas." ucap Dona lalu berjalan keluar.
Frans mengejar Dona.
"Sayang tunggu." teriak Frans sambil mengejar Dona.
"Sayang, please dengerin aku dulu." ucap Frans sambil menarik tangan Dona.
"Apa lagi yang mau kamu jelasin." ucap Dona sambil meneteskan air mata.
"Sayang, ini nggak seperti yang kamu lihat." ucap Frans sambil memeluk Dona.
"Lepasin aku." ucap Dona sambil mendorong tubuh Frans.
"Sayang ayo kita bicarakan didalam, malu dilihat orang." ucap Frans sambil menarik tangan Dona.
Frans membuka dan membawa Dona masuk kedalam ruangannya.
"Sayang ayo duduk dulu." ucap Frans sambil mendudukan Dona.
"Sayang lihat aku." Pinta Frans.
"Kamu mau bilang apa, semuanya sudah jelas, aku melihatnya dengan mata kepala aku sendiri." ucap Dona disela tangisannya.
__ADS_1
"Kalau kamu nggak percaya sama aku, kamu bisa bertanya sama Marcel."
"Betul Don kata Frans, kamu hanya salah paham, dia ini Selin sahabat kita waktu kuliah di Australia, dia datang kemari untuk mencari pekerjaan, aku pikir dia bisa menjadi sekretarisnya Frans tapi ternyata Frans sudah punya sekretaris baru." jelas Marcel.
"Oo..jadi ini istri kamu, cantik juga tapi masih cantikan aku sih, hallo kenalin aku Selin." ucap Selin sambil mengulurkan tangan.
"Dona." sambil menjabat tangan Selin.
"Aku nggak percaya kalau dia cuma temen kamu." Ucap Dona sambil mencemberutkan bibirnya.
"Percaya sama aku dong sayang, mana mungkin aku mengkhianati kamu." ucap Frans sambil menggenggam tangan Dona.
"Sebenarnya dulu aku pernah deket sama Frans, tapi dulu Frans tidak percaya dengan yang namanya cinta, aku nggak menyangka Frans bisa merubah pendiriannya setelah bertemu sama kamu." Ucap Selin sambil menatap Dona.
"Apa sekarang kamu masih mencintai Frans?" tanya Dona.
"Sayang, kamu ini kenapa sih, kamu nggak percaya sama aku?" tanya Frans.
"Aku percaya sama kamu tapi aku nggak percaya sama wanita ini." Ucap Dona sambil menunjuk kearah Selin.
"Aku memang masih menyukai Frans tapi sekarang Frans sudah menikah, aku nggak suka mengganggu rumah tangga orang."
"Terus tadi apa maksud kamu dengan memeluk suami aku? " tanya Dona kesal.
"Tadi aku hanya ingin mengoda Frans, sudah lama aku nggak bertemu dengannya, jadi aku rindu masa-masa kuliah dulu." jelas Selin.
"Aku nggak suka ya kamu main peluk-peluk suami aku." ucap Dona kesal.
"Aku minta maaf jika itu menyingung perasaan kamu. Kalau begitu aku sekalian mau pamit karena hari ini aku akan balik ke Australia, sebenarnya niat aku datang kesini hanya untuk memberikan undangan ini." ucap Selin sambil memberikan undangan kepada Marcel dan Frans.
Frans dan Marcel membuka undangan itu..
"Kamu mau menikah?" tanya Marcel terkejut.
"Iya aku akan menikah seminggu lagi."
"Aku nggak salah baca kan? kamu akan menikah dengan si kutu buku?" tanya Frans terkejut.
"Aku juga nggak menyangka kalau aku akhirnya akan menikah dengannya, aku luluh setelah melihat pengorbanan dia selama ini buat aku, dia juga nggak pernah menyerah walau berkali-kali aku menolaknya."
"Masih cakepan aku." goda Marcel.
"Kamu memang cakep tapi kamu itu mata kranjang, makanya aku nggak mau jadi pacar kamu." Sindir Selin.
"Selamat ya Sel..atas pernikahan kamu." Ucap Frans ikut bahagia.
"Terimakasih ya Frans, aku tunggu kedatangan kalian, aku pamit dulu." ucap Selin lalu berjalan keluar.
"Aku juga pamit pulang, Selin tunggu aku." ucap Marcel sambil berlari mengejar Selin.
"Kamu masih marah sama aku?" tanya Frans sambil menggenggam tangan Dona.
"Ya aku masih marah, enak ya habis dipeluk sama cewek cantik." sindir Dona.
"Nggak, enakan pelukan istri aku yang cantik ini." ucap Frans sambil memeluk tubuh Dona.
"Kenapa sih kamu nggak menolak saat Selin memeluk kamu?" tanya Dona kesal.
"Sebelum kamu datang aku itu mau melepaskan pelukan Selin, tapi kamu keburu masuk dan melihatnya, jadi salah paham deh."
"Yang aku cintai itu cuma kamu sayang, percaya deh sama aku." ucap Frans sambil mencium kening Dona.
"Aku takut kehilangan kamu sayang, karena aku sangat mencintai kamu."
"Itu nggak akan pernah terjadi, karena kamu segala-segalanya buat aku." Frans menggenggam tangan Dona lalu mengecupnya.
"Kamu kesini mau ngapain sayang?" tanya Frans penasaran.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟