
"Kalian gak akan bisa usir gue dari sini! Ada Zia! Zia tetap anak gue dan dia akan gue ajak kemanapun gue pergi!" Pekik Grace, ah mungkin kita harus memanggilnya Greselyn, seperti sikapnya yang ngeselyn. Dia hendak pergi ke kamar Zia, namun Radith segera memegang tangannya dan mencegahnya bertemu dengan Zia. Dia tidak mungkin membiarkan Zia mencegah Greselyn untuk pergi dari rumah ini.
"Jangan pernah macam macam dan menyangkut pautkan Zia dalam masalah ini. Lo tahu apa aja yang bisa gue lakuin buat ini. Jadi, jangan main main sama gue," ujar Radith yang tidak membuat Greselyn takut. Dia malah berteriak keras memanggil Zia, menbuat Radith kesal dan menyumpal mulut wanita itu dengan sapu tangan di kantongnya.
"Lo pergi dari sini dengan kaki lo sendiri, atau gue bakal minta orang buat ngirim lo ke pulau komodo. Gimana? Lo berminat hidup di pulau komodo?" Tanya Radith yang membuat Greselyn terdiam. Dia tahu Radith akan sungguh membawanya pergi ke pulau itu, dia tahu Radith orang yang kejam dan berhati dingin, mampu melakukan semua yang dia mau.
"Well, oke, gue bakal pergi dari sini, tapi mobil di depan gue yang bawa, kalau lo nolak, gue bakal bawa Zia," ujar Greselyn mengancam. Sebenarnya Radith sudah malas melihat Greselyn selalu mengancam dengan Zia. Dia ingin memberikan Zia saja dan membuat Greselyn ketar ketir, namun dia merasa tidak rela jika anaknya nanti disiksa oleh wanita iblis ini.
"Oke, lo boleh bawa mobil, barang lo dan kalau lo mau, gue ada cash 50 juta buat lo modal hidup. Tapi itu pertama dan terakhir gue kasih buat lo, setelah ini jangan pernah muncul di hadapan gue dan gue gak akan pernah sudi buat lihat wajah lo lagi," ujar Radith yang membuat Greselyn tersenyum miring. Dia sudah cukup dengan uang itu, yah, jika kurang dia bisa saja memeras Radith menggunakan nama Zia.
"Lo harusnya sadar diri, lo bukan ibunya Zia. Bahkan lo udah ngebuang dia gitu aja. Sekarang lo malah ambil keuntungan dari dia. Harusnya lo malu. Tapi karna gue masih baik, dan gue juga kasihan sama Lo, gue akan lepasin lo pergi," ujar Radith yang membuat Greselyn tersenyum penuh arti, arti yang busuk tentunya.
"Haha, gue kira Gracia cuma cewek j4lang yang gak bisa jaga dirinya sampai hamil di luar nikah, tapi ternyata anak haram itu punya bapak yang kaya raya dan dia tahu diri untuk kasih tantenya kebahagiaan. Jangan khawatir, gak lama lagi kita akan ketemu, jadi Lo gak udah kangen sama wajah gue ini," ujar Greselyn yang membuat Radith geram.
"Ya, kalau gue sampai lihat wajah lo lagi, gue gak akan segan buat bunuh lo saat itu juga. Lo tahu, gue bisa bunuh lo tanpa orang tahu kalau gue pelakunya. Jadi, lebih baik lo pergi dan jangan pernah muncul di hadapan gue lagi," ujar Radith dengan dingin dan kejam, namun tak membuat wanita gila itu takut.
Dia mengulurkan tangan untuk meminta apa yang Radith janjikan. Lelaki itu langsung berjalan meninggalkannya dan pergi ke kamar. Dia membawa satu amplop berisi uang 50 juta, dan sebuah kunci mobil sport beserta surat suratnya yang diminta oleh Greselyn. Wanita itu tertawa dan menerima semuanya, lalu pergi dari sana. Namun sebelum pergi dia berdiri di hadapan Lira.
__ADS_1
"Kalau lo merasa menang, sorry, lo belum. Karna gue akan membuat lo menderita, sangat menderita, dan yah, lo tahu pasti kan kalau Radith gak selamanya melindungi lo yang gak berguna ini. Bahkan dia bisa bikin anak saat lo pergi ke luar negeri, dia bisa bikin anak sama siapa aja yang dia mau, karna dia muda, ganteng, kaya. Kasihan ya lo, udah bergantung sama dia, eh ujungnya ditinggalin."
Radith melotot mendengar cercaan itu. Lira tampak tak peduli dengan perkataan Greselyn dan memilih menyingkir untuk memberi wanita gila itu jalan. Semakin cepat dia pergi, semakin cepat hidup tenangnya datang. Setelah berkata demikian, Greselyn benar benar pergi dari sana, mengendarai mobil sport milik Radith. Dia bisa menjualnya dan membeli beberapa mobil lain, lalu dia bisa memulai hidup sebagai orang kaya setelah ini.
"Ra, kamu jangan percaya apa yang dibilang dia ya. Aku gak akan begitu, beneran deh, aku bahkan gak tahu kalau pengawal aku ngasih dia buat ngelepas stres aku. Aku baru tahu juga belakangan ini. Aku gak akan khianati kamu. Kamu tahu seberapa setia aku, kamu bahkan lihat sendiri kan gimana aku ke Luna dulu?" Radith langsung terdiam saat dia tidak sengaja menyebut nama Luna.
"Masih gak bisa lupa ya? Ya udah, gak papa. Aku lagi capek, aku gak akan permasalahin ini. Aku mau ketemu Zia sama Sean dulu," ujar Lira yang langsung pergi dari sana. Radith mengutuk dirinya sendiri. Kenapa pikirannya tidak mau sejalan dengan niatnya? Apakah alam bawah sadarnya masih belum bisa melupakan Luna sepenuhnya? Entahlah, yang jelas Radith kecewa pada dirinya sendiri, dia segera mengikuti Lira yang pergi ke kamar Zia, dimana Sean juga ada di sana.
"Zia, menurut Zia, tante Lira baik gak?" Tanya Lira dengan halus. Zia menganggukkan kepalanya yakin.
"Zia kan udah punya Mama. Mama Gracia," ujar Zia polos. Dia tidak tahu jika Gracia yang dia kenal adalah orang lain, meski itu kembaran mamanya sendiri.
"Ya, kalau begitu, Zia punya dua mama. Yang satu Mama Gracia, yang satu Mami Lira. Gimana? Zia hebat loh bisa punya 2 Mama," ujar Lira yang masih mencoba mencari cara, namun sepertinya Zia tertarik.
"Memang boleh begitu?" Tanyanya bingung. Lira mengangguk dan tersenyum, mengusap kepala Zia dengan hangat dan penuh kasih sayang.
"Yey, sekarang Zia udah jadi anaknya mami, bukan anak tante jahat lagi. Sekarang Sean punya adik, tinggal adik bayinya nanti karna papa belum beli," ujar Sean yang membuat Lira melongo dan menatap ke arah Radith, nakun Radith hanya mengedikkan bahunya, tidak mengerti juga siapa yang mengajari anak itu.
__ADS_1
"Mulai sekarang, kita akan hidup sebagai satu keluarga. Zia dan Sean, kalian anak anak mami yang akan Mami sayang dan jaga. Kalian juga harus saling menyayangi ya," ujar Lira yang diangguki oleh keduanya.
Radith tersenyum, dia hendak mendekat, namun telponnya berbunyi, rupanya Andre menelponnya.
"Bos! Mobil lo dimaling atau gimana? Kok gue lihat mobil lo lewat sih? Lo jarang pakai mobil itu kok," Tanya Andre yang membuat Radith menceritakan semua yang terjadi hari ini.
"Lo biarin dia pergi gitu aja? Bawa mobil sport seharga 2M? Lo gila?" Tanya Andre tak menyangka.
"Biarlah, anggap aja upah dia udah ngebesarin Zia sampai 5 tahun. Paling gak setelah ini dia gak berani muncul di keluarga gue, worth it lah sama ketenangan yang gue dapat," ujar Radith santai.
"Emang lo yakin dia gak akan usil?" Tanya Andre yang tentu saja tak yakin.
"Yah, itu tugas lo buat pastikan dia gak usil sih. Kirim orang buat awasin dia. Kalau dia macam macam, gue gak akan segan kirim dia ke neraka," ujar Radith dengan sorot mata yang penuh amarah.
"Yah, oke, gue coba," ujar Andre yang mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban Radith.
"Ya, lo harus coba, karna gue gak mau tangan gue kotor sama darah orang itu," ujar Radith pelan namun penuh penekanan walau dia tahu panggilan sudah terputus.
__ADS_1