Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 125


__ADS_3

Radith duduk di sebuah ruangan bersama 10 orang yang sudah dia pilih sebagai timnya. Dia menyusun rencana bagaimana untuk menjebak Roy, namun dia tidak bisa turun langsung karna pasti akan menimbulkan kekacauan. Dia tidak bisa menampakkan dirinya, karna jika mereka tertangkap oleh polisi sungguhan saat sedang bertransaksi, dia akan dalam masalah yang besar.


“Kau, kau berpura puralah melakukan transaksi, namun aku yakin tidak mungkin Roy akan melakukan transaksi langsung. Namun paling tidak kita bisa mengikuti anak buah itu agar mendapatkan informasi dimana Roy berada. Apa kalian yakin bisa melakukannya? Jika kalian gagal meyakinkan mereka, aku akan membuat kalian membayar dengan nyawa kalian.”


“Kami mengerti, kami akan melakukannya, tuan tenang saja, kami tidak akan gagal atau mengecewakan, kami akan seperti pembeli narkoba sungguhan,” ujar salah satu orang yang ada di sana. Tentu saja hal itu membuat Radith mengerutkan keningnya, mencoba untuk mencari kejujuran di sana, dia segera menunjuk orang itu dan memasang wajah curiga.


“Darimana kau tahu yang kau lakukan tidak akan gagal? Bagaiamna kau bisa yakin meniru seorang pemakai narkoba? Apa kau pernah membeli narkoba sebelumnya? Aku tahu tuan Wilkinson akan membunuhmu sendiri jika kau melakukannya, jadi darimana kau bisa tahu akan hal itu?” tanya Radith yang membuat orang itu berdehem sebagai jawaban.


“Maaf, karna sudah ketahuan, saya akan jujur. Saya memang pernah bertransaksi narkoba, namun itu sudah dalam waktu yang lama dan saya tidak melakukannya lagi. Tuan Wilkinson tidak tahu itu, jadi saya mohon jangan memberi tahu dia, karna saya akan sungguh dibunuh jika beliau mengetahuinya,” ujar orang itu dengan panik.


“Kau bodoh, kau baru saja emmbuat pengakuan pada tuan Wilkinson sendiri. Apa kau lupa setiap apa yang kita lakukan di sini sudah terpantau? Lagipula, aku bukanlah tuanmu, kau tidak boleh mengatakan hal apapun itu yang berkaitan dengan rahasiamu padaku. Kau sangat tidak kompeten dalam hal itu, namun karna kau memiliki pengalaman bertransaksi narkoba, aku akan membujuk tuan Wilkinson untuk mengampuni nyawamu nanti.”


“Sekarang kalian semua sudah tahu tugas masing masing kan? Aku tidak akan turun sekarang, namun aku akan mengawasi kalian, jadi kalian tidak bisa melakukan hal yang menyeleweng. Aku akan mengawasi kalian. Pastikan kalian bisa mengetahui dimana mereka berada dan markas besar mereka,” ujar Radith yang diangguki oleh mereka, namun A yang sedari tadi ada di sebelah Radith tampak tak nyaman dengan rencana ini, karna Radith sama sekali tidak mengirim pengawalnya untuk ikut bersama mereka.


“Bagaimana tuan Radith yakin jika markas itu adalah markas besar mereka? Saya justru yakin mereka hanyalah boneka yang dimanfaatkan oleh Roy untuk mengacaukan tuan. Jadi saya memiliki saran, bagaimana jika B atau saya ikut dengan mereka? Saya akan mengawasi sendiri dan memastikan apakah itu pusat atau tidak,” ujar A yang tentu membuat kegaduhan di antara mereka sendiri.


“Apa kau pikir hanya kau yang mampu melakukannya? Apa kau pikir aku tak mampu melakukannya? Jangan sombong! Kau bukanlah apa apa tanpa tuan Radith, namun kami, kami bekerja di bawah tuan Wilkinson yang bahkan jauh lebih tinggi dari tuanmu,” ujar orang itu yang membuat Radith mengangkat alisnya. Dia tahu orang itu hanya membela diri, namun rasanya kurang pas jika orang itu malah menyeret namanya untuk hal ini.


“Untuk seorang yang bahkan tak bisa menyimpan rahasia padaku yang orang asing, kau cukup sombong rupanya. Baiklah, aku akan menuruti apa yang kau katakan, mari lihat apakah kau hanya bermulut besar, atau kau sungguh mampu melakukannya. A, tahan dirimu, aku memiliki tugas yang juga besar, kau akan kesulitan melakukannya, jadi aku ingin kau menyimpan sedikit tenagamu untuk hal itu, tenang saja, kau tidak akan bisa berisirahat dengan tenang.”


“baik tuan, saya akan menunggu sampai saya mendapat tugas, semoga saja orang orang ini bisa melakukan tugas mereka dengan baik, jadi tugas saya akan jauh lebih mudah nantinya,” ujar A yang dijawab gelengan kepala oleh Radith. Lelaki itu menatap satu persatu orang yang ada di sana, lalu tersenyum aneh, membuat orang orang di sana merasa merinding.

__ADS_1


“A, jika mereka berhasil, tugasmu akan jauh lebih berat, aku bisa pastikan hal itu, namun jika mereka gagal, aku hanya akan memintamu membereskan tugas mereka dan tentu saja tugasmu jauh lebih mudah. Jadi kau harus berharap mereka gagal agar pekerjaanmu menjadi mudah, dan tentu saja tuan Wilkinson akan menghabisi mereka setelah itu,” ujar Radith santai yang membuat mereka saling pandang dengan takut.


“Baiklah, jika tidak ada yang perlu kalian tanyakan, kalian bisa pergi sekarang, jangan membuang waktu karna aku tidak ingin istriku benar benar pergi dari hidupku,” ujar Radith dengan wajah serius. Mereka sampai terkejut dengan alasan Radith, namun karna tak ada yang perlu mereka sampaikan, mereka akhirnya membubarkan diri dan tinggallah Radith bersama dengan anak buahnya di sana.


“Kau harus bisa mengendalikan dirimu. Aku hanya akan meminta kalian melakukan tugas yang penting, untuk masalah sepele seperti itu, jangan kalian ikut campur. Dan yah, tentu saja tugas kalian jauh lebih mudah jika mereka berhasil, aku sengaja mengatakannya agar mereka berhasil, karna aku tahu, mereka ingin menyulitkan kalian. Peringatan untukmu A, kendalikan dirimu.”


“Maafkan saya, karna saya merasa mereka tidak kompeten dan sangat beresiko mengirim mereka. Jika mereka ketahuan, akan semakin sulit bagi kita untuk bisa menembus Roy, apalagi benar yang tuan katakan, waktu kita tak banyak dan nyonya besar bisa pergi kapan saja,” ujar A yang membuat Radith terkekeh.


“mereka emmang terlihat bodoh, namun mereka tak sepenuhnya bodoh. Tuan Wilkinson tak akan mengirim orang yang tidak berkompeten untuk membantu kita, dia pasti sudah memikirkannya dengan matang. Jadi kau tidak perlu sebegitu khawatirnya. Lebih baik kalian mendekat dan kita akan bahas apa yang akan kita lakukan jika mereka berhasil, karna aku tak yakin mereka akan gagal.”


“Tuan, setelah kita tahu markasnya, saya akan berpura pura jadi salah satu petinggi yang datang ke sana, jadi kita bisa tahu ada dimana saja cabang mereka dan siapa yang memerintah mereka, namun itu tidak mudah, karna pasti mereka tidak akan mudah untuk tertipu,” ujar A yang dijawab gelengan kepala oleh Radith.


“Tidak, mereka hanyalah bawahan yang rendah, mereka tidak mengenal siapa atasan mereka, jadi kau tenang saja, mereka tak akan mengenalimu. Baiklah, kita akan pakai ide itu dan aku akan sedikit merenovasi idenya, lakukan tugasmu dengan baik meski kau tak bisa promosi karna pangkatmu paling tinggi, hahaha.”


A bersama dengan yang lain langsung mengintai rumah yang tampak kosong itu, dia tidak tahu apa yang ada di dalam sana, namun dia menunggu, jika orang yang menjadi bos itu datang, dia akan menyekap mereka dan mengambil identitas mereka, yah, yang bisa dilakukan saat ini adalah menunggu, karna dia sendiri tidak tahu bagaimana sistem mereka untuk mengetahui satu sama lain.


Sementara itu Radith yang menunggu dari tempat yang jauh tidak bisa fokus, dia memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk membujuk Lira jika tuan Wilkinson tidak berhasil, karna dia tahu Lira tidak mudah terpengaruh apalagi jika masalah keselamatan anak anak mereka. Radith sangat memaklumi Lira marah sampai sebegitunya, namun dia juga harus melakukan semua ini demi membalas budinya, dia juga merasa tertekan.


"Eum, coba gue telpon aja kalik ya, please Lira, jawab telpon aku ya, please, aku mohon jawab telpon aku ya," ujar Radith yang mencari nomor Lira dan langsung menghubungkan panggilan pada wanita itu. Dia menunggu dengan tak tenang, bahkan sampai menggigit jarinya karna merasa khawatir. Radith melihat ke kiri dan kanan, lalu ke ponselnya lagi, Lira masih tidak mau menjawab panggilannya, tentu saja hal itu membuatnya bersedih.


"Duh, kamu masih marah ya sama aku? Kenapa sih kamu marah sama aku? Aku gak pernah sengaja loh Ra, astaga, kenapa kamu marah dampai seperti ini?" Tanya Radith pada dirinya sendiri. Dia mencoba beberapa kali, namun Lira masih tidak mau menerima panggilannya. Untung saja pengawal Lira rutin memberi tahu kondisi anak dan istrinya, sehingga dia cukup tenang meski belum merasa puas karna dia belum mendengar sendiri suara atau melihat wajah mereka secara langsung.

__ADS_1


"Kondisi Lira baik dan dia bisa menerima kau yang bekerja untukku, aku sudah bilang padamu, aku akan mengatasi itu, asalkan kau bisa selesaikan semua tugasmu dengan baik, aku tidak mau tahu kau harus berhasil membunuh orang itu, aku sudah memiliki cara dan itu sudah berhasil, kini tugasmu untuk fokus karna aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau sampai gagal, apa kau mengerti akan hal itu?" Tanya tuan Wilkinson yang diangguki oleh Radith. Lelaki itu sedikit merasa lega setelah mendapat kabar tersebut.


"Semua berjalan dengan baik, namun saya masih memantau apakah aman ada di sana dan bagaimana mereka memperlakukan atasan mereka, karna jika ada kesalahan, anak buahku lah yang akan mati, dan aku tidak bisa membiarkan mereka mati," ujar Radith yang diangguki oleh tuan Wilkinson, dia juga merasa Tidak perlu terburu buru karna Danesya pun tidak tahu akan hal ini, jadi mereka masih memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan ini.


"Ya, aku memberimu banyak waktu dan kau boleh gunakan lebih banyak waktu, karna kau sendiri yang akan semakin lama bertemu dengan istrimu bukan? Dan yah, semakin kau lama, semakin akan mudah gagal pula dirimu, jadi kau yang visa memutuskan apakah kau akan gagal atau berhasil, aku tidak akan membuatmu terburu buru."


"Ah, ancaman yang anda katakan sangat mengena di hati saya, terima kasih banyak sudah memberikan ancaman seperti itu pada saya, saya sangat menghargainya. Saya akan melakukan semua dengan tepat, bukan hanya cepat, jadi saya akan memperhitungkan semua dengan matang baru saya bertindak. Sekali lagi, nyawa anak buah saya menjadi taruhannya, jadi saya tidak bisa bertindak gegabah," ujar Radith yang diangguki oleh tuan Wilkinson.


"Baiklah, karna kau sudah berhasil sejauh ini, aku punya sedikit hadiah untukmu, kau, lihat ke arah proyektor yang ada di sana," ujar tuan Wilkinson yang tentu saja membuat Radith menengok, dia tidak bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh tuan Wilkinson, sampai layar menyala dan sebuah panggilan ada di layar itu, tak selang berapa lama, panggilan itu di angkat, membuat Radith menatap dengan tatapan sedih, namun juga terharu.


"Selamat malam suamiku, kamu apa kabar? Amu masih baik baik aja kan?" Tanya Lira yang tentu membuat Radith mematung, dia tak menyangka Lira akan menjawab panggilan tuan Wilkinson sedangkan wanita itu tidak menjawab panggilan darinya. Namun dia tak begitu peduli, sudah melihat wajah Lira saja membuatnya menjadi sangat bahagia dan tentu saja semakin bersemangat untuk menyelesaikan misi gila yang direncanakan tuan Wilkinson.


"Maaf, maafkan aku, maaf aku udah ingkar janji ke kamu, aku gak bisa untuk gak melakukan ini karna aku udah janji ke tuan Wilkinson, aku harus menepati janji yang aku buat Ra, jadi maafkan aku, aku gak akan janji lagi ke kamu, tapi aku akan berusaha untuk selalu ada buat kamu Ra setelah ini, membentuk keluarga bahagia kita Ra. Kamu percaya kan sama aku? Kamu, kamu mau kan percaya sama aku?" Tanya Radith yang diangguki oleh Lira.


"Dith, kalau bukan karna Luna yang datang ke aku, kasih aku pencerahan dan banyak lagi, mungkin aku gak akan pernah mau maafkan kamu Dith, Aku berterima kasih sama Luna dan Om Wilkinson karna sudah membuka pikiran aku sehingga kita masih selamat, kita masih bisa bersatu seperti ini, aku gak tahu lagi kalau gak ada mereka bakal jadi gimana, aku juga gak ngerti kenapa aku bisa relate sama apa yang Luna katakan."


"Luna, apa dia yang bujuk kamu? Aku harus bilang makasih sendiri ke dia Ra kalau gitu, makasih udah mau jaga istri aku yang paling aku cinta, makasih udah kasih pengertian kalau kamu itu istri aku yang oaling berharga, aku gak tahu lagi harus ngomong apa, yang jelas aku bahagia punya kamu dalam hidupku Ra, jangan pernah pergi, aku mohon sama kamu," ujar Radith yang membuat Lira terharu, wanita itu sampai harus menyeka air matanya berkali kali karna hal itu.


"Dia cerita banyak hal, termasuk apa yang kamu lakukan buat dia selama kalian sekolah. Dari cerita dia aku jadi ngerti kenapa kamu nekat, kenapa kamu terkesan gak peduli sama aku dan kenapa kamu sampai mau kerja sama Tuan Wilkinson, aku mengerti semua Dith, sekarang kamu bisa kerja dengan tenang, aku bakal tunggu kamu pulang Dith, aku akan tunggu kamu bareng sama Baby L, Zia dan Sean. Jaga diri ya," ujar Lira lembut.


"Ya, kamu juga jaga diri ya, tunggu aku pulang ke rumah dan kita bakal sama sama lagi, aku bakal jaga diri kamu baik baik karna aku tahu kamu juga baik baik aja dan menunggu aku pulang, terima kasih banyak sayang, kamu udah kasih aku energi dan semangat, aku akan lakukan yang terbaik dan pulang dengan cepat," ujar Radith yang langsung membuat tuan Wilkinson mematikan panggilan itu sepihak.

__ADS_1


"Waktu habis, jika kau ingin bisa dengan mudah menelpon atau bahkan memeluknya, kau harus bisa menyelesaikan semua dengan baik dan cepat, kau tahu apa yang aku inginkan dan kau inginkan hal itu juga, jadi aku tidak akan memaksa, sama sekali tidak. Semoga kau berhasil tuan Radith," ujar Tuan Wilkinson yang langsung keluar dari sana.


"Yak, semoga lo berhasil Radith," lirih Radith pada dirinya sendiri.


__ADS_2