Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 124


__ADS_3

"Ra, Lira, aku mohon sama kamu, aku mohon, ini yang terakhir kalinya. Aku, aku gak tahu kalau mereka membahayakan kamu dan Baby El, aku mohon percaya sama aku gak pernah ada niat buat mencari musuh atau kembali ke dunia itu, sungguh, aku cuma pengen keluarga kita aman. Tapi mereka ternyata udah mengincar keluarga kita sejak lama, aku bisa apa?"


Lira tidak mau mendengar, dia mendorong kereta bayi milik baby El dan juga satu koper bawaannya. Radith tidak tahu harus melakukan apalagi, dia sudah membujuk Lira dan menjelaskan semua, namun Lira tetap pada pendirian dan keputusannya, dia merasa ini yang terbaik untuk baby El jika Radith masih belum bisa menjadi orang biasa.


"Aku udah kasih waktu kamu, lima tahun. Kamu bayangin Dith, lima tahun. Aku mau nikah resmi sama kamu juga karna kamu udah janji gak akan terlibat sama kayak begini. Tapi nyatanya apa? Anak aku hampir mati Dith, anak aku hampir mati karna kamu. Anak yang udah aku jaga di perut aku, cuma karna harta, anak aku hampir mati."


"Kamu gak bisa bayangin jadi aku, kamu gak peduli juga, kamu cuma peduli bagaimana mempertahankan semua kan? Kamu bahkan masih sama mereka, aku, aku merasa terkhianati sama kamu, aku gak tahu lagi harus apa Dith," ujar Lira dengan lemah. Dia merasa sedih dan tidak berdaya dengan apa yang Radith lakukan. Dia merasa semua sudah diluar batas kesabaran yang dia punya.


"Aku gak pernah mau Lira. Siapa yang mau hartanya diambil sih? Dan yah, kalaupun cuma harta aku diambil, gak papa, aku miskin pun gak papa, tapi karna kamu yang diambil, ya aku gak bisa diam aja, aku gak tahu rencana Andre kayak gimana, dan aku terpaksa buat menuruti apa yang dimau sama tyan Wilkinson, aku terpaksa Ra," ujar Radith yang tak kalah frustasinya. Dia tak tahu lagi bagaimana membuat Lira mengerti.


"Terpaksa? Ya kamu terpaksa. Terus apa? Kamu tetap melakukannya kan? Kamu letakkan keluarga kamu di dalam bahaya yang besar, lagi dan lagi, aku capek Dith, aku capek setiap ada masalah aku harus lari ke sana kemari buat melindungi anak anak aku, apalagi Baby El yang bahkan belum satu tahun, tapi nyawanya sudah diancam. Kamu pikir aku bisa diam aja? Enggak!"


"Aku udah bilang ke kamu Ra! Aku gak bisa apa apa, terus gimana? Aku harus biarkan tuan Hobert ambil kamu? Ambil semua harta aku, ambil Baby El? Ambil nyawa aku? Iya kah? Aku udah berusaha buat melindungi keluarga kita, maaf kalau cara aku salah atau gak sesuai sama apa yang kamu inginkan. Terus aku harus gimana? Aku harus apa? Aku biarkan diri aku mati di tangan dia?" Tanya Radith yang sudah tak sabar dan sedikit meninggikan suaranya.


"Gak, kamu gak harus ambil tawaran dari tuan Sanjaya, kalau kamu dari awal gak nikah sama aku. Kalau dari awal kamu gak sama aku, mungkin kita gak perlu ada di situasi seperti ini. Aku gak harus dalam bahaya, setiap malam nangis mikirin nasib dan masa depan anak aku, bahkan aku khawatir, apakah besok aku masih hidup?"


"Harusnya aku gak nikah sama kamu! Ah bukan, harusnya aku gak kenal sama kamu! Aku gak jadi sekretaris kamu! Aku gak mau terima tawaran kerja dan jadi orang bodoh yang jatuh cinta ke kamu Dith!!" Bentak Lira yang bahkan tak peduli baby El sudah menangis keras. Radith sampai tak menyangka Lira bisa mengatakan hal sekasar itu padanya.


"Aku gak bisa lagi, aku mau hidup tenang, aku mau anak anak aku hidup tenang tanpa mikirin kami Dith! Udah lah, aku gak bisa lagi sama kamu, kita cerai aja. Kita pisah! Kamu bisa lakukan apapun yang mau kamu lakukan. Kamu bisa bunuh semua orang itu, atau bekerja untuk tuan Wilkinson, aku gak peduli lagi, yang jelas jangan pernah lagi kamu bahayakan aku dan anak anak aku," ujar Lira yang membuat Radith terdiam.


"Ada banyak hal yang mungkin emang bikin kita bertengkar, dan akan ada banyak hal lagi. Tapi kayaknya kamu lupa sama janji kita di altar, bahwa kamu akan sama aku dalam untung dan malang. Kamu lupa? Bahkan masalah ini kamu minta pisah sama aku? Kamu lupa kah kalau kamu udah lewatin banyak hal sama aku?" Tanya Radith dengan lemas.


Kondisinya belum pulih sepenuhnya, namun Lira malah menambah beban psikologisnya dengan mengatakan hal seperti itu, dia tak menyangka Lira tega melakukannya. Dia kira wanita itu akan memberikan dukungan penuh untuknya, namun ternyata Lira malah langsung meminta bercerai. Apakah yang dilakukan Radith salah? Radith melakukan itu bahkan karna dia khawatir dengan istri dan anak anaknya.


"Ya, aku ingat sama semua janji itu, tapi kamu juga harus ingat, jauh sebelum aku berjanji di depan altar, kamu udah janji sama aku untuk menjaga aku, menjaga Sean dan kamu juga janji akan berhenti dari dunia mafia dan perdagangan gelap. Tapi nyatanya mana? Dua kali, ah itu yang aku tahu, yang aku gak tahu berapa? Banyak kan pasti? Banyak kali kamu udah langgar janji itu, apa aku gak boleh melanggar satu?" Tanya Lira yang sudah berderai air mata.


"Kamu menilai aku salah Ra, tolong, jangan begitu. Aku, aku gak bisa gak ambil tugas ini, dan ini bukan untuk uang, ini sebagai balas budi aja. Aku mohon, jangan biarkan aku jadi orang yang gak tahu terima kasih, aku gak bisa Ra membuat kepercayaan orang lain hilang, dan kala aku benar benar butuh bantuan, mereka udah gak percaya. Aku gak mau kayak gitu," ujar Radith yang masih berusaha membujuk Lira.


"Aku gak melarang kamu untuk melakukan itu kok, silakan lakukan yang kamu anggap benar, aku gak peduli lagi. Yang jelas ya terserah kamu mau apa, kamu mau ikut sama misi berbahaya yang mengancam nyawa? Silakan! Kamu mau membahayakan anak anak kamu karna balas budi? Silakan. Tapi jangan anak anak aku yang jadi korbannya," ujar Lira yang membuat Radith menghela napasnya.


"Oke kalau itu mau kamu, aku gak bisa maksa lagi, ya udah kalau menurut kamu kita harus pisah, aku bakal lakuin sesuai yang kamu mau. Kamu boleh tinggal di sini sama anak anak, di sini jauh lebih aman dari di luar sana, terutama untuk baby El. Kamu tenang aja, aku gak akan tidur di sini, kamu gak perlu lihat aku."


"Jadi kamu pilih pekerjaan kamu dibanding keluarga kamu Dith? Wow, kamu menakjubkan," ujar Lira menggelengkan kepalanya pelan saking tidak percaya dengan yang Radith lakukan.


"Aku melakukan pekerjaan ini untuk keluarga aku. Aku melakukannya untuk melindungi kalian. Kamu harus tahu itu," lirih Radith yang juga langsung pergi dari sana, diikuti oleh Andre dan 9 pengawalnya.


"Dith.." panggil Andre pelan dan ragu.

__ADS_1


"Diam, gue lagi gak bisa diajak diskusi, hubungi tuan Wilkinson, kita sampai ke Jakarta dua jam lagi," ujar Radith yang diiyakan oleh Andre sementara A langsung menghubungkan panggilan ke tuan Wilkinson.


"Percaya sama aku, semua aku lakukan buat keluarga kita, terutama anak anak, aku mohon, percaya sama aku," lirih Radith dengan suara yang bergetar.


**********


"Ini adalah misi yang jika kau berhasil melakukannya, kau akan aku bebaskan dari semua hutang budi bahkan di masa depan, kau tidak perlu membalas budi lagi. Karna ini cukup sulit, bahkan aku akan menurunkan semua pebgawal elit untuk melakukannya, apa kau pikir, kau mampu melakukannya? Jika kau ingin mundur, katakan sekarang juga," ujar Tuan Wilkinson yang membuat Radith mendongak.


"Mundur? Apakah aku boleh melakukannya? Apakah aku sungguh boleh benar benar mundur?" Tanya Radith yang membuat tuan Wilkinson mengangkat sebelah alisnya. Radith masih menunggu jawaban, namun sepertinya bukan jawaban yang dia inginkan yang akan tuan Wilkinson berikan. Karna beliau menunjukkan ekspresi tak suka dengan pertanyaan itu


"Menurutmu? Apa kau bisa mundur? Kenapa kau bahkan bertanya? Biasanya kau akan lakukan apapun untuk membantuku, apakah ada sesuatu yang menggangumu?" Tanya tuan Wilkinson yang diangguki oleh Radith. Dia sudah tidak peduli jika dia dianggap kurang ajar atau tidak sopan. Dia hanya ingin kembali pada Lira, menggendong anaknya yang masih kecil dengan gembira, dia ingin hidup normal.


"Ya, saya ada dalam masalah yang besar. Istri saya tidak mengijinkan saya untuk ikut dalam misi ini karna dia menganggap semua ini tidak baik untuk dilakukan. Saya terus meletakkan keluarga saya dalam bahaya, dan bahkan nyaris saja anak bayi saya mati di dalam sebuah ruangan rahasia. Jika saya terlambat, pasti anak malang itu sudah mati."


"Saya merasa frustasi, saya marah, saya tidak tahu harus melakukan apa lagi, jika saya bomeh meminta, saya mohon, bebaskan saya untuk kali ini, saya akan membayar semua hutang saua dengan uang, karna keluarga saya di ujung perceraian karna masalah ini," ujar Radith yang tentu membuat tuan Wilkinson terkejut, dia tidak menyangka Radith akan berani mengadu seperti itu pada dirinya. Padahal lelaki itu biasanya bersikap tegar apapun yang terjadi.


"maaf, untuk kali ini aku tidak bisa mengabulkan apa yang kau inginkan. aku membutuhkanmu untuk misi ini dan hanya kau yang bisa melakukannya. Kau sudah paham siapa orang ini dan bahkan kau cukup mengenalnya dengan baik. Aku tidak bisa melakukannya karena akan ada orang yang sangat terluka jika aku melakukannya."


"Apa bedanya dengan saya? Saya juga terluka, keluarga saya terluka dan bahkan saya tidak bisa melakukan apa apa untuk melindungi mereka. Apa yang harus saya lakukan? Jika saya menerima misi ini, sudah pasti Lira akan marah dan menceraikan saya, jika saya tidak menerima misi ini, Anda yang akan membunuh saya dan bahkan akan membunuh saya dengan mudah, jadi, apa yang bisa saya lakukan? Ini sama saja saya melakukan misi bunuh diri kan?"


"Baiklah, aku tidak pernah melihatmu sefrustasi itu, aku akan melakukan penawaran yang baik, meski sebenarnya aku tidak perlu melakukan itu, aku akan tetap melakukannya karna bagaimanapun, kau bagian dari keluargaku, aku berhutang nyawa Lunetta padamu beberapa tahun yang lalu, yah, jauh sebelum kau membentuk keluarga kecilmu. Baiklah, lupakan itu, sekarang mari kita lihat apa yang bisa aku lakukan untukmu."


"Ini, ini istrimu bukan? Baiklah, bagaimana jika begini, aku akan pastikan kalian tidak bercerai hidup, entah jika kau mati dalam misi ini, tidak ada yang bisa aku lakukan. Namun jika kau selamat dan berhasil, aku akan membuat istrimu kembali, dia tidak akan menceraikan dirimu seperti yang diancamkannya, aku akan mencari cara untuknya mengerti posisimu," ujar tuan Wilkinson yang membuat Radith mengangkat kepalanya.


"Benarkah tuan Wilkinson bersedia melakukannya? Jika ya, jika tuan bisa menjamin itu, saya akan melakukan tugas ini dengan baik. Sungguh, tidak ada maksud bagi saya untuk lupa atau tidak mau membalas budi, namun memang saya takut akan hal itu, jika anda bisa membuat istri saya kembali, saya akan lakukan apapun meski nyawa saya taruhannya," ujar Radith yang membuat tuan Wilkinson mengangkat sebelah alisnya.


"Maksudnya? Apa kau berencana untuk mati? Apa kau bahkan tak ingin mengatakan kau akan berhasil melakukan mini ini. Nyawa taruhan? Apa kau yakin kau akan memenangkan taruhan itu? Atau justru kau sudah siap akan semua kekalahannya?" Tanya Tuan Wilkinson yang membuat Radith menghela napas panjang. Dia tak menyangka akan mendapat jawaban fan respon begitu dari tuan Wilkinson.


"Yah, setiap apa yang dilakukan adalah pertaruhan. Dan jika itu adalah tuan Wilkinson, tentu saja nyawa yang menjadi taruhan setimpal. Tapi sejauh ini, saya tidak pernah sekalipun kalah dari taruhan itu, jadi saya akan memenangkan semua pertandingan yang ada, termasuk pertandingan kali ini. Asal tadi, tuan bisa menjamin akan hal itu, akan istri saya yang akan mengerti."


"Baiklah, aku percaya kau mampu melakukannya, dan yah, aku berjanji akan meyakinkan istrimu agar tak berpisah denganmu. Aku akan memberitahu istrimu jika kau akan baik baik saja. Dia pasti akan mengerti asal kan kau kembali dengan utuh, ini adalah misi terakhir, yah, semoga terakhir karna aku tak kalah lelahnya."


"Aku sudah tua, namun bahkan aku tidak bisa pensiun dan berhenti memikirkan semua. Aku terus kedatangan musuh tak tahu diri yang merusak suasana. Aku tidak bisa melakukannya sendiri dan yang paling elit selain Jordan adalah kau, Radith. Aku bahkan tak bisa percaya pada Menantuku, aku jauh lebih percaya kau mampu melakukannya."


"Ah, bilang saja anda tidak mau menantu anda mati sia sia dan putri anda menjadi janda muda? Bukankah begitu? Haha, baiklah, apapun itu, asal anda bisa menjaminnya, saya akan lakukan, saya akan berusaha untuk memenangkan pertaruhan kali ini," ujar Radith yang sudah semangat. Tuan Wilkinson menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia percaya Radith bisa melakukannya dengan baik.


"Baiklah, ini dia. Kau tahu Roy? Dia adalah temanmu saat sekolah dulu, seorang anak dengan gangguan mental yang sampai membuat anakku merana, kau mengingatnya?" Tanya tuan Wilkinson yang diangguki oleh Radith, lelaki itu tentu mengingat Roy dan bagaimana kelakuan lelaki itu, dia tak akan bisa melupakannya, lelaki itu membawa banyak masalah dan penderitaan."

__ADS_1


"Bunuh dia," ujar Tuan Wilkinson yang membuat Radith tersedak salivanya sendiri. Dia tak menyangka tuan Wilkinson akan mengatakan hal itu. Apakah membunuh seseorang terasa sangat sulit baginya? Kenapa dia harus melibatkan Radith?


"Yah, aku tahu apa yang ada di pikiranmu, aku juga akan memikirkan hal yang sama jika di posisimu. Namun kau harus tahu, dia melakukan hal yang tak bisa lagi kumaafkan, dan aku harus membunuhnya," ujar tuan Wilkinson yang masih tidak masuk akal bagi Radith. Bukankah itu hal mudah? Dia memiliki banyak pasukan elite yang bahkan bisa membunuh seorang manusia tanpa ketahuan dama sekali.


"Hem, kau tidak tahu beritanya? Roy adalah menantuku. Dia suami dari Danesya, kembaran Luna yang saat ini ada di luar negeri. Kau ingat kan? Danesya menikah dengan Roy dan tinggal di luar negeri, namun belakangan ini Danesya tinggal di Indonesia, dan yah, alasan inilah yang membuatku ingin membunuh Roy," ujar Tuan Wilkinson yang masih tidak membuat Radith mengerti. Lelaki itu menunggu apa yang akan dikatakan oleh tuan Wilkinson.


"Dia adalah pengedar narkoba antar negara, dia sudah menyeludupkan banyak narkoba dan aku tidak ingin anakku terseret dalam masalah itu, jadi aku ingin anakku ada di Indonesia. Tadinya aku tak mau peduli, ya, aku tidak peduli akan apapun, namun Setelah itu aiu sadar, Danesya berubah," ujar tuan Wilkinson yang membuat Radith memiliki firasat yang buruk.


"Mental anak itu tadinya sehat, namun setelah menikah, dia jadi memiliki gangguan panik yang ekstrem. Dia sering berteriak ketakutan untuk alasan yang tak jelas. Setelah aku bawa ke dokter, dia juga mengalami banyak luka di tubuhnya. Siapa yang melakukannya jika bukan orang gila itu?" Tanya tuan Wilkinson dengan mata yang menerawang, seolah sedang membayangkan apa yang dialami oleh putrinya.


"Aku tidak peduli jika dia menjadi pengedar terkaya di dunia. Aku juga tidak peduli jika dia tertangkap dan dihukum mati. Namun aku tak rela dia mati dengan cara manusiawi setelah apa yang dia lakukan pada anakku, aku tidak akan pernah membiarkannya. Jadi kau, kau harus membunuhnya untukku. Ingat, dia pengedar, dia sangat licin seperti belut dan juga cerdik seperti ular.


"Jadi, kau tidak bisa membunuhnya sendiri bukan karna tak mampu? Namun kau takut jika Danesya tahu kau membunuh suaminya dia akan mengamuk dan kecewa padamu? Baiklah tuan Wilkinson, aku akan melakukan pekerjaan kotor itu untukmu. Aku akan melakukannya," ujar Radith yang diangguki oleh tuan Wilkinson. Sepertinya beliau puas dengan jawaban Radith.


"Jika bisa, buat dia mati seolah dia sedang tertangkap saat mengedarkan narkoba, atau buat seakan dia mati karna pengedar lain, nah, ini yang jauh lebih sulit, aku ingin semua narkoba yang dia punya tidak ketahuan oleh pihak manapun, aku akan menjualnya di amerika dan yah, aku akan mendapat banyak keuntungan dari itu. Jadi ini akan menjadi misi yang sulit untukmu," ujar Tuan Wilkinson yang tentu membuat Radith cengo.


"Apakah anda baru saja meminta saya untuk menjadi pengedar menggantikan menantu anda? Apakah anda sangat yakin saya akan menyetujui hal itu? Jika hanya membunuhnya, baik, saya akan lakukan. Namun menjadi pengedar? Tidak, saya tidak bisa melakukannya," ujar Radith yang tentu membuat tuan Wilkinson merasa heran. Dia langsung mengangkat tangannya dan mengetuk dagunya beberapa kali dengan pelan.


"Jadi menurutmu, apakah dosa membunuh orang jauh lebih ringan dari dosa pengedar narkoba? Ah, kau pasti merasa bingung, seharusnya itu sama saja, kau sama sama melakukan dosa dan itu tak baik, kenapa kau memilih dosa apa yang akan kau lakukan?" Tanya tuan Wilkinson yang membuat Radith juga baru menyadari hal itu, namun dia tetap merasa tak seharusnya dia menjadi pengedar.


"Yah, jika pembunuh, saya sudah biasa membunuh orang, jadi dosa sebagai pembunuh, saya sudah biasa melakukannya. Namun dosa sebagai pengedar, saya tak pernah, dan tak ingin melakukannya. Saya tidak mau menambah koleksi dosa, sudah cukup bagi saya," ujar Radith yang akhirnya menemukan alasan atas itu. Tuan Wilkinson tak menerima alasan itu, namun beliau mencoba memahami apa yang Radith pikirkan.


"Baiklah, kau tidak perlu mengedarkan itu di US, tentu saja aku memiliki orang yang akan melakukannya. Kau hanya perlu membunuh Roy dan pastikan narkoba yang dia bawa tidak ketahuan, sisanya, serahkan padaku, aku akan melakukannya sendiri," ujar Tuan Wilkinson yang membuat Radith kembali mempertimbangkan keputusannya, namun sepertinya itu sudah cukup baik baginya.


"Baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan melakukan semua sesuai dengan yang anda katakan. Tapi saya tekankan lagi, anda harus menataati apa yang anda katakan, buat istri saya kembali, karna saya sudah tidak bisa hidup atau melakukan apapun tanpanya," ujar Radith yang diangguki oleh tuan Wilkinson, beliau tampak santai dengan masalah itu.


"Kau hanya perlu fokus pada tugasmu, kau akan berhasil dan aku akan lakukan pekerjaanku di sini. Dengan caraku, dan kau tak bisa mengatur itu. Aku pastikan Lira akan baik baik saja dan tidak akan terluka, yah, aku bisa menjanjikan hal itu juga. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi akan apapun kan?" Tanya Tuan Wilkinson yang langsung diangguki oleh Radith.


"Baiklah, saya akan lakukan. Saua akan bersiap dengan tim dan breafing terpisah dengan pengawal saya, karna meski itu pengawal anda, saya harus pastikan jika pengawal yang anda siapkan untuk membantu saya bukanlah seoeang pengkhianat, saya akan mengkonfirmasinya sendiri," ujar Radith yang membuat tuan Wilkinson terkekeh seketika.


"Aku tahu kau punya trauma dengan pengawal bodoh yang memilih berkhianat. Yah, aku bisa pastikan pengawalku bersih, namun jika kau ingin mengkonfirmasi sendiri, aku kan membebaskanmu melakukan itu pada pengawalku. Kau lakukan apa yang menurutmu benar, aku akan ada di belakangmu," ujar tuan Wilkinson yang diangguki oleh Radith.


"Baiklah, untuk pertama, saya akan mengumpulkan semua pengawal yang anda berikan dan mengkonfirmasi sendiri apa yang perlu saya tahu. Setelah itu saya akan menyusun strategi dan melihat kemana Roy pergi, barulah akan bertindak," ujar Radith dengan cerah dan semangat. Tuan Wilkinson sampai terkagum melihat Radith yang sangat semangat itu.


"Aku akan menunggu kabar darimu. Jika kau memang memiliki masalah, kau punya akses penuh untuk semua pengawalku. Kau bisa gunakan akses itu untuk membantumu," ujar tuan Wilkinson yang membuat Radith kagum, namun di sisi lain dia juga merasa horor dengan hal itu.


"Apakah anda tidak takut saya akan meloby semua pengawal dan berbalik untuk menyerang anda? Apakah anda sangat percaya pada saya seperti itu?" Tanya Radith penasaran.

__ADS_1


"Lau B0doh? Tentu saja tidak. Kau boleh melakukannya, jika kau ingin meledak jadi berkeping keping, silakan lanjutkan saja," ujar tuan Wilkinson santai dan langsung pergi dari sana yang membuat Radith melongo.


"Rubah tua sialan. Dia memasang peledak di tubuhku dan dia bisa menghancurkan peledak itu kapanpun. Ah, sampai kapanpun, sekaya apapun, dan bahkan seberapa berkuasanya aku. Aku tidak akan pernah bebas dan selamanya menjadi boneka tumbal oleh oranh orang itu," lirih Radith pelan.


__ADS_2