
Saat Radith ingin pergi dari pulau ini, namun polisi menolak untuk memberikan ijin dan bahkan memberitahukan keberadaannya pada Ibu pemilik Villa itu. Dia melihat rombongan orang datang ke tempatnya. rupanya dia tidak diijinkan untuk pergi dari tempat ini sampai semua masalahnya selesai. mau tidak mau Radith menuurt, jika tidak, bisa saja nanti malah urusannya bertambah panjang. Dia mencoba untuk sabar dengan sikap tidak kompeten oknum itu.
“Halo, wah, saya tidak mengira kamu bisa selamat dari tempat itu tanpa dimakan oleh beruang atau singa yang ada di sana. Bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah memiliki rencana untuk bunuh diri? Ah jangan seperti itu, jangan membunuh dirimu sendiri, lebih baik kau berikan uang padaku, aku yakin uang itu tidak banyak bagimu, jadi tidak masalah jika aku hanya meminta 3 millyard saja,” ujar orang itu yang sama sekali tidak digubris oleh Radith.
“Urusan uang itu nanti, saya harus kembali ke Jakarta dan mengurus semua perijinan baru saya bisa mencairkan uangnya. Yang penting sekarang saya harus bisa keluar dari tempat ini, kau, kau pasti bisa kan memberikan pernyataan tidak bersalah dan membuat aku bisa dibebaskan? Lekas bebaskan aku, aku akan memberimu uang seperti yang kau mau,” ujar Radith kesal karna dia tak bisa pulang ke rumahnya bahkan di saat dia bukanlah penjahat di sini.
“Jangan terburu buru, jika kau ingin pergi ke luar pulau, ya kau harus ikuti prosesnya dari kepolisian, buktikan dirimu tidak bersalah, terserah apa yang akan kau lakukan, jika polisi menganggapmu salah, ya kau tidak akan boleh meninggalkan pulau ini,” ujar Ibu itu yang tentu saja membuat Radith geram. Dia harus memikirkan cara lain agar bisa pergi sebelum Ibu itu tahu jika semua tulisan yang dia tanda tangani bahkan menggunakan cap jempol darah, tidak akan bisa berlaku karna baru saja dia mempertegas urusan yang bisa mencairkan uang, yaitu cap perusahaan yang tidak akan mungkin menempel di jarinya.
“Baiklah, jika saya bisa meyakinkan polisi bahwa saya bersih, saya akan segera pergi dari sini,” ujar Radith yang tentu dianggap remeh oleh orang itu, karna dia yakin Radith tak akan memiliki bukti yang cukup untuk membebaskan dirinya dari kurungan penjara, apalagi setelah Radith ‘melakukan’ hal buruk pada perempuan di sini.
Lelaki itu kembali pergi ke kantor polisi untuk membersihkan namanya. Dia merasa semua sudah semakin berlarut larut, jadi mereka harus segera membereskannya agar tidak terjadi hal buruk lain. Dia tak mau keluarganya yang sudah tenang di pulau lain harus ikut terseret dengan masalah orang gila ini, dia ingin semua berjalan cepat dan dia bisa pulang ke tempat asalnya.
“Selamat pagi pak, kemarin bapak bilang memiliki bukti tentang saya, apakah betul? Jika ya, saya ingin memberikan bukti juga dari sudut pandang saya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Saya harap bapak bisa melihat dari kedua sisi, jadi yang akan orang lihat adalah kepolisian yang adil, melindungi tanpa pandang bulu dan tentu saja terbuka untuk kemungkinan yang ada,” ujar Radith yang diangguki oleh orang itu. Orang seperti mereka hanyalah orang yang gila hormat dan ingin diakui kehebatannya, Radith harus memanfaatkan hal itu untuk keuntungan dirinya sendiri, terutama untuk bebas dari sini.
“Bukti apa yang kamu punya? Jika memang kau punya bukti yang kuat. Aku akan mempertimbangkannya dan menjadi bahan acuan untuk menentukan apakah kamu bersalah atau tidak, namun jika bukti itu tak kuat, hukumanmu akan bertembah karna kau sudah menyangkal dan memberikan bukti palsu untuk kesalahan yang kau lakukan, aku tidak akan memberikan pengurangan hukuman untuk itu.”
"Ini adalah bukti yang saya miliki, bisa anda jadikan bahan untuk menentukan. Saya memang sudah menyuruh detektif untuk melakukan penyelidikan karna ibu ini mencurigakan, saya rasa video itu akan sangat membantu untuk proses penyelidikan. Saya juga sudah memanggil 1 psikolog handal dan terkenal untuk pendampingan mental pelapor agar kondisi kejiwaannya tetap stabil dan terjaga selama proses penyelidikan dan sidang."
__ADS_1
“Apakah kau yakin video yang akan kau tunjukkan ini akan membantu dalam penyelidikan? Jika kau hanya buang buang dan tenagaku, aku tidak akan memberikanmu kesempatan lain, jadi pastikan apa yang kau rekam ini memiliki hal bagus yang bisa membantumu lolos,” ujar polisi itu yang membuat Radith menghela napasnya. Apakah sulit sekali untuk hanya melihat tanpa berbicara?
“Bukankah itu bisa dinilai saat anda sudah menonton videonya? Silakan anda tonton dulu saja videonya. Saya rasa orang yang netral akan bisa menilai isi video itu,” ujar Radith dengan santai. Orang itu tampak seperti diremehkan dan langsung menonton video itu, rupanya video itu direkam dari langit langit rumah kosong, tempat dimana ibu itu membuat 1 video penyekapan. Yah, bisa dibilang ini adalah video Behind the Scene.
“Kau! Cepat turunkan kain dan lampu itu sedikit, aku kedinginan, kau kira tidak kedinginan berada dalam posisi ini?! Lekas!” pekik Ibu itu dengan bugar. Saat kamera dinyalakan, dia tampak berpura pura kesakitan, lalu dia meminta tolong pada seseorang yan gdia tahu adalah pengawalnya. Semua terekam jelas di kamera itu, bagaimana Ibu itu meraung dan langsung kembali tenang saat kamera sudah mati. Polisi menyimak dari awal sampai kahir dengan mata yang nyaris tak berkedip.
“Bagaimana kau bisa mendapatkan semua video ini? Siapa detektif yan gkau sewa itu? aku harus melihatnya sendiri untuk memastikan apakah video ini layak dijadikan bukti atau tidak. Jika kau tidak bisa mengatakannya, bukti yang kau berikan ini akan menjadi tidak sah,” ujar oknum itu yang tentu membuat Radith makin geram. Dia sudah susah payah mencari dan mendapat bukti itu, namun hanya dipatahkan dengan kalimat sederhana.
“Baiklah, saya akan bawa orang yang saya minta untuk membantu saya menemukan bukti itu, saya harap bapak tidak membuat sesuatu yang salah menjadi benar dan sesuatu yang benar menjadi salah. Saya sangat menghormati profesi ini di hidup saya, jadi saya tidak mau pandangan saya terhadap instansi ini berubah. Karna satu rakyat bisa menggerakkan hati rakyat jika itu berada di jalan yang benar“
“Ah, ada satu lagi juga. Saya akan memberikan jawaban yang kooperatif, saya juga akan mengikuti semua prosedur dengan baik, saya juga akan melupakan fakta anda sudah menyebarkan alamat hotel saya pada orang lain sehingga sata merasa tak aman dan tak nyaman, jadi saya harap anda bisa bekerja dengan baik tanpa khawatir hal lain, saya akan memastikan anda berada di pihak yang benar, bukan begitu?” tanay Radith yang langsung diangguki oleh petugas itu.
"Saya akan bantu apapun yang bapak minta demi terwujudnya pemeriksaan yang adil, jujur dan transparant, saya akan melakukannya, terima kasih banyak sudah bersikap baik kepada saya pak, saya isi dan saya akan tunggu kelanjutannya," ujar Radith yang mengikuti intruksi polisi itu. Setelah memastikan formulir yang dia akan isi aman dan tidak menjebak, dia mengisinya dengan jujur.
“Kau tidak bisa perg dari pulau ini sampai semua terbukti benar atau salah, paling lambat besok, saya akan mmeberitahu semua oihak terkait masalah ini, apakah anda bisa di penjara ataukah anda akan dibebaskan karna kurangnya bukti. Jika anda tidak bersalah, anda bisa ajukan penuntutan terhadap Ibu pemilik Vila itu, dan saya tentu akan membantu kamu sampai Ibu itu mendekam di penjara,” ujar oknum itu yang hanya diangguki oleh Radith.
Setelah keluar dari kantor polisi, dia langsung masuk ke dalam mobilnya, dia mengumpat dan menumpahkan semua rasa kesalnya. Dia tak menyangka hidupnya akan sekacau ini bahkan di saat sedang liburan. Jika dia tidak mendapat apa yang dia inginkan hari ini, dia akan berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap pergi dari pulau ini, membakar semua kasusnya dan tentu saja membunuh semua oknum yang terlihat, dia tak mau masalah sepele dan tidak bermutu ini terus berlarut larut.
__ADS_1
“Tuan harus tenang, tuan bisa beli tiket pesawat untuk lusa, jika memang masalahnya makin berlarut, Tuan pergi saja dari pulau ini dan saya akan membuat semua jejak yan gad adi pulau ini hilang. Terutama polisi, Ibu pemilik Villa dan tentu saja semua bangunan yang terlihat,” ujar pengawla Radith yang tentu membuat lelaki itu mengerutkan kenignnya heran.
“Apa? Apa yang kau katakan? Tunggu dulu, apa kau bahkan bisa mendengar sura hatiku? Aku baru mengatakan smeua itu dalam hatiku dan kau sudah menyebutkannya. Apa kau bisa membacanya?” Tanya Radith dengan ngeri. Orang itu menggelengkan kepalanya dan menatap Radith dengan mata yang mengerjap ngerjap lucu. Membuat Radith jijik dan meraup wajah itu dengan tangannya.
“Saya hanya melakukan apa yang biasa tuan lakukan. Sejak dulu, anda akan mencoba untuk berdamai, mengalah dan mengikuti permainan yang bodoh, jika tuan merasa semua sudah berlebihan dan memuakkan, tuan tidak akan segan untuk membunuh mereka semua agar tak ada korban lain yang tentu saja membua sesak. Saya akan membuat kematian orang itu sepeti bukanlah kematian.”
“Saya akan membuat kebarakan yang besar, menculik orang itu dan membuangnya ke laut sebagai makanan ikan, lalu untuk kantor yang terbakar, saya akan masukkan ke dalam brangkas yang aman dari api, jadi saya akan membuat orang itulah yang menyebabkan kebakaran dan pergi tanp tanggung jawab. Jadi semua orang akan mencarinya dan tidak curiga orang itu sudah mati, namun perlahan orang akan mulai lupa dengannya dan masalah selesai,” ujar pengawal itu yang tentu saja membuat Radith merasa ngeri. Bagaimana tidak? Radith bahkan tak pernah memikirkan hal itu.
“Baiklah baiklah, kita pikirkan lagi nanti saja ya, karna skarnag pun masih belum jelas apakah aku akan bebas atau tidak, namun kau sudah merencanakan dengn sangat detail apa yang akan kau lakukan. Aku jadi takut jika kua berkhianat dariku, bukankah kau akan menusukku dengan mudah? Aku beruntung kau ada di pihakku, jika kau ada di pihak musuhku, aku tidak akan bisa sanggup untuk melawanmu,” uajr Radith memuji pengawalnya sambil tersenyum.
“Tuan sudah selamatkan nyawa saya saat saya tak memiliki apapun, tuan yang sudah mau memungut saya, memberi saya pekerjaan dengan gaji yang tinggi, jadi saya harus membalas budi, dan inilah yang bisa dan bahkan hebat saya lakukan, jadi saya akan melakukannya untuk tuan. Pekerjaan kotor seperti ini, tuan tak perlu turun langsung atau mengoroti tangan tuan dengannya, biarkan kami, pelayanmu yang mekaukan semua.”
“Ya, terima kasih bahkan kau sudah emmikrikan hal itu, aku tidak akan melupakan apa yang kau katakan. Dan yah, aku akan memberikan promosi agar kau selalu bisa di dekatku, bersama dengan Andre, kau akan bisa menjadi orang yang hebat, namun tetap saja, aku tidak bisa memberikannya hanya karna satu peristiwa, kau harus sungguh sungguh buktikan kau layak untuk mendapatkannya dan aku akan memberikan itu untuk apresiasi,” ujar Radith yang diangguki oleh orang itu, mendengar hal itu saja sudha membuatnya senang, sungguh.
“Baiklah. Aku akan membeli tiket menuju luar pulau untuk lusa dan aku akan pastikan, lusa, aku sudah tidak perlu ada di tempat ini lagi,” ujar Radith yang diangguki oleh mereka. Mereka menunggu kabar dari pihak kepolisian untuk memberikan keputusan dan saat surat keputusan sudah turun, Radith membaca isinya, rupanya mereka masih perlu waktu untuk mencari keberanaran. Namun bukan hany itu ynag menjadi fokus Radith hari ini. Dia melihat gaya bahasa yang tidak seperti bahasa kepolisian, serta kop surat yang agak aneh menurutnya.
“Brengsek. Coba kaluan cari tahu siapa polisi yang mengajakku bicara beberapa hari ini dan buktikan padaku jika orang itu bukanlah polisi, aku yakin orang ini bukan polisi yan gsesungguhnya, namun aku perlu bukti untuk mengambil tindakan yang lain. Aku tahu kalian bisa diandalkan, jadi aku akan mengandalkan kalian,” ujar Radith yang diangguki oleh mereka. Mereka langsung bergerak untuk menemukan orang yang dimaksud oleh Radith. Lelaki itu membaca lagi surat yang dia pegang.
__ADS_1
“Sialan, gak mungkin kan gue bisa ditipu sama mereka? Anj1ng, gue gak nyangka kalau gue sebodoh itu untuk percaya sama mereka tanpa mau meneliti apa yang sebenarnya terjadi dan siapa mereka. Aah, “sial. Gue harus pergi dari pulau ini segera atau mereka akan melakukan hal hal buruh lainnya. Indonesia negara yang indah, sayang harus tercemar dengan manusia seperti mereka.” Radith tak habis pikir orang orang itu bisa seniat dan setega itu untuk menipu dirinya. Apakah orang itu tahu jika Radith bos besar di Bali ataupun di Jakarta?
“Saya akan pulang ke Indonesia besok pagi, tidak peduli apa yang terjadi. Jika kalian ,mendapat fakta orang itu adalah penipu, lekas kirim mereka ke tempat lain dan jangan biarkan Ibu itu tahu keberadaannya. Biarlah Ibu itu menjadi gila karna rencananya tidak berhasil