Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 119


__ADS_3

Radith sangat syok saat tahu helikopter yang ditumpangi oleh anak buahnya meledak. dia bahkan sampai terduduk di tanah dengan tatapan mata yang kosong. dia nasih berharap semua adalah mimpi dan dia tidak mau ini menjadi nyata. dia sampai memukul pelan kepalanya, namun terasa sakit, pasti ini semua bukan mimpi lagi.


“Tidak, mereka tidak bodoh, mereka pasti bisa selamat, mereka tidak mungkin langsung mati begitu saja,” ujar Radith yang membuat anak buahnya yang lain makin sedih. Meski mereka juga tahu jika teman-teman mereka cukup hebat, yah walau levelnya di bawah mereka, namun tetap saja, yang berhasil menjadi pengawal pribadi Radith bukanlah orang sembarangan, mereka bisa diandalkan dan cerdas (ah, lupakan H yang kehilangan akal dan membuat semua kemalangan ini terjadi).


Radith sudah sangat frustasi dan bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan, dia hanya ingin semua segera berakhir, namun tampaknya keinginannya masih jauh dan tidak bisa dipenuhi, dia tidak bisa menghindari hal ini lagi, dia hanya berharap semua bukanlah jebakan yang akan membunuh mereka sebentar lagi, dia hanya ingin semua berjalan dengan lancar seperti semestinya.


"Bagaimana ini? kenapa bisa sampai seperti ini? kenapa sinyal Andre malah membuat anak buahku jadi begini? aku, aku tidak bisa melakukannya lagi, aku, aku harus bagaimana? anak buahku, aku mencari mereka dengan susah payah dan aku sangat mengandalkan mereka semua, namun kini mereka harus mati? apa ini? apa apaan ini?" tanya Radith pada dirinya sendiri.


"Tuan, Tuan Radith harus tenang, karna pasti masih ada jalan lain untuk mencari mereka, tuan harus dinginkan kepala agar kita bisa menemukan jalan keluar terbaik untuk semuanya. tuan harus percaya diri dulu untuk saat ini, jangan memikirkan kemungkinan yang buruk karna itu akan mempengaruhi emosi tuan Radith," ujar B yang diangguki oleh Radith


"tapi bagaimana aku bisa tenang? sekarang kita bahkan tidak tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati, lebih buruk, kita kehilangan separuh tim, apa yang bisa kita lakukan dengan sisa orang segini? kita tidak bisa melakukan apa apa," ujar Radith yang diangguki oleh B, mereka semua sama sama tahu, tidak akan mudah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi memang mereka hanya bisa menunggu untuk saat ini.


“Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan helikopter, karna mereka akan melakukan hal yang sama, apa yang harus kita lakukan tuan?” tanya B yang membuat Radith melihat ke helikopter miliknya. Dia berpikir keras, satu satunya alat komunikasi yang dia miliki adalah sebuah laptop, namun apa gunanya menggunakan laptop biasa di saat seperti ini? Mereka bahkan tidak memiliki internet.


“Kita pasti mati jika seperti ini terus. B, cepat pikirkan cara bagaimana kita bisa segera keluar dari pulau sialan ini? Ita harus meneyrang ke pulau sana dan menjemput pengawal kita serta menyergap mereka semua, aku mohon padamu untuk memberiku sebuah ide karna aku sama sekali tidak bisa berpikir sama sekali untuk saat ini,” ujar Radith yang diangguki oleh B, namun nampaknya B juga sulit untuk menemukan sebuah ide.


B adalah orang yang paling harus diandalkan fi sini karna A tidak ada di sini. jika A ada, A yang bertanggung jawab atas tim, namun karna sekarang B yang bertanggung jawab, dia merasakan beban mental yang luar biasa. dia tidak mengira akan merasakan hal seperti ini.


“Ah, tuan, kirimkan pesan darurat untuk anggota yang ada di Bali, atau bantuan dari Jakarta, mungkin itu bisa membantu,” ujar C yang dijawab gelengan kepala oleh Radith. Jika meminta bantuan dari orang orangnya, dia hanya akan menambah daftar tumbal untuk orang orang jahat itu. dia tidak bisa menumbalkan lebih banyak orang, dia tidak mau menjadi bos yang jahat, dia hanya akan menghukum orang yang bersalah, tidak ingin menumbalkan orang tak bersalah.


"Tuan bisa minta bantuan ke keluarga wilkinson, mereka akan taetap membantu tuan apapun yang terjadi, saya juga percaya akan hal itu. karna Tuan Wilkinson tidak akan membiarkan oranh orangnya menderita," sahut B yang kembali dijawab gelengan kepala oleh Radith.


“Aku sudah terlalu banyak meminta bantuan pada keluarga wilkinson baik secara finansial, pekerjaan atau bahkan bantuan seperti ini. Aku tidak bisa berhutang budi lebih lagi meski aku yakin tuan Wilkinson tak pernah keberatan untuk hal itu, namun aku tak mau melakukannya, aku tidakmau hutangku padnaya semakin besar dan aku benar tidak bisa membayarnya lagi, jadi aku ingin meminta saran lain dari kalian, apa yang harus aku lakukan tanpa harus meminta bantuan dari keluarga Wilkinson?” tanya Radith lagi.


“Jika aku meminta bantuan dari Wilkinson, aku hanya akan menambah daftar balas budi, aku tidak akan melakukannya, tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang?” tanya radith dengan bingung. Di tengah kebingungan itu, sekelompok orang bersenjata menghampiri mereka, menodongkan senjata itu ke arah mereka dan menatap mereka dengan tatapan curiga. Radith meminta orang – orangnya untuk tidak melawan dan mengangkat tangannya. “Siapa kalian?” tanya orang – orang itu yang membuat Radith sadar, mereka juga bersembunyi di tempat ini. Radith menatap orang orang itu satu persatu, wajah mereka tampak ketakutan, bahkan berkeringat dan cara mereka memegang senjata, mereka tampak gemetar. Rupanya bukan hanya Lira yang menjadi korban di sana, namun ada orang lain yang mungkin juga berkuasa.


Radith mencoba untuk mengambil situasi karna dia bisa melihat orang orang itu tampak ketakutan, namun dia juga tidak bisa menurunkan kewaspadaan pada orang orang ni karna dia tidak tahu siapa mereka dan apa tujuan mereka samai ke pulau ini, namun setelah di lihat lebih lanjut, Radith seperti mengenali siapa orang itu dan tentu saja dia ingin memastikannya.


“Siapa pimpinan kalian? Aku


mungkin mengenalnya,” tanya Radith yang kali ini lebih santai. Dia bahkan


melepas pistol yang ada di kakinya untuk membuktikan dia tidak berniat jahat.


Mereka masih belum menurunkan senjata mereka dan malah semakin waspada karena


tahu Radith dan pengawalnya bersenjata. Radith tidak peduli siapa mereka, namun


jika mereka bisa diajak kerja sama, Radith akan dengan senang hati menerimanya,


prioritasnya hanyalah Lira bisa selamat.

__ADS_1


“Lihat? Aku sudah melepaskan senjata yang aku punya, kalian bisa menembakku jika kalian mau, namun melihat kalian yang tampak takut saat kamu datang, sepertinya kita ada di pihak yang sama, jadi kenapa tidak kalian turunkan senjata senjata itu dan mengobro santai denganku? Sekali lagi aku tanya, siapa tuan kalian? Kenapa kalian ada di sini?” tanya Radith penasaan, dia mencoba setenang mungkin karna dia tidak berniat bermusuhan dengan orang orang ini.


“Tuan, saya mengenal salah satu


dari mereka, orang yang di sana. Dia adalah pengawal tuan Andre. Dia yang


paling dekat dan kemanapun akan selalu mengikuti tuan Andre jika tuan Andre


tidak bersama tuan, karena Tuan Andre tidak boleh membawa pengawal saat bersama


tuan Radith,” ujar D yang membuat Radith menoleh ke arah orang yang ditunjuk


oleh pengawalnya. Radith menghela napas panjang dan menatap orang – orang itu.


“Benarkah? Apa kalian pengawal Andre? Apakah Andre yang meminta kalian sampai ke tempat ini untuk menangkapku? Apa bahkan dia menyiapkan jebakan sebesar itu yang membuatku jadi seperti sekarang? Katakan apa dendam yang kalian punya sampai kalian setega itu melakukannya padaku,” ujar Radith yang tentu membuat orang orang itu bingung, tidak seharusnya orang biasa mengenal Andre begitu mudah.


“Apakah Andre juga ada di sana? Apa dia


tertangkap? Atau justru dia adalah dalangnya?” tanya Radith yang membuat mereka


saling pandang. Mereka tampak bingung karna Radith mengenal Andre, mereka tidak


pernah melihat wajah Radith sebelumnya, jadi wajar saja jika orang orang itu


Radith yang kejam, namun tidak pernah menunjukkan fotonya.


“Kau pasti sering mendengar nama


Radith bukan? Aku Radith, jika ditarik benang, aku adalah bosnya, namun aku


lebih suka menyebutnya patner atau teman. Katakan, dimana Andre, aku melacaknya


dari liontin istriku, dia ada di pulau sana, apakah dia benar ada di pulau itu?


anak buahku terbunuh di sana, tidak ada alasan aku menipu kalian, aku hanya


butuh istriku kembali,” ujar Radith yang sudah frustasi. Mereka kembali saling


pandang.


“Liora, nama istriku Liora, jika

__ADS_1


Andre tidak menyebut nama Liora, mungkin dia menyebutnya dengan sebutan Lira.


Kalian tidak harus percaya padaku, aku hanya butuh bantuan kalian untuk menyelamatkan


istriku. Ah, tunggu dulu, aku harus memastikan dulu, apakah Andre terlibat


dalam hal ini?” tanya Radith dengan halus. Mereka masih tidak percaya karena


Radith yang halus tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.


“Hei! Kalian berani


tidak menjawab pertanyaan bos besar kalian? Apa kalian mau mati? Aku bahkan


bisa membunuh kalian semua dalam satu kedipan mata!” teriak B yang membuat


Radith menahan tubuhnya. Mereka tidak perlu ribut di sini, apalagi jika


ternyata benar Andre adalah dalang, mereka tidak bisa selamat lagi, karena sudah


masuk dalam perangkap ini.


“Bos Andre ada di sana, dia tertangkap karena ingin menyelamatkan nyonya wanita dengan bayi itu. bos Andre sudah tahu rencana Hobert sialan sejak lama, dan dia sedikit terlambat karena ada orang bodoh yang malah membocorkan tentang keluarga tuan besar Radith. Dia harus berpura – pura memihak mereka agar bisa memastikan nyonya itu aman dan mereka tidak menyakitinya,” ujar salah seorang pengawal yang membuat yang lain memelototinya.


“Kenapa kau beritahu itu kepada mereka? Bagaimana jika mereka hanya menipu kita dan mereka adalah suruhan setan sialan itu? apa yang akan kau lakukan?!” bentak salah satu orang yang membuat orang itu melempar senjatanya dengan frustasi.


“Tidakkah kau melihat dia sama frustasinya dengan kita? Dia bisa membunuh kita dengan semua pistol yang ada di tubuh mereka, bahkan lihat lebih teliti, orang orang ini memiliki pelindung peluru di tubuh mereka, siapa yang bisa memiliki itu selain tuan Andre? Bahkan jika dia mau, dia bisa membunuh kita semua, namun dia bahkan malah meminta bantuan kita, aku tidak ingin menghilangkan kesempatan kita menyelamatkan Bos Andre karena kebodohan kita.”


“Kau cukup pandai, pantas Andre memilihmu untuk ada di dekatnya. Sekarang, aku perlu informasi sebanyak mungkin apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak tahu apa apa, bahkan aku meninggalkan anakku di Paris hanya untuk masalah ini. Apa ada yang bisa memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Radith yang diangguki oleh mereka.


“Tuan Hobert sudah lama mengincar saham perusahaan utama di keluarga Galeno, namun dia selalu gagal menguasahinya, awalnya dia mengincar Wilkinson, namun Wilkinson terlalu kuat sehingga dia memilih untuk mengincar Galeno yang menurutnya lebih mudah. Dia sudah mengintai keluarga Galeno sejak lama, tuan Andre berencana untuk masuk ke dalam rencana dan mengancurkan mereka dari dalam, namun tiba tiba saja rencana mereka yang seharusnya untuk beberapa bulan ke depan, jadi diajukan, karna mereka tahu tuan Radith berencana untuk pergi liburan.”


“Awalnya, mereka ingin menyelesaikan semua saat kalian ada di luar negeri, namun salah satu orang bodoh malah membocorkan jika kalian memiliki anak bayi dan akan melakukan apapun jika bayi itu terancam. Orang itu hanya sedikit diancam, bahkan menurut tuan Andre, itu ancaman yang sangat kecil, namun tuan Andre menyimpulkan, bukan ancaman yang membuat orang itu berkhianat, namun tawaran imbalan yang sangat besar.”


“Tuan Andre sudah berhasil masuk di antara pengikut Hobert, dan karna rencana tiba tiba berbalik dengan menyerang istri dan anak tuan Radith, pengawal tuan Andre yang sudah dikirim ke Paris tidak bisa kembali ke Indonesia dengan cepat. Sedangkan tuan Andre masih perlu melakukan hal lebih untuk mendapat kepercayaan mereka.”


“Tuan Andre sengaja membuang semua barang yang ada di tubuh nyonya Lira kecuali pakaiannya, namun sebelum itu, dia memang sudah berencana akan meninggalkan jejak, jadi dia tidak mengkhianati tuan Radith, dan mendapat kepercayaan Hobert untuk ada di dekat pria itu, sehingga nyonya Lira bisa dipantau dan selamat.”


“Ingatkan aku untuk langsung membunuh H saat bertemu dengannya. Bahkan ingatkan aku untuk menyiksa mayatnya jika memang dia sudah mati. Aku akan memaafkannya jika memang dia berkhianat karna terpaksa, namun aku tak segan membakar tubuhnya hidup – hidup jika dia berani berbohong padaku hanya karna uang,” ujar Radith penuh penekanan.


“Sekarang, apakah kalian sudah diberitahu rencana selanjutnya atau apa yang harus dilakukan agar Andre dan Lira selamat?” tanya Radith yang diangguki oleh mereka. Radith terlihat memiliki harapan lagi setelah mendengar hal itu.

__ADS_1


“Kami akan menyebrang menggunakan kapal selam agar tidak diketahui oleh mereka. Kami belum tahu apa yang terjadi di sana, jadi kami ingin memastikan situasi sebelum bertindak lagi, namun kami hanya memiliki kapal selam untuk satu orang, jadi kami masih bingung bagaimana caranya kami semua bisa sampai ke sana,” ujar orang itu yang diangguki oleh Radith.


“Ambilkan laptop, aku harus meminta bantuan Wilkinson, karna sepertinya kita perlu banyak kapal selam untuk mengepung tempat itu,” ujar Radith yang menurunkan egonya untuk tidak meminta bantuan Wilkinson, yang terpenting nyawa orang yang dikasihinya bisa selamat.


__ADS_2