
Lira semakin dekat dengan Pria yang memberikan informasi tentang suaminya. Lelaki itu memiliki mata dan telinga yang ada di Hawaii, sehingga dia bisa mengetahui keadaan terkini yang suaminya alami, meski tidak detail, dia sudah senang karena dia mengetahui suaminya dalam keadaan yang sehat dan selamat. Itu sudah lebih dari cukup untuknya.
“Mami, siapa uncle ini? Bukankah kita tidak boleh menerima tamu selain tamu yang biasanya? Sean diminta oleh papa untuk menjaga mami, jadi Sean ingin uncle ini keluar dari rumah,” ujar Sean dengan galak setelah Lira menyajikan minuman di depan lelaki ini. Lira mengerutkan keningnya melihat perlakuan tidak sopan anaknya. Dia tidak pernah mengajarkan hal itu pada Sean.
“Anak yang pandai, Papamu mengajarkanmu hal yang sangat baik. Kamu anak yang kuat, kamu pasti bisa melindungi Mamimu. Kau tidak ingat Uncle? Uncle menemanimu untuk turun dari seluncuran saat berada di kolam renang? Apa kau bisa mengingatnya?” tanya Kelvin yang membuat mata Sean menyipit, dia mengingat kejadian tempo hari, barulah dia ingat siapa Kelvin.
“Ya, Sean ingat uncle, tapi kenapa uncle ada di sini? Uncle kenal dengan mami? Mami Sean dari Australia, dia tidak mengenal orang-orang Indonesia,” ujar Sean yang masih curiga, namun Sean tidak tahu dia sangat menggemaskan saat ini. Untung saja Kelvin orang yang santai dan tahu bagaimana cara menghadapi anak kecil seperti Sean. Mereka hanya perlu dibuat akrab, tidak perlu dimarahi.
“Hei Sean, kau mungkin lupa jika mamimu adalah orang Indonesia. Dia lahir dan besar di Indonesia, justru kau yang berasal dari Australia karena kau lahir di sana. Bahkan kau tidak lancar bahasa Indonesia dan logatmu tidak berubah. Uncle ini teman mamimu, uncle bukan orang jahat, jadi kau tidak perlu khawatir,” ujar Kelvin dengan ramah. Namun Sean tidak semudah itu ditaklukkan.
“Sudah banyak orang yang mengaku baik, namun ternyata mereka semua jahat. Apa yang membuat uncle berbeda. Sean diminta papa untuk menjaga mami, jadi sean minta uncle keluar dari rumah ini. Sean tidak mau uncle ada di rumah ini,” ujar Sean yang membuat Kelvin semakin gemas, namun dia hanya memajukan mulutnya dengan sengaja, dia berpura-pura marah di hadapan Sean.
“Apa kau sungguh tega mengusirku? Jika kau mengusirku saat ini, aku mungkin akan pergi bersama mamimu dan bertemu dengannya di luar, kau tidak akan tahu kemana kami akan pergi dan kau tidak bisa menjaganya? Betul kan? Jadi biarkan uncle di sini mengobrol dengan mamimu dan kau bisa menjaganya dengan baik. Benar kan?” tanya Kelvin yang membuat Sean berpikir.
“Mami, dia siapa? Sean akan melapor pada Papa jika mami bersama dengan pria lain. Mami, dia siapa? Dia bukan papa atau papi, dia siapa?” keluh Sean yang kali ini membuat Lira tersenyum. Dia suka melihat Sean yang khawatir padanya. Dia tidak marah sama sekali melihat perlakuan yang sebenarnya tidak sopan karena bagaimanapun Kelvin adalah tamunya, namun dia maklum kenapa Sean melakukan itu.
“Bisa kita bicara? Mami akan bicara dengan Sean berdua. Boleh?” tanya Lira yang diangguki oleh Sean. Setelah ijin pada Kelvin, dia membawa Sean ke dalam kamar dan menutup pintunya. Dia duduk di tepi ranjang sementara Sean berpangku tangan di dalam kamar, menunjukkan wajah galak dan marahnya karena Lira tidak menuruti perkataan Radith untuk tidak membawa siapapun masuk ke dalam rumah ini.
“Sean bisa duduk di sebelah mami?” tanya Lira yang dijawab gelengan kepala oleh Sean. Wanita itu kembali berdiri dan kali ini menggandeng tangan Sean untuk duduk di kasur bersamanya. Lira kemudian berdiri, mengambil foto Sean saat masih kecil dan kembali duduk di sebelah Sean sambil mengelus foto yang sudah sangat lama dia diambil. Hanya ada dia dan Sean, namun tampak bahagia.
“Sean menyayangi papa? Apa Sean merindukan papa? Mami sangat merindukan papa, mami khawatir dengan keadaan papa, mami sangat merindukannya. Apa Sean juga merindukannya?” tanya Lira yang langsung menengok ke arah Sean. Anak lelaki itu mengangguk dan matanya mulai berkaca-kaca, Lira tahu itu sulit untuk mereka semua karena Radith yang tak kunjung pulang bahkan memberi kabar.
“Papa tidak memberi kabar sama sekali. And I think he just ran and leave us. Am I a bad guy? Why does papa never come back to hug me or even just to meet me?” tanya Sean yang makin menangis. Lira memeluk Sean karena tidak tega mendengar Sean seterluka itu karena tidak bisa bertemu dengan Radith. Dia juga merasa rindu dan sedikit terluka karena suaminya tidak memberi kabar.
“Papa sayang kepada kita semua, papa memiliki alasan untuk melakukan semua itu. Papa ingin melindungi Sean, Papa ingin melindungi Zia dan papa ingin melindungi Sean. Papa tidak meninggalkan kita nak, papa akan kembali kalau semua pekerjaannya sudah selesai, jadi kita hanya perlu menunggu papa kembali,” ujar Lira yang menahan tangisnya. Dia yang dewasa pun sedih, apalagi Sean.
__ADS_1
“Sean anak baik, Sean bukan bad guy, jadi Sean tidak boleh berpikir seperti itu. Mami ingin Sean percaya pada Mami, percaya pada Papa. Sean bisa lakukan itu kan? Jika Sean bisa, mami akan lanjutkan percakapan kita,” tanya Lira yang diangguki oleh Sean, dia ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh Lira. Sudah lama Lira tidak membuka topik serius di depannya.
“Uncle Kelvin bukan orang jahat, dan dia di sini bukan untuk melukai kita, dia malah ingin membantu kita, membantu mami untuk tahu kabar papa. Dia tahu dimana papa dan dia melaporkan ke mami, tapi mami tidak boleh memberitahukan ke siapapun, karena papa akan berada dalam bahaya jika banyak yang tahu tentang hal ini. Apa Sean bisa menjaga rahasia bersama mami?”
“Mami bilang papa bekerja, kenapa mami memerlukan orang lain untuk tahu kabar papa? Kenapa mami tidak menelpon papa dan bertanya sendiri? Kenapa mami membutuhkan bantuan uncle Kelvin? Papa juga bilang tidak percaya kepada siapapun,” ujar Sean yang kembali diangguki oleh Lira. Dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa ditutup-tutupi lagi. Dia tidak ingin Sean salah paham dan malah mengira dia ada main dengan Kelvin.
“Jadi kondisi papa tidak ada yang tahu? Hanya uncle Kelvin? Tapi kenapa papa tidak pulang saja jika pekerjaan itu sangat sulit, Mi? Kenapa papa harus pergi ke tempat yang jauh dan tidak dengan kita saja? Papa tidak benci pada Sean, namun papa juga tidak mau hidup bersama Sean?” tanya lelaki itu yang kembali dijawab gelengan kepala oleh Lira. Dia menjelaskan sekali lagi kenapa mereka harus melakukan itu.
“Sekarang karena Sean sudah tahu, mami minta Sean jangan membuat keributan ya, karena semua yang mami lakukan bersama dengan uncle Kelvin sangat rahasia, tidak ada yang boleh tahu termasuk pengawal, apa Sean mengerti dan bisa menjaga rahasia ini bersama?” tanya Lira yang kini diangguki oleh Sean. Anak itu memilih untuk menurut, selagi dia bisa tahu kabar Radith, ayahnya.
“Uncle, Sean akan menjadi anak yang baik, karena uncle adalah teman mami, uncle teman Sean juga. Uncle mau dibawakan makanan, Sean bisa mengambilnya sekarang,” ujar Sean yang mengeluarkan sebuah remot dan dari kamarnya keluar truk berisi makanan ringan. Lira bahkan sampai tertawa karena Sean bisa membawa makanan ringan dengan makanan itu, hal yang biasa Sean lakukan saat ada di ruang tamu namun makanannya di kamar.
“Kau sangat pandai dan kreatif, uncle penasaran dari siapa kau belajar sampai sepandai ini, pastas saja mami dan papamu sangat bangga padamu, kau sangat lucu,” ujar Kelvin yang mengusap kepala Sean. Mereka terkekeh sebelum akhirnya Sean duduk di antara Lira dan Kelvin. Kelvin menaikkan alisnya, meminta penjelasan dari Lira karena seharusnya ini jadi obrolan pribadi mereka, namun kenapa Sean ada di sini?
“Apa kau yakin Sean akan menyembunyikan hubungan kita? Apakah dia paham hubungan yang kita miliki? Aku tidak ingin ada yang tahu, terutama suamimu. Dia sedang pergi entah kemana, jadi aku bisa bertemu leluasa denganmu, namun jika anakmu membocorkan siapa aku dan siapa kita, aku akan berada dalam masalah besar. Kau tahu pasti hal itu,” ujar Kelvin yang ikut masuk dalam drama ini.
“Kau bisa percaya padaku dan pada Sean. Bagaimana jika kau masuk ke dalam kamarku? Kita bicara di sana. Sean, Sean harus belajar kan? Sean bisa masuk ke dalam kamar dan belajar dulu ya, kerjakan pekerjaan rumah jika ada, satu jam lagi mami akan mengecek pekerjaan Sean, jadi Sean harus melakukannya dengan benar dan teliti. Ayo nak,” ujar Lira yang diangguki oleh Sean.
Sementara itu Lira dan Kelvin masuk ke dalam kamar. Mereka harus pergi dari ruang tamu agar pengawal tidak menguping. Kamar Lira kedap suara, jadi dia bisa leluasa mengobrol dengan Kelvin untuk tahu kabar terkini yang suaminya alami. Kelvin mengambil air dari kulkas dan duduk di sofa, sementara Lira duduk di ranjangnya, mereka sadar mereka tidak bisa terlalu dekat disini.
“Suatu hal besar akan terjadi, tuan WIlkinson berniat untuk pergi ke Hawaii, menemui Radith karena suamimu itu tidak melaporkan apa yang dia alami di Hawaii dan bagaimana lanjutan kasus Roy. Aku hanya tahu sebatas itu, karena temanku yang ada di sana juga tidak mengabari apa-apa lagi, tunggu saja, jika aku dapat kabar lain, aku langsung kemari dan memberitahu dirimu,” ujar Kelvin dengan santai.
“Kau masih bisa bersantai? Jika tuan Wilkinson pergi ke Hawaii, tentu saja suamiku berada dalam bahaya yang besar, aku takut dia akan tewas di tangan pria tua itu. Apa kau yakin suamiku akan baik-baik saja? Apakah kau tidak bisa mendapat kabarnya saat ini juga?” tanya Lira yang menyerbu Kelvin, namun pria itu menggelengkan kepalanya, dia juga tidak bisa terburu-buru dalam mengintai.
“Suamimu tidak bodoh, dia sudah tahu tuan WIlkinson akan datang dan dia akan bersiap. Dia pasti akan bersiap untuk melawannya. Kau jangan anggap aku memiliki orang yang ada di dekat suamimu. Tidak, aku tidak punya orang seperti itu, jadi Informasi yang aku dapatkan akan selalu lebih lambat karena tidak mudah mendekati suamimu,” ujar Kelvin yang kembali membuat Lira resah.
__ADS_1
“kau tidak perlu terlalu khawatir, suamimu bukan orang yang bodoh dan ceroboh. Dia pasti bisa mengatasi semuanya. Dia akan pulang sebentar lagi, itu yang bisa aku rasakan. Jadi kau percaya saja, dia tidak akan pergi lama. Dia akan pulang sebentar lagi, tunggu saja sebentar lagi,” ujar Kelvin yang diangguki oleh Lira. Dia berharap apa yang dirasakan Kelvin benar yang akan terjadi.
Saat Kelvin hendak mengatakan sesuatu, ponselnya berbunyi, dia mendapat panggilan dari Andre, orang yang sudah lama tidak menghubunginya karena dia sudah tidak memiliki urusan dengan Lira. Ada apa lelaki itu menelpon? Semoga saja tidak ada yang salah dengan perusahaan karena itu akan menambah beban pikiran Lira, dia sudah cukup lelah memikirkan kondisi Radith saat ini.
“Lo dimana? Gue ada di rumah lo, tapi pengawal lo tidak mengijinkan gue masuk dan mereka tidak memberikan alasan. Gue menerobos, tapi lo juga tidak ada di ruang keluarga, jadi lo dimana?” tanya Andre yang membuat Lira sedikit panik, namun dia tidak bisa memberitahu Kelvin. Dia langsung keluar dari kamarnya untuk menemui Andre. Dia bisa melihat lelaki itu kesal karena tidak dibolehkan masuk.
“Pengawal lo baru ya? Bisa-bisanya mereka gak kenal sama gue. Kalau mereka tahu siapa gue, pasti mereka gak akan seberani itu, pecat aja sih pengawal kayak gitu, pengawal sakit jiwa,” omel Andre yang membuat Lira tertawa terbahak-bahak, Andre sudah cukup lama tidak ada di rumah ini dan bertemu dengannya, jadi pengawal tuan WIlkinson tidak akan tahu siapa dia.
“Udah lo gak usah buat ribut di rumah orang. Ada apa lo ke sini? Kalau lo mau bahas masalah kerjaan, gue gak mau dengar yah, itu sudah jadi urusan lo sama Radith. Gue gak mau pusing masalah itu,” ujar Lira yang membuat Andre memutar bola matanya dengan malas. Dia belum menyampaikan maksud kedatangannya, namun Lira sudah memberikan ultimatum seperti itu, menyebalkan sekali.
“Gue padahal mau ngasih tahu lo kabar yang sangat baik, tapi lo gak ada ramah-ramahnya sama gue. Lo emang bener ya. Tahu gitu gue diam aja,” ujar Andre merajuk.
“Ya lo gak usah marah gitu sih, gue kan gak maksud. Maafin gue ya, Emang ada kabar baik apa?” tanya Lira yang kembali membuat Andre menjadi cerah.
“Sebuah kabar yang bikin lo dan gue akan bernapas dengan lega setelah ini,” ujar Andre yang sangat bersemangat.
“Radith bakal pulang hari ini dari negara entah dimana!”
~kleekk
Andre dan Lira menengok ke sumber suara. Mulut bawah Andre dan Lira terbuka lebar. Mata Andre juga ikut membesar melihat siapa yang baru membuka pintu.
“Lo siapa!!” teriak Andre pada Kelvin yang baru keluar dari kamar.
“Mampus,” desis Lira pelan
__ADS_1