
Sudah empat hari Frans, Dona, Tari dan Kevin berada di Paris dan kini mereka bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia.
" Sayang..kamu sudah siap belum?" Tanya Frans sambil duduk di sofa, ia mengamati Dona yang sedang menggemasi pakaian kedalam koper.
" Bentar lagi sayang," Sahut Dona sambil memasukan semua pakaiannya kedalam koper. Frans yang merasa tidak tega, beranjak dari duduknya dan mendekati Dona.
" Mau aku bantuin nggak sayang?"
" Nggak usah sayang ini sudah selesai kok." Ucap Dona lalu menutup koper dan menguncinya.
" Ayo berangkat." Ucap Dona sambil membawa kopernya. Frans mengambil alih koper Dona lalu membawanya. Gadis itu tersenyum dan mengikuti Frans dari belakang.
Dona dan Frans keluar dari kamar hotel menuju loby hotel, disana Tari dan Kevin sudah menunggu.
" Hai Tar, Vin..maaf menunggu lama." Ucap Dona.
" Nggak papa kok Don..kita juga baru saja turun," Ucap Tari.
Mereka berjalan keluar dari hotel menuju mobil yang sudah terpakir di depan loby hotel. Merekapun masuk ke dalam mobil.
Frans melajukan mobilnya menuju bandara.
Setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam bandara.
Mereka berjalan menuju keberangkatan, setelah melewati pemeriksaan mereka naik ke dalam pesawat.
Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu berjam-jam akhirnya mereka tiba di Jakarta. Mereka keluar dari pesawat dan berjalan menuju loby. Mereka berjalan menuju mobil Frans. Frans masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Dona.
" Tar..Kevin ayo masuk," Ajak Dona.
" Nggak usah Don..kita naik taksi aja," Tolak Tari.
" Ayo sekalian aku anterin pulang.." ucap Frans.
" Tidak usah Pak..terimakasih atas tawarannya, saya sama Tari naik taksi aja," Tolak Kevin. Kevin dan Tari tidak ingin merepotkan Bos nya. Mereka sudah sangat berterimakasih karena Bos nya mengajaknya jalan-jalan ke Paris.
" Beneran ini nggak mau aku anterin," Tanya Dona memastikan.
" Iya Don..beneran," Ucap Tari sembari menepiskan senyumannya.
" Ya udah kita duluan ya.." ucap Dona.
Frans melajukan mobilnya keluar dari bandara. Tari dan Kevin pun naik ke dalam taksi.
Setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Frans. Frans dan Dona turun dari mobil.
" Sayang, aku punya kejutan buat kamu," Ucap Frans.
" Apa itu?" Tanya Dona penasaran. Kemarin saat di Paris Frans sudah banyak memberinya kejutan.
__ADS_1
" Nanti kamu juga tau..ayo masuk." Frans membuka pintu rumahnya, ia mengandeng tangan Dona masuk ke dalam rumah.
Saat Dona melangkahkan kakinya masuk ke dalam kerumah, tiba-tiba langkahnya terhenti. Gadis itu melihat sosok yang begitu sangat dirindukannya.
" Mama." Ucap Dona terkejut..( Dona langsung berlari memeluk mamanya).
" Sayang..Mama kangen sama kamu." Ucap Meysa.
" Dona juga kangen banget sama Mama, Mama kok bisa ada disini?"
" Mama sebenarnya juga binggung, tiba-tiba ada orang yang datang kerumah, mereka bilang kalau mereka disuruh oleh nak Frans dan menyuruh mama untuk datang ke Jakarta. Mereka mengajak mama kesini.."
" Terus Mira dan Meri mana Ma?" Tanya Dona sambil mencari keberadaan kedua adik kembarnya.
" Adik-adik kamu sedang jalan-jalan keluar."
" Sudah acara kangen-kangenannya, sekarang kita duduk dulu." Ucap Frans.
" Terimakasih kamu sudah mengajak mama aku kesini, aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Ucap Dona sambil menampakan senyuman manis di wajahnya.
" Sama-sama sayang, aku mengajak mama kamu kesini juga karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ke mama kamu." Ucap Frans sambil duduk disofa.
" Ayo Ma kita duduk dulu.." Ucap Dona sambil mendudukkan mama nya di sofa.
" Kamu mau bicara apa sama mama aku?" Tanya Dona sambil duduk disamping mama nya.
" Tante..sebelumnya saya minta maaf karena sudah bikin tante binggung karena orang-orang suruhan saya. Sebenarnya saya menyuruh tante kesini pertama karena saya tau kalau Dona sangat merindukan tante. Dona tidak tenang meninggalkan tante waktu itu dan yang kedua karena saya ingin meminta izin dan restu sama tante untuk menikahi Dona." Frans menatap kedua mata Dona yang saat itu juga tengah menatapnya dengan raut wajah yang tidak dapat ia tebak.
" Kamu..kamu kenapa nggak bilang ini dulu sama aku," Dona terlihat sangat terkejut, baru kemarin Frans melamarnya di Paris, sekarang lelaki itu melamarnya langsung kepada mama nya.
" Sayang..aku ingin memberi kejutan ini sama kamu dan aku ingin membuktikan sama kamu kalau lamaran aku kemaren itu serius, aku ingin secepatnya menikah denganmu."
" Nak Frans..tante bahagia banget akhirnya Dona akan segera menikah, itu adalah keinginan terbesar tante yaitu melihat Dona menikah dan bahagia, kalau Dona setuju maka tante juga akan setuju. Gimana sayang, kamu mau kan menikah sama Nak Frans?" Tanya Meysa sambil menggenggam tangan Dona.
" Ya Ma, Dona mau. Terimakasih ya Ma, sudah mau merestui hubungan kami," Ucap Dona sambil memeluk mama nya.
" Iya sayang..kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan mama juga..(memeluk tubuh Dona).
" Terimakasih tante dan ada lagi berita bagus untuk kamu sayang." Ucap Frans sambil menatap Dona.
" Apa lagi? kamu ini ya suka banget bikin aku penasaran."
" Kita akan menikah minggu depan, semua sudah aku persiapkan."
" Apaaaa! kamu nggak serius kan? Kenapa secepat itu?" Tanya Dona terkejut.
" Aku serius sayang."
" Apa itu nggak terlalu cepat sayang?" Tanya Dona yang masih terlihat sangat shock.
__ADS_1
" Nggak sayang, aku ingin secepatnya menikah denganmu, aku ingin kita secepatnya sah menjadi suami istri,"
" Tapi gimana dengan persiapannya..terus undangan untuk teman-teman aku..keluarga aku.." Tanya Dona.
" Tenang sayang..semua sudah aku atur..kamu cukup menjadi mempelai aku aja." Ucap Frans sembari menepiskan senyumannya.
" Nak Frans..terimaksih karena nak Frans sudah mau menerima anak tante dan mempersiapkan semuanya untuk anak tante..maafkan tante karena nggak bisa membantu apa-apa,,"
" Tante..bagi aku Dona adalah segala-galanya. Tante tidak usah meminta maaf, karena tante sudah aku anggap seperti mama aku sendiri tante." Ucap Frans.Frans berdiri dari duduknya lalu duduk berjongkok di depan Meysa
" Tante nggak usah sungkan sama aku..karena mulai sekarang tante adalah mama aku." Ucap Frans sambil menggenggam tangan Meysa.
" Terimakasih nak Frans ( memeluk Frans).
" Sayang..terimakasih karena kamu juga menyanyangi mama aku," Ucap Dona bahagia.
" Sayang sini peluk Mama juga.." Ucap Meysa lalu merentangkan salah satu tangannya. Donapun memeluk mama nya
" Mama do' ain semoga kalian hidup bahagia selamanya.."
" Terimaksih Ma, kita sayang mama," Ucap Frans dan Dona bersamaan.
" Kalian pasti capek setelah perjalanan jauh..sekarang kalian mandi terus siap siap untuk makan malam,,"(melepas pelukan).
" Baik Ma..Dona mau keatas dulu..mau mandi."
" Frans juga Ma,," Ucap Frans.
Frans dan Dona pun berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.
" Terimakasih untuk semuanya, hari ini aku bahagia banget dan terimakasih untuk semua kejutannya." Ucap Dona sambil melingkarkan tangannya ke leher Frans.
" Aku lakuin itu semua untuk kamu sayang..aku tau kamu sangat merindukan mama kamu jadi aku bawa tante kesini dan aku juga ingin cepat-cepat menikah denganmu." Ucap Frans sambil melingkarkan tangannya di pinggang Dona.
" Aku mencintaimu sayang." Ucap Frans sambil mencium kilas bibir Dona.
" Aku juga mencintaimu."
" Ya udah ayo kita mandi..kasian mama sudah nunggu dibawah." Ucap Dona sambil melepaskan pelukannya.
" Kita mandi bareng ya sayang." Ucap Frans sambil memeluk Dona lagi.
" Nggak!" Tolak Dona langsung.
" Ayo lah sayang..aku janji nggak akan ngapa-ngapain, aku akan menahannya, aku janji, please!" Pinta Frans sembari mengatupkan kedua tangannya. Dona menghela nafas panjang.
" Beneran ya..awas kalau kamu bohong. Aku nggak akan memaafkan kamu!" Ancam Dona.
" Iya aku janji, ayo kita mandi." Ajak Frans sambil menarik tangan Dona menuju kamar mandi.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟