Bossy Bos

Bossy Bos
Bab 46


__ADS_3

Lira memakai Gaun berwarna biru Navy selutut dengan riasan yang natural, membuatnya seperti seorang gadis yang berusia belasan. Radith ada di sampingnya dengan Jas berwarna biru tua dengan setelan dalam hitam. Mereka tampak menawan dan megah. Di tengah mereka ada Sean yang juga memakai setelan jas kecil yang membuatnya seperti karakter baby boss. Semua mata yang melihat akan mengira merekalah bintang utama malam ini.


“Ah, itu Luna dan Darrel, kita ke sana dulu, ada tuan Wilkinson juga di sana, Ayo Dith,” ujar Lira saat melihat Radith ragu. Dia tahu Radith merasa bersalah karna membuat masalah dalam waktu yang lama, dan malah bertemu dengan tuan Wilkinson untuk meminta bantuan. Meski sebenarnya tuan Wilkinson tidak masalah, Radith tetap merasa tak enak, Lira pun mengerti dengan hal itu, mungkin Lira akan jauh lebih buruk jika ada di posisi yang sama.


“Luna, kak Darrel, Tuan Smith, kami mengucapkan selamat ulang tahun untuk si kembar 3, Rayshiva, Ravindra, dan Rania. Semoga mereka tumbuh menjadi anak yang kuat, cerdas dan bisa diandalkan seperti kedua orang tuanya,” ujar Lira saat Radith hanya diam dan canggung melihat keluarga Luna. Luna yang melihat Radith berubah tentu sedih, dia sudah menganggap Radith Saudaranya, tapi Radith tidak beranggapan begitu.


“Kalian datang, terima kasih sudah datang. Hai, kamu Sean ya? Wah, tampan sekali kamu. Ah, Kak, mungkin kita bisa jodohkan Sean sama Rania, usia mereka gak jauh juga kan? Gimana? Oke gak tuh?” Tanya Luna untuk mencairkan suasana. Untung saja orang yang ada di sana tertawa, terutama Lira yang merasa tidak ingin berhubungan dekat lagi dengan keluarga ini demi kenyamanan Radith.


“Boleh saja, tapi jangan dijodohkan, biar mereka bisa tumbuh dan jika jatuh cinta pun, mereka bisa jatuh cinta dengan sendirinya. Kita gak berhak buat menentukan takdir mereka,” ujar Darrel yang membuat Luna terkekeh dan mengangguk, dia akan merasa senang jika Rania berjodoh dengan Sean (Astaga Luna, mereka baru saja berusia 7 dan 6 tahun), Luna merasa Rania akan bahagia jika bersama Sean, apalagi diamengenal Radith dan Lira dengan baik.


“ Apa kalian sudah pernah bertemu si Kembar 3? Kalau kalian belum ketemu dan mau ketemu, mereka ada di ruang hadiah bersama teman teman yang lain, ah, Sean juga bisa ke sana, kalian kan seumuran, pasti bisa bermain dengan baik,” ajak Luna yang diiyakan oleh Lira. Lira ijin untuk mengantar Sean sementara Radith tinggal di situ karna dia akan mengobrol dengan tuan Sanjaya. Sebenarnya Radith takut, namun dia tetap tinggal karna tuan Wilkinson yang memintanya sendiri.


“Bagaimana keadaanmu setelah pulang dari Amerika? Apa kau menjaga anak dan Istrimu dengan baik? Apa kau sehat?” tanya Tuan Wilkisnon yang seperti ayah kandung Radith. Jika mereka hanya berdua, Radith akan menangis saat ini juga, namun karna mereka di hadapan banyak orang, Radith tidak bisa menangis, dia menahan air matanya agar tidak tumpah, dia menarik napas panjang dan menghembuskannya, lalu mengangguk dengan tegas.


“Ya, kami baik, berkat anda tuan Sanjaya. Saya berterima kasih, sangat berterima kasih karna Anda bersedia membantu saya untuk lolos saat di Amerika. Saya berhutang nyawa terhadap anda,” ujar Radith dengan sopan dan tegar. Tuan Wilkinson mengangguk samar dan lega karna lelaki itu baik baik saja, namun agar mereka tidak canggung, tuan Wilkinson tidak bisa menunjukkan kekhawatiran dan kelegaannya, dia memasang wajah tegas seolah siap menerkam Radith yang melanggar perintahnya atau membuatnya kecewa.


“Sudah seharusnya begitu, sudah seharusnya pula kau merasa harus membalas jasaku, tapi kenapa kau malah menghilang dan hidup bahagia di Bali tanpa merasa berhutang budi padaku?” tanya tuan Wilkinson yang membuat Radith, Luna dan Darrel menengok secara bersamaan. Luna tidak mengerti apa yang terjadi, tapi sejak kapan papanya menjadi pamrih seperti itu? Apakah Radith melakukan sesuatu yang membuat papanya marah? Meski penasaran, Luna tidak berani menyela atau dia akan dimarahi oleh Darrel.


“Saya hanya perlu waktu untuk memulihkan diri, memulihkan mental saya juga. Saya juga membutuhkan waktu untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga saya. Terima kasih sudah memberikan saya waktu, sekarang saya sudah kembali dan bersiap untuk memperbaiki semua, menebus semua dan melakukan apapun untuk berterima kasih. Saya akan bekerja keras dan mengepakkan sayap perusahaan Wilkinson agar lebih bersinar lagi,” ujar Radith yang membuat tuan Sanjaya sangat takjub.

__ADS_1


“Jadi, apa ada yang bisa menjelaskan ke Luna ada apa? Radith pergi begitu saja selama lima tahun lebih, tapi tidak ada yang mau menjelaskan ke Luna. Apa Luna begitu tidak penting? Tidak berhak untuk tahu? Radith juga sahabat Luna, teman Luna yang paling dekat, tapi apa Bahkan Luna gak bisa mendengar kabar dia?” tanya Luna yang merasa kesal, namun Darrel meminta Luna untuk menahannya karna mereka ada di acara yang penting untuk keluarga mereka, Istrinya itu tidak bisa mengacaukan semua.


“Kak, Lo yang cerita ke Luna aja Ya, gue gak bisa nih kalau cerita di sini, apalagi ada Lira di sini. Gak papa Lo cerita semua, udah gue ijinkan. Asal gak ditambah tambahin biar terkesan gue ngenes aja, sekarang kita fokus sama acara si kembar aja, kalian juga harus menyambut tamu lain kan? Gue sama Lira mau nyari makan enak dulu,” ujar Radith yang membuat Darrel tersenyum, dia mengangguk dan membiarkan Radith pergi bersama Lira.


“Kalau aku cerita semua, kamu akan merasa bersalah untuk banyak hal, aku gak mau itu mempengaruhi pikiran kamu. Kamu harus tetap berpikir positif, kamu ingat kan kata dokter? Kamu harus banyak istirahat dan suasana hati yang cerah, jadi aku gak bisa cerita kalau kamu gak bisa janji untuk bersikap biasa saja dan gak sedih, karna semua udah lewat dan Radith udah bahagia sama Lira, tapi nanti aja ya, setelah acara selesai.”


Radith dan Lira berjalan mencari cemilan yang enak, Radith kagum dnegan kelas keluarga Luna yang sangat tinggi. Bagaimana bisa Pansire salmon dengan hiasan caviar adalah cemilan di sini? Radith bahkan tidak mau membeli makanan itu di luar sana karna harga yang tak masuk akal dan tidak mengenyangkan. Lira melihat wajah aneh Radith pun menyenggol pundak lelaki itu dan tertawa. Dia tidak mau Radith terlihat norak di sini.


“Udah, makan aja. Kan kamu gak bakal mau beli di tempat lain kan? Aku gak akan bisa makan ini di tempat lain, jadi aku mau puas puasin makan makanan mewah di sini, asik gak tuh? Enak banget kayaknya,” ujar Lira yang mengambil satu dan memakannya. Dia menangguk anggukkan kepalanya, dia paham kenapa makanan seperti ini memiliki harga yang tak masuk akal, karna memang rasanya sangat enak dan mewah.


“wah, apakamu meremehkan suamimu ini? Makanan kayak gini gak usah kamu nunggu moment buat makan, aku bakal belikan semua buat kamu, ayo, kamu mau beli berapa banyak, kalau kamu mau se restorannya juga bisa! Tinggal aku jual kamu ke bos restorannya, masalah beres, kamu bisa makan enak, aku sama Sean bisa dapat harta tanpa kerja,” ujar Radith tanpa ragu dan tanpa berpikir sama sekali, dia membuat Lira memandangnya dengan sengit.


Radith melongo mendengar pembalasan itu, itu sangat kejam baginya, dia hanya meminta Lira menikah dengan pemilik restoran namun Lira malah memintanya untuk menjadi daging cincang? Calon istrinya ini sangat kejam. Dia hendak membalas, namun teringat kejadian tempo hari, dia tidak mau bertengkar dengan Lira di tempat ini, jadi dia akan menahannya untuk saat ini, dia akan membiarkan Lira menang atas dirinya.


“Mami, Uncle Ayah, boleh gak kita pulang? Sean gak suka di sini, Sean mau pulang aja.” Lira dan Radith terkejut melihat Sean yang menghampiri mereka. Astaga, anak ini bahkan keluar dari ruang bermain dan mencari mereka bahkan sampai menemukan mereka di tempat ini, sepertinya Sean sangat tidak betah dan nekat keluar untuk mencari Lira. Tapi apa yang membuat Sean tidak betah? Bukankah kembar 3 itu anak yang baik dan ramah?


“Kenapa jagoan ayah sedih begitu? Sini ayah gendong dulu, kenapa nak?” tanya Radith yang langsung menggendong Sean, anak itu langsung menyandar di pundak Radith dan merengek ingin pulang, dia ingin pergi dari tempat itu, saat Sean mulai merengek cukup keras, Radith dan Lira pun mengalah, mereka lebih baik membawa Sean keluar dari sini dibanding anak itu menangis keras di tempat yang ramai ini.


“Ayo pamitan sama Luna, kita gak bisa ikut acaranya sampai akhir, gak enak kalau langsung pergi,” ajak Lira yang diangguki oleh Radith. Lelaki itu menepuk nepuk pelan pundak Sean untuk menenangkannya, Sean berhenti menangis saat tahu mereka akan pergi, dia tidak mau anaknya sedih atau tertekan, mungkin Sean tidak terbiasa dengan tempat yang ramai dan tidak merasa nyaman ada di sini sehingga ingin segera meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


“Luna, Kak Darrel, maaf kami harus pergi duluan, sepertinya Sean kurang sehat, kami harus pulang, terima kasih buat undangannya, semoga kita bisa pesta sendiri di kemudian hari, kami pamit pulang ya, sekali lagi maaf karna gak bisa ikut acaranya sampai akhir,” ujar Lira yang sebenarnya membuat Luna dan Darrel kecewa, namun mereka mengerti dan tentu saja kesehatan anak mereka lebih penting dari pesta ini, jadi mereka memperbolehkan Lira untuk pergi dan mereka berpamitan.


Setelah sampai di mobil, Sean duduk di pangkuan Lira sementara Radith menyetir. Sean masih terdiam untuk beberapa saat, Lira juga memeriksa suhu tubuh Sean, namun anak itu tidak demam, jadi apa alasan Sean ingin segera pergi dari tempat itu? Sean biasanya mudah beradaptasi, namun kali ini dia sangat berbeda, tentu saja Sean khawatir.


“Mami, apa semua orang merayakan ulang tahun? Kenapa Sean tidak pernah? Kakak kakak itu mendapat banyak hadiah yang bagus, tapi Sean tidak pernah. Apakah hanya Sean yang tidak pernah ulang tahun?” tanya anak itu yang membuat Lira dan Radith tertegun saling pandang. Ternyata Sean merasa iri pada si kembar, namun meski begitu, Sean tidak bisa membenci saat seseorang memiliki apa yang tidak dia miliki, dia hanya akan penasaran kenapa dia tidak memilikinya.


“Sean, apa Sean mau merayakan ulang tahun? Mami akan wujudkan itu jika Sean mau, ada ayah juga, ayah bakal kasih banyak hadiah buat kamu, bagaimana? Jadi Sean jangan bersedih seperti itu, Mami akan sedih kalau melihat Sean begitu,” ujar Lira yang juga merasa sedih dengan pengakuan Sean, dia merasa bersalah karna tidak pernah bisa merayakan ulang tahun Sean karna fokusnya bukan ke situ dulu, dia harus berjuang untuk mencukupi hidup mereka apalagi mereka menumpang saat itu.


“Tidak, Sean hanya penasaran saja, Sean tidak suka tempat yang ramai dan banyak orang asing, apakah boleh jika ulang tahun hanya dirayakan oleh Sean dan Mami? Ah ya, Uncle ayah juga boleh ikut, kita bertiga merayakan ulang tahun, boleh tidak Mi?” tanya Sean yang tentu diangguki oleh Lira. Radith yang sedari tadi sibuk menyetir pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap lekat ke arah Lira dan Sean yang juga menatapnya heran karna mobil yang tiba tiba berhenti.


“Sean mau ulang tahun yang seperti apa? Ayah akan turuti apapun yang Sean mau, Sean boleh minta apapun dan mau dirayakan seperti apapun, itu terserah pada Sean,” ujar Radith yang diangguki oleh Sean. Sean tidak menginginkan banyak, dia juga sudah tidak penasaran ataupun kesal masalah ualng tahun karna dia tahu Maminya bukan tidak mau merayakan, tap imemang tidak bisa, nyatanya mereka langsung menjanjikan ulang tahun begitu dia memintanya.


“Masalah selesai kan? Apa ada hal lain yang mau Sean minta? Sekarang Sean mau makan dimana? Kita belum makan dari pagi, Sean mau dimanapun akan Ayah ajak ke sana, Sean mau makan apa?” tanya Radith yang membuat Sean berpikir, dia tidak suka memilih makanan dan dia terbiasa memakan apapun yang Lira sajikan untuknya, jadi ditawari seperti ini rasanya aneh dan asing.


“Sean, minta ke Ayah buat makan steak wagyu A5, ayo, itu enak banget loh, kamu belum pernah makan itu, tapi enak banget, ayo, kan mau dituruti sama ayah, kita makan itu saja,” bisik Lira yang tentu masih bisa didengar oleh Radith, lelaki itu melotot mendengar Lira yang meminta hal mahal itu, bagaimana bisa dia membelikan untuk mereka? Satu porsinya saja bisa berharga jutaan.


“Uncle ayah, Sean mau makan yang dibilang Mami, ayo, kita makan stik wagu,” ujar Sean yang membuat Radith memandang ke arah Lira sejenak, tampak wajahnya penuh dendam kesumat.


“Oke, kita ke sana ya, kita makan steak wagyu A5 buat Sean,” ujar Radith pada akhirnya. Dia menyetir lagi dan melanjutkan perjalanan mereka, sementara Lira dan Sean cekikikan dan melakukan tos karna senangnya.

__ADS_1


__ADS_2